Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

TAMAN PUSTAKA SEBAGAI PROGRAM PENINGKATAN LITERASI DAN MOTIVASI UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI DESA SUNGAI DUNGUN Muhammad Musyaddad; Nisaul Afifah; Rindy Puspita Anggrini; Reva Dwi Kiranti; Mely Chelvina Harahap; Dian Pertiwi Rasmi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol 7, No 3 (2023): DECEMBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7524

Abstract

Desa memiliki peran yang sangat penting dalam hal pemerataan pendidikan. Ketidakmerataan pendidikan adalah masalah utama pendidikan di Indonesia. Hampir semua proses pendidikan bergantung pada kemampuan literasi individu khususnya dalam kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi. Pengupayaan literasi sangat sulit dilakukan terutama di kawasan pedesaan yang terbatas dalam segi sarana dan prasarana. Saat ini desa-desa di Indonesia masih banyak memiliki warga yang kurang dalam daya minat baca atau literasi salah satunya adalah desa Sungai Dungun. Sebagai desa yang terletak sangat jauh dari pusat kota, desa ini mengalami banyak ketertinggalan terutama dalam hal Pendidikan. Dari tiga instansi pendidikan yang berada di sana, tidak ada satupun instansi yang memiliki perpustakaan sebagai tempat bagi para siswa untuk membaca dan mencari ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kemampuan literasi dasar dan literasi digital masyarakat Desa Sungai Dungun khususnya para remaja yang berada pada rentang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Maka diperlukan suatu solusi berupa pemberdayaan masyarakat mengenai permasalahan tersebut. Adapun metode pengabdian ini terdiri atas observasi, wawancara, diskusi solusi, kesepakatan program, sosialisasi, implementasi, evaluasi dan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat Taman Pustaka yang telah diimplementasikan di Desa Sungai Dungun telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat di desa tersebut.
ANALISIS MISKONSEPSI SISWA PADA MATERI LISTRIK STATIS MENGGUNAKAN INSTRUMEN FOUR-TIER DIAGNOSTIC TEST BERBASIS MULTIREPRESENTASI Mely Chelvina Harahap; Maison Maison; Budi Eka Dharma
OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika Vol. 10 No. 1 (2026): OPTIKA: Jurnal Pendidikan Fisika
Publisher : Department of Physics Education, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Flores

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37478/optika.v10i1.7796

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis miskonsepsi siswa pada materi listrik statis menggunakan instrumen four-tier diagnostic test berbasis multirepresentasi. Materi yang dikaji meliputi konsep gaya listrik, medan listrik, kapasitor keping sejajar, dan rangkaian kapasitor. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Populasi penelitian adalah siswa kelas XII di SMA Negeri 2 Kota Jambi sebanyak 101 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes multirepresentasi four-tier sebanyak 14 butir soal yang mencakup representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik representative, serta dilengkapi dengan tingkat keyakinan jawaban dan alasan untuk mengidentifikasi miskonsepsi secara lebih akurat. Data dianalisis secara deskriptif untuk memperoleh persentase kategori paham konsep, miskonsepsi, pemahaman parsial, dan tidak paham konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada representasi makroskopik, sebesar 28% siswa mengalami miskonsepsi, sedangkan pada representasi mikroskopik dan simbolik miskonsepsi lebih dominan masing-masing sebesar 47,85% dan sekitar 48%. Selain itu, persentase pemahaman ilmiah (scientific conception) pada representasi makroskopik sebesar 53,2%, namun menurun pada representasi mikroskopik (29,37%) dan simbolik (29%), terutama dalam memahami dan menentukan bentuk grafik yang tepat sesuai dengan hubungan antarbesaran fisika. Temuan ini menunjukkan bahwa miskonsepsi siswa cenderung meningkat pada level representasi yang lebih abstrak. Hal ini mengindikasikan bahwa siswa masih mengalami kesulitan dalam mengintegrasikan representasi makroskopik, mikroskopik, dan simbolik dalam memahami konsep listrik statis. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran fisika berbasis multirepresentasi yang lebih efektif untuk meminimalkan miskonsepsi siswa.
TAMAN PUSTAKA SEBAGAI PROGRAM PENINGKATAN LITERASI DAN MOTIVASI UNTUK MELANJUTKAN PENDIDIKAN DI DESA SUNGAI DUNGUN Muhammad Musyaddad; Nisaul Afifah; Rindy Puspita Anggrini; Reva Dwi Kiranti; Mely Chelvina Harahap; Dian Pertiwi Rasmi
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 7 No. 3 (2023): June
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v7i3.7524

Abstract

Desa memiliki peran yang sangat penting dalam hal pemerataan pendidikan. Ketidakmerataan pendidikan adalah masalah utama pendidikan di Indonesia. Hampir semua proses pendidikan bergantung pada kemampuan literasi individu khususnya dalam kemampuan membaca, menulis, dan berkomunikasi. Pengupayaan literasi sangat sulit dilakukan terutama di kawasan pedesaan yang terbatas dalam segi sarana dan prasarana. Saat ini desa-desa di Indonesia masih banyak memiliki warga yang kurang dalam daya minat baca atau literasi salah satunya adalah desa Sungai Dungun. Sebagai desa yang terletak sangat jauh dari pusat kota, desa ini mengalami banyak ketertinggalan terutama dalam hal Pendidikan. Dari tiga instansi pendidikan yang berada di sana, tidak ada satupun instansi yang memiliki perpustakaan sebagai tempat bagi para siswa untuk membaca dan mencari ilmu pengetahuan. Hal tersebut mengakibatkan rendahnya kemampuan literasi dasar dan literasi digital masyarakat Desa Sungai Dungun khususnya para remaja yang berada pada rentang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama. Maka diperlukan suatu solusi berupa pemberdayaan masyarakat mengenai permasalahan tersebut. Adapun metode pengabdian ini terdiri atas observasi, wawancara, diskusi solusi, kesepakatan program, sosialisasi, implementasi, evaluasi dan monitoring. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pengabdian masyarakat Taman Pustaka yang telah diimplementasikan di Desa Sungai Dungun telah memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat di desa tersebut.