Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pengaruh jenis asam organik pada ekstraksi kitin dari jangkrik rumah (Acheta domesticus) melalui metode Green Process Sonia, Gita; Umam, Hilman Imadul; Pambudi, Teguh; Fauzie, Azis Kemal; Putri, Fajar Amelia Rachmawati; Shakila, Tasya Nur; Anjani, Cindy Salsabilla
Jurnal Penelitian Sains Vol 27, No 2 (2025)
Publisher : Faculty of Mathtmatics and Natural Sciences

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56064/jps.v27i2.1152

Abstract

Penelitian saat ini bertujuan untuk mengembangkan kitin yang ramah lingkungan dan ekonomis dengan berbagai macam aplikasi menggunakan asam organik untuk demineralisasi jangkrik rumah. Sampel kitin diekstraksi dari jangkrik rumah (Acheta domesticus) dan langkah demineralisasi dilakukan dengan tiga asam organik (sitrat, asetat, dan oksalat). Kitin yang diekstraksi dengan asam asetat pada proses demineralisasi menunjukkan hasil ekstraksi tertinggi dengan hasil sebesar 6% dibandingkan asam organik lainnya. Sedangkan pada proses deproteinasi menggunakan larutan DES (Deep Eutectic Solvent) sampel yang diesktraksi menggunakan asam oksalat berhasil mendapatkan %DP sebesar 97,7% yang artinya hampir seluruh kandungan protein pada sampel berkurang. Pita karakteristik dan gugus fungsi kitin diidentifikasi dengan spektrum FTIR yang menunjukan struktur kitin pada penelitian ini sama dengan kitin komersil. Pada penelitian ini, asam organik sama efektifnya dengan asam mineral untuk demineralisasi jangkrik rumah. Proses yang dikembangkan membuka kemungkinan untuk memproduksi kitin dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan dengan biaya yang lebih rendah di banyak sektor industri.
PEMANFAATAN BELALANG SEBAGAI SUMBER KITIN MELALUI PROSES EKSTRAKSI RAMAH LINGKUNGAN Anjani, Cindy Salsabilla; Umam, Hilman Imadul; Pambudi, Teguh; Fauzie, Azis Kemal; Putri, Fajar Amelia Rachmawati
Jurnal Al Ulum LPPM Universitas Al Washliyah Medan Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Al Ulum: LPPM Universitas Al Washliyah Medan
Publisher : UNIVERSITAS AL WASHLIYAH (UNIVA) MEDAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/alulum.v13i2.912

Abstract

This study aimed to extract chitin from rice grasshoppers using the Deep Eutectic Solvent (DES) method. The chitin extraction process involves several stages, namely delipidation, demineralization, and deproteination. In the demineralization and deproteination stages, two extraction methods were compared, namely the conventional method using strong acids and bases and the environmentally friendly method using Deep Eutectic Solvent (DES). The conventional method uses hydrochloric acid (HCl) for demineralization and sodium hydroxide (NaOH) for deproteination. DES is an effective solvent in dissolving proteins without damaging the chitin structure. This success was evidenced by test parameters of fat content from 30.91 to 9.01 with a DL percentage of 70.85%. In the ash content test, it was proven that the % ash content in pure grasshoppers was 4.87% and decreased in the demineralization process to 1.38% for the extraction stage using DES from 1.25 in the extraction process using the conventional method, this shows that the demineralization extraction process was successful in reducing mineral levels. In the protein content test, pure grasshoppers were 53.57% decreased in the deproteination process using DES to 1.11% and in the conventional method using NaOH, it decreased by 1.65%, this proves a decrease in protein content in the deproteination stage. In the chitin extraction process, an infrared spectrum analysis (FTIR) was also carried out on the extracted chitin samples.
Karakterisasi dan Optimasi penggunaan Katalis CaO/SiO₂ dari Biomassa untuk Sintesis Biodiesel dari Minyak Jelantah Dian, Amalia; Meka Saima Perdani; Hilman Imadul Umam; Christin Octaviani Sitanggang; Eti Ayu Nurhana
Jurnal Teknik Terapan Vol. 4 No. 2 (2025): Oktober
Publisher : P3M Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Environmentally friendly biodiesel can be produced from used cooking oil through transesterification with heterogeneous catalysts. This study synthesized CaO–SiO₂ catalysts from eggshells and rice husks through calcination and impregnation, with a reaction at 65°C, an oil:methanol ratio of 1:9, and a catalyst variation of 4–8%. FTIR, SEM, and BET characterizations showed the presence of CaO and Si–O–Si with porous morphology and surface area that support catalytic activity. The best results were achieved at 4% catalyst with a conversion of 63.64%, demonstrating the potential of biomass as a sustainable catalyst for biodiesel production.
Studi Karakterisasi dan Reusabilitas Katalis CaO/SiO₂ Berbasis Biomassa Lokal Karawang dalam Sintesis Biodiesel Eti Ayu Nurhana; Christin Octaviani Sitanggang; Amalia Dian Fadilla; Meka Saima Perdani; Hilman Imadul Umam
Jurnal Ilmiah dan Kajian Akademik Vol 3 No 02 (2025): Desember 2025
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan biomassa lokal sebagai bahan baku katalis menjadi salah satu pendekatan berkelanjutan dalam produksi biodiesel. Penelitian ini bertujuan mengkaji karakteristik dan performa katalis CaO/SiO₂ berbasis limbah biomassa lokal dari Pasir Jengkol, Klari, Karawang, dalam sintesis biodiesel dari minyak jelantah. Katalis disintesis dari cangkang telur dan sekam padi, kemudian dikarakterisasi menggunakan SEM-EDX dan FTIR. Reaksi transesterifikasi dilakukan pada suhu 65 °C selama 90 menit dengan rasio molar minyak terhadap metanol 1:9 dan penambahan katalis sebesar 4% massa minyak. Hasil SEM menunjukkan morfologi berpori dan tidak teratur dengan ukuran partikel rata-rata 2.22 µm. Analisis EDX menunjukkan bahwa Area 1 didominasi unsur kalsium dan oksigen, sedangkan Area 2 menunjukkan dominasi silikon dan oksigen, yang mengindikasikan keberadaan dua komponen utama, yaitu CaO dan SiO₂, meskipun penyebarannya belum sepenuhnya homogen. Spektrum FTIR mengonfirmasi keberadaan gugus Si–O–Si, Si–O, dan Ca–O, serta indikasi karbonat. Katalis menunjukkan efektivitas tinggi dengan yield biodiesel sebesar 68% pada siklus pertama dan 53% pada siklus kedua. Biodiesel yang dihasilkan memiliki densitas 1.118 g/mL dan viskositas 2.07 cSt pada 40 °C, menunjukkan bahwa produk masih berupa crude biodiesel. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa biomassa Karawang berpotensi digunakan sebagai bahan baku katalis heterogen yang efektif untuk produksi biodiesel.