Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search
Journal : Proceedings Series on Physical

Tingkat Kewirausahaan Pengrajin Gula Serbuk Organik di Desa Bumisari Kabupaten Purbalingga Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin; Tri Septin Muji Rahayu
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.501

Abstract

Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi tingkat kewirausahaan pengrajin gula sebuk organik di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Metode penelitian yang digunakan pada tahap pertama berupa survey (Participation Action Research) dan FGD (Focus Group Discussion). Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga. Penetapan responden secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 30 pengrajin gula serbuk organik. Teknik pengolahan data penelitian dengan pendekatan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kewirausahaan pengrajin gula serbuk organik di Desa Bumisari Kecamatan Bojongsari Kabupaten Purbalingga termasuk kategori tinggi dengan skor total > 56,0 – 72,0 pada 22 responden pengrajin (73,33%), yang artinya secara keseluruhan memenuhi 8 indikator tingkat kewirausahaan mencakup tujuan berprestasi, independensi (independence), penerimaan terhadap resiko (risk taking), kreativitas, pengetahuan usaha, ketrampilan usaha, kepercayaan diri (self confident), dan orientasi pasar. Sementara itu terdapat 8 responden (26,67%) pengrajin gula serbuk organik tergolong kategori sedang dengan skor total > 40,0 – 56,0.
Keragaman Sistem Agribisnis Tanaman Hias pada Kawasan Wisata Baturraden Kabupaten Banyumas Pujiati Utami; Watemin Watemin; Gesit Qoriah Tri Aprilia; Aisya Ayu Prawitasari; Sanggita Excelint Rahma; Aolia Nur Vaicha
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.521

Abstract

Kabupaten Banyumas menjadi salah satu daerah yang memiliki potensi dalam mengembangkan usaha tani tanaman hias. Prospek pasar tanaman hias semakin cerah seiring dengan pesatnya perkembangan industri pariwisata di berbagai wilayah di Indonesia serta tempat-tempat lain di luar negeri. Hal ini tentu akan menunjang peningkatan permintaan akan produk tanaman hias, baik sebagai hiasan untuk mempercantik lingkungan atau sebagai kebutuhan sehari-hari sebagai bagian dari gaya hidup masyarakat. Sistem agribisnis tanaman hias pada kawasan wisata Baturraden terdiri dari subsistem agribisnis hulu yaitu pengadaan sarana produksi untuk budidaya tanaman hias (bibit, pupuk, pestisida dan peralatan usaha tanaman hias), subsistem usahatani atau budidaya tanaman hias, subsistem pengolahan hasil terkait pengemasan tanaman hias yang dipasarkan, subsistem pemasaran dari pelaku usaha tanaman hias ke konsumen, dan subsistem penunjang khususnya terkait dengan kebijakan pemerintah.
Efektivitas Pola Komunikasi Penyuluhan Pertanian untuk Usaha Tani Padi Sawah dengan Teknologi Jajar Legowo Pada Kelompok Tani Sri Ganggong di Desa Jatianom Kecamatan Susukan Kabupaten Cirebon Putri Adisya Halimatussa’diah; Dumasari Dumasari; Watemin Watemin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.522

Abstract

Komunikasi merupakan salah satu hal yang harus diperhatikan oleh penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya dan harus memiliki sifat efektif untuk membantu meminimalisir kesalahpahaman. Efektivitas komunikasi adalah suatu efek atau pengaruh dari komunikasi yang terjadi dan sebagai indikator keberhasilan komunikasi. Tujuan penelitian adalah mengetahui pola komunikasi yang terjadi pada penyuluhan pertanian, faktor penghambat dan pendukung, serta efektivitas dari pola komunikasi yang terjadi pada penyuluhan pertanian pada kelompok tani Sri Ganggong di Desa Jatianom. Metode yang dilakukan adalah purposive sampling dengan kriteria tertentu. Pola komunikasi yang terjadi adalah pola komunikasi satu arah, dua arah, dan multi arah. Hambatan yang terjadi adalah umur dan waktu, sedangkan faktor pendukung adalah pengalaman penyuluh, pengalaman petani, media, dan instansi pemerintah. Pola komunikasi yang terjadi berjalan dengan efektif ditandai oleh perubahan sikap mental, pengetahuan dan keterampilan petani dari kelompok tani Sri Ganggong.
Peran Penyuluh Pertanian Swadaya Pada P4S Artha Tani Terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Meilasari Wijayanti; Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 4 (2022): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v4i.544

