Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

ANALISIS WACANA KRITIS MODEL TEUN A. VAN DIJK TERHADAP LAGU KERONCONG SAMUDRA BIRU DAN LANGGAM PELABUHAN SAMUDRA BIRU KARYA SYAKH A.S PANJI GUMILANG Irsyaduzzaki; Muhammad N. Abdurrazaq; Sobirin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 1 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i1.644

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lahirnya dua karya seni musik beraliran keroncong yang diciptakan oleh A.S. Panji Gumilang berjudul Keroncong Samudra Biru dan Langgam Pelabuhan Samudra Biru beriringan dengan program Blue Economy yang beliau canangkan. Lagu dengan nuansa tradisional di era globalisasi mulai tersisih, padahal kerap mengandung makna yang mendalam. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi struktur kedua lagu karya Syaykh A.S. Panji Gumilang tersebut, serta memahami keterkaitan antara kognisi sosial dan konteks sosial dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Data penelitian baik primer maupun sekunder dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi penelitian. Hasil penelitian menunjukkan kedua lagu bertemakan kemaritiman dan seruan perjuangan pembangunan lokal dan nasional. Skemanya terdiri atas pembuka: narasi geografis, pengembangan tema: pesan nasionalisme, spiritualitas dan solidaritas, dan penutup: seruan untuk membangun dan memajukan negri tercinta. Kebahasaan yang digunakan dalam teks wacana bersifat arif dan lugas. Wacana terbukti dapat memengaruhi persepsi, cara pandang (perspektif), interpretasi, berperan pada pembentukan visi, misi, serta orientasi hidup suatu individu atau kelompok. Kedua lagu menyiratkan kandungan nilai-nilai yang terkait dengan kognisi sosial dan konteks, diantaranya nilai ideologis dan nasionalisme, nilai spiritualitas dan keimanan yang menekankan keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan, serta nilai solidaritas, menjunjung persatuan dan kesatuan untuk kemajuan bangsa.
MAKNA DAN PEMAHAMAN PESAN KOMUNIKASI DALAM PEMBELAJARAN MUHADHARAH PADA SANTRI ANGKATAN XXVI MADRASAH TSANAWIYAH MA’HAD AL-ZAYTUN Fairuz Zein Al-Mas’Udi; Elang Burkhanudin H; Sobirin
Jurnal komunikan Vol. 5 No. 1 (2026): Komunikan: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Departemen Komunikasi dan Penyiaran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30993/jurnalkomunikan.v5i1.653

Abstract

Penelitian ini menelaah secara komprehensif bagaimana pentingnya kajian komunikasi dalam melihat proses penyampaian dan penerimaan pesan berlangsung dalam konteks pembelajaran kegiatan Muhadharah sangat dipengaruhi oleh pesan yang disampaikan sehingga mampu dipahami dan dimaknai oleh para santri, baik sebagai penyampai maupun sebagai pendengar. Tujuan skripsi ini untuk menjelaskan pemahaman Para Santri tentang makna komunikasi. Penelitian ini juga untuk menjelaskan pemahaman pesan komunikasi dalam pembelajaran Muhadharah pada Santri Angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah Ma’had Al- Zaytun. Penelitian ini menggunakan metode utama yaitu, metode kualitatif. data yang diperoleh untuk penelitian ini melalui wawancara lapangan mendalam kepada Santri Angkatan XXVI. Madrasah Tsanawiyah Mahad Al-Zaytun yang bejumlah 4 informan dan 1 guru pembimbingi dari bagian kurikulum. Pengambilan data akurat dengan observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan Bahwa pemahaman Santri angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah Ma’had Al-Zaytun Tentang Makna Komunikasi sudah cukup baik, meskipun masih sederhana dan beragam sesuai dengan pemahaman masing-masing. Para santri memaknai komunikasi sebagai sarana berbicara, bertukar pikiran, menyampaikan perasaan, hingga berbagi ilmu kepada orang lain. Mereka juga mulai memahami bahwa komunikasi tidak hanya sebatas ucapan, tetapi meliputi kemampuan mendengarkan, sikap, ekspresi, bahasa tubuh, serta menjaga etika berbicara. Bahwa pemahaman Santri angkatan XXVI Madrasah Tsanawiyah Ma’had Al-Zaytun menjadikan kegiatan Muhadharah bukan hanya sebagai latihan berbicara, tetapi sebagai sarana pembelajaran komunikasi yang menyeluruh. membentuk santri yang tidak hanya cakap berbicara di depan umum, tetapi juga berakhlak mulia, percaya diri, dan siap berperan sebagai komunikator yang efektif di masyarakat
MANAJEMEN RADIO REPUBLIK INDONESIA JAKARTA DALAM PRODUKSI SIARAN DAKWAH ISLAM Nanu Rohimat; Muhammad Nur Kholish Abdurrazaq; Sobirin
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 3 (2025): Journal of Islamic Studies (November): Publication In Press
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61341/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam produksi siaran dakwah Islam di Radio Republik Indonesia Jakarta serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat yang memengaruhi pelaksanaannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan secara induktif untuk memahami proses manajerial dalam konteks alami lembaga penyiaran publik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi siaran dakwah Islam telah menerapkan fungsi manajemen yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan. Pada tahap perencanaan, program dirumuskan melalui musyawarah dan evaluasi berkala dengan menetapkan format, jadwal siaran, serta kerja sama kelembagaan guna menjamin kualitas materi dakwah. Tahap pengorganisasian ditandai dengan pembagian tugas yang jelas dan koordinasi lintas bagian dalam struktur produksi. Penggerakan dilaksanakan melalui kepemimpinan yang komunikatif, motivasi kerja, serta kesiapan teknis sebelum siaran berlangsung. Sementara itu, pengawasan dilakukan secara rutin melalui evaluasi teknis dan substansi konten untuk menjaga mutu siaran. Faktor pendukung meliputi ketersediaan fasilitas studio, kekompakan tim, kompetensi narasumber, dan penyusunan tema yang sistematis. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan penjadwalan narasumber, gangguan teknis, kepadatan jadwal siaran, serta tantangan perkembangan media digital. Secara keseluruhan, efektivitas program siaran dakwah Islam ditentukan oleh sinergi penerapan fungsi manajemen yang profesional dan kemampuan adaptif terhadap dinamika penyiaran modern.
MODEL MANAJEMEN MEDIA PODCAST DAKWAH PESANTREN GEMA INSAN CENDEKIA (GIC) KARAWANG JAWA BARAT Muh. Hatta Tahir; Sobirin; Muhammad Nur Kholish Abdurrazaq
Journal of Islamic Studies Vol 3 No 2 (2025): Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Islamic Studies (September)
Publisher : Journal of Islamic Studies

