Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Experience of Contraception Drop Out in Women of Reliable Age Bella Riska Ayu; Ismarwati; Mamnu’ah
Jurnal Health Sains Vol. 3 No. 9 (2022): Jurnal Health Sains
Publisher : Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jhs.v3i9.590

Abstract

Contraceptive drop out is a public health problem that has a negative effect on women's reproductive health outcomes. A high proportion of contraceptive dropouts without a woman's desire to become pregnant is associated with unwanted pregnancies, unwanted births and unsafe abortions. This scoping review aims to map the literature, identify knowledge gaps and examine scientific evidence regarding the experience of contraceptive drop out in women of childbearing age (WUS). This scoping review method uses the Arksey and O'Malley framework, which starts from identifying scoping review questions using the PEOS framework; identify relevant articles; search for articles using relevant databases namely PubMed, ScienceDirect, EBSCO, Wiley, and Google Scholar; the flow of the article search process is explained through the PRISMA flowchart; perform critical appraisals; perform data charting; compiling, summarizing and reporting results. The results, based on 21 selected articles, obtained 19 articles with grade A and 2 articles grade B. Three themes were found in this scoping review, namely perceptions of family planning, factors causing family planning drop out, and obstacles. It can be concluded that the low level of information dissemination and education related to contraception from health workers can be one of the causes of the low level of awareness and knowledge of WUS regarding contraception, as well as the existence of obstacles in contraceptive services that can be a barrier in reducing contraceptive drop out rates in various countries.
Edukasi pranikah: topik menstruasi Farida Kartini; Suesti Suesti; Dea Febrianti; Bella Riska Ayu; Liza Erviana; Sivana Gian; Ariska Fauzianty; Rahmatiar; Rima Muliani; Rabia Wardah
BEMAS: Jurnal Bermasyarakat Vol 4 No 2 (2024): BEMAS: Jurnal Bermasyarakat
Publisher : LPPMPK-Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/bemas.v4i2.760

Abstract

Berdasarkan data BPS angka pernikahan di Indonesia tahun 2016 sebanyak 1.837.168 pernikahan. Angka perceraian pada tahun yang sama sebanyak 365.633 perceraian. Banyak hal yang menjadi faktor penyebab perceraian. Oleh karenanya untuk mencegah terjadinya perceraian salah satunya dilakukan pendidikan pranikah. Pendidikan pranikah dimaksudkan untuk membantu calon pengantin mendapatkan bekal untuk membangun rumah tangganya. Salah satu materi yang perlu dibahas pada pendidikan pranikah adalah masalah kesehatan khususnya kesehatan reproduksi. Oleh karenanya dirasa sangat perlu untuk membekali para wanita mengenai pengetahuan seputar menstruasi. Pola menstruasi yang baik menunjukkan bahwa kesehatan reproduksi wanita baik pula sehingga peluang untuk mendapatkan keturunan juga besar. Solusi yang dapat dilakukan untuk membekali para wanita di usia pranikah adalah memberikan pendidikan kesehatan reproduksi mengenai menstruasi. Pendidikan pranikah ini diberikan pada kelompok muslimah PCIM Turki. Hasil edukasi terdapat peningkatan pengetahuan sebesar 45% pada peserta
PENGARUH MASASE EFFLEURAGE TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PERSALINAN KALA I FASE AKTIF: A SYSTEMATIC REVIEW Bella Riska Ayu; Junie Harista
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 4 No. 4 (2023): DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v4i4.19521

Abstract

Pada saat persalinan secara umum setiap wanita akan mengalami nyeri fisiologis sehingga dapat memberikan pengalaman yang buruk pada ibu bersalin seperti rasa takut dan cemas yang dapat menimbulkan persalinan lama. Terdapat beberapa penatalaksanaan untuk nyeri persalinan yaitu terapi farmakologis dan nonfarmakologis. Penatalaksanaan farmakologis umumnya berupa pemberian obat-obatan yang berpotensi menimbulkan efek samping bagi pertumbuhan janin. Oleh karena itu, perawatan nonfarmakologis seperti pijat effleurage lebih disarankan dan disukai karena lebih aman, efektif, murah, tidak membahayakan bagi ibu maupun janin, dan tidak mempunyai efek alergi maupun efek obat. Tujuan dari Systematic Review ini untuk mengidentifikasi literature yang berkaitan dengan pengaruh pijat effleurage terhadap penurunan intensitas nyeri persalinan kala I. Metode yang digunakan yaitu Systematic Review ini terdiri dari 5 fase yaitu mengidentifikasi masalah dengan menggunakan framework PICO; mencari literature melalui database yang relevan, yaitu PubMed, Science Direct dan Wiley; membuat Preferred Reporting Items for Systematic Review and Meta-Analyses (PRISMA) flowchart untuk menggambarkan alur pencarian artikel; melakukan evaluasi data, analisis data dan menyajikan data yang didapat. Hasil review dari 10 artikel terpilih didapatkan 9 artikel dengan grade A, 1 artikel grade B, 7 artikel menggunakan quasi experiment, 1 artikel true experiment dan 2 artikel randomized clinical trial (RCT). Tiga tema yang muncul berdasarkan hasil dari Systematic Review yaitu efektivitas, mekanisme, dan tujuan masase effleurage.
Edukasi tentang Cara Memerah ASI yang Tepat dan Kompres Hangat sebagai Penatalaksanaan Bendungan ASI Ayu Devita Citra Dewi; Bella Riska Ayu
Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global Vol. 3 No. 2 (2024): Cakrawala: Jurnal Pengabdian Masyarakat Global
Publisher : Universitas 45 Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30640/cakrawala.v3i2.2648

