Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pengaruh Permainan Bowling Terhadap Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Peserta Didik Kelas IV SDN Karangrejo 2 Jember Ristie Puri Rahayu; Suhartiningsih Suhartiningsih; Nindya Nurdianasari; Prasetyo Adi Nugroho; Muhammad Lutfi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jipsd.v11i2.48779

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SDN Karangrejo 2 Jember dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan bowling terhadap keterampilan menulis teks deskriptif siswa kelas IV SDN Karangrejo 2 Jember. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain posttest only control group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah thitung > ttabel (7,469 > 2,008), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan bowling berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis teks deskriptif siswa kelas IV SDN Karangrejo 2 Jember
The Influence of the ICT- Based Inquiry Based Learning Model on Students' Critical Thinking Skills: Meta-analysis Asrul Sani; Miftachul Amri; Yosep Heristyo Endro Buruno; Venty Sopacua; Muhammad Lutfi; Tomi a Santosa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7785

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of ICT-based inquiry-based learning model on students' critical thinking skills. This research is a type of quantitative research with a meta-analysis approach. The data in this study came from the analysis of 16 national journals published in 2020-2024. The inclusion criteria in this meta-analysis consisted of experimental or quasi-experimental method research, data derived from SINTA and Scopus indexed journals or proceedings, research related to ICT-based inquiry-based learning models on students' critical thinking skills, sample size> 25 students; Data obtained from trusted databases, namely sciencedirect, ERIC, Wiley and Taylor of Francis and research describing complete data to calculate the effect size (ES) value. Data analysis in this study is quantitative analysis by calculating the effect size value of each study with the help of OpenMEE software. The results concluded that the ICT-based inquiry-based learning model had a positive effect on students' critical thinking skills with an ES value = 0.839; z= 6.024; < 0.001 This finding provides important information for educators in implementing ICT-based inquiry-based learning model in learning.
Character and Life Skill Based Management of Pesantren Education in Shaping the Quality of Graduates Muhammad Lutfi; Nur Asnawi; Mulyono; Ilfan Tufail; Irwan Syah Erlangga
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes how pesantren nurture graduate quality through character-based and life skill-oriented management practices. The research addresses a key gap in previous studies, which have examined educational management, character education, and life skills separately, leaving a limited understanding of how these domains interact as an integrated system shaping graduate outcomes. Using a qualitative multisite design, data were collected from two large pesantren through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The data were analyzed using the Miles-Huberman interactive model to identify cross-site patterns. The findings show three major results. First, both pesantrens apply participatory planning that aligns spiritual values, character formation, and vocational learning, although with different managerial styles. Second, implementation integrates formal, nonformal, and informal education with experiential learning, enabling students to develop religious character, independence, and practical competencies. Third, supervision combines structural monitoring and moral guidance, ensuring consistent behavioral development and skill mastery. These findings contribute to an integrated Value Skill Synergy Framework that explains how management processes reinforce character and life skills as mutually supporting components of graduate quality. The study concludes that pesantren graduate excellence emerges from the coherent alignment of values, management functions, and daily educational practices. It recommends strengthening integrative planning, experiential learning, and documented supervision to enhance the sustainability and replicability of pesantren quality management. ABSTRAK  Penelitian ini menganalisis bagaimana pesantren membangun mutu lulusan melalui praktik manajemen berbasis karakter dan kecakapan hidup. Kajian ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang cenderung memisahkan manajemen pendidikan, pendidikan karakter dan kecakapan hidup, sehingga belum menjelaskan bagaimana ketiga domain tersebut bekerja sebagai satu sistem terpadu dalam membentuk mutu lulusan. Dengan menggunakan desain kualitatif multisitus, data dikumpulkan dari dua pesantren besar melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman untuk mengidentifikasi pola lintas situs. Temuan menunjukkan tiga hasil utama. Pertama, kedua pesantren menerapkan perencanaan partisipatif yang menyelaraskan nilai spiritual, pembentukan karakter, dan pembelajaran vokasional, meskipun dengan gaya manajerial yang berbeda. Kedua, implementasi pendidikan mengintegrasikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan pembelajaran berbasis pengalaman, sehingga santri mengembangkan karakter religius, kemandirian, dan kompetensi praktis. Ketiga, supervisi menggabungkan pemantauan struktural dan pembinaan moral untuk memastikan konsistensi perilaku dan penguasaan keterampilan. Temuan ini menghasilkan sebuah Value Skill Synergy Framework yang menjelaskan bagaimana proses manajemen memperkuat karakter dan kecakapan hidup sebagai komponen saling melengkapi dalam mutu lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan lulusan pesantren muncul dari keselarasan nilai, fungsi manajemen, dan praktik pendidikan sehari-hari. Studi ini merekomendasikan penguatan perencanaan integratif, pembelajaran berbasis pengalaman, dan supervisi terdokumentasi ༀ meningkatkan keberlanjutan dan replikabilitas manajemen mutu pesantren.  
Implementasi Manajemen Kelas Inklusi melalui Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar Muhammad Lutfi; Fathan Fihrisi; Putri Isra’tul Rizqiyah
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 2 (2026): April - Juni
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i2.494

