Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi listrik statis menggunakan instrumen four-tier diagnostic test berbasis multirepresentasi. Materi yang dikaji meliputi konsep gaya listrik, medan listrik, kapasitor keping sejajar, dan rangkaian kapasitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Kota Jambi sebanyak 101 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes multirepresentasi four-tier sebanyak 14 butir soal yang mencakup representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik representative, serta dilengkapi dengan tingkat keyakinan jawaban dan alasan untuk mengidentifikasi miskonsepsi secara lebih akurat. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh persentase kategori paham konsep, miskonsepsi, pemahaman parsial, dan tidak paham konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi makroskopik, sebesar 28% siswa mengalami miskonsepsi, sedangkan pada representasi mikroskopik dan simbolik miskonsepsi lebih dominan masing-masing sebesar 47,85% dan sekitar 48%. Selain itu, persentase pemahaman ilmiah (scientific conception) pada representasi makroskopik sebesar 53,2%, namun menurun pada representasi mikroskopik (29,37%) dan simbolik (29%), terutama dalam memahami dan menentukan bentuk grafik yang tepat sesuai dengan hubungan antarbesaran fisika. Temuan ini menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa cenderung meningkat pada level representasi yang lebih abstrak. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik dalam memahami konsep listrik statis. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran fisika berbasis multirepresentasi yang lebih efektif untuk meminimalkan miskonsepsi siswa.