Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

TEKNIK BUDIDAYA DAN PASCA PANEN TANAMAN MENTIMUN (Cucumis sativus L.) DENGAN SISTEM PERTANIAN ORGANIK DI KELOMPOK TANI SAUNG ORGANIK, LEMBANG Egilang Muhammad Abdilah; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mentimum (cucumis sativus L.) merupakan tanaman yang tumbuhnya merambat, serta dapat ditanam di daerah dataran rendah maupun dataran tinggi dan termasuk tanaman yang memiliki banyak manfaat. Laporan ini disusun dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai teknik budidaya tanaman mentimun secara organik di Saung Organik. Pengumpulan informasi dilaksanakandi Kelompok Tani Saung Organik, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat pada 23 Januari 2023 sampai dengan 24 Februari 2023 dengan menggunakan metode berupa wawancara, observasi lapangan, dan studi Pustaka. Hasil dari informasi yang diperoleh menunjukkan bahwa budidaya mentimun dilakukan melalui tahapan pengolahan lahan, pembibitan, penanaman, perawatan, panen, serta pasca panen.
BUDIDAYA TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DI CV. BUMI AGROTECHNOLOGY Muhamad Ariq Ranadipraja; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan sejenis sayuran yang berasal dari keluarga kubis-kubisan (Brassicacease) dan sering dikonsumsi di daerah Asia terutama di Indonesia. Sayuran ini umumnya dikonsumsi sebagai lalapan ataupun sebagai campuran berbagai makanan. Banyak kandungan gizi yang terkandung didalam sayuran pakcoy seperti sumber vitamin A, B1, B2, B3, C. Sayuran pakcoy juga kaya akan kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat, fosfor, kalsium, dan zat besi. Kegiatan Praktek Kerja Lapangan ini bertujuan untuk mengetahui proses budidaya tanaman Pakcoy (Brassica rapa L.) di CV. Bumi Agrotechnology. Metode yang dilakukan yaitu observasi, praktek lapangan, wawancara, dan studi literatur. Proses budidaya tanaman pakcoy terdiri dari beberapa tahap, yaitu pengolahan lahan, pembibitan & penanaman, pemupukkan, pemeliharaan, panen dan pasca panen.
BUDIDAYA DAN PASCAPANEN TANAMAN SELADA KERITING MERAH (Lactuca sativa var. Crispa) DI CV. BUMI AGROTECHNOLOGY, LEMBANG Sopiyani Sopyan; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 49 (2025): RISMA: Riset Magang Mahasiswa Agroteknologi 2020
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Bumi Agrotechnology merupakan salah satu perusahaan hortikultura yang membudidayakan tanaman selada keriting merah. Selada keriting merah merupakan tanaman yang memiliki nilai eksotis dan komersial yang tinggi karena karakteristiknya yang menarik. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui informasi mengenai teknik budidaya tanaman selada keriting merah di CV. Bumi Agrotechnology. Kegiatan penelitian dilaksanakan di CV. Bumi Agrotchnology yang bertempat di Jl. Baruajak, Desa Lembang, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, periode pelaksanaan dari 23-Januari-2023 sampai 24-Februari-2023. Metode yang digunakan yaitu metode observasi, wawancara dan diskusi, praktik lapangan, dan studi literatur. Teknik budidaya selada keriting merah dimulai dari persemaian, persiapan media tanam, penanaman, pemeliharaan, pemanenan, dan pascapanen.
Seleksi jagung hibrida UNPAD berdasarkan komponen hasil dan parameter tumpangsari pada sistem tanam tumpang sari jagung-ubi jalar Supriatna, Jajang; Syihab, Fakhri Nasharul; Sativa, Novriza; Yuwariah, Yuyun; Ruswandi, Dedi
Jurnal AGRO Vol. 9 No. 1 (2022)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/14955

