Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI PADI SAWAH DI DESA KOTARAYA TIMUR KECAMATAN MEPANGA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Wiguna, Made Cahya; Effendy, Effendy; Laksmayani, Made Krisna
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2726

Abstract

Telah berhasil dilakukan penelitian Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produksi Padi Sawah di Desa Kotaraya Timur Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska, dan tenaga kerja terhadap produksi padi sawah di Desa Kotaraya Timur. Analisis data menggunakan analisis fungsi produksi Cobb-Douglass. Hasil penelitian menunjukkan Nilai koefisien determinan (R2) sebesar 0.996 menunjukan bahwa pengaruh dari luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska dan tenaga kerja terhadap produksi di Desa Kotaraya Timur sebesar 99,6% sedangkan sisanya 0,4% dipengaruhi oleh variabel lainnya. Secara simultan variabel bebas (X) luas lahan, benih, pupuk urea, pupuk phonska dan tenaga kerja berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah di Desa Kotaraya Timur. Hal tersebut ditunjukkaan oleh nilai Fhitung 1856,855 > Ftabel 2,49. Secara parsial pengaruh variabel Luas Lahan (X1), Benih (X2), Pupuk Urea (X3), Pupuk Phonska (X4), dan Tenaga Kerja (X5) berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah yang ditunjukkan nilai Luas Lahan yaitu thitung 2,624 > ttabel 2,030, Benih dengan thitung 2,664 > ttabel 2,030, Pupuk Urea dengan thitung 4,624 > ttabel 2,030, Pupuk Phonska dengan thitung 3,512 > ttabel 2,030 dan Tenaga Kerja dengan thitung 5,053 > ttabel 2,030 yang artinya hipotesis H1 diterima dan H0 ditolak.
ANALISIS PEMASARAN USAHA KOPRA DI DESA MAROWO KECAMATAN ULUBONGKA KABUPATEN TOJO UNA-UNA Lamando, Moh Yunus; S.Hamzens, Wildani Pingkan; Antara, Made Krisna Laksmayani
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i1.2148

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rantai pemasaran Kopra dari Desa Marowo Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-una sampai ke Tangan Konsumen. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Marowo Kecamatan Ulubongka Kabupaten Tojo Una-una dari Bulan September sampai dengan November 2022. Penentuan responden dilakukan dengan metode acak sederhana (Simple Random Sampling) dengan jumlah responden 32 orang produsen (petani) dan pengambilan responden pedagang dilakukan dengan cara metode penjajakan (Tracing Sampling)sehingga diperoleh sebanyak 1 orang pedagang pengumpul, dan 2 orang pedagang besar. Metode analisis yang digunakan menentukan margin pemasaran, margin total pemasaran, bagian harga yang diterima petani, dan efesiensi pemasran. Hasil analisis pemasaran menunjukan bahwa saluran pemasaran usaha kopra di Desa Marowo melalui dua saluran pemasaran, yaitu : (1) Petani Pedagang Pengumpul Pedagang Besar Konsumen dan (2) Petani Pedagang Besar Konsumen. Hasil analisis pemasaran usaha kopra pada saluran pertama yaitu : Mt = Rp 3.500/Kg dan margin pada saluran kedua yaitu Mt = Rp 2.800/Kg. Bagian harga yang diterima petani pada saluran pertama yaitu : 66,6% dan untuk saluran kedua yaitu : 72,8%. Sehingga petani dianjurkan untuk menjual hasil produksinya dengan menggunakan saluran kedua karena bagian harga yang diterima petani lebih besar. Nilai efisiensi saluran pertama sebesar 8,0% dan untuk saluran kedua sebesar 4,6%, sehingga saluran kedua lebih efisien dari saluran pertama.
MANAJEMEN PERSEDIAAN BAHAN BAKU SARABBA PADA INDUSTRI KECIL MENENGAH (IKM) RAJA BAWANG DI KOTA PALU Dolok Saribu, Nadia Aviliani; Damayanti, Lien; Antara, Made Krisna Laksmayani
Jurnal Pembangunan Agribisnis (Journal of Agribusiness Development) Vol 3 No 1 (2024): Maret
Publisher : Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/jpa.v3i1.2151

Abstract

IKM Raja Bawang merupakan salah satu industri yang memproduksi olahan jahe menjadi minuman instan sarabba. Industri ini terletak di Jalan Abd. Rahman Saleh No.33 Birobuli Utara Kecamatan Palu Selatan Provinsi Sulawesi Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mengetahui berapa banyak pembelian bahan baku yang ekonomis (Economic Order Quantity) untuk persediaan bahan baku, untuk mengetahui berapa banyak persediaan pengaman (Safety Stock) dan untuk mengetahui waktu yang tepat bagi industri untuk melakukan pemesanan kembali (Reorder Point) terhadap persediaan bahan baku, untuk mengetahui total biaya persediaan bahan baku (Total Inventory Cost). Hasil penelitian bahwa jumlah pemesanan ekonomi bahan baku sarabba pada Industri Raja Bawang bulan Januari-Desember 2022, rata-rata sebesar 83 kg. Persediaan pengaman yang harus selalu tersedia digudang sebesar 6,84 kg. Pemesanan Kembali yang harus dilakukan pada Bulan JanuariDesember 2022 rata-rata sebesar 27,71 kg. Total biaya persediaan yang dikeluarkan oleh industri Raja Bawang pada Bulan Januari-Desember 2022 rata-rata sebesar Rp.100.525,48 perbulan.
ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI KUBIS DI DESA MEKAR SARI KECAMATAN LORE TIMUR KABUPATEN POSO Suwidiarta, I Putu Oka; Muis, Abdul; Laksmayani, Made Krisna
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 11 No 6 (2023): December
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v11i6.1994

