Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi pencegahan mumps (gondongan) pada anak usia sekolah Nourmayansa Vidya Anggraini; Diah Tika Anggraeni; Mareta Dea Rosaline; Vionita Apriliana; Nita Junita
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 9, No 2 (2025): March
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v9i2.29097

Abstract

Abstrak Masalah-masalah kesehatan yang sering terjadi pada anak usia sekolah antara lain penyakit yang berhubungan dengan kebersihan diri anak dan lingkungan seperti mumps (gondongan). Gejala umum saat seseorang mengalami gondongan adalah pembengkakan pada pipi dan rahang. Kegiatan pengadian kepada masyarakat dilakukan kepada anak usia sekolah. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan pada kelompok anak usia sekolah mengenai gondongan. Metode pengabdian masyarakat dengan penyuluhan. Pada hasil setelah dilakukan penyuluhan kesehatan kepada 20 anak terkait pencegahan gondongan terjadi peningkatan pengetahuan pada anak usia sekolah. Pengetahuan naik dari 20% baik sebelum penyuluhan menjadi 75% baik setelah penyuluhan. Setelah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa edukasi kesehatan tentang mumps (gondongan) pada masyarakat mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, juga mendemonstrasikan ulang tindakan-tindakan pencegahan gondongan untuk meningkatkan derajat kesehatan, khususnya pada kalangan anak usia sekolah. Kata kunci: anak usia sekolah; edukasi; gondongan Abstract Health problems that often occur in school-aged children include diseases related to children's personal hygiene and the environment, such as mumps. A common symptom when someone experiences mumps is swelling of the cheeks and jaw. Community service activities are carried out for school-aged children. The aim of this activity is to increase knowledge, attitudes and skills in groups of school-age children regarding mumps. Community service method with counseling. In the results after health education was carried out to 20 children regarding mumps prevention, there was an increase in knowledge in school-aged children. Knowledge increased from 20% good before counseling to 75% good after counseling. After carrying out community service activities in the form of health education about mumps, the community was able to implement clean and healthy living behavior, as well as demonstrating measures to prevent mumps to improve health status, especially among school-age children. Keywords: school-age children; education; mumps
Edukasi Kesehatan Toxic Lifestyle Pada Murid SMK Kesehatan Pelita Ilmu Diah Tika Anggraeni; Rycco Darmareja; Saidah Alawiyah; Anida Safitri; Devina Dwi Aprillia Sari; Efan Kaesar; Vania Putri Felisia; Chintia Febriyanti; Lusiana Sandriani Dhua; Nur Dewi Ros Septianingsih; Siti Aisyah Azzahra
Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025): Bijaksana: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/bijaksana.v3i2.11441

Abstract

Pergeseran drastis pola hidup masyarakat yang tidak sehat atau toxic lifestyle di era modern, khususnya pada remaja, berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian penyakit Gastroesophageal Reflux Disease (GERD). Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman remaja mengenai gejala serta perilaku berisiko yang berkaitan dengan toxic lifestyle dan penyakit GERD. Kegiatan dilakukan melalui edukasi kesehatan kepada siswa dan siswi Sekolah Menengah Kejuruan Kesehatan Pelita Ilmu kelas X hingga XII dengan jumlah peserta 59 orang. Metode dari kegiatan ini kami menggunakan metode ceramah berupa pemaparan materi melalui PPT yang telah disiapkan sebelumnya lalu untuk mengetahui pemahaman para siswa dan siswi sebelum dan sesudah materi diberikan, evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner yang diberikan pada kegiatan. Pelaksanaan edukasi pada tanggal 29 April 2025 berlangsung tertib dan lancar. Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu mendeskripsikan hubungan antara gaya hidup dan gejala penyakit GERD serta memahami dampak toxic lifestyle terhadap kesehatan. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan dari 74,58% menjadi 95,25% setelah edukasi diberikan. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa edukasi kesehatan berbasis pengalaman efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran remaja sehingga mereka tidak hanya dapat menjaga kesehatan diri sendiri, tetapi juga berpotensi menjadi agen perubahan di masyarakat.