Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENGUATAN FUNGSI PENYULUHAN PERTANIAN Khalisa Komang Salsabilla; Suhirmanto Suhirmanto; Ainu Rahmi; Masri Masri
Jurnal Kebijakan Publik Vol 14, No 4 (2023)
Publisher : Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jkp.v14i4.8355

Abstract

Penyelenggaraan penyuluhan setelah adanya kebijakan otonomi daerah semakin carut marut dan tidak sesuai dengan UU SP3K. Untuk mengembalikan arah fungsi penyuluhan seperti pada UU SP3K maka diterbitkanlah Perpres No 35 Tahun 2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian. Perpres ini dimaksudkan agar penyuluhan pertanian kembali bergelora dan mampu meningkatkan kinerja penyuluh. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui implementasi Peraturan Presiden Nomor 35 Tahun 2022 tentang Penguatan Fungsi Penyuluhan Pertanian sesuai dengan Bab 1 Pasal 2 yang mengandung 6 substansi di Kabupaten Jombang Jawa Timur. Populasi dalam penelitian ini adalah di seluruh Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) sejumlah 21 BPP di Kabupaten Jombang yang dilaksanakan pada tanggal 12 Juni 2023 ­- 14 Juli 2023. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel menggunakan snowball sampling. Menggunakan data primer dari wawancara langsung dan data sekunder dari Programa Kabupaten Jombang, Programa Kecamatan dan Pepres Nomor 35 Tahun 2022, jurnal, skripsi dan buku. Teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, dokumentasi dan studi literatur. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif. Hasil dari penelitian ini yaitu implementasi substasi penguatan hubungan kerja, substansi penguatan kelembagaan penyuluhan pertanian, substasi penyediaan dan peningkatan kapasitas ketenagaan penyuluh, substansi materi penyuluhan, substansi pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi, dan substansi jaminan ketersediaan prasarana dan sarana sudah terlaksana semua tapi belum lengkap. Diharapkan dengan telah dilaksanakannya penelitian dapat menjadi masukan bagi pemerintah daerah untuk dapat mewujudkan fungsi penyuluhan pertanian yang lebih baik kedepannya
COMPARATIVE STUDY OF RICE FARMING INCOME WITH THE APPLICATION OF DIRECT SEED PLANTING SYSTEM (TABELA) AND TRANSPLANTING (TAPIN) Zahroh, Fatimah Tuz; Romadi, Ugik; Suhirmanto, Suhirmanto
Agrisocionomics: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian Vol 8, No 2 (2024): June 2024
Publisher : Faculty of Animal and Agricultural Science, Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/agrisocionomics.v8i2.19709

Abstract

Over time, the consumption of rice as a food commodity has always increased along with the increase in population. In cultivating rice plants, of course it requires a lot of labor, especially in planting activities. However, the availability of agricultural labor is currently decreasing and the cost is expensive. One technology that can be a solution to this problem is the direct seed planting system (tabela). This study aims to compare farmers' income with the implementation of the two planting systems. Differences in planting systems will affect production costs, so it will also affect farm income. The data analysis used was farm business analysis and independent sample t-test. The results of the analysis found a significant difference between the average income of farmers with tabela and tapin systems. The average income of tabela farmers was Rp 31,373,962/ha/planting season and tapin farmers was Rp 27,267,175 with a difference in income of Rp 4,106,787/ha/planting season.
Minat Petani dalam Penggunaan Agensi Hayati pada Tanaman Padi di Kelompok Tani Desa Sendangrejo Moch. Abi Abdillah; Suhirmanto Suhirmanto; Dwi Purnomo
JURNAL PENYULUHAN PEMBANGUNAN Vol 3 No 2 (2021): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v3i2.2125

Abstract

Teknologi yang direkomendasikan Kementerian Pertanian untuk mengatasi dampak negatif pestisida kimia adalah penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satu komponen PHT yang dapat mengatasi serangan patogen dan juga bermanfaat sebagai organisme pengurai adalah agens hayati . Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat anggota Kelompok Tani Desa Sendangrejo dalam menggunakan Agensi hayati, menganalisis faktor-faktor terkait dan menentukan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat anggota kelompok tani dalam menggunakan agensi hayati. Sampel penilaian adalah sensus dari 32 petani. Variabel penilaian adalah faktor internal, faktor eksternal dan minat anggota KWT menggunakan agensi hayati. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket dan observasi. Analisis data adalah analisis deskriptif, analisis korelasi Spearman's rank dan analisis Kendall's W. Hasil penilaian mengenai kepentingan anggota KWT berada pada kategori sedang.
Utilization of Bacterial Consortium as a Biodisinfectan to Reduce Ammonia (NH3) Odor in Broiler Feces Yendri Junaidi; Suhirmanto Suhirmanto; Fitria Nur Aini
JURNAL TRITON Vol 16 No 1 (2025): JURNAL TRITON
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47687/jt.v16i1.1069

