Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat

URBAN FARMING BERBASIS ECO-MASJID DI KAMPUNG BRAJAN, TAMANTIRTO, KASIHAN, BANTUL Triyono Triyono; Siti Nur Aisyah; Firman Mansir
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2020: 8. Teknologi Produksi dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1570.545 KB) | DOI: 10.18196/ppm.38.238

Abstract

Desa Tamantirto merupakan kawasan suburban di pinggiran Kota Yogyakarta yang tumbuh pesat seiringberkembangnya industri, jasa pendidikan, dan perumahan. Berkembangnya jumlah penduduk tentuberdampak pada peningkatan jumlah kebutuhan pangan yang ada di wilayah tersebut. Salah satusolusinya adalah menerapkan pertanian perkotaan. Masjid Baitunnafi yang terletak di Kampung BrajanTamantirto Kasihan Bantul merupakan salah satu masjid yang memiliki luas kurang lebih 1.500 meterpersegi. Sekitar 500 meter persegi merupakan lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Kondisi ini terjadikarena minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pengelolaan lingkunganmasjid yang bersih dan produktif. Berdasarkan analisis situasi tersebut, maka kegiatan pengabdianmasyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sasaran dalammengelola lingkungan secara sehat dan produkstif melalui kegiatan urban farming. Adapun metodepelaksanaannya meliputi koordinasi, penyuluhan/pengajian tentang pemanfaatan lahan untuk budidayasayur dan ikan sebagai sumber pangan sehat keluarga, pelatihan budidaya sayur dan demonstrasi tentangteknologi pembuatan kolam terpal untuk budi daya lele. Masyarakat sasaran adalah jamaah masjid yangsangat antusias mengikuti beberapa tahap kegiatan tersebut. Kegiatan urban farming telah mampumengatasi permasalahan lingkungan sekaligus menambah persediaan pangan dan gizi sehat jamaah danmasyarakat.
PEMBERDAYAAN JAMAAH DENGAN KEGIATAN FOOD GARDEN BERBASIS ECO-MASJID DI MASJID BAITUNNAFI BRAJAN TAMNTIRTO KASIHAN BANTUL Triyono Triyono; Siti Nur Aisyah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2021: 5. Produktivitas dan Daya Saing Industri Pangan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (686.821 KB) | DOI: 10.18196/ppm.45.586

Abstract

Desa Tamantirto merupakan kawasan sub urban di pinggiran Kota Yogyakarta yang tumbuh pesat seiring berkembangnya industri, jasa pendidikan dan perumahan. Berkembangnya jumlah penduduk tentu berdampak pada peningkatan jumlah kebutuhan pangan yang ada di wilayah tersebut. Salah satu solusinya adalah dengan menerapkan pertanian perkotaan dalam bentuk food garden. Masjid Baitunnafi yang terletak di Kampung Brajan Tamantirto Kasihan Bantul merupakan salah satu masjid yang memiliki luas kurang lebih 1.500-meter persegi. Sekitar 500-meter persegi berupa lahan kosong yang belum dimanfaatkan. Kondisi ini terjadi karena karena minimnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat akan pentingnya pengelolaan Lingkungan masjid yang bersih dan produktif. Berdasarkan analisis situasi tersebut, maka kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat sasaran dalam mengelola lingkungan secara sehat dan produktif melalui kegiatan food garden. Adapun metode pelaksanaannya meliputi koordinasi, penyuluhan/pengajian tentang pemanfaatan lahan untuk budidaya sayur sebagai sumber pangan sehat keluarga, pelatihan budidaya sayur dan demonstrasi tentang teknologi pembuatan pupuk organic dengan komposter. Masyarakat sasaran adalah jamaah masjid sangat antusias mengikuti beberapa tahap kegiatan tersebut. Melalui kegiatan ini diharapkan kesejahteraan masyarakat sasaran dapat meningkat sebagai dampak adanya perbaikan ekonomi, sosial dan lingkungan.
Pengembangan Kewirausahaan Eco-Creative Warga RT 6 Brajan Tamantirto Kasihan Bantul Triyono Triyono; Mamnuah Mamnuah
Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat 2022: 4. Kapasitas Daya Saing Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Badan Usaha Milik Desa (BU
Publisher : Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/ppm.54.940

Abstract

Warga RT 6 Brajan Tamantirto Kasihan Bantul terdiri dari kurang lebih 35 Kepala Keluarga. Sebagian besar warga bekerja sebagai buruh dan pedagang kecil. Pekerjaan buruh yang digeluti antara lain buruh bangunan, konveksi, sablon, tukang parkir dan satpam. Pekerjaan buruh konveksi mendominasi terutama pekerja wanita sebagai tukang jahit konveksi. Mereka bekerja di rumah menggunakan mesin jahit sendiri, sedangkan bahan kain yang telah dipotong diambil dari pabrik konveksi kaos “Gareng”. Selain itu ada usaha sablon yang melayani pembuatan gambar pada kaos dengan teknik sablon. Karena pendidikan dan pengalaman yang terbatas, usaha ini kurang dikelola secara profesional. Hasil dari buruh konveksi sangat tergantung pada jumlah yang bisa mereka kerjakan dengan upah yang relatif kecil. Kegiatan pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga tentang batik ecoprint pada produk kaos konveksi serta keterampilan promosi menggunakan media sosial. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan dengan metode penyuluhan, pelatihan batik ecoprint dan pendampingan pembuatan konten promosi pada media sosial dan platform marketplace. Tahapan pelatihan dimulai dari persiapan alat dan bahan, persiapan pencetakan, pencetakan, pengukusan (steaming), pengeringan dan fiksasi pewarnaan. Pendampingan promosi dilaksanakan dari pembuatan konten promosi produk dalam bentuk foto dan video produk, pembuatan akun, pemasangan konten serta posting di media sosial. Antusiasme warga peserta pelatihan merupakan modal dasar dalam keberlanjutan program yang bisa ditindaklanjuti di masa yang akan datang sehingga manfaat program lebih terasa bagi pengembangan ekonomi masyarakat. Berdasarkan respon warga yang positif, maka kegiatan pengembangan ecoprint bisa dilanjutkan lebih intensif serta dibentuk pengurus kegiatan yang dapat menggerakan organisasi kreatif, inovatif dan produktif dengan manajemen yang lebih baik.