Muhammad Ramli
Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pembentukan Karakter Anak melalui Sosialisasi Penggunaan Gadget dan Pergaulan yang Baik Alfi Khaira Afdhali; Muhammad Hafiz; Paradila Husna; Putri N. S. Nindita Arifah; Rahmawati Rahmawati; Ratna Safitriani; Winda Pebriani; Muhammad Ramli
Jalujur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2023): Juni
Publisher : UIN Antasari Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/jalujur.v2i1.10969

Abstract

Pembentukan karakter anak dalam istilah bahwa pembentukan itu sebuah proses atau usaha dan kegiatan yang dilakukan secara berdaya guna untuk memperoleh kehidupan yang baik,menyempurnakan diri atau mendidik anak kearah yang lebih baik. Tidak membuat anak menjadi nakal maka dalam hal ini bahwa diketahui peran orang tua paling utama yang sangat diperlukan dalam mendidik anak menjadi berkarakter baik, sopan santun, dan tidak melanggar batasan dari pergaulan bersama teman seumuran. Semakin majunya zaman maka bisa merusak pola pikir anak. karena bisa dikatakan bahwa gadget atau handphone genggam bisa merusak mental anak. Sebagai contoh, menonton tontonan yang tidak boleh ditonton untuk anak dibawah umur dapat membuat psikis anak terganggu. Anak bisa saja menirukan apa yang ada dilihat anak tersebut entah hal itu baik ataupun buruk. Maka penting bagi orang tua dalam mengawasi anak dalam pemakaian handphone/gadget yang baik bagi anak.
EVALUASI PEMBELAJARAN DALAM PANDANGAN ISLAM DAN PSIKOLOGI Haris Fakhriza; Muhammad Ramli
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Pendidikan dan Kearifan Lokal (JIPKL)
Publisher : CV. ADIBA ASIHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Learning evaluation is an important component in the education process. This study aims to integrate Islamic and psychological perspectives on learning evaluation. By analysing evaluation principles from both perspectives, this research proposes a holistic evaluation framework. Through file research method or library research with qualitative research type, the study comes from various literatures such as books, papers, articles or scientific journals, through searching through websites and internet sites. This research identifies similarities and differences between the two perspectives, and examines the implications of their practical application in the educational context. The results show that the integration of the two perspectives can result in a more comprehensive, relevant and meaningful evaluation for learners.
Pandangan Orang Tua Terhadap Pendidikan Madrasah: Analisis Ranah Kognitif, Afektif, Psikomotorik di Kecamatan Bati-Bati Jamilah Jamilah; M.Nur Effendy; Muhammad Ramli
Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam Vol 9, No 1 (2026): Al-Fikri: Jurnal Studi dan Penelitian Pendidikan Islam
Publisher : Universitas Islam Sultan Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jspi.9.1.111-124

Abstract

Penelitian ini menganalisis pandangan orang tua tehadap pendidikan pada madrasah di Kecamatan Bati-Bati ditinjau dari ranah kognitif, afektif, dan psikomotorik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta penyebaran angket sebagai data pndukung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada ranah kognitif, madrasah dinilai mampu memberikan pemahaman keagamaan yang baik meskipun sebagian kecil madrasah terdapat kendala dalam konsistensi pembelajaran. Sementara di ranah afektif, madrasah dinilai berhasil membentuk karakter religius, disiplin, dan tanggung jawab peserta didik, walaupun demikian sebagian kecil orang tua merasa madrasah belum maksimal mmberikan nilai-nilai kedisiplinan. Adapun di ranah psikomotorik, peserta didik menunjukkan keterampilan praktik-praktik cukup baik termasuk praktik keagamaan di kegiatan sehari-hari. Dengan madrasah yang tersistem dan terorganisir cukup baik, tidak dapat dipungkiri berdasarkan realita yang ada berbagai sudut pandang dari orang tua terhadap madrasah sebagai bentuk perhatian dan kepedulian akan pendidikan di Kecamatan Bati-Bati. Penelitian ini menegaskan pentingnya sinergi antara madrasah dan orang tua dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
How Do Value Conflicts In Islamic Religious Education Arise Among Muhammadiyah School Students From Nahdatul Ulama Families? Muhammad Ramli; Hilmi Mizani; Aida Ida
Tarbiyah : Jurnal Ilmiah Kependidikan Vol. 14 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin, South Kalimantan, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18592/tarbiyah.v14i1.16108

Abstract

The phenomenon of many Nahdlatul Ulama (NU) parents who send their children to Muhammadiyah high schools and vocational high schools raises the potential for religious value conflicts. This study aims to reveal the dynamics of the value conflict in Islamic Religious Education among students. The method employed is a mixed-methods approach with concurrent triangulation, where qualitative and quantitative data are collected simultaneously through questionnaires, interviews, and documentation from students, principals, Islamic Education and Cultivation teachers, and Al-Islam and Muhammadiyah teachers. This research was conducted in six Muhammadiyah schools in Banjarmasin. The results showed that most students experienced conflict between the religious teachings at school and their family traditions, so they tended to be ambivalent about following Muhammadiyah worship practices at school and reverting to NU practices when at home. A small number of students chose to consistently follow Muhammadiyah's teachings even though it caused tension with their parents. The conclusion of this study reveals that the value of Islamic Religious Education in Muhammadiyah schools influences the religious identity of students from NU backgrounds. The implications of this research include input and suggestions related to the concept of inter-religious harmony.