Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Nilai-Nilai Pendidikan Akhlak dalam Film Animasi Nussa dan Rara Serta Relevansinya terhadap Pendidikan Anak Sari, Diana Eka Widya; Darraz, Muhammad Abdullah
Journal of Education Research Vol. 5 No. 1 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i1.860

Abstract

Salah satu problematika dalam dunia pendidikan kita adalah, munculnya film-film yang tidak mengedukasi bagi anak-anak, hal itu merupakan konsekuensi dari perkembangan teknologi di masa sekarang ini. Tujuan dari Penelitian ini adalah, untuk menganalisis nilai-nilai pendidikan akhlak yang terdapat dalam film animasi Nussa dan Rara serta relevansinya terhadap nilai-nilai pendidikan anak. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan melakukan analisis is dan studi kepustakaan. Penelitian ini fokus pada Channel Youtube Little Giantz film Animasi Nussa dan Rara dari season dua dan tiga. Pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat nilai-nilai pendidikan Akhlak dalam film animasi Nussa dan Rara dan memiliki relevansi dengan nilai-nilai Pendidikan Anak. Nilai akhlak religius tersebut mengajarkan sikap jujur, toleransi, dan peduli sosial relevan dengan nilai-nilai ajaran islam. Sehingga dalam film animasi Nussa dan Rara menjadikan tontonan yang beredukatif khususnya untuk kalangan anak-anak
Teachers' Efforts to Increase Student Learning Motivation in PAI Learning An'nisa Raudhatul Jannah; Muhammad Abdullah Darraz; Ai Fatimah Nur Fuad
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7608

Abstract

Motivation is an important factor in determining student learning success. The aim of this research is to analyze and determine teachers' efforts to increase students' motivation to learn Islamic Religious Education. Research setting took place at Dharma Karya Vocational School, specifically for class XI students. The focus of this research, apart from discussing teachers' efforts to increase students' learning motivation, is also aimed at analyzing various obstacles or barriers experienced by students while participating in the Islamic Religious Education Learning process. The type of research used in this research is field research using a qualitative approach with descriptive study methods. The primary data source for this research is the PAI Teacher at Dharma Karya Vocational School. The secondary data source in this research is Dharma Karya Vocational School students, which includes class XI students. Research data collection instruments use interview, observation and documentation techniques. Then the data was analyzed through data reduction techniques, data presentation and data verification. The results of this research conclude that the efforts of Islamic religious education teachers in increasing students' learning motivation in class Then, give assignments to individual students, give praise (appreciation) to students who answer questions correctly, and give marks to each Islamic religious education learning exercise.
Kosmologi Ikhwan al-Shafa’ Muhammad Abdullah Darraz
Afkaruna: Indonesian Interdisciplinary Journal of Islamic Studies Vol. 10 No. 1: June 2014
Publisher : Fakultas Studi Islam dan Peradaban, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18196/aiijis.2014.0032.68-95

Abstract

This article is an attempt to examine and restructurize Ikhwan al-Shafa’s cosmological views. People’s perception of nature developing in the 10th century was that the nature was viewed in a more holistic approach. Nature is perceived as spiritualmetaphysic and material entity. This kind of approach is relevant to the current context after for centuries modern science, especially modern cosmological concept, has neglected spiritual-metaphysical dimension of the nature, and has only recognized the physical-material dimension of the nature. Therefore, over centuries teh meaning of nature has been reduced and this has led to inappropriate treatment toward nature. The author argues that the current perception of nature which neglects spiritual dimension has led to global environment crisis. Therefore, the holistic Ikhwan al-Shafa’s cosmological perspective is worth and relevant to current needs of humankind. Kata Kunci: Ikhwan al-Shafa’, cosmology, spiritual structure, material structure, universal active intellect.
TINJAUAN SOSIOLOGIS TENTANG TUJUAN PENDIDIKAN ISLAM Muhammad Husni Azmi; Nada Millatina Dahlan; Muhammad Abdullah Darraz
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11769

Abstract

Tujuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan Islam dari perspektif sosiologis guna memahami perannya dalam pembentukan individu dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, pembentukan karakter, serta integrasi sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang bertanggung jawab secara pribadi maupun sosial di tengah dinamika masyarakat. Tujuan pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk individu yang beriman, berakhlak mulia, dan mampu berkontribusi dalam kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tujuan pendidikan Islam dari perspektif sosiologis guna memahami perannya dalam pembentukan individu dan masyarakat. Metode yang digunakan adalah studi pustaka (library research) dengan menganalisis berbagai literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pengembangan aspek spiritual dan intelektual, tetapi juga berfungsi sebagai sarana pewarisan nilai, pembentukan karakter, serta integrasi sosial. Dengan demikian, pendidikan Islam memiliki peran strategis dalam membentuk manusia yang bertanggung jawab secara pribadi maupun sosial di tengah dinamika masyarakat.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM BERBASIS MULTIKULTURAL UNTUK MENANGGULANGI RADIKALISME DAN KONFLIK SOSIAL Afiyah Zahroh Nugeroho; Khajah Indri Saputri; Muhammad Abdullah Darraz
Sasangga: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Vol 4 No 1 (2026): January-June
Publisher : Titik Fokus Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70345/sasangga.v4i1.56