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara Jawa Tengah dari bulan April sampai Mei 2022. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui Profil Petani Padi Binaan P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 2) Mengetahui Profil Penyuluh Pertanian Swadaya di P4S Artha Tani Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 3) Mengetahui Pengaruh Intensifikasi dan Diversifikasi Terhadap Produksi Padi Petani Binaan P4S Artha Tani di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. 4) Mengetahui Peran Penyuluh Pertanian Swadaya Pada P4S Artha Tani Terhadap Produksi Padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara. Metode yang digunakan adalah field research. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling dan sensus. Jumlah responden yang diambil sebagai sampel sebanyak 45 petani padi dan 4 penyuluh pertanian. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa profil petani padi binaan P4S Artha Tani berjenis kelamin laki-laki, berusia lebih dari 35 tahun, pendidikan terakhir SD, pengalaman bertani 11-20 tahun, jumlah tanggungan keluarga 2-4 orang, luas lahan lebih dari 1 ha, dan produksi padi 1.000-5.000 kg. Profil penyuluh pertanian swadaya di P4S Artha Tani berjenis kelamin laki-laki, berusia 45-67 tahun, pendidikan terakhir SMP-Perguruan Tinggi, pengalaman menjadi penyuluh pertanian selama 7 tahun, dan jumlah tanggungan keluarga 3-5 orang. Hasil analisis menunjukkan bahwa intensifikasi memberikan pengaruh tinggi dan diversifikasi memberikan pengaruh sedang terhadap produksi padi petani binaan P4S Artha Tani. Peran penyuluh pertanian swadaya pada P4S Artha Tani dalam kategori baik terhadap produksi padi (Oryza sativa L.) di Kecamatan Susukan Kabupaten Banjarnegara.
Analisis Keragaan dan Profitabilitas Usaha Pengrajin Gula Kelapa Cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin; Teguh Marhendi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.701

Abstract

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan penelitian fundamental II ini adalah 1). Mengkaji keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. 2) Mengetahui faktor pendorong dan penghambat pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. Metode penelitian yang digunakan pada berupa survey dengan pendekatan FGD. Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Area Sampling) di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan di lokasi penelitian terdapat pengrajin gula kelapa sebagai pola nafkah utama. Jenis data yang digunakan pada penelitian berupa data primer dan data sekunder. Teknik penetapan responden dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 20 pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak, dengan 5 pedagang pengepul/tengkulak.Teknik pengolahan data penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan Interactive Model of Analysis dan kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok mencakup status kepemilikan pohon kelapa, sumber tenaga kerja, orientasi usaha, orientasi bekerjasama, orientasi berprestasi, proses perkembangan usaha gula kelapa cetak, produksi gula kelapa cetak, penggunaan teknologi bersifat konvensional/tradisional dan kemitraan dengan kelembagaan pemasaran. Nilai profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak menunjukkan hasil 64,20 persen, artinya setiap pemakaian input produksi sebesar Rp 1,00 maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 64,20. Dengan demikian pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas masuk kategori menguntungkan karena memiliki nilai profitabilitas > 0.
Identifikasi Penggunaan Faktor Produksi pada Usahatani Sayuran Pola Tumpangsari di Kelompoktani Ganda Arum I Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas Pujiati Utami; Susi Wardhani; Watemin Watemin; Wida Purwidianti
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.706

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kelompoktani Ganda Arum I Desa Gandatapa Kecamatan Sumbang Kabupaten Banyumas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor produksi yang digunakan pada usahatani sayuran dengan pola tumpangsari. Kelompoktani Ganda Arum I merupakan salah satu kelompoktani yang ada di Desa Gandatapa dengan jumlah anggota aktif berjumlah 26 orang petani sayuran. Dari 26 orang petani tersebut, 8 orang petani melakukan kegiatan usahatani sayuran dengan pola tumpangsari. Kombinasi sayuran yang dibudidayakan dengan pola tumpangsari yaitu pakcoy-cabai besar dan pakcoy-cabai rawit. Faktor produksi yang digunakan pada usahatani tersebut yaitu penggunaan lahan pertanian milik petani dan sewa, penggunaan benih (pakcoy, cabai besar, cabai rawit), penggunaan pupuk (pupuk kandang, NPK, Phonska, Urea, KCL), penggunaan pestisida (Topdor, Sagribit, Demolis, Bercak Daun, Saporo, Emazo, Topsaid, dan lain-lain), penggunaan tenaga kerja (untuk pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemupukan, pengendalian hama-penyakit, panen) dan penggunaan teknologi atau alat-alat pertanian (cangkul, arit, ember, tangki semprot, mulsa, gembor).
Peran Penyuluh Pertanian Lapangan dalam Pengembangan Kelompok Tani di Kelurahan Depokharjo Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung Khikmatun Mutmainah; Yusuf Enril Fathurrohman; Watemin Watemin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.720

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung. Metode yang digunakan dalam dalam penelitian ini adalah studi lapang dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Metode analisis yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif serta deskriptif kuantitatif dengan menggunakan skala likert dan skor interval. Hasil penelitian ini bahwa Peran penyuluh pertanian dalam menjalankan tugasnya sebagai komunikator sangat berperan dengan nilai 321, sebagai fasilitator berperan dengan nilai 283, sebagai edukator sangat berperan dengan nilai 328, sebagai motivator sangat berperan dengan nilai 313, sebagai konsultan berperan dengan nilai 281, sebagai organisator sangat berperan dengan nilai 297, dan sebagai evaluator sangat berperan dengan nili 299. Sehingga ditemukan rata-rata peran penyuluh pertanian dalam pengembangan kelompok tani di Kelurahan Depokharjo Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung sangat berperan dalam menjalankan tugasnya sebagai komunikator, fasilitator, edukator, motivator, konsultan, organisator, dan evaluator sangat berperan dengan nilai rata-rata 303,14.
Analisis Keragaan dan Profitabilitas Usaha Pengrajin Gula Kelapa Cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Sulistyani Budiningsih; Watemin Watemin; Teguh Marhendi
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 5 (2023): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v5i.725

