Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Risk Management in Strategic Decision Making: A Case Study on MSMEs in Indonesia Nuraida Wahyu Sulistyani; Olyvia Rosalia; Firayani; Fransiska Ekobelawati
Maneggio Vol. 2 No. 2 (2025): Maneggio-Apr
Publisher : PT. Anagata Sembagi Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62872/f82v7w66

Abstract

This research investigates the role of risk management in strategic decision-making among Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Indonesia. MSMEs play a crucial role in the national economy, contributing over 60% to the Gross Domestic Product (GDP) and employing more than 97% of the labor force. However, they face significant vulnerabilities such as market fluctuations, financial constraints, regulatory changes, and operational inefficiencies. This study employs a qualitative case study method involving interviews and field observations with selected MSMEs across various sectors. The findings reveal that while MSME owners are generally aware of business risks, they often rely on intuition rather than formal risk management systems. The most common risks include market, operational, financial, and external threats. Risk identification and assessment processes are largely informal and reactive. Strategic decisions, such as product diversification or digital transformation, are often made without structured risk evaluation, increasing exposure to failure. The study concludes with policy recommendations to strengthen MSMEs’ capacity through targeted training, access to digital risk management tools, and institutional support from the government and financial institutions.
PELATIHAN QRIS BAGI UMKM TRADISIONAL UNTUK MENDUKUNG TRANSAKSI NON-TUNAI DI SIANTAN TENGAH Iswanto Iswanto; Ishak Ishak; Nurul Septya Magisa; Fransiska Ekobelawati
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.44378

Abstract

Pelatihan penggunaan digital payment (QRIS) bagi UMKM tradisional di Kelurahan Siantan Tengah, Kecamatan Pontianak Utara bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesiapan pelaku usaha dalam mengadopsi sistem pembayaran non-tunai. Kegiatan ini melibatkan berbagai sektor usaha, seperti kuliner, kerajinan tangan, dan jasa. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa penggunaan QRIS memberikan manfaat signifikan dalam meningkatkan efisiensi transaksi, mengurangi risiko kehilangan uang tunai, serta mempermudah pencatatan keuangan. Namun, masih terdapat tantangan dalam penerapannya, seperti keterbatasan literasi digital dan kekhawatiran terhadap keamanan transaksi. Melalui pendampingan yang intensif, sebagian besar peserta berhasil memahami dan mulai menerapkan QRIS dalam usaha mereka. Selain itu, pelatihan ini juga mendorong UMKM untuk lebih aktif dalam pemasaran digital guna memperluas jangkauan pasar. Dengan meningkatnya adopsi QRIS, diharapkan transaksi non-tunai semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Transformasi Ekosistem Usaha Lokal Melalui Intervensi Akuntansi Digital Yang Partisipatif Dan Berkelanjutan Kecamatan Pontianak Timur: Pengabdian Iswanto; Fransiska Ekobelawati; Ishak; Napiajo; Nurul Septya Magisa
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 Tahun 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.6623

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kecamatan Pontianak Timur melalui intervensi akuntansi digital yang bersifat partisipatif dan berkelanjutan. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya keteraturan pencatatan keuangan, belum optimalnya pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, serta terbatasnya pemanfaatan informasi keuangan sebagai dasar pengambilan keputusan. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan partisipatif dengan tahapan identifikasi kebutuhan, edukasi akuntansi sederhana, praktik penggunaan aplikasi akuntansi digital, pendampingan teknis, evaluasi capaian, dan perumusan tindak lanjut. Hasil pelaksanaan menunjukkan bahwa peserta mulai memahami pentingnya pencatatan transaksi secara rutin, pengelompokan pemasukan dan pengeluaran, penyusunan laporan sederhana, serta penggunaan informasi keuangan untuk membaca kondisi usaha. Intervensi ini juga mendorong perubahan pola pikir peserta dari pencatatan manual yang bersifat informal menuju pengelolaan keuangan yang lebih sistematis dan terdokumentasi. Selain itu, proses pendampingan memperlihatkan bahwa keberhasilan digitalisasi akuntansi UMKM tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan aplikasi, tetapi juga oleh kesesuaian metode pelatihan, kedekatan pendampingan, kemampuan peserta, dan dukungan lingkungan usaha lokal. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi pada penguatan ekosistem usaha lokal melalui peningkatan literasi akuntansi digital, pembentukan kebiasaan pencatatan keuangan, dan pengembangan jejaring belajar antar-pelaku usaha. Keberlanjutan program masih memerlukan pendampingan lanjutan, monitoring praktik pencatatan, serta dukungan kelembagaan agar transformasi akuntansi digital dapat menjadi bagian dari budaya pengelolaan UMKM di Pontianak Timur.