Abstract

Breastfeeding problems are mostly caused by breast milk not coming out smoothly, which triggers accumulation of breast milk or breast milk dams. This can cause failure to provide exclusive breastfeeding. Nationally, the number of exclusive breastfeeding coverage in 2021 was 69.7%, but in 2022 it decreased to 67.96%. The aim of the activity is to increase breastfeeding mothers' knowledge about how to express breast milk and warm compresses as measures to manage breast milk dams. Method: counseling using a question and answer lecture method and educational videos containing steps for expressing breast milk and warm compresses on the breasts. Knowledge assessment is by interview (questionnaire). Results: The average pretest score was 65.9 and the average posttest score was 78.8. These results indicate an increase in knowledge of breastfeeding mothers after being given education using lecture methods and educational videos on how to express breast milk and warm compresses. It is hoped that all relevant parties will improve the exclusive breastfeeding program by educating the public about managing problems related to the breastfeeding process.
Qualitative Study : Mother's Knowledge about Baby Gym at PMB Andina Palembang Susmita Susmita; Bella Riska Ayu; Tri Restu Handayani
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v3i1.3456

Abstract

Aroun d 5 to 25% of children under the age of five experience motor development disorders and as many as 30% of babies show signs of motor delays. Stimulation can be given as a form of exercise therapy, which aims to improve and optimize body condition through continuous stimulation. One of the stimulations that can be done is baby gym. This study aims to analyze mothers' knowledge about baby gym in depth. This study uses a qualitative approach with an in-depth interview method. The subjects of the study or informants were mothers who had babies aged 0-12 months. The results of the study obtained knowledge Mother about baby gym part big nature general and not detailed. Only part small mothers who implement baby gym active For stimulate development motor baby. More education​ structured and access more information​ wide required For push mother to be able practicing baby gym with Correct.
Penyuluhan Tentang Penerapan Brain Gym Sebagai Stimulasi Dini Untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Dan Konsentrasi Pada Balita Hanik Khairun Nisa; Bella Riska Ayu
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 4 No. 6 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v4i6.1719

Abstract

Masa balita merupakan periode emas (golden age) dalam perkembangan anak yang menentukan pertumbuhan fisik, mental, serta kemampuan belajar di masa depan. Brain Gym merupakan rangkaian gerakan sederhana yang dapat menstimulasi kerja otak melalui koordinasi tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan dan menerapkan Brain Gym sebagai metode stimulasi motorik dan konsentrasi pada balita di Posyandu Kenanga. Metode kegiatan meliputi edukasi kepada orang tua, pelatihan gerakan Brain Gym, dan evaluasi sederhana terhadap perkembangan anak. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman orang tua tentang pentingnya stimulasi dini serta respons positif dari anak-anak yang mengikuti gerakan. Brain Gym terbukti sebagai salah satu metode yang efektif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari
Effectiveness of Brain Gym in Improving Learning Concentration in Children: A Literature Study Hanik Khairun Nisa; Bella Riska Ayu
International Journal of Health and Social Behavior Vol. 2 No. 2 (2025): May: International Journal of Health and Social Behavior
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijhsb.v2i2.397

Abstract

This literature review examines the effectiveness of Brain Gym as an intervention to improve children's learning concentration. Brain Gym is a series of physical movements developed to enhance brain function. Several studies in the last decade have suggested that Brain Gym activities can positively influence children's attention span and cognitive performance, particularly in educational settings. Through a review of 20 empirical studies published between 2015 and 2024, this study finds consistent evidence of improved focus and academic engagement among children who participated in regular Brain Gym exercises. The findings suggest that Brain Gym can serve as a complementary approach to conventional teaching strategies, especially for elementary-level learners. Implications for educators and future research are discussed.
Pengaruh Pijat Oksitosin Terhadap Produksi ASI Ibu Post Partum: Literatur Review Dewi, Ayu Devita Citra; Ayu, Bella Riska
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1307

