Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KKP PENGEMBANGAN WIRAUSAHA MAHASISWA TATA RIAS DAN KECANTIKAN MENUJU DIGITAL SOCIAL ENTERPRENEURSHIP Vivi Efrianova; Febri Silvia; Vici Syahril Khairani; Indra Saputra
Journal of Community Service Vol 4 No 2 (2022): JCS, Desember 2022
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.165 KB) | DOI: 10.56670/jcs.v4i2.91

Abstract

Kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan dan mengembangkan pengetahuan dan keterampilan mahasiswa dan alumni mengenai wirausaha mahasiswa tata rias dan kecantikan menuju digital social entrepreneurship serta memberikan keterampilan make up pengantin. Pemecahan masalah tersebut dilakukan dengan 1) Mengumpulkan anggota Program Pengembangan Kewirausahaan (PPK) (alumni dan mahasiswa) Program Studi Pendidikan Tata Rias dan Kecantikan sebanyak 10 Orang, 2) untuk mengetahui permasalahan dalam pengembangan usaha secara mandiri, 3) Mencari informasi kebutuhan apa yang dibutuhkan oleh anggota Program Kewirausahaan Kampus (PKK) (Alumni dan mahasiswa) tersebut dalam mengatasi masalah. 4) Melakukan pelatihan sesuai dengan kebutuhan dalam mengatasi masalah. Hasil yang diperoleh melalui kegiatan pelatihan yaitu sebagai berikut: Pertama, peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang make up pengantin. Kedua, peserta dapat mempraktekkan secara langsung pengaplikasian make-up pengantin pada model. Ketiga, dalam menjalankan usaha peserta mendapatkan pelatihan tentang berwirausaha teknik promosi menuju digital social entrepreneurship dan menggunakan media sosial untuk berwirausaha pada bidang kecantikan.
Development of Professional Ethics and Aesthetics E-Modules Based on Problem Based Learning to Improve Students' Critical Thinking Ability Febri Silvia; Murni Astuti; Siska Miga Dewi
Jurnal Teknologi Pendidikan : Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran Vol 8, No 3 (2023): July
Publisher : UNDIKMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jtp.v8i3.8066

Abstract

Most students of the Department of Cosmetology and Beauty (TRK) Faculty of Tourism and Hospitality (FPP) Universitas Negeri Padang (UNP) are still unable to think critically in lectures, especially in analyzing problems related to the profession in the field of cosmetology and beauty. In addition, based on the explanation from the supporting lecturers, in Professional Ethics and Aesthetics lectures there are limited learning resources that can support students' critical thinking skills. The purpose of this research is to produce E-modules of Professional Ethics and Aesthetics based on Problem Based Learning that are appropriate, effective, and practical. Data collection in this study used validation questionnaires, critical thinking questions, and response questionnaires from students. The research method used is Research and Development. The data analysis technique used is descriptive quantitative and N-gain scores. The results showed that the average percentage of e-module feasibility was 94%, so it was included in the feasible category with a little revision. The effectiveness of the E-module in improving critical thinking skills is quite effective with an average percentage of 62.80 % and an N-gain score of 0.67. While the Practicality of the E-module shows a percentage of 90% with practical criteria.
Edukasi ketahanan mental generasi muda: program pengabdian untuk pencegahan bunuh diri Indra Saputra; Rahmiati Rahmiati; Hayatunnufus Hayatunnufus; Febri Silvia; Rahmi Oktarina; Elviza Yeni Putri; Melda Mahniza
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.23593

Abstract

AbstrakLatarbelakang kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah meningkatnya fenomena bunuh diri di kalangan generasi muda menjadi isu global dan juga menjadi isu yang terus meningkat di Indonesia. Fenomena ini disebabkan oleh masalah kesehatan mental remaja yang disebabkan tekanan akademis, masalah keluarga, kesulitan hubungan sosial, serta pengaruh negatif media sosial. Masalah selanjutnya juga terkait dengan kurangnya dukungan psikososial dan ketidakmampuan mengelola stres bagi remaja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan edukasi terkait kesehatan mental remaja untuk mencegah terjadinya bunuh diri. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah ceramah, diskusi dan praktik. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang dengan latar belakang profil dan daerah asal yang beragam. Kegiatan mencakup persiapan, pelaksanaan dan evaluasi yang mencakup antara lain penyampaian materi edukasi, diskusi dan tanya jawab, pendampingan dalam penyusunan rencana strategis pencegahan bunuh diri dan evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan mendeskripsikan bahwa seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik dan dapat memahami substansi kegiatan dengan baik. Hasil berikutnya adalah peserta dapat menyusun rencana strategis pencegahan bunuh diri yang dapat diimplementasikan dalam konteks individu maupun masyarakat. Rencana strategis pencegahan tersebut antara lain program pelatihan ketahanan mental di sekolah, sistem pendukung peer counselor (konselor sebaya), kampanye kesadaran kesehatan mental, workshop orang tua dan guru, layanan konseling terintegrasi, program edukasi dan latihan mindfulness, pusat informasi dan dukungan kesehatan mental, program ekstrakurikuler yang menunjang kesehatan mental. Secara keseluruhan, tujuan kegiatan edukasi ini dapat dicapai dengan maksimal. Terakhir, saran yang dapat diberikan adalah agar program pendampingan yang sejalan dapat diberikan secara berkala dan berkelanjutan. Kata kunci: edukasi; ketahanan mental; generasi muda; bunuh diri. Abstract The background of this community service activity is the increasing phenomenon of suicide among young people, which has become a global issue and is also rising in Indonesia. This phenomenon is caused by mental health problems among teenagers due to academic pressure, family issues, social relationship difficulties, and the negative influence of social media. Additionally, there is a lack of psychosocial support and an inability to manage stress among teenagers. This community service activity aims to provide education related to teenage mental health to prevent suicide. The methods used in this activity include delivering educational materials, discussions and Q&A sessions, assistance in formulating strategic suicide prevention plans, and activity evaluation. The results of the activity indicate that all participants could follow the activity well and understand its substance. Furthermore, the participants were able to develop strategic suicide prevention plans that can be implemented on both individual and community levels. These strategic prevention plans include mental resilience training programs in schools, peer counselor support systems, mental health awareness campaigns, workshops for parents and teachers, integrated counseling services, education and mindfulness training programs, mental health information and support centers, and extracurricular programs that support mental health. Overall, the educational objectives of this activity were successfully achieved. Finally, it is recommended that similar supportive programs be provided regularly and continuously. Keywords: education; mental resilience; young generation; suicide.