Abstract

Islamic Religious Education (PAI) has an important role in shaping the character, morals, and social attitudes of students in the midst of diverse community life. However, the development of intolerance, radicalism, and social conflict is a challenge in the world of education. Therefore, the implementation of multicultural-based PAI is one of the relevant approaches to instill the values of tolerance, religious moderation, and mutual respect in community life. This article discusses the definition of multicultural education, multicultural-based PAI values, factors that cause radicalism and social conflict, the role of PAI teachers, multicultural learning strategies, implementation in schools, implementation challenges, and their impact on students. Through a multicultural approach, students are expected to be able to understand diversity as part of social life and have an open, tolerant, and able to coexist peacefully. Thus, multicultural-based PAI can be one of the strategic efforts in preventing the development of radical ideas and minimizing social conflicts in the educational environment and society
REORIENTASI PERAN DAN FUNGSI GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENDIDIKAN ISLAM Irfan Awalludin; Nur Hikmatusuriah; Muhammad Abdullah Darraz
IMTIYAZ: Jurnal Ilmu Keislaman Vol. 10 No. 2 (2026): Juni
Publisher : LPPM STAI Muhammadiyah Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/mqtyff04

Abstract

Rapid social change, advancements in digital technology, and shifting educational policies compel Islamic Religious Education (PAI) teachers to redefine their roles and functions. PAI teachers are no longer merely instructors delivering subject matter; they also support and inspire students, act as agents of positive social change, and serve as role models in shaping student attitudes and character. This study aims to analyze the evolving roles and functions of PAI teachers from the perspective of the sociology of Islamic education and to examine the impact of these changes on contemporary educational processes. A library research method was employed, involving the review of relevant literature. The findings indicate that changes in PAI teaching methods have positively influenced the quality of learning and teacher professionalism, while also strengthening student character, promoting religious moderation, fostering a religiously grounded school culture, enhancing digital literacy, and improving the ability of both teachers and students to adapt to 21st-century social changes. Consequently, redefining the role of PAI teachers is essential to creating an Islamic education system that is responsive to needs and circumstances while remaining capable of continuous evolution.
DINAMIKA SOSIOLOGIS PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL: TRANSFORMASI KULTURAL, AKSEBILITAS, DAN TANTANGAN TEKNOLOGI DI MADRASAH Ahmad Adi Saputra; Hasbi Fajar Achsan; Muhammad Abdullah Darraz; Muhammad Elvandriyani Yusup
Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran Vol. 9 No. 3 (2026): Inpress Vol. 9 No. 3 Tahun 2026
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jrpp.v9i3.62651

Abstract

Era digital telah membawa perubahan fundamental dalam sistem pendidikan Islam, khususnya pada madrasah sebagai lembaga pendidikan. Penelitian ini menganalisis tiga dimensi sosiologis utama dalam dinamika pendidikan Islam di era digital: transformasi kultural, aksesibilitas, dan tantangan teknologi. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif analitik dengan teknik kajian literatur (library research), penelitian ini menemukan bahwa transformasi digital telah menggeser otoritas guru dari sentralisme pengetahuan menuju peran dialogis-fasilitatif, namun berisiko menimbulkan kedangkalan pemahaman agama akibat melemahnya proses talaqqi. Kesenjangan digital menjadi fakta sosial baru di madrasah, tercermin dari ketimpangan anggaran yang mencolok antara sekolah umum (Rp10 triliun) dan madrasah (Rp81 miliar), serta disparitas kesejahteraan guru yang memprihatinkan. Hambatan integrasi teknologi meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital pendidik, dan resistensi kultural. Penelitian ini merekomendasikan strategi integrasi AI secara selektif dengan kerangka etik TAQIT (Tabayyun, Akhlāq, 'Aql, Amanah, Taqwā) dan Maqāṣid al-Sharī'ah, serta pendekatan holistik yang menggabungkan pengembangan infrastruktur, pelatihan guru berkelanjutan, dan desain kurikulum digital adaptif tanpa kehilangan identitas Islami.