Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Harmonics Analysis on The Use of LED Lamp Istiono, Yoga; Sentosa, Julius; Hosea, Emmy
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 05 No. 20 Oktober - Desember 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Masalah harmonisa dalam sistem tenaga listrik semakin kompleks dengan bertambahnya penggunaan peralatan non linier (misal: lampu LED), dimana peralatan ini menghasilkan harmonisa pada gelombang tegangan dan arus. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran harmonisa dengan menggunakan alat ukur Power Analyzer Fluke 41B. Pengukuran diambil dari beberapa macam merk LED dengan daya listrik yang berbeda-beda. Pengujian dan pengukuran juga dilakukan dengan menggunakan alat peraga instalasi rumah tinggal. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa harmonisa yang ditimbulkan oleh lampu LED tidak sesuai dengan standar harmonisa yang berlaku, yakni ITHD melebihi 20%. Dengan menambahkan filter pasif, harmonisa yang ditimbulkan oleh lampu LED dapat diredam dan meningkatkan nilai power factor. Kata Kunci: lampu LED, harmonisa, filter pasif   Abstract Harmonics Problems in the power system are becoming more complex with the increasing use of non-linear devices, such as LED lights, in which the equipment produces harmonics in voltage and current waves. In this study, harmonic is measured using Fluke 41B Power Analyzer. Measurements were taken on different kinds of LED brands with different electric power. Tests and measurements were also performed using residential installation props. The results show that the harmonics generated by LED lamp does not comply with the applicable harmonics standards, i.e. with  ITHD exceeding by 20%. By adding a passive filter, the harmonics generated by the LED light can be suppressed, which in turn will improve the power factor value. Keywords: LED lights, harmonics, passive filter  
The Impact of Using Capacitor on the Distribution System Contaminated With Harmonic Setiadji, Julius Sentosa
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 05 No. 19 Juli - September 2016
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Perkembangan teknologi memicu peningkatan penggunaan komponen semikonduktor pada sistem distribusi. Penggunaan komponen semikonduktor menyebabkan timbulnya harmonisa dan menurunnya faktor daya pada sistem distribusi. Paper ini membahas analisis penggunaan capacitor bank pada salah satu PCC di Gardu Induk “X” yang men-supply energi listrik ke industri peleburan baja. Dengan menggunakan software simulasi ETAP dan melakukan perhitungan didapat bahwa pada saat capacitor bank dipasang maka terjadi hubungan yang saling menguatkan antara kapasitor dan harmonisa yang terjadi sehingga menyebabkan resonansi pada saat pemasangan kapasitor 37.600 kVAR. Hal ini mengakibatkan VTHD sistem menjadi 31% dan ITHD menjadi 217% meskipun faktor daya menjadi 0,98 lagging. Untuk mengatasi resonansi yang terjadi maka dipasang filter harmonisa, yang difungsikan untuk mengatasi harmonisa yang timbul serta sebagai capacitor bank sehingga VTHD turun menjadi 0,42%, ITHD menjadi 5%, dan faktor daya menjadi 0,99 lagging. Kata kunci: capacitor bank, harmonisa, filter harmonisa.  Abstract The development of technology leads to increased applications of semiconductor components in electrical distribution system. The use of semiconductor components causes harmonic and power factor to decrease in the distribution system. This paper analyses the use of a capacitor bank at one of the PCC in the substation "X" that supplies the electrical energy for smelting steel industry. By using ETAP simulation software and performing calculations it was found that when the capacitor bank is installed, interaction occurs between the capacitor and harmonic causing resonances when the capacitor mounted to 37,600 kVAR. Consequently VTHD system increases to 31% and ITHD to 217%, even though the power factor comes to 0.98 lagging. To overcome the resonance that occurs, then harmonic filter was mounted to reduce harmonics and to function as capacitor banks, so that VTHD fell to 0.42%, ITHD to 5% and the power factor to 0.99 lagging. Keywords: Capacitor bank, Harmonic, Harmonic Filter     
Reability Analysis of Substation Parent Capacity (GI) using Distributed Power Generation (PLT) at Distribution Network 20 KV Setiadji, Julius Sentosa; Hosea, Emmy; Penangsang, Ontoseno; Kosasi, Hary Kurniawan
Teknik dan Ilmu Komputer Vol. 4 No. 15 Juli - September 2015
Publisher : Teknik dan Ilmu Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Keandalan jaringan distribusi merupakan sebuah aspek penting dalam merencanakan dan mengoperasikan sistem distribusi. Pembangkit Listrik Tersebar (PLT) merupakan salah satu cara untuk meningkatkan keandalan yang dapat diterima oleh pelanggan selama pertumbuhan beban.Paper ini menyajikan sebuah model keandalan untuk menentukan ekivalensi PLT dengan sebuah fasilitas distribusi berdasarkan perbandingan tingkat keandalan (SAIFI, SAIDI, dan AENS) yang diberikan. Penambahan satu unit PLT dengan ukuran yang besar, yaitu 1 MW atau dua unit PLT dengan ukuran yang lebih kecil, yaitu 800 kW dan 300 kW, dapat mengurangi nilai SAIFI sebesar 18.38 % (dari 1.98695 menjadi 1.62178), SAIDI sebesar 12.17 % (dari 0.09681 menjadi 0.08503), dan AENS sebesar 12.00 % (dari 162.74686 menjadi 143.20978). Pengurangan nilai SAIFI, SAIDI, dan AENS menunjukkan perbaikan keandalan jaringan distribusi. Kata kunci: keandalan, Pembangkit Listrik Tersebar (PLT), SAIFI, SAIDI, AENS.  Abstract Distribution system reliability is an important aspect  in planning and operating distribution system. Distributed Generation (DG) is one of the ways to improve reliability levels to customers as load increases. This paper presents a reliability model for determining the DG equivalence to a distribution facility based on the comparable reliability levels (SAIFI, SAIDI and AENS). Adding one unit DG with bigger size, which is 1 MW, or two unit DG with smaller size, which are 800 kW and 300 kW, can decrease the value of SAIFI by 18.38 % (from 1.98695 to 1.62178), SAIDI by 12.17 % (from 0.09681 to 0.08503) and AENS by 12.00 % (from 162.74686 to 143.20978). The decrease value of SAIFI, SAIDI and AENS showed the improvement of the distribution system reliability.                               Key words: Reliability, distributed generation (DG), SAIFI, SAIDI, AENS   
Analisa Perancangan Gardu Induk Sistem Outdoor 150 kV di Tallasa, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan Gunawan, Samuel Marco; Sentosa, Julius
Dimensi Teknik Elektro Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Dimensi Teknik Elektro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (676.297 KB)

