Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Melalui E-Branding Destination Berbasis Kearifan Lokal Dalam Revitalisasi Kawasan Wisata Putri Maron Annisa Purnadita; Amelia Reza Artanti; Antin Tri Wahyuni; Achmad Mufti Fauzi; Sri Untari
Journal of Law and Social Politics Vol. 1 No. 4 (2023): Journal of Law and Social Politics
Publisher : Politeknik Siber Cerdika Internasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/jlsp.v1i4.29

Abstract

Putri Maron tourism is very popular among mothers and teenagers in Trenggalek Regency. However, it has been inactive due to the Covid-19 pandemic. The Covid-19 pandemic has greatly impacted the lives of people around the tourist sites. So, now the condition of the Putri Maron tourist area has become unkempt. Through this, local residents really hope that tourism will return to its former life. The purpose of writing this article is as a form of concrete evidence of community service activities that have been carried out by one of the community service teams at the State University of Malang. In this study, one of the quantitative research methods, namely the survey method, was carried out. Based on the distribution of survey questionnaires that have been carried out, many of the residents agree to the e-branding of Putri Maron tourism destination. In addition, the results of service activities can be achieved through efforts: First, the socialization of Putri Maron tourism revitalization. Second, repairing facilities by working together with local residents. Third, the introduction of objects focused on three iconic places in Depok Village so as to produce an e- branding video product for Putri Maron tourism. This activity is expected to be able to empower and drive the community's economy, and this revitalization can be one of the ways to revive the role and function of an area so that it can develop even more.
Penguatan Kecerdasan Multikultural Sebagai Upaya Mengatasi Gegar Budaya pada Mahasiswa Luar Daerah dalam Komunitas IKAPEMA Kepulauan Riau-Malang Didik Sukriono; Rania Balqis Salsabilla; Meidi Saputra; Ayu Maulina Sari; Amelia Reza Artanti; Adinda Dwi Larasati; Surya Desismansyah Eka Putra
Abdimas Galuh Vol 8, No 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v8i1.21709

Abstract

Keberagaman budaya Indonesia menjadi potensi besar yang harus dikelola untuk membangun persatuan bangsa. Keberagaman ini seringkali dijumpai pada perguruan tinggi, tempat mahasiswa dengan latar belakang budaya berbeda berkumpul menuntut ilmu. Namun, bagi mahasiswa luar daerah, keberagaman budaya seringkali menjadi tantangan dalam beradaptasi dengan lingkungan. Proses adaptasi ini seringkali menimbulkan fenomena gegar budaya, yaitu perasaan terkejut, bingung, atau cemas ketika berada di lingkungan baru. Gegar budaya tidak hanya mempengaruhi perasaan emosional, tetapi juga dapat berdampak pada proses akademik dan sosial. Oleh karena itu, penting untuk memberikan perhatian khusus melalui kegiatan pengabdian kepada Masyarakat yang diberikan dalam bentuk sosialisasi dan pendampingan untuk mengatasi fenomena gegar budaya. Tujuan kegiatan ini dilakukan agar mahasiswa luar daerah dapat beradaptasi lebih baik, merasa diterima serta dihargai di lingkungan baru, serta dapat mengatasi gegar budaya. Peserta dalam kegiatan ini yaitu mahasiswa luar daerah yang tergabung dalam komunitas IKAPEMA Kepulauan Riau-Malang berjumlah 25 orang. Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini terdiri dari 1) Tahap Perencanaan, 2) Tahap Pelaksanaan, 3) Tahap Evaluasi. Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu peserta mendapat wawasan baru terkait kecerdasan multikultural, cara beradaptasi dengan lingkungan baru, upaya mengatasi gegar budaya, pendidikan kontrol diri, serta mengenal lebih jauh terkait budaya dan keragaman dari Kota Malang. Harapan dilakukan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan kecerdasan multikultural mahasiswa luar daerah, mengurangi dampak gegar budaya, menumbuhkan sikap toleransi dan empati, serta mendorong pengembangan diri dan kontribusi positif peserta dalam lingkungan kampus maupun masyarakat sekitar.