Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Permainan Bowling Terhadap Keterampilan Menulis Teks Deskripsi Peserta Didik Kelas IV SDN Karangrejo 2 Jember Ristie Puri Rahayu; Suhartiningsih Suhartiningsih; Nindya Nurdianasari; Prasetyo Adi Nugroho; Muhammad Lutfi
Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Department of Education Faculty of Teacher and Training Education University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/jipsd.v11i2.48779

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SDN Karangrejo 2 Jember dengan tujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh penggunaan bowling terhadap keterampilan menulis teks deskriptif siswa kelas IV SDN Karangrejo 2 Jember. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain posttest only control group design. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Teknik analisis data menggunakan uji Independent Sample T-test. Hasil penelitian yang telah dilakukan adalah thitung > ttabel (7,469 > 2,008), sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan bowling berpengaruh signifikan terhadap keterampilan menulis teks deskriptif siswa kelas IV SDN Karangrejo 2 Jember
Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar di MA Nahdlatul Ulama’: Putri Wulandari, Muhammad Lutfi* Putri Wulandari; Muhammad Lutfi
JPGENUS: Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Generasi Nusantara (JPGENUS), Edisi Januari-Juni 2024
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/1972fe66

Abstract

The purpose of this study is to investigate the implementation of the "Merdeka Belajar" (Freedom of Learning) curriculum at MA Nahdlatul Ulama and the challenges experienced. This research employs a qualitative descriptive method, where data is obtained through in-depth interviews and field observations. The findings of this study indicate that the implementation of the Merdeka Belajar curriculum at MA Nahdlatul Ulama begins with education and training. Subsequently, meetings are held and teams are formed for the development of the School Operational Curriculum (Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan or KOSP). Learning is carried out based on project-based teaching modules (both short-term and long-term projects), and instruction is tailored to the characteristics of the students. Curriculum evaluation is conducted through diagnostic, formative, and summative assessments, with learning outcomes reported through report cards. Challenges in the implementation of the Merdeka Belajar curriculum include not all teachers fully understanding the curriculum. Insufficient literacy, references, and understanding among teachers in utilizing technology also serve as hindering factors in the implementation of the Merdeka Belajar curriculum.
The Influence of the ICT- Based Inquiry Based Learning Model on Students' Critical Thinking Skills: Meta-analysis Asrul Sani; Miftachul Amri; Yosep Heristyo Endro Buruno; Venty Sopacua; Muhammad Lutfi; Tomi a Santosa
Edumaspul: Jurnal Pendidikan Vol 8 No 1 (2024): Edumaspul: Jurnal Pendidikan
Publisher : Universitas Muhammadiyah Enrekang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33487/edumaspul.v8i1.7785

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of ICT-based inquiry-based learning model on students' critical thinking skills. This research is a type of quantitative research with a meta-analysis approach. The data in this study came from the analysis of 16 national journals published in 2020-2024. The inclusion criteria in this meta-analysis consisted of experimental or quasi-experimental method research, data derived from SINTA and Scopus indexed journals or proceedings, research related to ICT-based inquiry-based learning models on students' critical thinking skills, sample size> 25 students; Data obtained from trusted databases, namely sciencedirect, ERIC, Wiley and Taylor of Francis and research describing complete data to calculate the effect size (ES) value. Data analysis in this study is quantitative analysis by calculating the effect size value of each study with the help of OpenMEE software. The results concluded that the ICT-based inquiry-based learning model had a positive effect on students' critical thinking skills with an ES value = 0.839; z= 6.024; < 0.001 This finding provides important information for educators in implementing ICT-based inquiry-based learning model in learning.
Character and Life Skill Based Management of Pesantren Education in Shaping the Quality of Graduates Muhammad Lutfi; Nur Asnawi; Mulyono; Ilfan Tufail; Irwan Syah Erlangga
EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan Vol. 23 No. 3 (2025): EDUKASI: Jurnal Penelitian Pendidikan Agama dan Keagamaan
Publisher : Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes how pesantren nurture graduate quality through character-based and life skill-oriented management practices. The research addresses a key gap in previous studies, which have examined educational management, character education, and life skills separately, leaving a limited understanding of how these domains interact as an integrated system shaping graduate outcomes. Using a qualitative multisite design, data were collected from two large pesantren through in-depth interviews, participant observation, and document analysis. The data were analyzed using the Miles-Huberman interactive model to identify cross-site patterns. The findings show three major results. First, both pesantrens apply participatory planning that aligns spiritual values, character formation, and vocational learning, although with different managerial styles. Second, implementation integrates formal, nonformal, and informal education with experiential learning, enabling students to develop religious character, independence, and practical competencies. Third, supervision combines structural monitoring and moral guidance, ensuring consistent behavioral development and skill mastery. These findings contribute to an integrated Value Skill Synergy Framework that explains how management processes reinforce character and life skills as mutually supporting components of graduate quality. The study concludes that pesantren graduate excellence emerges from the coherent alignment of values, management functions, and daily educational practices. It recommends strengthening integrative planning, experiential learning, and documented supervision to enhance the sustainability and replicability of pesantren quality management. ABSTRAK  Penelitian ini menganalisis bagaimana pesantren membangun mutu lulusan melalui praktik manajemen berbasis karakter dan kecakapan hidup. Kajian ini mengisi kesenjangan penelitian sebelumnya yang cenderung memisahkan manajemen pendidikan, pendidikan karakter dan kecakapan hidup, sehingga belum menjelaskan bagaimana ketiga domain tersebut bekerja sebagai satu sistem terpadu dalam membentuk mutu lulusan. Dengan menggunakan desain kualitatif multisitus, data dikumpulkan dari dua pesantren besar melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles Huberman untuk mengidentifikasi pola lintas situs. Temuan menunjukkan tiga hasil utama. Pertama, kedua pesantren menerapkan perencanaan partisipatif yang menyelaraskan nilai spiritual, pembentukan karakter, dan pembelajaran vokasional, meskipun dengan gaya manajerial yang berbeda. Kedua, implementasi pendidikan mengintegrasikan jalur formal, nonformal, dan informal dengan pembelajaran berbasis pengalaman, sehingga santri mengembangkan karakter religius, kemandirian, dan kompetensi praktis. Ketiga, supervisi menggabungkan pemantauan struktural dan pembinaan moral untuk memastikan konsistensi perilaku dan penguasaan keterampilan. Temuan ini menghasilkan sebuah Value Skill Synergy Framework yang menjelaskan bagaimana proses manajemen memperkuat karakter dan kecakapan hidup sebagai komponen saling melengkapi dalam mutu lulusan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keunggulan lulusan pesantren muncul dari keselarasan nilai, fungsi manajemen, dan praktik pendidikan sehari-hari. Studi ini merekomendasikan penguatan perencanaan integratif, pembelajaran berbasis pengalaman, dan supervisi terdokumentasi ༀ meningkatkan keberlanjutan dan replikabilitas manajemen mutu pesantren.