Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI INOVASI PRODUK OPAK ODED DALAM MASA PANDEMI COVID-19 DI DESA CONGGEANG WETAN KABUPATEN SUMEDANG Keni Kaniawati; Ifa Latifah; Fansuri Munawar; Yanny Iriani; Meriza Hendri
Jurnal Abdimas Sang Buana Vol 3, No 1 (2022): Jurnal Abdimas Sang Buana - Mei
Publisher : LPPM Universitas Sangga Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32897/abdimasusb.v3i1.1151

Abstract

Kondisi pandemi covid-19 saat ini mempengaruhi semua sektor usaha salah satunya Opak Oded, diantaranya adalah penurunan omset sampai 75%, jumlah karyawan yang awal mula 70 menjadi 43 karyawan, kurangnya modal dan akses pembiayaan karena arus pendapatan yang kurang baik, bahan baku langka dan mahal di karenakan jalur transportasi terhalang oleh PSBB, hal lain yang dihadapi mitra yaitu belum terdaftar dalam BPOM, belum memperoleh sertifikat SNI, belum memperoleh HAKI juga Hak Paten produk padahal produk Opak Oded sudah luas jaringan pasarnya. Tujuan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan di Desa Conggeang Wetan  Kabupaten Sumedang, yaitu : 1).Memberikan kontribusi kepada mitra usaha Opak Oded atas permasalahan yang dihadapi 2).Memberikan pelatihan, simulasi pendampingan pada usaha Opak Oded terkait dengan permasalahan yang dihadapi 3).Membantu membuatkan proses prosedur pendaftaran produk ke BPOM, dan pendaftaran produk bersertifikat SNI (Standar Nasional Indonesia), 4).Memberikan pelatihan pengurusan HAKI khususnya hak paten produk. Adapun metode pelaksanaan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilakukan untuk mengatasi setiap permasalahan yang dihadapi oleh mitra yaitu memberikan pelatihan, simulasi, pendampingan, monitoring dan evaluasi kepada mitra mengenai  pemasaran yang meliputi: Inovasi Produk, pengelolaan produksi dan mutu produk, strategi pemasaran  secara digitalisa, memberikan pelatihan pengurusan HAKI khususnya disini hak paten produk. Dengan dilaksanakanya PKM ada perubahan, usaha Opak Oded sudah memiliki website, pemasaran produk dilakukan secara digital  (kini sudah memiliki face book, instragram), terbentuknya kelompok masyarakat  pengusaha yang kreatif, inovatif dan mandiri yang dapat meningkatkan usahanya melalui inovasi produk dan pengelolaan produksi yang lebih baik, dan kemampuan  dalam mengurus Haki serta paten produk untuk setiap varian produk yang mereka hasilkan.  Kata Kunci: Inovasi Produk; Manajemen Pemasaran; Digital Marketing; Pengembangan Usaha ;UMKM  
Tenant Development Through Business Management Training for Independent Workers in Bandung Regency: Pembinaan Tenant Melalui Pelatihan Manajemen Usaha Pada Tenaga Kerja Mandiri di Kabupaten Bandung Dewi Kurniasih; Meriza Hendri; Alya Rihhadatul' Aisy
Mattawang: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 3 (2022)
Publisher : Yayasan Ahmar Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (468.865 KB) | DOI: 10.35877/454RI.mattawang1175

Abstract

The purpose of this Community Service activity is to provide guidance and assistance to the community on a scheduled basis for one semester in villages within Bandung Regency, West Java Province. The implementation method is in the form of training or technical guidance for 8 days. The material provided is theoretical and practical, according to the direction of the potential of each village that can be developed. The results of this activity run smoothly, are scheduled and can increase the knowledge and skills of the tenants as prospective budding entrepreneurs. Participants are strived to be able to produce products and are given business capital according to the provisions of the Bandung Regency Manpower Office. The conclusion obtained is that tenant development activities through technical guidance on business management are very necessary and continue every year in order to produce more independent workers in Bandung Regency. Abstrak Tujuan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah memberi pembinaan dan pendampingan pada masyarakat secara terjadwal selama satu semester di desa-desa dalam lingkungan Kabupaten Bandung Provinsi Jawa Barat. Metode pelaksanaan berbentuk pelatihan atau bimbingan teknis selama 8 hari. Materi yang diberikan bersifat teori dan praktik, sesuai arah potensi desa masing-masing yang dapat dikembangkan. Hasil kegiatan ini berjalan lancar, terjadwal dan dapat menambah pengetahuan dan keterampilan para tenant sebagai calon wirausaha pemula. Peserta diupayakan sampai dapat menghasilkan produk dan diberi modal usaha sesuai ketentuan pada Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bandung. Simpulan yang diperoleh adalah kegiatan pembinaan tenant melalui bimbingan teknis manajemen usaha ini sangat diperlukan dan dilanjutkan setiap tahun agar menghasilkan lebih banyak tenaga kerja mandiri di Kabupaten Bandung.