Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemanfaatan Tepung Kulit Semangka Dalam Pembuatan Kue Tradisional Nagasari Alya Syabila Dwiputri; Eva Amalia; Rosie Oktavia Puspita Rini; Eryd Saputra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6296

Abstract

Penelitian ini bertujuan memanfaatkan kulit semangka sebagai bahan substitusi tepung beras dalam pembuatan kue tradisional nagasari. Inovasi ini dilatarbelakangi oleh tingginya persentase kulit semangka yang terbuang, sehingga berpotensi mencemari lingkungan. Pendekatan yang digunakan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) melalui tiga formula substitusi tepung kulit semangka, yaitu 14%, 20%, dan 30%. Kulit semangka diolah menjadi tepung melalui proses pengeringan pada suhu 60°C selama 9–10 jam, kemudian digiling dan diayak hingga halus. Produk nagasari yang dihasilkan diuji secara organoleptik oleh 20 panelis dengan metode uji hedonik dan mutu hedonik. Hasil analisa mutu hedonik menunjukkan bahwa substitusi tepung kulit semangka berpengaruh signifikan terhadap aspek warna, di mana semakin tinggi proporsi substitusi menghasilkan warna lebih gelap akibat reaksi Maillard. Namun, pada aspek aroma, dan rasa tidak ditemukan perbedaan nyata antar formula. Sedangkan pada aspek tekstur ditemukan perbedaan yang nyata dimana semakin tinggi proporsi substitusi, maka tekstur yang dihasilkan semakin lembek. Sedangkan untuk hasil analisa uji hedonik, formula dengan substitusi 14% (sampel 173) memperoleh skor terbaik dari panelis. Dengan demikian, pemanfaatan tepung kulit semangka dalam pembuatan nagasari tidak hanya mendukung diversifikasi pangan, tetapi juga menjadi alternatif inovatif dalam mengurangi limbah organik serta sejalan dengan prinsip zero waste dan pangan berkelanjutan.
STRATEGI RETENSI PELANGGAN UNTUK KEBERLANJUTAN UMKM KULINER SEAFOOD LOKAL (STUDI KASUS KELONG BABA BATAM) Adinda Olivia; Eva Amalia
Jurnal Ilmiah Hospitality Vol 14 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pariwisata Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47492/jih.v14i2.4031

Abstract

Industri kuliner berfungsi sebagai pilar utama ekonomi kreatif, berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat. Dalam lingkungan yang semakin kompetitif, UMKM kuliner harus memperkuat strategi retensi pelanggan yang diterapkan oleh Kelong Baba Seafood Batam, sebuah UMKM kuliner makanan laut lokal yang beroperasi di destinasi wisata kuliner. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi yang melibatkan manajemen, karyawan, dan pelanggan setia: (1) program loyalitas melalui promosi keanggotaan dan ulang tahun, (2) peningkatan kualitas produk melalui pelatihan rutin dan konsistensi rasa, (3) peningkatan kualitas layanan yang menekankan kecepatan dan keramahan, (4) komunikasi dan promosi digital aktif melalui media sosial dan Google Review. Strategi-strategi ini secara efektif telah meningkatkan kunjungan berulang, menumbuhkan keterikatan emosional, dan memperkuat citra merek restoran sebagai destinasi kuliner makanan laut terkemuka di Batam. Studi ini menyimpulkan bahwa keberlanjutan UMKM kuliner lokal sangat bergantung pada strategi retensi yang konsisten, inovatif, dan berorientasi pada pengalaman pelanggan