Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Identifikasi Potensi Longsor di Kota Sawahlunto dengan Menggunakan Parameter Frekuensi Dominan, Amplifikasi, dan Kecepatan Gelombang Geser Lathifah Fauziah; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.341-347.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian terkait potensi tanah longsor di Kota Sawahlunto. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi daerah mana saja yang berpotensi mengalami tanah longsor di Kota Sawahlunto. Daerah berpotensi longsor diidentifikasi dengan menggunakan parameter frekuensi dominan, amplifikasi, dan kecepatan gelombang geser Vs30 yang dihubungkan dengan topografi dan formasi geologi. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa nilai frekuensi dominan daerah penelitian berkisar antara 0,6074 Hz  11,4838 Hz, amplifikasi antara 0,4723  2,1598, dan Vs30 antara 381,7644 m/s  755,9333 m/s. Dari 27 titik akuisisi data, terdapat satu titik yang berpotensi tinggi mengalami tanah longsor, delapan titik berpotensi sedang, dan 18 titik berpotensi rendah. Daerah yang berpotensi tinggi mengalami tanah longsor adalah Kelurahan Durian I, Kecamatan Barangin dengan nilai frekuensi dominan 0,9182 Hz, amplifiksi 2,1598, Vs30 522,0777 m/s  568,8488 m/s, dan berada dekat dengan struktur geologi sesar.
Evaluasi Kondisi Jembatan Kuranji dengan Metode Horizontal To Vertical Spectral Ratio dan Pergerakan Partikel Nurul Annisa; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.380-386.2023

Abstract

Evaluasi kondisi jembatan diperlukan untuk melihat keadaan jembatan sebagai tindakan pencegahan terjadi kerusakan yang lebih besar pada struktur jembatan. Jembatan Kuranji terbagi menjadi 2 bagian yaitu jembatan lama yang berusia 30 tahun dan jembatan baru yang berusia 9 tahun. Evaluasi dilakukan dengan menggunakan pengukuran mikrotremor. Pengukuran dilakukan di 12 titik dengan durasi perekaman 90 menit. Hasil pengukuran mikrotremor diolah menggunakan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) dan pergerakan partikel (particle motion) menggunakan Software Geopsy. Pada analisis kurva HVSR dihasilkan nilai frekuensi alamiah. Untuk menentukan kondisi jembatan ditentukan nilai rasio frekuensi alamiah yang didapatkan dari pengolahan nilai frekuensi alamiah. Nilai frekuensi alamiah jembatan lama didapatkan sebesar 3,420 Hz dan 2,031 Hz untuk jembatan baru. Nilai rasio frekuensi alamiah jembatan baru sebesar 1,144% dan jembatan lama sebesar 2,611% dan dinyatakan jembatan baru berada dalam keadaan baik secara struktur dan jembatan lama berada dalam keadaan karatan (cacat kecil) yang memerlukan perawatan secara rutin. Pada metode pergerakan partikel didapatkan ketidakselarasan pergerakan struktur atas dan bawah jembatan lama yang dikhawatirkan dapat menyebabkan kerusakan pada struktur jembatan.
Interpretasi Sebaran Anomali Magnetik di Daerah Prospek Panas Bumi Sumani, Sumatera Barat Syafira Aulina Refiani; Ahmad Fauzi Pohan; Ardian Putra
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.387-393.2023

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui sebaran anomali magnetik di daerah panas bumi Jorong Padang Belimbing dengan menggunakan metode geomagnet.  Pengambilan data dilakukan menggunakan magnetometer dengan titik amat di 186 titik pengamatan dengan 14 lintasan dan jarak antar titik adalah 100 m. Data anomali magnetik yang didapatkan dikoreksi dengan koreksi harian dan koreksi IGRF, selanjutnya dilakukan reduksi ke kutub dan kontinuasi ke atas. Setelah dilakukan proses pengolahan data, didapatkan nilai anomali total di daerah penelitian antara -1682,8 nT hingga 6739,9 nT yang memiliki beberapa nilai di bawah IGRF.  Hal ini diduga karena adanya demagnetisasi batuan akibat adanya sumber panas di bawah permukaan.  Pemodelan 2D dilakukan dengan menganalisa anomali medan magnet hasil kontinuasi ke atas dengan ketinggian 100 m. Berdasarkan pemodelan menunjukkan terdapat empat lapisan pada daerah penelitian.  Lapisan pertama diindikasikan sebagai aluvium, lapisan kedua diindikasi sebagai aliran piroklastik, lapisan ketiga diindikasikan sebagai satuan lava dan vulkanik tersier yang merupakan batuan penudung (cap rock) dengan kedalaman rata-rata 225 meter hingga 1465 meter di bawah permukaan dan lapisan terakhir diindikasikan sebagai reservoir yang didominasi oleh satuan meta batu gamping.  Sumber panas di daerah Padang Belimbing diduga berasal dari aktivitas vulkanik bukit Tinjau Laut.
Identifikasi Karakteristik Fluida dan Estimasi Temperatur Reservoir Panas Bumi di Tanjung Raya dan Palupuh, Kabupaten Agam Ariqah Ardelia; Dwi Pujiastuti; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 12 No 3 (2023)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.12.3.394-400.2023