Abstract

Gardu Induk merupakan bagian vital sistem tenaga listrik, selain membangkitkan Gardu Induk harus mampu menyalurkan tenaga listrik dengan handal dan aman               Dalam penelitian ini, dilakukan analisa dan perhitungan komponen – komponen Gardu Induk Tallasa agar komponen yang dipilih benar – benar mampu menyalurkan listrik dengan baik dan aman berdasarkan standar – standar SPLN, IEC dan IEEE               Pemilihan komponen – komponen Gardu Induk di Tallasa ini telah sesuai dengan perhitungan dan standar – standar tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil rancangan Gardu Induk Tallasa telah sesuai dengan perancangan
Simulation of Active Filtering Applied to A Computer Centre Sentosa Setiadji, Julius; Hosiana Tumbelaka, Hanny
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 2 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (69.502 KB) | DOI: 10.9744/jte.2.2.

Abstract

In this paper, the implementation of a shunt active power filter with a small series reactor for a three-phase system is presented. The system consists of computer loads, which are harmonic voltage sources, with significant unbalanced components. The filter consists of a three-phase current-controlled voltage source inverter (CC-VSI) with a filter inductance at the AC output and a DC-bus capacitor. The CC-VSI is operated to directly control the AC grid current to be sinusoidal and in phase with the grid voltage. The simulation results indicate that the filter along with the series reactor is able to handle the harmonic voltage sources, as well as the unbalance, so that the grid currents are sinusoidal, in phase with the grid voltages and symmetrical. Abstract in Bahasa Indonesia : Dalam makalah ini dijelaskan tentang penggunaan filter aktif type paralel dengan menggunakan reaktor kecil yang dipasang secara seri untuk sistem tiga phasa. Jaringan sistem ini menggunakan komputer sebagai beban yang merupakan sumber harmonisa tegangan; sekaligus menimbulkan ketidakseimbangan sistem. Filter daya aktif merupakan current-controlled voltage source inverter (CC-VSI) tiga phasa dengan sebuah filter induktansi pada keluaran AC dan sebuah kapasitor DC-bus. CC-VSI dioperasikan untuk mengendalikan secara langsung arus jala-jala AC menjadi sinusoidal dan sephasa dengan tegangan jala-jala. Hasil simulasi menunjukkan bahwa filter dengan reaktor seri mampu untuk mengatasi sumber harmonisa tegangan dan juga ketidakseimbangan beban sehingga gelombang arus menjadi sinusoidal, sephasa dengan tegangan jala-jala dan simetris Katakunci: filter daya aktif, distorsi harmonik.
Aplikasi Metode Gradien Daya Reaktif dalam Pemisahan Kontribusi Harmonisa Konsumen dan Utilitas pada Point of Common Coupling (PCC) Setiadji, Julius Setiadji; Penangsang, Ontoseno; Rahmawatie, Henie Arief
Jurnal Teknik Elektro Vol 8, No 1 (2008): MARET 2008
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.738 KB) | DOI: 10.9744/jte.8.1.52-56