Abstract

Populasi ayam broiler tahun 2021 mencapai 3,11 miliar ekor, limbah feses mencapai 0,15 kg/ekor setiap hari Populasi broiler tahun 2021 mencapai 3,11 miliar ekor, limbah feses mencapai 0,15 kg/ekor setiap hari dengan potensi penghasil amonia (NH3) 54%. Untuk mengurangi konsentrasi ammonia (NH3) dibutuhkan biodisinfektan yang diproduksi dari konsorsium bakteri. Penelitian ini melakukan uji terhadap feses yang diberikan biodisinfektan mencakup total bakteri, konsentrasi amonia, nitrit, nitrat dan pH feses. Uji total bakteri menggunakan uji Total Plate Count (TPC), konsentrasi nitrit dan nitrat di uji mengacu SNI 06-2484-2004, uji pH menggunakan pH meter digital dan uji konsentrasi amonia (NH3) mengacu SNI 06-6989.30-2005. Analisis data menggunakan Analisis of Variance (ANOVA) taraf kepercayaan 95% dan uji lanjut Duncan menggunakan software SPSS 26.00. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa total bakteri biodisinfektan terbaik didapatkan pada perlakuan P3 (15% biodisinfektan). Kemudian Penurunan konsentrasi beberapa variabel pada feses perlakuan seperti nitrit yaitu 96,06%, nitrat yaitu 52,46%, amonia (NH3) yaitu dari 46 ppm menjadi 6 ppm atau penurunan sebesar 76,6% serta nilai pH terendah yaitu pH 4.7 juga di dapatkan pada perlakuan P3 (15% biodisinfektan). Penurunan konsentrasi amonia (NH3) sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Indonesia Nomor 5 tahun 2014 yaitu 0,30 kg/ton atau setara dengan 30 ppm dan penurunan konsentrasi nitrit maupun nitrat sesuai dengan Peraturan Pemerintah Indonesia No. 82 tahun 2001.
Penerapan Teknologi Terpadu Pro-Organik Pada Budidaya Tanaman Padi di Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Navitasari, Lisa; Suhirmanto, Suhirmanto
Jurnal Ilmiah Pangabdhi Vol 11, No 1: April, 2025
Publisher : LPPM Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/pangabdhi.v11i1.23380

Abstract

Fertilizer is a substance that provides nutrients for plants. Deficiency of fertilizer results in stunted plant growth and development. Therefore with the condition of the scarcity of chemical fertilizers that occurs in Indonesia decrease of productivity. This is impact in the government's efforts to promote the pro-organic movement. One of the pro-organic movement is learning through field schools (SL) about integrated pro-organic technology in rice cultivation. Integrated pro-organic technology thaat includes the use of organic fertilizer, biological agents/local microorganisms, botanical pesticides and biosaka. This SL activity is carried out as a form of community service in overcoming the problem of scarcity and farmers' dependence on chemical fertilizers. Besides that, integrated pro-organic technology is also expected to be able to maintain the stability of rice plant productivity. The aim of this community service is to maintain the productivity of rice plants with integrated pro-organic technology. This activity was implemented in 10 farmer groups in Jetis District, Ponorogo Regency. The method used is learning and practice through field schools about integrated pro-organic technology which includes organic fertilizer, biological agents/local microorganisms, vegetable pesticides, and Biosaka. Furthermore, rice cultivation using integrated pro-organic technology in 10 farmer groups. The results of the application of integrated pro organic technology showed that integrated pro organic technology is able to maintain and increase the productivity of rice plants by 7.49 tonnes/ha compared to rice cultivation without pro organic technology of 7.22 tonnes/ha. These results increase the enthusiasm of farmer groups in carrying out pro-organic cultivation in the midst of a scarcity of fertilizer
Hubungan Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Dan Ketahanan Pangan Keluarga Melalui Partisipasi Anggota KWT Di Desa Ngembal Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan Suhirmanto, Suhirmanto; Pramesti2, Eggy Shafa; Samudra, Ferdianto Budi
Jurnal Ketahanan Nasional Vol 31, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkn.109502