Abstract

Target pencapaian ASI sulit dicapai disebabkan karena salah satunya yaitu ASI tidak keluar. Permasalahan tidak lancarnya proses keluarnya ASI yang menjadi salah satu penyebab seseorang tidak dapat menyusui bayinya. Pijat oksitosin merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI. Pijat adalah pemijatan pada sepanjang tulang belakang (vertebrae) sampai tulang costae kelima-keenam dan merupakan usaha untuk merangsang hormon prolaktin dan oksitosin setelah melahirkan. Tujuan analisis penelitian ini adalah melihat bahwa pentingnya pemberian ASI pada bayi sehingga perlu dikaji tetang Pijat oksiosin sebagai upaya memperlancar produksi ASI. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu studi literature review. Studi literature review (Kajian Pustaka) dari jurnal ilmiah dengan penuntun kata kunci Pijat Oksitosin dan Produksi ASI, jurnal ilmiah yang terseleksi dari berbagai jurnal terakreditasi sejumlah 10 jurnal yang digunakan untuk mereview diantaranya ada 7 jurnal dengan metode Quasi eksperimen dan 3 jurnal metode pra eksperimen. Hasil literature review yang telah ditelaah, semua artikel menjelaskan hasil penelitian adanya pengaruh yang signifikan antara pijat oksitosin terhadap produksi ASI dengan nilai P value <0.05, bahwa pijat oksitosin merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi ketidaklancaran produksi ASI. Simpulan Pijat oksistosin dapat meningkatkan produksi ASI pada ibu menyusui, saran untuk tenaga kesehatan dapat mengedukasi dan menerapkan terapi pijat oksitosin pada post partum.
The Effect of Effleurage Massage on Reducing Back Pain in Third-Trimester Pregnant Women at TPMB Lina Contesa Bella Riska Ayu; Junie Harista; Erina Chintya Angraini
Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum Vol. 3 No. 4 (2025): Desember : Jurnal Praba : Jurnal Rumpun Kesehatan Umum
Publisher : STIKES Columbia Asia Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62027/praba.v3i4.593

Abstract

Lower back pain is one of the most common discomforts experienced by third-trimester pregnant women due to increased uterine size, postural changes, and musculoskeletal strain. Complementary therapies such as effleurage massage offer a non-pharmacological, safe, and easily applicable technique to reduce pregnancy-related pain. This study aimed to examine the effect of effleurage massage on reducing lower back pain among third-trimester pregnant women at TPMB Lina Contesa. This research employed a quasi-experimental one-group pretest–posttest design. The study was conducted from October to November 2025 involving 32 third-trimester pregnant women selected through purposive sampling. Pain intensity was measured before and after the intervention using the Visual Analog Scale (VAS). Effleurage massage was administered for 15–20 minutes on the lower back region following standard midwifery procedures. Data were analyzed using the Wilcoxon test. The findings showed a significant reduction in lower back pain intensity after the intervention (p < 0.001). The proportion of respondents in the moderate-pain category decreased from 65.6% to 21.9%, while those in the mild-pain category increased from 34.4% to 78.1%. The mean VAS score dropped from 5.81 ± 1.12 before intervention to 2.47 ± 1.03 after effleurage massage. Effleurage massage is effective in reducing lower back pain among third-trimester pregnant women and can be recommended as a complementary therapy in midwifery care to improve maternal comfort.
Pemberian Edukasi Tentang Pijat Effleurage Untuk Mengurangi Nyeri Punggung Pada Ibu Hamil Trimester III Bella Riska Ayu; Junie Harista; Erina Chintya Angraini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jpkmmc.v5i1.2104

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah salah satu ketidaknyamanan yang paling umum dialami oleh ibu hamil trimester ketiga karena peningkatan ukuran rahim, perubahan postur tubuh, dan ketegangan muskuloskeletal. Terapi komplementer seperti pijat effleurage menawarkan teknik non-farmakologis, aman, dan mudah diterapkan untuk mengurangi nyeri selama kehamilan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengenalkan serta meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang pijat effleurage yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil di TPMB Lina Contesa. Metode kegiatan meliputi ceramah tanya jawab, demonstrasi gerakan pijat effleurage, dan evaluasi. Kegiatan penyuluhan dilaksanakan di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Lina Contesa Kota Palembang yang diikuti oleh 9 pasangan suami istri. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pasangan suami dan istri tentang pijat effleurage yang dapat digunakan untuk mengurangi nyeri punggung pada ibu hamil serta dapat memberikan dampak positif bagi ibu hamil dengan mengimplementasikan pijat effleurage ketika mengalami nyeri punggung pada trimester III. Pijat effleurage terbukti menjadi salah satu terapi komplementer yang efektif dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari