Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Rancang Bangun Desain Aquatec Hybrid Berbasis Ecoblue Guna Peningkatan Hasil Tangkap Ikan di Pesisir Madura Anauta Lungiding Angga Risdianto; Triyanti Irmiyana; Astri Rino Okvitasari; Mohammad Abdullah
G-Tech: Jurnal Teknologi Terapan Vol 7 No 3 (2023): G-Tech, Vol. 7 No. 3 Juli 2023
Publisher : Universitas Islam Raden Rahmat, Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/gtech.v7i3.2930

Abstract

Madura merupakan bagian dari provinsi Jawa Timur. Salah satu kabupaten yang memiliki potensi perikanan yaitu Sampang. Dengan luas wialayah 1233 , dimana 75% penduduk bekerja sebagai nelayan. Saat ini permasalahan yang dihadapi oleh nelayan berupa sarana alat tangkap ikan yang belum efektif. Melihat permasalahan yang ada perlu adanya suatu inovasi berupa desain sarana guna peningkatan hasil tangkap ikan. Metode pada penelitian ini berupa kualitatif dimana dengan mengumpulkan data melalui kegiatan survey untuk pembuatan konseptual desain agar sesuai dengan kondisi yang ada dengan bantuan aplikasi Autocad. Hasil dari penelitian ini berupa desain rencana umum dengan ukuran utama kapal loa: 9,22 m; B: 1,8; H: 0,8; T: 0,42. Serta kebutuhan panel surya untuk hybrid budidaya ikan yaitu 8 panel surya(200 wp) dan 1 baterai kering (12V/100 Ah).
Analysis of the Social Vulnerability Index for the Mount Agung Eruption Disaster, Karangasem Regency, Bali Muhammad Arus Samudro; Fadlilatin Nailah; Astri Rino Okvitasari; Retno Syahriawati Dewi; Arisessy Maharani Mulananda; Desta Rifky Aldara
Jurnal Teknologi dan Manajemen Vol 5, No 2 (2024): July
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITATS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jtm.2024.v5i2.4621

Abstract

Indonesia is an archipelagic country located between the continents of Asia and Australia as well as the Indian and Pacific Oceans. Geographically, Indonesia is located between 6°N-11°S and 95°-141°E. The location of the mountains in Indonesia varies greatly because this country has many islands with diverse topography. The social vulnerability index for volcanic eruptions includes the parameters of population density, vulnerable age ratio, sex ratio, disabled population ratio, and poor population ratio. This research aims to determine the value of the social vulnerability index in each area within the eruption radius of Mount Agung if an eruption occurs. The methods used in data collection are secondary and primary data collection methods. The method for processing data is quantitative descriptive statistical data analysis called factor analysis and scoring analysis based on PERKA BNPB No. 2 of 2012 with the results of a risk level scoring for each parameter of the social vulnerability index. The results obtained from this research are the risk level of the social vulnerability index in the Karangasem district. The highest social vulnerability index is in the sub-districts of Banyakdem and Karangasem with a score of 26 and the lowest sub-district is Kubu sub-district with a score of 15. The Sedimen sub-district with a score of 25, the Manggis and Selat sub-districts with a score of 24, the Abang sub-district 20, and the Rendang sub-district 18.
Identifikasi Kelimpahan Mikroplastik Pada Perairan di Kecamatan Sampang, Madura Okvitasari, Astri Rino; Fadlilatin Nailah; Retno Syahriawati Dewi; Agus Muji Santoso
Jurnal EnviScience (Environment Science) Vol. 9 No. 1 (2025): The Environment In Global Health Governance:An Analysis of Environment-Related
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jev.v9i1.817