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan usahatani kubis di Desa Mekar Sari Kecamatan Lore timur Kabupaten Poso. ini dilaksanakan di Desa Mekar Sari Kecamatan Lore Timur Kabupaten Poso pada bulan Desember 2021. Penentuan responden dipilih dengan teknik pengambilan sampel secara (simple random sampling method). Alat analisis yang digunakan adalah Analisis Pendapatan (π = TR – TC). Hasil penelitian yang dilakukan di Desa Mekar Sari dapat ditarik kesimpulan, bahwa Total biaya yang dikeluarkan petani kubis sebesar Rp. 5.250.000,67 Ha/MT, penerimaan yang diperoleh petani kubis yaitu sebesar Rp 33.173.067 Ha/MT dan Pendapatan yang diperoleh responden petani Kubis di Desa Mekar Sari sebesar Rp 27.923.066,30 Ha/MT.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PRODUKSI USAHATANI KAKAO SAMBUNG PUCUK DI DESASIDOLE TIMUR KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Zahra, Baitul; Antara, Made; Laksmayani, Made Krisna
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 12 No 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v12i1.2035

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jumlah pohon Produktif,pupuk dan tenaga kerja terhadap terhadap produksi kakao sambung pucuk diDesa Sidole Timur Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus 2021. Penetuan responden dilakukan dengan metode sampel acak sederhana (Simple Randon Sampling Method) dengan pertimbangan responden yang diambil dalam penelitian ini adalah petani Kakao sambung pucuk . jumlah populasi 130 orang petani dengan jumlah sampel 33 responden, dimana unsur dalam semua populasi mempunyai kemungkinan yang sama untuk untuk menjadi sampel penelitian dengan asumsi bahwa populasi homogen Analisis data yang digunakan. Analisis fungsi Cobb-Douglas, koefesien determinasi (R2),hasil analisis menunjukan penggunaan input produksi usahatani kakao sambung pucuk diDesa Sidole Timur menunjukan bahwa F hitung = 22.326 >F tabel =2,66 berarti secara bersama-sama mengetahui pengaruh jumlah pohon, pupuk NPK pelangi, dan tenaga kerja terhadap variabel bebas jumlah pohon(X1), pupuk NPK pelangi(x2) tenaga kerja (x3) secara silmutan bersama-sama berpengaruh nyata terhadap usahatani Kakao Sambung Pucuk diDesa Sidole Timur Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. secara persial variabel jumlah pohon(X1), pupuk NPK pelangi(x2) berpengaruh nyata terhadap terhadap usahatani Kakao Sambung Pucuk diDesa Sidole Timur dan tenaga kerja (x3) tidak berpengaruh nyata terhadap Usahtani Kakao Sambung Pucuk diDesa Sidole Timur Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong.
The Sustainability Analysis of Shallot Farming of The Lembah Palu Variety in Sigi Regency Damayanti, Lien; Laksmayani, Made Krisna; Malik, Shintami Rouwelvia; Reyvaldi, Mohammad; Hardiyanti M.M, Sitti; Esther C.R, Olivia; Mukhlis, Mukhlis
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 12 (2025): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i12.13206

Abstract

This study aims to analyze the sustainability of Lembah Palu variety shallot farming in Sigi Regency from economic, social, and environmental perspectives. The research involved 50 shallot farmers selected using a proportional random sampling technique. Primary data were obtained through interviews, field observations, and questionnaires, supported by secondary data from relevant institutions. The sustainability level was assessed using the Multi-Dimensional Scaling (Rapfish) approach to generate sustainability indices for each dimension. The results showed that the overall sustainability status of shallot farming was categorized as less sustainable, with an average index value of 49.37. The environmental dimension recorded the lowest index value (26.97), indicating high vulnerability due to pest and disease intensity, erosion risk, and low utilization of organic inputs. The economic dimension was categorized as fairly sustainable (64.00), as farming activities still provided financial benefits despite high production costs and limited capital access. Meanwhile, the social dimension was also fairly sustainable (57.13), reflecting contributions to household welfare, although farmer institutional strength and land tenure certainty require improvement. Strengthening environmentally friendly practices, improving cost efficiency, and empowering farmer institutions are essential to support balanced and sustainable shallot agribusiness development