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi manajemen kelas inklusi melalui diferensiasi pembelajaran di SD YIMA Islamic School. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif untuk memperoleh gambaran yang mendalam mengenai praktik pembelajaran inklusif di sekolah dasar. Subjek penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, dan guru pendamping khusus (GPK) yang terlibat langsung dalam pelaksanaan pembelajaran inklusi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung di kelas, serta dokumentasi perangkat pembelajaran. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan data melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi manajemen kelas inklusi dilaksanakan secara komprehensif melalui lima aspek utama, yaitu: (1) penerapan pembelajaran berdiferensiasi yang menyesuaikan konten, proses, dan penilaian; (2) perencanaan pembelajaran melalui Planning Matrix (PM) dan Program Pembelajaran Individual (PPI); (3) strategi adaptasi pembelajaran seperti omisi, substitusi, dan modifikasi; (4) peran guru sebagai fasilitator dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif; serta (5) dukungan guru pendamping khusus (GPK) dan kepala sekolah. Kelima aspek tersebut saling terintegrasi dalam menciptakan pembelajaran yang adaptif, fleksibel, dan berkeadilan, sehingga seluruh peserta didik dapat berpartisipasi secara optimal sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing. Abstract This study aims to describe the implementation of inclusive classroom management through differentiated instruction at SD YIMA Islamic School. A qualitative approach with a descriptive design was employed to obtain an in-depth understanding of inclusive teaching practices at the elementary school level. The research subjects consisted of the principal, classroom teachers, and special education support teachers (GPK) who are directly involved in the implementation of inclusive education. Data were collected through in-depth interviews, classroom observations, and documentation of instructional planning tools. Data analysis followed an interactive model, including data reduction, data display, and conclusion drawing, while data validity was ensured through source, technique, and time triangulation. The findings reveal that the implementation of inclusive classroom management is carried out comprehensively through five main aspects: (1) the application of differentiated instruction by adjusting content, process, and assessment; (2) instructional planning through the Planning Matrix (PM) and Individualized Education Program (IEP); (3) adaptive teaching strategies such as omission, substitution, and modification; (4) the role of teachers as facilitators in creating an inclusive learning environment; and (5) the support of special education teachers and the school principal. These five aspects are integratively implemented to create adaptive, flexible, and equitable learning, enabling all students to participate optimally according to their individual needs and abilities.
Pengaruh Aplikasi Pembelajaran Digital Duolingo terhadap Hasil Belajar Bahasa Inggris Siswa Sekolah Dasar Faikotus Silvi; Rahma Dwi Lestari; Visca Najwah Arini; Alya Dwi Nur Afifa; Risma Ayu Diya Fitaloka; Alzena Callista Dzahab; Muhammad Lutfi; Agung Nugroho Puspito
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i3.1889

Abstract

The main challenges in teaching English at the elementary school level are low motivation and a lack of interactive learning tools, particularly among students at Klabang Agung Elementary School. This study aims to introduce and investigate the use of the Duolingo digital learning app as a support tool in the English teaching process for elementary school students. A quantitative approach with a pretest-posttest design was applied, in which students took an initial test to assess their basic skills before using the app, followed by a final test after the learning period with Duolingo. The findings indicate a significant improvement in students’ average scores, rising from 51.2 on the pretest to 75.4 on the posttest, representing an increase of 49.6%. Additionally, gamification features, interactive exercises, and immediate feedback create an enjoyable learning experience tailored to students’ abilities. This study concludes that the Duolingo app as a digital learning tool is an innovative and effective alternative in supporting English language teaching in elementary schools, particularly in enhancing student motivation and learning outcomes in a sustainable manner.
Edukasi Pemilahan Sampah dan Pembuatan Tempat Sampah Kreatif di SDN Locare 1 Nida Salmah Shalihah; Salsa Dyah Pratiwi; Ahwalia Annajah; Nabila Indah Cahyani; Winda Octaviani Br Bangun; Amelia Ika Priyanti; Muhammad Lutfi; Agung Nugroho Puspito
Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): September
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jpni.v7i3.1891

Abstract

The lack of students’ awareness in maintaining environmental cleanliness and the suboptimal use of trash bins became problems at SDN Locare 1. This community service activity aimed to improve students’ knowledge and behavior in waste management through education and direct practice. The method used was mixed-methods consisting of planning, implementation, and evaluation stages. The activities included observation, interviews, interactive video-based learning, discussions, waste sorting practices, and making trash bins from used materials. Evaluation was conducted using pretests and posttests as well as observations of students’ behavior. The results showed an increase in students’ understanding, with the average pretest score improving from 52.86% to 76.67% in the posttest. In addition, students became more accustomed to disposing of waste according to its type and showed greater concern for school environmental cleanliness. This activity successfully improved environmental awareness and clean and healthy living behavior among elementary school students.