Abstract

Mikroplastik merupakan salah satu jenis pencemar di perairan yang sumbernya dapat dibedakan menjadi sumber mikroplastik primer dan sekunder. Proses degradasi mikroplastik membutuhkan waktu yang lama, diperkirakan diperlukan waktu puluhan tahun atau abad untuk menguraikan mikroplastik yang resisten. Padatnya penduduk di Kecamatan Sampang membuat aktivitas manusia semakin tinggi sehingga memungkinkan terjadinya aktivitas pencemaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelimpahan dan jenis mikroplastik pada perairan Sampang, Madura. Metode purposive sampling  digunakan untuk menentukan lokasi pengambilan sampel dan untuk memperoleh titik koordinat sampel menggunakan metode Global Positioning System (GPS).  Identifikasi jenis kelimpahan  mikroplastik menggunakan metode yang direkomendasikan oleh NOAA. Hasil kelimpahan mikroplastik dipengaruhi oleh titik lokasi sampel dan bentuk mikroplastik (p-value sebesar 0.000 < 0.05). Rata-rata total kelimpahan mikroplastik sebesar 104.54 x 102 partikel/liter. Ragam mikroplastik yang ditemukan ialah jenis fragment, fiber, dan film. Fragment merupakan jenis yang paling banyak ditemukan di perairan dengan total rata-rata 9.56  x 102 partikel/liter, fiber dengan total rata-rata 5.06 x 102 partikel/liter, dan film dengan total rata-rata 2.80 x 102 partikel/liter. Sumber pencemaran mikroplastik di perairan Sampang berasal dari aktivitas antropogenik seperti domestik dari kegiatan masyarakat, pertanian, perikanan, dan transportasi dari pelabuhan.
Health Risk Assessment of Microplastic Contamination in Kamoning River Sampang, Madura Astri Rino Okvitasari; Agus Muji Santoso; Retno Syahriawati Dewi; Muhammad Arus Samudro; Aurista Miftahatul Ilmah; Afifah Bilqis Faudya
Journal of Applied Sciences, Management and Engineering Technology Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31284/j.jasmet.2026.v7i1.8778

Abstract

Microplastics have become pervasive contaminants in riverine and coastal environments, raising concern about their implications for ecosystems and communities that rely on these waters. This study investigates microplastic contamination and associated risks in the Kamoning River, Sampang District, Madura, Indonesia, where residential, agricultural and port activities may drive substantial inputs of plastic debris. Surface water samples were collected at six stations representing upstream, midstream, urban, port and estuarine reaches, and analysed for microplastic abundance and morphology using sieving, chemical digestion and microscopic identification. Microplastic particles were quantified as fragments, fibres and films, and total abundances were expressed as particles per litre. To characterize potential risks, a screening-level risk quotient (RQ) approach was applied by comparing estimated exposure concentrations with literature-based reference values for ecological and human health endpoints. The average of microplastic abundances were in the order of 10⁴ particles per litre and increased from upstream to estuarine stations, with fragments as the dominant form at all locations. Calculated RQ values for short-term exposure via water use and local fish consumption ranged from 0.23 to 0.51, indicating low to moderate concern under current conditions. These findings show that the Kamoning River functions as a critical conduit and accumulation zone for microplastics, while present risk levels remain below commonly used thresholds. The study contributes a locally grounded, reproducible framework for linking microplastic abundance data to risk indicators that can support targeted plastic waste management and inform future monitoring and research in Indonesian river systems.
Pembuatan Gerobak Sampah Untuk Menunjang Pengelolaan Sampah di Wilayah Pesisir dan Perkampungan Nelayan Desa Dharma Camplong Muhammad Arus Samudro; Taufan Prasetyo; Astri Rino Okvitasari; Retno Syahriawati Dewi; Fadlilatin Nailah; Arisessy Maharani Mulananda; Aurista Miftahatul Ilmah; Tristiandinda Permata; Triyanti Irmiyana; M. Musta’in; Desta Rifky Aldara; Mohammad Abdullah; Akh. Maulidi; Abdul Munif; Sahari Sahari; Rieos Putrananto Ulmi; Iqlima Maulina; Nur Muhamad Bagaskara
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 6 No 1 (2026): I-Com: Indonesian Community Journal (Maret 2026)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v6i1.8565