Abstract

Tumpangsari merupakan pemanfaatan lahan dengan cara menanam dua jenis tanaman atau lebih. Hal yang perlu diperhatikan dalam sistem tanaman tumpangsari adalah penentuan jenis serta kultivar tanaman yang digunakan. Sebagian besar kultivar jagung yang beredar di masyarakat dikembangkan untuk pertanaman tunggal sehingga diperlukan kegiatan seleksi untuk mendapatkan kultivar jagung yang sesuai untuk sistem tanam tumpangsari. Penelitian ini bertujuan untuk menyeleksi 22 jagung hibrida berdasarkan komponen hasil dan parameter tumpangsari. Penelitian dilaksanakan di Desa Margamulya, Kecamatan Cikajang, Garut, Jawa Barat dengan.ketinggian 1346 meter diatas permukaan laut. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktor Tunggal dengan dua metode yaitu metode eksperimental dan metode deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan 20 hibrida terseleksi berdasarkan karakter diameter tongkol, 18 hibrida berdasarkan karakter panjang tongkol, 19 hibrida berdasarkan karakter jumlah baris biji per tongkol, dan 13 hibrida berdasarkan karakter jumlah biji per tongkol. Berdasarkan parameter tumpangsari terseleksi 3 hibrida dengan kritera menguntungkan dalam kondisi sistem tanam tumpangsari dengan ubi jalar berdasarkan Land Equivalent Ratio (LER), 13 hibrida menunjukkan lebih kompetitif dibandingkan dengan ubi jalar berdasarkan Competitive Ratio (CR), dan semua hibrida mengalami kehilangan hasil berdasarkan Actual Yield Loss (AYL). Hibrida DR7 x DR8, DR 14 X DR 18 dan MDR 3.1.4 X MDR 18.5.1 merupakan hibrida terseleksi berdasarkan komponen hasil dan parameter tumpangsari.ABSTRACTIntercropping is cultivating two or more types of plants at the same field. Selecting type and cultivar of the plants need to be considered in the intercropping system. Commonly, the available corn cultivars in the market are developed for single cropping. Therefore plant selection is necessary to obtain corn cultivars suitable for intercropping systems. The research was conducted in Desa Margamulya, Cikajang District, Garut, West Java at 1346 meters above sea level. This study used a randomized block design (RBD) design with two methods; the experimental method and the quantitative descriptive method. The results showed 20 hybrids were selected on the character of cob diameter, 18 combinations surface of the cob length, 19 hybrids on the number of cob seed rows, 13 hybrids on the number of cob kernels. According to the parameters of intercropping combinations, 3 hybrids were selected with superior characters in intercropping condition with sweet potatoes based on Land Equivalent Ratio (LER), 13 hybrids showed the more competitive characters compared to sweet potatoes based on Competitive Ratio (CR) and all hybrids showed yield loss based on Actual Yield Loss (AYL). Hybrids DR7 x DR8, DR 14 X DR 18 and MDR 3.1.4 X MDR 18.5.1 are selected hybrids based on yield components and intercropping parameters.
Keragaman Morfologi Padi Lokal Asal Kasepuhan Cirompang, Banten Supriatna, Jajang; Muzaky, Muhamad Nawwaf; Shabirah, Sarah Shafa; Muhammad, Irfan
AGROSCRIPT: Journal of Applied Agricultural Sciences Vol 7 No 2 (2025): December
Publisher : Universitas Perjuangan Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36423/agroscript.v7i2.2508

Abstract

Tanaman padi lokal asal Kasepuhan Cirompang, Banten memiliki potensi sebagai sumber genetik untuk mendukung perakitan varietas padi unggul. Informasi mengenai karakter agronomi dan parameter genetik diperlukan sebagai dasar pertimbangan dalam menentukan strategi pemuliaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakter morfologi padi lokal asal Kasepuhan Cirompang, Banten serta menduga parameter genetik berdasarkan variabilitas, heritabilitas, dan jarak genetik. Penelitian dilaksanakan pada Januari–Juni 2025 di Lahan Percobaan Agroteknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung pada ketinggian 665 mdpl menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas tujuh aksesi padi lokal. Data dianalisis menggunakan analisis ragam, estimasi variabilitas dan heritabilitas, serta analisis jarak genetik berbasis UPGMA. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan morfologi antaraksesi berdasarkan karakter jumlah daun per rumpun, panjang batang, jumlah anakan, tinggi tanaman, jumlah malai per rumpun, dan jumlah bulir per malai, sedangkan lebar helai daun tidak menunjukkan perbedaan nyata. Beberapa karakter, seperti jumlah daun per rumpun, jumlah anakan, jumlah malai per rumpun, dan jumlah bulir per malai memiliki variabilitas genetik dan fenotipe yang luas serta heritabilitas tinggi. Analisis dendrogram pada batas koefisien kemiripan 38% membentuk lima kelompok yang menggambarkan adanya hubungan kekerabatan antaraksesi. Hasil ini menunjukkan bahwa padi lokal Kasepuhan Cirompang memiliki keragaman genetik yang dapat dijadikan sumber genetik potensial dalam program pemuliaan.
THE RATIO OF SILICA FERTILIZATION TO NITROGEN ON RICE PLANT PRODUCTIVITY Budy Frasetya Taufik Qurrohman; Fitriani Adiningsih; Jajang Supriatna
Gunung Djati Conference Series Vol. 66 (2026): The International Conference on Perennial Crops 2026
Publisher : UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/gdcs.v66i.3415

Abstract

Rice plants are Si accumulators, but in the field farmers rarely apply silica fertilizer, farmers tend to prioritize nitrogen fertilizer. In fact, rice plants need balanced elements of silica and nitrogen in the soil.. The aim of this research is to determine the effect of application the ratio of silica to nitrogen fertilizer and to obtain the best ratio of silica application to nitrogen fertilizer. The method used in this research was a randomized block design with 6 treatments and 5 replications, the treatments give were: A = control; B = Si: N (0,8); C = Si: N (1); D = Si: N (1,2); E = (Si: N 1,4); F = (Si: N 1,6). As indicators for rice plant productivity in this research were productive tiller, weight of 1000 grains, and rice plant yield per clump. The research results showed that the ratio (0, 8) of applying silica fertilizer to nitrogen fertilizer was potential to increase rice plant productivity.