Abstract

Harmonic disturbance is a phenomenon in AC power system. In the beginning, harmonic was caused by saturated iron in transformer and electrical machine. But along expanding modern technology which marked with usage of component of semiconductor, harmonic problems also progressively increase. Harmonic source can be come from utility and customer sides, so that it is required to analyze the separation of harmonic contributions between utility and customer at the point of common coupling (PCC). Analysis result of the reactive power changes against time (∆Q/∆t) shows that the graphic tends to increase and by manual analysis, the result of ∆Q/∆t is 0.04, so it can be concluded that utility has the biggest harmonic contribution on PCC. Abstract in Bahasa Indonesia: Gangguan harmonisa merupakan suatu fenomena di sistem daya AC. Pada mulanya penyebab harmonisa adalah ketika inti besi trafo dan mesin listrik mengalami kondisi saturasi, tetapi seiring berkembangnya teknologi modern yang ditandai dengan penggunaan komponen semikonduktor, masalah harmonisa juga semakin meningkat. Sumber harmonisa dapat berasal dari utilitas maupun konsumen, sehingga perlu dilakukan analisa pemisahan kontribusi harmonisa antara utilitas dan konsumen di PCC. Dari hasil analisa melalui grafik perubahan daya reaktif terhadap waktu (∆Q/∆t) menunjukkan bahwa grafik cenderung naik selain itu dengan analisa ∆Q/∆t diperoleh angka 0,04 (∆Q/∆t >0) sehingga dapat disimpulkan bahwa utilitaslah yang mempunyai kontribusi harmonisa terbesar di PCC. Kata kunci: harmonisa, PCC
Analisa Gangguan Satu Fasa ke Tanah yang Mengakibatkan Sympathetic Trip pada Penyulang yang tidak Terganggu di PLN APJ Surabaya Selatan Sentosa Setiadji, Julius; Machmudsyah, Tabrani; Kongdoro, Rusli
Jurnal Teknik Elektro Vol 6, No 1 (2006): MARET 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.986 KB) | DOI: 10.9744/jte.6.1.

Abstract

Twenty kilovolts power distribution network system at East Java use high resistance (500 ?) grounding system that makes maximum single phase to ground fault current 25 Amperes. To detect this fault current, a Directional Ground Relay (DGR) is used. If a single phase to ground fault occurrs on Semolo feeder, then Gebanglor feeder and Srikana feeder which are supplied by the same bus with Semolo feeder (Nissin bus) will also trip (sympathetic trip). Sympathetic trip is caused by the total leakage current of arresters, transformers and low voltage panels on Gebanglor feeder dan Srikana feeder which is more than 2 Amperes (tap current setting of DGR is 2 Amperes). After maintenance, the total leakage current of the arresters on Gebanglor feeder is 0.046 Amperes and Srikana feeder is 0.026 Amperes. Abstract in Bahasa Indonesia : Sistem distribusi tenaga listrik 20 kV di Jawa Timur menggunakan sistem pentanahan dengan tahanan tinggi 500 Ohm sehingga arus gangguan satu fasa ke tanah maksimum adalah sebesar 25 Ampere. Untuk mendeteksi arus gangguan ini digunakan DGR (Directional Ground Relay). Apabila pada penyulang Semolo terjadi gangguan satu fasa ke tanah, maka penyulang Gebanglor dan Srikana yang dicatu dari bus yang sama dengan penyulang Semolo (bus Nissin) juga ikut trip (sympathetic trip). Penyebab terjadinya sympathetic trip adalah arus total kebocoran dari arrester, body trafo dan body panel TR GTT pada penyulang Gebanglor dan Srikana yang melebihi tap setting arus DGR sebesar 2 Ampere. Setelah dilakukan perbaikan, arus total kebocoran arrester pada penyulang Gebanglor menjadi sebesar 0.046 Ampere dan penyulang Srikana sebesar 0.026 Ampere. Kata kunci: penyulang, gangguan satu fasa ke tanah, sympathetic trip, dan directional ground relay.
Pengaruh Harmonisa Pada Gardu Trafo Tiang Daya 100 kVA di PLN APJ Surabaya Selatan Sentosa Setiadji1, Julius; Machmudsyah, Tabrani; Cipta Wijaya3, Yohanes
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 1 (2007): MARET 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (379.525 KB) | DOI: 10.9744/jte.7.1.13-17

