Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Makna Konotasi pada Lirik Lagu “Tenang” Oleh Yura Yunita (Kajian Semantik) Akhiruddin Akhiruddin; Lina Nur Ashlah; Andi Karman; Sehe Sehe; Akram Budiman Yusuf
DEIKTIS: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Perkumpulan Dosen Muslim Indonesia - Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/deiktis.v4i2.758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan makna konotasi yang terkandung dalam lirik lagu “Tenang” oleh Yura Yunita. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik simak dan pencatatan data yaitu peneliti harus menyimak data secara terus menerus kemudian mencatat hasil temuan data yang sudah diperoleh berupa transkrip lagu “Tenang” oleh Yura Yunita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna konotasi dalam lirik lagu “Tenang” oleh Yura Yunita memiliki makna tersirat yang mengacu kepada perasaan seseorang yang mencari ketenangan dan kedamaian dalam diri sendiri. Lagu ini juga menunjukkan rasa percaya, rasa aman, perlindungan dan harapan kepada Tuhan. Dalam lagu “Tenang” oleh Yura Yunita juga memiliki makna konotasi positif seperti terdapat pada diksi tenang dan pada lirik Menanti-nanti cahaya-Mu, beri aku petunjuk-Mu. Konotasi negatif juga terdapat pada lirik Tak bisa ku tertidur lagi, Melayang pikirku tak pasti dan pada diksi resah dan gelisah.
Mengenal dan Memahami Karakteristik Peserta Didik dalam Pendidikan Inklusi: Cara Belajar Anak Berkebutuhan Khusus dalam Menulis dan Membaca Opik Dwi Indah; Etik Etik; Sehe Sehe; M. Zulham; Abd. Rahim Ruspa; Ilwati
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4822

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meneliti cara belajar anak berkebutuhan khusus, sehingga dari hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi tambahan bagi guru-guru khususnya bagi guru profesional yang telah mengikuti PPG terkait karakteristik peserta didik dalam implementasi pendidikan inklusi di sekolah regular. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus untuk mengenal dan memahami cara belajar anak berkebutuhan khusus. Subjek penelitian adalah 5 anak dengan setiap kebutuhan khusus yang berbeda. Penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling dalam memilih partisipan berdasarkan kriteria tertentu, yaitu subjek yang dipilih adalah anak dengan kebutuhan khusus mewakili setiap kategori/jenis Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Penelitian ini dilakukan di SLBN 1 Palopo. Metode pengumpulan data meliputi pengamatan langsung, catatan lapangan, sebagai data primer dan dokumentasi sebagai data pendukung dalam penelitian ini.
Workshop Penyusunan Perangkat Ajar Deep Learning Bagi Guru-Guru SDN 50 Bulu Datu Erni Erni; Sehe Sehe; Reski Pilu; Andi Kilawati
Jurnal IPMAS Vol. 6 No. 1 (2026): Januari - April 2026
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54065/ipmas.6.1.2026.1154

Abstract

Guru di SDN 50 Bulu Datu menghadapi kendala dalam memahami konsep dan kerangka pembelajaran mendalam serta dalam menyusun perangkat ajar yang selaras dengan prinsip pembelajaran bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. Kondisi ini berdampak pada perencanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya berpusat pada murid dan kontekstual. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam merancang perangkat ajar berbasis pembelajaran mendalam melalui kegiatan workshop. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif-kolaboratif dalam bentuk workshop yang meliputi penguatan konsep, analisis contoh Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM), praktik penyusunan RPM, presentasi, serta refleksi dan umpan balik. Evaluasi dilakukan melalui analisis kualitas RPM yang disusun guru dan refleksi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman guru terhadap pembelajaran mendalam dan kemampuan guru dalam menyusun RPM yang telah memuat prinsip pembelajaran mendalam, pemilihan model pembelajaran yang kontekstual, pemanfaatan teknologi, serta asesmen autentik. Kegiatan ini berdampak positif terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru dan menjadi dasar bagi implementasi pembelajaran mendalam secara berkelanjutan di SDN 50 Bulu Datu. Peningkatan pemberdayaan mitra ditunjukkan oleh meningkatnya pemahaman guru terhadap pembelajaran mendalam sebesar 87%, kemampuan menyusun Rencana Pembelajaran Mendalam (RPM) yang layak sebesar 75%, serta komitmen implementasi di kelas oleh 80% guru peserta workshop.