Abstract

Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan penelitian fundamental II ini adalah 1). Mengkaji keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. 2) Mengetahui faktor pendorong dan penghambat pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok. Metode penelitian yang digunakan pada berupa survey dengan pendekatan FGD. Penetapan lokasi penelitian dilakukan secara sengaja (Purposive Area Sampling) di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas dengan pertimbangan di lokasi penelitian terdapat pengrajin gula kelapa sebagai pola nafkah utama. Jenis data yang digunakan pada penelitian berupa data primer dan data sekunder. Teknik penetapan responden dilakukan secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 20 pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak, dengan 5 pedagang pengepul/tengkulak.Teknik pengolahan data penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif menggunakan Interactive Model of Analysis dan kuantitatif dengan teknik statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan keragaan pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok mencakup status kepemilikan pohon kelapa, sumber tenaga kerja, orientasi usaha, orientasi bekerjasama, orientasi berprestasi, proses perkembangan usaha gula kelapa cetak, produksi gula kelapa cetak, penggunaan teknologi bersifat konvensional/tradisional dan kemitraan dengan kelembagaan pemasaran. Nilai profitabilitas pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak menunjukkan hasil 64,20 persen, artinya setiap pemakaian input produksi sebesar Rp 1,00 maka akan menghasilkan keuntungan sebesar Rp 64,20. Dengan demikian pelaku usaha pengrajin gula kelapa cetak di Desa Sudimara Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas masuk kategori menguntungkan karena memiliki nilai profitabilitas > 0.
Kelayakan Usahatani Cabai Rawit pada Kelompok Tani Karya Muda di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap Sari, Devi Juvita; Utami, Pujiati; Watemin, Watemin
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1200

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui rata-rata biaya, rata-rata pendapatan dan kelayakan usahatani yang diperoleh petani cabai rawit anggota Kelompok Tani Karya Muda Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Lokasi penelitian ditentukan dengan pertimbangan bahwa Kelompok Tani Karya Muda merupakan kelompok tani yang paling aktif di Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap. Penentuan sampel dilakukan dengan metode sensus, berjumlah 20 petani anggota anggota Kelompok Tani Karya Muda Desa Tambaksari Kecamatan Wanareja Kabupaten Cilacap yang melakukan usahatani cabai rawit pada musim tanam bulan Juli 2023 - Januari 2024. Hasil penelitian menyebutkan bahwa rata-rata biaya usahatani cabai rawit sebesar Rp. 12.468.402/musim tanam, rata-rata pendapatan yang diperoleh sebesar Rp. 38.227.048/musim tanam, kelayakan usahatani R/C Rasio sebesar 4,06.
Analisis Profitabilitas Pelaku Usaha Gula Semut di Desa Serayu Larangan Budiningsih, Sulistyani; Watemin, Watemin; Rahayu, Tri Septin Muji; Biky, Muh Amir
Proceedings Series on Physical & Formal Sciences Vol. 7 (2024): Prosiding Seminar Nasional Fakultas Pertanian dan Perikanan
Publisher : UM Purwokerto Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/pspfs.v7i.1291

Abstract

Research objectives a) Identify the internal and external factors of ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District, b) Find out the level of production, production costs, profits and profitability of ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District. The research method used was a survey with location determination carried out purposively in Serayu Larangan Village, Mrebet District with a total of 3,831 productive coconut trees managed by 169 craftsmen with an average production reaching 115,050 kg. The sample was determined purposively as many as 20 ant sugar business actors who were considered to represent those who had been working in this profession for more than 3 years and also as their main livelihood. The type of data collected is primary and secondary data through interview, observation and documentation techniques. Qualitative and quantitative data processing techniques. Profitability is the ratio between profit/profit from sales of ant sugar. The results of the research show the identification of internal and external factors in the ant sugar business, including availability of land, availability of raw materials, skills of the perpetrator, availability of labor in the family and sources of capital, market demand, prices of ant sugar products tend to be high, technological developments, and the presence of competitors. from outside villages, and collaboration with outside. Ant sugar business actors in Serayu Larangan Village, Mrebet District have an average total cost structure of IDR 94,952.37,- with an average of IDR 159,732.50,-. The gain or profit was IDR 64,780.13, - with a profitability value of the ant sugar business actor of 68.22%, meaning that every time IDR 1.00 of production input is used, it will produce a profit of IDR 68.22.