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang identifikasi karakteristik fluida dan estimasi temperatur reservoir panas bumi di Tanjung Raya dan Palupuh, Kabupaten Agam. Sampel penelitian diambil dari 2 titik sumber mata air panas masing-masing sebanyak 500 ml pada bagian dasar, tengah dan permukaan mata air panas. Identifikasi karakteristik fluida panas bumi dilakukan menggunakan diagram segitiga Cl-Li-B untuk menentukan asal-usul dan pengenceran fluida panas bumi serta diagram segitiga Na-K-Mg untuk menentukan kesetimbangan fluida panas bumi. Estimasi temperatur reservoir panas bumi ditentukan dengan persamaan geotermometer. Konsentrasi unsur Na, K dan Mg pada masing-masing sampel diuji menggunakan Atomic Absorpsion Spectroscopy (AAS), konsentrasi unsur Ca, Li dan B diuji menggunakan Inductively Coupled Plasma – Atomic Emission Spectroscopy (ICP-AES), konsentrasi unsur Cl diuji menggunakan metode titrasi dan konsentrasi senyawa SiO2 diuji menggunakan Visible Spectroscopy. Berdasarkan hasil penelitian, fluida panas bumi di Tanjung Raya dan Palupuh mengalami sedikit pengenceran dan terletak jauh dari sumber panas bumi. Mata air panas di Tanjung Raya dan Palupuh berada pada daerah immature water yang mengindikasikan fluida panas bumi tidak mencapai kesetimbangan dan terjadi banyak pencampuran dengan air permukaan. Estimasi temperatur reservoir panas bumi yang didapatkan menggunakan persamaan geotermometer silika memiliki temperatur 164,153⁰C – 175,209⁰C, yang dapat dikategorikan sebagai sistem panas bumi bertemperatur sedang.
SOSIALISASI DAN PEMETAAN POTENSI TANAH LONGSOR MENGGUNAKAN METODE MIKROSEISMIK DAN GEOLISTRIK DI KAWASAN OBJEK WISATA BUKIT NOBITA Marzuki Marzuki; Mutya Vonnisa; Ahmad Fauzi Pohan; Arif Budiman; Imam Taufiq; Trengginas Eka Putra Sutantyo; Elistia Liza Namigo; Dian Milvita; Alimin Mahyudin; Nini Firmawati; Muldarisnur Muldarisnur; Afdal Afdal; Dahyunir Dahlan; M. Ali Shafii; Afdhal Muttaqin; Rico Adrial; Dedi Mardiansyah; Harmadi Harmadi; Zulfi Zulfi; Geby Sri Ayu Oktavia; Fani Anjelina; Nurul Annisa
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 6 No 2 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v6i2.655