Abstract

Increasing in Information Technology also increase the use of computer and printer at home. On other hand the energy crisis causing "Saving Energy Lamp" (LHE) become largely used nowadays. Computer, Printer and "Saving Energy Lamp" are non linear load that cause a power harmonic distortion in the power system distribution grid, including in the pole-mounted transformer. The harmonic current that can caused transformer losses can be measured at pole-mounted transformer. In conclusion, increasing load at pole-mounted transformer (83,14%) will raise losses at load (6%) and current THD (Total Harmonic Distortion) (18.3%). In this measurement the current harmonic is higher than standard THD (8%). Abstract in Bahasa Indonesia : Dengan kemajuan teknologi informasi maka komputer dan printer semakin banyak digunakan di rumah tinggal. Di sisi lain, krisis energi menjadi pemicu meningkatnya penggunaan Lampu Hemat Energi (LHE). Komputer, printer & LHE merupakan beban non linier yang menjadi penyebab munculnya harmonisa yang dapat mengganggu sistem distribusi listrik termasuk Trafo Tiang (TT). Dengan melakukan pengukuran di TT maka dapat diketahui bahwa pada TT timbul arus harmonisa yang dapat meningkatkan rugi-rugi pada TT. Setelah dianalisa, diperoleh bahwa semakin besar pembebanan pada TT (83,14%) maka rugi-rugi beban akan semakin besar (6%) dan THD (Total Harmonic Distortion) arus akan naik (18,3%) & melebih standard THD (8%) Keywords: harmonisa, trafo tiang.
Pengaruh Ketidakseimbangan Beban Terhadap Arus Netral dan Losses pada Trafo Distribusi Sentosa Setiadji, Julius; Machmudsyah, Tabrani; Isnanto, Yanuar
Jurnal Teknik Elektro Vol 7, No 2 (2007): SEPTEMBER 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.013 KB) | DOI: 10.9744/jte.7.2.68-73

Abstract

The unbalanced load in electric power distribution system always happen and it is caused by single phase loads on low voltage system. The effect of the unbalanced load is appear as a neutral current. These neutral current cause losses, those are losses caused by neutral current in neutral conductor on distribution transformers and losses caused by neutral current flows to ground. In conclusion, when high unbalanced load happened (28,67%), then the neutral current that appear is also high (118,6 A), ultimately the losses that caused by the neutral current flows to ground will be high too (8,62%). Abstract in Bahasa Indonesia : Ketidakseimbangan beban pada suatu sistem distribusi tenaga listrik selalu terjadi dan penyebab ketidakseimbangan tersebut adalah pada beban-beban satu fasa pada pelanggan jaringan tegangan rendah. Akibat ketidakseimbangan beban tersebut muncullah arus di netral trafo. Arus yang mengalir di netral trafo ini menyebabkan terjadinya losses (rugi-rugi), yaitu losses akibat adanya arus netral pada penghantar netral trafo dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah. Setelah dianalisa, diperoleh bahwa bila terjadi ketidakseimbangan beban yang besar (28,67%), maka arus netral yang muncul juga besar (118,6A), dan losses akibat arus netral yang mengalir ke tanah semakin besar pula (8.62%). Kata kunci: ketidakseimbangan beban, arus netral, losses.
STUDI PENGGUNAAN PERMANEN MAGNET SERVO MOTOR TEGANGAN 460 V DC 1850 RPM PADA MESIN POTONG KARTON A. Ananda, Stephanus; Sentosa S., Julius; Augusta S., Benny
Jurnal Teknik Elektro Vol 2, No 2 (2002): SEPTEMBER 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.823 KB) | DOI: 10.9744/jte.2.2.

Abstract

Along with technology development, electrical motor become essential and un-separately part of production processes. Permanent Magnet DC Servo Motor is one of the motor types that often used in industry because of their superiority in speed control. This paper will discuss about Permanent Magnet DC Servo Motor that applied in the paper cutting machine. The motor's speed is controlled by changing the frequency of the supply. From the result of the testing, the motor has constant voltage, raising current, power and torque together along the speed raise. The torque increases between 0.56 Nm (in 102 rpm) to 1.43 Nm (in 225 rpm). Abstract in Bahasa Indonesia : Dengan kemajuan teknologi yang ada, motor listrik menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam kegiatan produksi. Motor DC Servo adalah merupakan salah satu motor yang banyak digunakan dalam industri karena mempunyai keunggulan yaitu mudah diatur putarannya. Dalam makalah ini akan dibahas Motor DC Servo jenis permanen magnet yang diaplikasikan dalam mesin potong karton. Pengaturan kecepatan menggunakan pengontrol kecepatan melalui perubahan frekuensi. Dari hasil pengujian di lapangan didapatkan nilai tegangan konstan, dan nilai arus, daya, dan torsi meningkat seiring meningkatnya kecepatan. Didapatkan peningkatan torsi 0,56 Nm pada putaran 102 Rpm dan naik menjadi 1,43 Nm pada putaran 255 Rpm. Kata kunci: Motor DC Servo Permanen Magnit. r.