Putu Agus Bratayadnya
Institut Seni Indonesia Denpasar

Published : 18 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

TABANAN : LUMBUNG PADI YANG TERGERUS : PERANCANGAN PHOTO BOOK DI YAYASAN RAWS SYNDICATE INDONESIA Dewa Gede Anindya Krisna Widarma; I Made Bayu Pramana; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 1 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i1.2042

Abstract

Dibalik besarnya produksi padi dan beras di kabupaten Tabanan, terjadi alih fungsi lahan yang cukup besar dan masif yang mengancam luas areal persawahan di kabupaten yang dikenal sebagai daerah lumbung padi ini. Pengggunan photo book sebagai medium, yang mana photo book dapat memeberikan rangkaian dari visual visual yang setiap gambarnya memeberikan cerita dan berhubungan dengan gambar gambar lainnya.Proses observasi dalam proses penciptaan karya ini, penulis melakukan melakukan observasi melalui media online maupun observasi lapangan mengenai kondisi serta masalah alih fungsi lahan pertaninan di kabupaten Tabanan. Pada awal proses pencarian data penulis melakukan wawancara terhadap beberapa tokoh serta orang orang yang berkaitan dengan pertanian secara langsung maupun tidak langsung untuk mendapatkan data serta informasi mengenai kondisi serta permasalahan alih fungsi lahan pertanian di Kabupaten Tabanan. Buku foto menyajikan rangkaian cerita yang dirangkai dengan visual karya fotografi mengenai kondisi pertanian di Kabupaten Tabanan khususnya mengenai isu alih fungsi lahan sawah, visual yang disajikan mengenai sawah yang semakin terhimpit dan berkurang akibat dari alih fungsi lahan sawah menjadi perumahan ataupun pemukiman. Terdapat beberapa tahapan yang dilalui dalam proses pencuptaan ini seperti proses pemotretan, tahap perancangan dan proses produksi.
STREETWEAR STYLE DARI VOORDUREND DALAM KARYA FOTOGRAFI FASHION Ni Wayan Widhi Widhiyanti; Cokorda Istri Puspawati Nindhia; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 3 No 2 (2023): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v3i2.2065

Abstract

Fashion Style merupakan gaya busana yang menentukan penampilan dari seorang individu. Dalam kehidupan sehari hari khususnya dalam lingkup fashion street memiliki style yang disebut dengan streetwear style merupakan gaya berpakaian generasi muda yang erat kaitannya dengan budaya jalanan Style dapat diartikan sebagai sesuatu hal yang bersifat pribadi atau personal. Kata Style seringkali digunakan untuk menonjolkan ciri khas dari seseorang yang dapat berlaku untuk jangka waktu yang lebih lama. Dalam penelitian ini menggunakan metode observasi, dan studi pustaka. Penelitian ini bertujuan agar dapat memvisualisasikan serta memberikan gambaran tentang fashion Style khususnya streetwear style berupa karya foto yang akan dapat menjadi referensi bagi penikmat karya fotografi khususnya dalam karya fotografi fashion.
Foto Food And Beverages Raffles Bali – CG Pictures Alghifari Ghazi Ladiba Sony Perdana; Anis Raharjo; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 1 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i1.3476

Abstract

Food and Beverages photography merupakan penyampaian unsur visual menarik dalam menghadirkan gambar sebuah makanan atau minuman. Konsep Food and Beverages photography ini akan dikhususkan ke dalam bisnis atau industri yang bergerak di bidang penyajian makanan atau minuman, salah satunya yaitu resort Raffles Bali bersama dengan tim CG Pictures dalam pelaksanaan praktek magang. Praktek magang ini bertujuan untuk mengetahui apa itu Food and Beverages Raffles bali dan mengetahui tahapan dalam penciptaan karya foto makanan dan minuman Raffles Bali. Dalam pelaksaan magang, penulis melakukan praktik magang secara langsung dilokasi dan latihan memotret bersama tim CG Pictures. Selama proses kegiatan magang, hasil yang dicapai adalah ilmu pengetahuan tentang food and beverages, penerapan teknik fotografi, serta pengembangan ide kreativitas dalam perkembangan tren foto makanan dan minuman seiring perkembangan zaman saat ini
Teknik Fill in Flash pada Pemotretan Fotografi Fashion Editorial di Sastruga Studio I Kadek Dwi Permana Putra; Putu Agus Bratayadnya; Ida Bagus Candrayana
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4275