Abstract

Nobita Hill is one of the areas being developed as a tourist attraction in the city of Padang. Above Nobita Hill is a beautiful view, and you can see the picture of Padang City. However, the hilly topography with steep slopes makes this area prone to landslides. This activity aims to map the potential for landslides on Novita Hill. Activities start from preparation, implementation in the field, and evaluation. Field activities are carried out in two stages. The first stage is an experiment to map the landslide potential. The second stage is socialization. The target audience for this activity is the Village Head of Jua Nan XX Village and its officials and the community around Nobita Hill. The results of the study and mapping were disseminated to the village administration and community leaders involved in the development of the Bukit Nobita tourism area, which was carried out on November 16, 2022. The result of tourist objects often changes land use and cover. However, mitigation of the potential for landslides in this area has never been done. Therefore, the Andalas University Physics Department team mapped the potential for landslides on Novita Hill for six months, using microseismic and geoelectric methods. This activity obtained a map of the distribution of dominant frequencies, a map of the distribution of amplification, and an identification of slip planes concerning the potential for landslides on Nobita Hill. Furthermore, the results of the mapping and mitigation efforts have been disseminated to the village administration and community leaders involved in the development of the Bukit Nobita tourism area. This activity was carried out well. The landslide potential distribution map obtained from this activity is input for the community and stakeholders in developing the Buki Nobita tourist attraction that is safe from disasters.
Frequency and Amplification for Assessing site Effects and PVS in the Padang City Railway Ahmad Fauzi Poha; Dwi Pujiastuti; Nadila Syarah; Nurul Annisa
Jurnal Ilmu Fisika Vol 15 No 2 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jif.15.2.106-115.2023

Abstract

The train uses a special line in the form of railroad tracks that produce vibrations during movement. This study aims to determine the type of soil layer and the peak particle velocity due to the train around the Padang City train line. The acquisition was carried out at 8 points with a recording duration of 65 minutes using three geophone components. Microtremor data was analyzed using horizontal to vertical spectral ratio (HVSR) method. The results show that the research area has a type of surface layer of soil is sediment with a thickness of 30 meters or more. This is indicated by the dominant frequency value ranging from 0.64 Hz – 1.67 Hz. The research area has an amplification value ranging from 0.85 to 1.29. The train vibration has a dominant frequency ranging from 2.20 Hz – 13.54 Hz and an amplification of 1.11 – 1.82. The particle velocity values ​​obtained from the PVS values ​​ranged from 0.1605 mm/s – 0.7592 mm/s. The research area can be categorized as safe from train vibrations because of the low amplification value and the PVS value which is below the safe limit (<3 mm/s) according to SNI 7571:2010.
Peningkatan Pembelajaran Fisika di SMAN 2 Gunung Talang Kabupaten Solok Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat. Dedi Mardiansyah; Wildian Wildian; Afdhal Muttaqin; Muldarisnur Muldarisnur; Ramacos Fardela; Afdal Afdal; Ahmad Fauzi Pohan; Alimin Mahyudin; Nini Firmawati; Dian Milvita; Sri Oktamuliani; Rico Adrial; Dwi Puryanti; Sri Rahayu Alfitri Usna; Elistia Liza Namigo; Trengginas Eka Putra Sutantyo; Zulfi Zulfi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7489

Abstract

Hukum Newton merupakan prinsip dasar dinamika yang merinci hubungan antara gaya dan pengaruhnya terhadap gerak suatu benda tertentu. Konsep ini dirumuskan dalam tiga hukum yang dikenal sebagai Hukum Newton 1, Hukum Newton 2, dan Hukum Newton 3. Hukum Newton merupakan bagian dari mata Pelajaran Fisika. Mata Pelajaran fisika merupakan salah satu mata Pelajaran yang dianggap susah bagi sebahagian siswa-siswi, sehingga diperlukan kegiatan pengayaan agar ilmu fisika menjadi lebih mudah bagi siswa-siswi. Kegiatan pengabdian adalah memberikan pengayaan materi hukum Newton kepada kelas XI SMA N 2 Gunung Talang. Tujuan kegiatan ini memberikan tambahan ilmu terkait dengan materi hukum Newton. Metode yang dilakukan adalah persiapan pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring evaluasi, pembuatan laporan akhir dan pembuatan luaran pengabdian. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Masyarakat mengenai pengayaan mata Pelajaran Fisika di SMA N 2 Gunung Talang yang dilaksanakan mulai dari bulan Oktober-November 2023. Dari hasil kegiatan ini dapat dilihat adanya peningkatan persentase penguasaan materi dari rata-rata 49,8% menjadi 79,8 %.
PEMBANGUNAN KINCIR AIR UNTUK PEMBANGKIT LISTRIK DAN PENGGILINGAN TEPUNG BAGI MASYARAKAT DI KAMPUNG NGALAU RANDAH KABUPATEN SOLOK SELATAN, SUMATERA BARAT Asep Neris Bachtiar; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Hilirisasi IPTEKS Vol 7 No 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jhi.v7i2.736