Abstract

 Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan rumah tangga berbasis pekarangan, terutama di daerah rawan pangan dan stunting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara partisipasi anggota kelompok wanita tani (KWT) dalam program P2L dan ketahanan pangan keluarga di Desa Ngembal Kecamatan Tutur Kabupaten Pasuruan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kuantitatif pendekatan secara deskriptif menggunakan metode survei terhadap seluruh anggota KWT Andongsari (30 responden) melalui teknik sampling jenuh. Variabel partisipasi diukut melalui empat tahapan: pengambilan keputusan, pelaksanaan, pengambilan manfaat, dan evaluasi. Sementara itu, ketahanan pangan dianalisis melalui tiga aspek: ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan. Hasil analisis menggunakan uji korelasi rank spearman menunjukkan adanya hubungan signifikan yang positif antara partisipasi anggota KWT dan ketahanan pangan keluarga. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dalam pengelolaan lahan pekarangan sebagai upaya penguatan ketahanan pangan rumah tangga  
Analisis komparasi strategi pemasaran online dan offline tanaman anggrek di Dd Orchid Nursery Desa Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu Rachmawati, Fifi Ayu Dwi; Suhirmanto, Suhirmanto; Budianto, Budianto
Agriscience Vol 4, No 2: November 2023
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21107/agriscience.v4i2.21176

Abstract

Anggrek adalah salah satu komoditas tanaman hias yang dapat dikembangkan terutama di kota-kota besar di Indonesia. DD Orchid Nursery dikenal dengan sentra budidaya anggrek yang cukup besar serta sudah menerapkan pemasaran online dan offline. Namun produsen masih fokus terhadap produksi anggrek tanpa memikirkan lebih lanjut mengenai strategi pemasaran yang efektif baik dari pemasaran online maupun offline. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui perbandingan antara penjualan melalui pemasaran online dan offline dan mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen dalam pemasaran online dan offline tanaman anggrek di DD Orchid Nursery. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriptif dengan analisis data uji Mann-Whitney dan uji regresi linier berganda. Sampel kajian adalah 20 konsumen online dan 20 konsumen offline dengan menggunakan teknik quota sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara volume penjualan melalui pemasaran online dan offline pada bulan februari dan maret. Untuk analisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada pemasaran online variabel yang mempengaruhi ialah produk, tempat, dan promosi. Kemudian untuk faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian konsumen pada pemasaran offline variabel yang mempengaruhi ialah produk dan harga.
Minat Petani dalam Penggunaan Agensi Hayati pada Tanaman Padi di Kelompok Tani Desa Sendangrejo Moch Abi Abdillah; Suhirmanto Suhirmanto; Dwi Purnomo
Jurnal Penyuluhan Pembangunan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v5i2.1562

Abstract

Teknologi yang direkomendasikan Kementerian Pertanian untuk mengatasi dampak negatif pestisida kimia adalah penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Salah satu komponen PHT yang dapat mengatasi serangan patogen dan juga bermanfaat sebagai organisme pengurai adalah agens hayati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan minat anggota Kelompok Tani Desa Sendangrejo dalam menggunakan Agensi hayati, menganalisis faktor-faktor terkait dan menentukan strategi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan minat anggota kelompok tani dalam menggunakan agensi hayati. Sampel penilaian adalah sensus dari 32 petani. Variabel penilaian adalah faktor internal, faktor eksternal dan minat anggota KWT menggunakan agensi hayati. Teknik pengumpulan data berupa wawancara, angket dan observasi. Analisis data adalah analisis deskriptif, analisis korelasi Spearman's rank dan analisis Kendall's W. Hasil penilaian mengenai kepentingan anggota KWT berada pada kategori sedang.
Implementation of the Substance of Strengthening Labor Relations Based on Presidential Regulation Number 35 of 2022 in Jombang Regency Masri; Hayat; Suhirmanto
Jurnal Penyuluhan Pembangunan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Penyuluhan Pembangunan
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34145/jppm.v5i2.3965

Abstract

The implementation of agricultural extension services under the regional autonomy policy has become increasingly disorganized and inconsistent with the SP3K Law. In order to realign the extension function with the requirements of the SP3K Law, Presidential Regulation No. 35 of 2022 on Strengthening the Agricultural Extension Function was introduced. The primary objective of this regulation is to revitalize agricultural advisory services and enhance the effectiveness of extension workers. The aim of this study was to evaluate the execution of Presidential Regulation No. 35 of 2022, which focuses on boosting the Agricultural Extension Function, particularly on the first provision of reinforcing collaborative ties in Jombang Regency, East Java. The study took place between June and July of 2023. The sample for this research encompassed all 21 Agricultural Extension Centers (BPP) located in Jombang Regency. The study's research method involved a descriptive qualitative approach, while the snowball sampling technique was utilized for sampling. Primary data was obtained through direct interviews, and secondary data originated from sources such as the Jombang Regency Program, District Program, Presidential Regulation No. 35 of 2022, journals, theses, and books. Data collection involved techniques such as in-depth interviews, documentation, and literature studies. Descriptive analysis was used for data analysis. The research findings indicate that the implementation of measures to strengthen working relationships has been executed but not fully optimized. The hope is that these findings will serve as input for the local government in improving agricultural extension functions in the future