Abstract

Salah satu kegiatan untuk mengekspresikan diri adalah melalui Fotografi. Fotografi bukan hanya sekedar kegiatan untuk memotret atau mengambil gambar saja. Namun juga dibutuhkan keahlian untuk dapat menerapkan teknik dasar dan komposisi fotografi dengan baik agar foto yang dihasilkan lebih menarik. Penggunaan flash dalam fotografi dilakukan untuk memberikan cahaya tambahan pada objek dan pengeditan menggunakan perangkat lunak seperti Adobe Lightroom atau Adobe Photoshop. Adapun hal yang tidak kalah penting yaitu pemilihan posisi dan sudut pengambilan foto, pemilihan perangkat serta peralatan, dan keterampilan Editing dan Post Processing. Penerapan teknik Fill in Flash ini sangat penting karena hasil dokumentasi selama pemotretan digunakan sebagai media utama dalam pembuatan konten terutama dalam pemotretan Fotografi Fashion Editorial di Sastruga Studio.
Fotografi Komersial Sebagai Branding Sosial Media MEAI Studio Abdee Rangga Bhaskara Prakosa; Putu Agus Bratayadnya; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Retina Jurnal Fotografi Vol 4 No 2 (2024): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v4i2.4312

Abstract

Dalam era digital dan dominasi berbagai platform media sosial, penggunaan gambar dan visualisasi telah menjadi elemen krusial dalam strategi pemasaran dan promosi. Keberhasilan dalam mempromosikan suatu brand tidak hanya tergantung pada teknik pengambilan gambar yang baik, tetapi juga pada konsep visual yang matang dan pengelolaan hasil akhir hingga publikasi, serta penyesuaian dengan selera audiens. MEAI Studio adalah creative studio yang berfokus pada produksi konten kreatif 3D Design dan maping. Fotografi secara umum dapat diartikan “menggambar dengan cahaya”. Sosial media adalah sebuah media untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Penulis membuat planning pemotretan dengan mempertimbangkan estetika dan konsep yang bersangkutan pada sosial media Meai Studio guna menarik orang terhadap jasa yang disediakan MEAI Studio. Aspek ini penulis pertimbangkan bedasarkan trending dari waktu ke waktu penulis memutuskan untuk memakai karakter foto popup karena hasil pengamatan yang telah penulis susun dalam moodboard style seperti itu banyak mendapatkan exposure. hal ini sangat berpengaruh dalam meningkatkan citra brand khususnya calon client. Hasil dari semua karya tersebut penulis gabungkan menggunakan Adobe Photoshop CC 2024 menjadi artboard untuk simulasi post pada Instagram MEAI Studio. Cara memvisualisasikan karya fotografi dari MEAI Studio adalah dengan medokumentasikan baik itu alat, karya, maupun event dari MEAI Studio yang selanjutnya akan diolah guna meningkatkan visibilitas citra merk melalui portofolio yang dihasilkan agar audience dalam hal ini calon client tertarik terhadap jasa yang disediakan oleh MEAI Studio.
Budaya Bali Dalam Foto Jurnalistik Pada Program Acara Televisi Bali Shanti Di INews Bali Regina Febrin Agata Damanik; Putu Agus Bratayadnya; Cokorda Istri Puspawati Nindhia
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5152