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas model manajemen media pada Podcast Dakwah Pesantren Gema Insan Cendekia (GIC) Karawang, Jawa Barat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan fungsi-fungsi manajemen dalam pengelolaan podcast sebagai media dakwah dan pembelajaran di lingkungan pesantren. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen Podcast GIC mengacu pada model POAC (Planning, Organizing, Actuating, dan Controlling). Pada tahap planning, manajemen berfokus pada perencanaan strategi penyiaran dakwah digital dan pengenalan program pesantren kepada masyarakat luas. Pada tahap organizing, pembagian tugas dan struktur organisasi telah ditetapkan meskipun masih menghadapi keterbatasan sumber daya manusia. Tahap actuating mencakup proses produksi dan publikasi konten dakwah, namun belum memiliki jadwal tayang yang konsisten. Sedangkan tahap controlling dilakukan melalui evaluasi internal setelah produksi berlangsung. Kesimpulannya, podcast GIC mampu menjadi sarana dakwah digital yang inovatif dan edukatif bagi para santri serta masyarakat, meskipun pengelolaannya masih perlu peningkatan dalam aspek konsistensi produksi dan evaluasi sistematis. Kata kunci: Manajemen Media, Podcast Dakwah, Pesantren, POAC, GIC Karawang
THE RELATIONSHIP BETWEEN KNOWLEDGE AND POVERTY: A Theoretical and Empirical Study in the Contemporary Era Herawati; Supatmi; Werna Hendri Nopayana; Dadang; Koharudin; Sobirin
Journal of Education and Learning Sciences Vol. 6 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : CV. Gerasi Insan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56404/jels.v6i1.271

Abstract

This study examines the relationship between knowledge and poverty from both theoretical and empirical perspectives in the contemporary era. Poverty is understood as a multidimensional phenomenon that extends beyond income deprivation to include limited access to education, healthcare, and social participation. Using a qualitative library research method, this study analyzes secondary data derived from academic journals, scholarly books, and reports from international institutions such as the World Bank, United Nations Development Programme, and International Labour Organization. The analysis employs a descriptive content analysis approach to synthesize findings from various sources. The results indicate that knowledge, particularly through education and digital literacy, plays a significant role in reducing poverty by increasing productivity, income, and access to economic opportunities. However, the relationship is not linear, as it is influenced by several mediating and moderating factors, including educational quality, labor market relevance, institutional capacity, access to financial capital, and structural inequalities. Furthermore, the study highlights the importance of digital literacy and gender equality as critical dimensions in contemporary poverty reduction efforts. This study concludes that knowledge can serve as a powerful instrument for poverty alleviation when supported by inclusive policies, relevant education systems, and equitable access to resources. Therefore, integrated strategies that combine educational improvement, digital inclusion, and institutional strengthening are essential to effectively address poverty in developing countries, including Indonesia.