Abstract

Desa Dharma Camplong merupakan wilayah pesisir yang memiliki potensi strategis sebagai destinasi wisata sekaligus pusat ekonomi berbasis perikanan dan pengolahan hasil laut. Namun, limbah padat yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat desa belum optimal pengelolaannya. Tujuan pengabdian masyarakat ini untuk menginisiasi sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi melalui difusi ipteks, pendidikan masyarakat melalui sosialisasi, dan partisipasi aktif masyarakat. Metode pelaksanaan meliputi survei lapangan, desain dan pembuatan gerobak dan bak sampah, sosialisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. serta pembentukan tim pengelola lingkungan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya ketersediaan dua unit gerobak angkut dan sepuluh unit bak sampah di titik strategis. Selain itu, adanya kenaikan rata-rata yang signifikan dari seluruh indikator kegiatan sosialisasi dan pelatihan teknis terkait pengelolaan sampah sebesar 52 %. Hal ini menunjukkan bahwa intervensi melalui edukasi berhasil mentransfer informasi secara efektif. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator partisipasi aktif masyarakat dalam pengelolaan sampah seperti keikutsertaan dalam program pengelolaan sampah.
Sosialisasi Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada Pekerja di Poklahsar Sumber Rejeki Pamekasan Astri Rino Okvitasari; Aries Alfian Prasetyo; Fadlilatin Nailah; Agus Muji Santoso; Oscar Jaguar Moses; Anindya Khaira Talitha; Fais Fais; Nauval Mostofa Arisandia
Archive: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah Perguruan Tinggi PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/arch.v5i2.267

Abstract

Latar Belakang: Revolusi Industri 4.0 mendorong kemajuan industri dan tuntut peningkatan kualitas SDM melalui prioritas pada Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), termasuk penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk cegah kecelakaan dan penyakit kerja di pekerjaan Manual Material Handling (MMH). Tujuan: Tujuan sosialisasi untuk menambah pengetahuan dan pemahaman K3 pekerja agar tercipta lingkungan kerja yang aman dan nyaman. Metode: Metodologi terdiri dari tiga tahap yakni persiapan, pelaksanaan K3, dan evaluasi. Hasil:  Nilai rata-rata pretest 49,6 (“Kurang”) naik signifikan jadi 82,8 (“Baik”) pada post-test, menunjukkan peningkatan pemahaman pekerja Poklahsar Sumber Rejeki mengenai penerapan K3 untuk mencegah Penyakit Akibat Kerja (PAK) dan kecelakaan kerja. Kesimpulan: Sosialisasi K3 terbukti efektif melalui tahapan persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi dalam meningkatkan pengetahuan tentang penggunaan APD dan pencegahan PAK pada pekerjaan MMH.
Technology Transfer-Based Capacity Building for Organic Fertilizer Production Using Non-Symbiotic Microbial Consortium Agus Muji Santoso; Siti Zubaidah; Risky Aswi Ramadhani; Hesti Istiqlaliyah; Poppy Rahmatika Primandiri; Tutut Indah Sulistiyowati; Ricko Bintang Ramadhan; M. Raffi Fahriza; Mohamad Wahyu Erwin Santoso; A'a Imam Majid; M. Lani Ira Irawan; Anggi Tias Pratama; Astri Rino Okvitasari; Nurul Bahiyah Binti Abd Wahid
Jurnal Pengabdian UNDIKMA Vol. 7 No. 2 (2026): May
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika (UNDIKMA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jpu.v7i2.19766

Abstract

This community service program aims to enhance partners’ skills in producing solid organic fertilizer using non-symbiotic microbial consortiums and shredding machines through a participatory-collaborative empowerment approach based on the ODSIMED stages. The program was implemented from August to December 2025 with KUB Surya Agrotani in Kediri Regency. Skill data were collected from 56 respondents using structured observation sheets administered at the beginning and end of the mentoring program, while service quality was evaluated through a Likert-scale questionnaire. Descriptive analysis revealed a significant improvement across 10 production skill indicators, with an average N-Gain in the high category (0.89). An important finding was that participants’ compliance with occupational health and safety standards during the mentoring process also increased substantially, with a high N-Gain score (0.84). This result is consistent with the service quality assessment, which indicated that the team of lecturers and students paid strong attention to occupational health and safety standards throughout program implementation. These findings demonstrate that the integration of biotechnology and appropriate technology within the ODSIMED framework effectively strengthens partners’ organic fertilizer production capacity in a measurable and sustainable manner, while maintaining strong attention to health and safety standards.