Abstract

Pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media adalah definisi jurnalistik yang dikemukakan Roland E. Wolseley dalam buku Understanding Magazines (1969). Salah satu produk jurnalistik yang dihasilkan oleh wartawan selain tulisan adalah Foto jurnalistik sebagai pendukung dari berita. Sebagai produk dalam pemberitaan, tentunya foto jurnalistik memiliki peran penting dalam media cetak maupun media internet. Pada kesempatan ini penulis mengaplikasikan jenis Foto Jurnalistik dalam art and culture. Art and culture photo menangkap potret kegiatan-kegiatan seni dan budaya yang menarik, seperti pameran budaya, penampilan tari, dan lain-lain. Melalui pengertian diatas iNews Bali memiliki program acara bernama Bali Shanti, Bali Shanti sendiri merupakan program non news yang meliput acara Budaya Bali yang terjadi di penyiarannya lokal Bali. Sehingga penulis mengetahui bagaimana menjadi seorang Fotografer Jurnalistik yang mengangkat tentang Budaya-Budaya yang ada di Bali dengan memanfaatkan Teori EDFAT sebagai dasar dalam pembuatan foto jurnalistik di dalam peliputan Bali Shanti.
Tata Kelola Seni Pemotretan Beauty Shoot Foto Prewedding Di Tamas Bali Photo Ida Ayu Putu Trisna Devi; Ida Bagus Candrayana; Putu Agus Bratayadnya
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5160

Abstract

Tata kelola dalam fotografi merupakan proses sistematis yang bertujuan untuk mencapai hasil yang optimal dengan memadukan prinsip-prinsip manajemen, seperti perencanaan, pelaksanaan, pengendalian, dan evaluasi. Dalam konteks fotografi prewedding, tata kelola menjadi elemen penting untuk memastikan hasil foto berkualitas, terutama dalam sesi beauty shoot yang mengutamakan penciptaan gambar elegan dengan fokus pada keindahan visual pasangan. Proses ini melibatkan koordinasi yang erat antara fotografer, makeup artist, dan berbagai pihak terkait untuk menghasilkan foto yang memenuhi standar kualitas dan etika. Dalam penelitian ini, Tamas Bali Photo dipilih sebagai mitra untuk memahami lebih dalam tentang implementasi tata kelola dalam pemotretan beauty shoot, serta untuk mempelajari tahapan-tahapan yang terlibat dalam pelaksanaannya. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai praktik tata kelola yang diterapkan oleh Tamas Bali Photo, serta faktor-faktor yang berkontribusi pada kesuksesan pemotretan tersebut. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk memperdalam pemahaman tentang tata kelola seni dalam konteks pengelolaan seni yang efektif dan efisien. Melalui magang di Tamas Bali Photo, penulis tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga kesempatan untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan kualitas kerja di industri fotografi. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi pengembangan tata kelola seni dalam industri fotografi, khususnya dalam sesi pemotretan prewedding.
Jajanan Khas Bali Dalam Fotografi Komersial Made Bagaskara Dwi Putra; Putu Agus Bratayadnya; Anis Raharjo
Retina Jurnal Fotografi Vol 5 No 1 (2025): Retina Jurnal Fotografi
Publisher : Lp2mpp Isi Denpasar - Ps. Fotografi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/rjf.v5i1.5270

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keberagaman kebudayaan dan juga kuliner nusantara. Kuliner nusantara adalah suatu bentuk keanekaragaman hayati dari sabang hingga merauke, setiap kuliner tidak hanya menawarakan cita rasa yang unik, tetapi juga menyimpan nilai – nilai budaya dan tradisi turun temurun yang telah diwariskan.salah satu contoh dari kuliner nusantara yaitu jajanan tradisional khas Bali. Jajanan khas Bali merupakan salah satu hasil dari budaya kuliner Indonesia yang beragam. Jajanan khas Bali tidak hanya untuk dikonsumsi saja namun dipergunakan sebagai saranan dan prasarana dalam prosesi upacara keagamaan. Pada saat ini, jajanan khas Bali menjadi perhatian khusus karena nilai jual yang mulai menurun. Hal ini menjadi tonggak awal untuk mulai mengangkat jajanan khas Bali kembali dengan melibatkan food photography melalui fotografi komersial. Dalam konteks ini, jajanan khas Bali sebagai objek dalam fotografi komersial, khususnya dalam ranah food photography dengan memanfaatkan teknik fotografi yang tepat, dan jajanan Bali dapat ditampilkan dengan daya tarik yang kuat dan mengunggah selera, sehingga mampu menarik perhatian konsumen lokal maupun internasional. Melalui food photography dengan memadukan kombinasi antara estetika visual, pencahayaan yang tepat, dan pengaturan komposisi yang tepat sehingga menghasilkan foto kelezatan makanan dan juga mencerminkan budaya dan tradisi Bali yang dikemas secara tradisional dan modern.