Abstract

The need for energy, especially electricity, is fundamental and essential in daily life. This is particularly true for communities in rural areas that rely on fossil fuel-powered machines for their work, such as milling rice into flour. One such community is the farming group in Kampong Ngalau Randah, Solok Selatan, West Sumatra. This activity aims to realize the construction of a small-scale renewable energy technology building, specifically a pico-hydro power plant using a steel waterwheel that functions as both a power generator and a production machine/flour mill driver. The target partners for this activity are the residents of Kampung Ngalau Randah, Jorong Manggih, which is an isolated village in Kenagarian Pakan Rabaa Timur, Solok Selatan Regency, West Sumatra. The methods of this activity include surveys and experiments, starting with a potential survey at the partner's location followed by outreach, fabrication of the waterwheel components and assembly in the city of Padang, dismantling the old waterwheel at the partner's location, and transporting the new waterwheel unit to the partner's location, which is 180 km away. The outcome of this activity has successfully resulted in the construction and donation of a waterwheel unit for the local community. In the future, it is hoped that the development of this waterwheel-driven power plant in Kampung Ngalau Randah will serve as a pilot project that can inspire other village communities to build power plants in their respective areas.
Peningkatan Pembelajaran Fisika di SMAN 2 Gunung Talang Kabupaten Solok Melalui Kegiatan Pengabdian Masyarakat. Dedi Mardiansyah; Wildian Wildian; Afdhal Muttaqin; Muldarisnur Muldarisnur; Ramacos Fardela; Afdal Afdal; Ahmad Fauzi Pohan; Alimin Mahyudin; Nini Firmawati; Dian Milvita; Sri Oktamuliani; Rico Adrial; Dwi Puryanti; Sri Rahayu Alfitri Usna; Elistia Liza Namigo; Trengginas Eka Putra Sutantyo; Zulfi Zulfi
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v5i1.7489

Abstract

Hukum Newton merupakan prinsip dasar dinamika yang merinci hubungan antara gaya dan pengaruhnya terhadap gerak suatu benda tertentu. Konsep ini dirumuskan dalam tiga hukum yang dikenal sebagai Hukum Newton 1, Hukum Newton 2, dan Hukum Newton 3. Hukum Newton merupakan bagian dari mata Pelajaran Fisika. Mata Pelajaran fisika merupakan salah satu mata Pelajaran yang dianggap susah bagi sebahagian siswa-siswi, sehingga diperlukan kegiatan pengayaan agar ilmu fisika menjadi lebih mudah bagi siswa-siswi. Kegiatan pengabdian adalah memberikan pengayaan materi hukum Newton kepada kelas XI SMA N 2 Gunung Talang. Tujuan kegiatan ini memberikan tambahan ilmu terkait dengan materi hukum Newton. Metode yang dilakukan adalah persiapan pelaksanaan, pelaksanaan kegiatan, monitoring evaluasi, pembuatan laporan akhir dan pembuatan luaran pengabdian. Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian Masyarakat mengenai pengayaan mata Pelajaran Fisika di SMA N 2 Gunung Talang yang dilaksanakan mulai dari bulan Oktober-November 2023. Dari hasil kegiatan ini dapat dilihat adanya peningkatan persentase penguasaan materi dari rata-rata 49,8% menjadi 79,8 %.
Perbandingan Koreksi Medan (Terrain Correction) Konvensional dan Modern pada Metode Gravitasi Menggunakan Data DEM ERTM2160 dan SRTM2gravity pada Wilayah Cianjur Afikatul Awaliyah; Ahmad Fauzi Pohan
Jurnal Fisika Unand Vol 13, No 5 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jfu.13.5.651-657.2024

Abstract

A study has been conducted to compare the distribution of anomaly values obtained through conventional and modern terrain correction to identify the subsurface structure of the Cianjur region, especially around the location of the Cugenang Fault. The data used are gravity disturbance data equivalent to Free Air Anomaly (FAA) from GGMplus, ERTM2160 DEM data as topographic data, and modern terrain correction data from SRTM2gravity. Data is processed using Microsoft Excel, Oasis Montaj, and Surfer software. Based on the results of the CBA contour map obtained, the application of SRTM2gravity data as a modern terrain correction provides better results so that subsurface structure modeling will provide more accurate results. The CBA contour map produced from modern terrain correction provides clearer topographic results than conventional terrain correction using ERTM2160 DEM topographic data. Furthermore, using SRTM2gravity modern terrain correction data provides clearer rock density contrast results along the active path of the Cugenang Fault.