Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

IMPLEMENTASI SOKMURSA SEBAGAI UPAYA PROMOTIF DAN PREVENTIF KESEHATAN GIGI DAN MULUT PADA ANAK SEKOLAH DASAR: IMPLEMENTATION OF SOKMURSA AS A PROMOTIVE AND PREVENTIVE EFFORT FOR DENTAL AND ORAL HEALTH IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Sulistiani, Silvia; Ulliana, Ulliana; Nurwanti, Widi; Budiman, Waras; Purnama, Tedi
GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): GEMAKES: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Politeknik Kesehatan Kemenkes RI Jakarta I

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.495 KB) | DOI: 10.36082/gemakes.v3i1.1050

Abstract

Data Riskesdas 2018 menunjukan nilai rata-rata DMF-T diangka 4,5. Faktor perilaku sebagai penyumbang terjadinya masalah sebesar 25-30%. Upaya dalam mengatasi permasalahan tersebut peran terapis gigi dan mulut diperlukan kegiatan pemberdayaan masyarakat dengan pendekatan promotif dan preventif tentang pemahanan kesehatan gigi dan mulut. Keberhasilan program promotif dan preventif untuk mewujudkan derajat kesehatan yang optimal salah satunya dapat dilakukan dengan kegiatan implementasi sokmursa.  Tujuan kegiatan: menciptakan kemampuan pelihara diri di bidang kesehatan gigi dan mulut serta status kesehatan gigi dan mulut yang optimal. Metode pelaksanaan: kegiatan promotif berupa pelatihan kader (dokter gigi kecil) pada siswa secara edukatif dan kegiatan preventif berupa sikat gigi bersama pada siswa. Hasil kegiatan: menunjukan bahwa nilai rata-rata pengetahuan terjadi peningkatan dari 6,00 menjadi 8,40. Kesimpulan: edukasi tentang cara menggosok gigi yang benar dapat meningkatkan pengetahuan.
Pemeriksaan Asam Urat pada Komunitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Malaysia Samsudin, Rinza Rahmawati; Mardiyah, Siti; Kartikorini, Nastiti; Ariana, Diah; Budiman, Waras; Ali, Noor Azeera Mohd
Jurnal Pengabdian Meambo Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat MEAMBO
Publisher : PROMISE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56742/jpm.v4i2.147

Abstract

Pekerja Migran Indonesia (PMI) merupakan kelompok rentan terhadap masalah kesehatan akibat beban kerja tinggi, pola hidup tidak sehat, dan keterbatasan akses layanan kesehatan. Salah satu masalah yang sering dialami adalah peningkatan kadar asam urat (hyperuricemia) yang dapat memicu komplikasi seperti gout arthritis dan gangguan ginjal. Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kadar asam urat pada PMI di Malaysia dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya deteksi dini penyakit metabolik. Metode yang digunakan meliputi pengambilan sampel darah kapiler menggunakan alat portable uric acid test dan edukasi kesehatan tentang pencegahan asam urat. Kegiatan dilaksanakan di lingkungan PCIM Malaysia pada 27 Agustus 2024. Tahap persiapan mencakup koordinasi dan perizinan dengan pihak terkait. Sebanyak 26 peserta mengikuti pemeriksaan, terdiri dari 10 laki-laki dan 16 perempuan. Hasil menunjukkan bahwa 13 peserta (50%) memiliki kadar asam urat di atas normal, dengan proporsi tertinggi pada kelompok perempuan. Kesimpulan pengabdian menunjukkan faktor risiko yang dominan adalah pola makan tinggi purin dan kurangnya aktivitas fisik. Hasil ini menunjukkan perlunya intervensi edukatif dan pemeriksaan berkala pada kelompok PMI.
HUBUNGAN KADAR VITAMIN D KALSIFEROL DENGAN ANEMIA PADA IBU HAMIL Syahwidad, Nur; Budiman, Waras; Kurniawan, Muhammad Rizki
Journal of Medical Laboratory and Science Vol 3 No 1 (2023): Journal of Medical Laboratory and Science
Publisher : Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/medlabscience.v3i1.1467

Abstract

Latar Belakang : Anemia merupakan suatu keadaan seseorang kekurangan sel darah merah atau eritrosit. Eitrosit mengandung sejumlah senyawa yang disebut hemoglobin yang berfungsi untuk menyebarkan oksigen ke seluruh tubuh. Anemia saat kehamilan menurut World Health Organization (WHO) yaitu ibu hamil yang memiliki konsentrasi hemoglobin rendah <11 g/dL. Anemia pada ibu hamil dapat menyebabkan masalah serius pada ibu dan bayi baru lahir, seperti berat badan rendah, hipertensi, dan kelahiran prematur. Vitamin D merupakan zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk berbagai proses metabolisme di dalam tubuh dan bersifat larut dalam lemak dan diproduksi oleh kulit manusia dengan energi yang diperoleh dari sinar ultraviolet, asupan makanan, atau suplemen vitamin D. Kalsiferol (25(OH)D) merupakan bentuk aktif vitamin D dalam tubuh. Seseorang dikatakan deficiency vitamin D kalsiferol apabila memiliki <20ng/mL, insufficiency <30ng/mL, sufficiency 30-100 ng/mL, dan potential toxicity apabila lebih dari 100ng/mL dalam tubuh. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan kadar vitamin D kalsiferol dengan anemia pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan metode uji Spearman Rho dengan sampel berupa data rekam medis dengan 37 sampel ibu hamil yang mengalami anemia dan melakukan pemeriksaan vitamin D kalsiferol di RS YPK Mandiri. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu hamil anemia dan melakukan pengecekan vitamin D kalsiferol di RS YPK Mandiri berada pada rata-rata usia 32 tahun, yang mengalami deficiency kalsiferol sebanyak 48,6%, insufficiency 27%, dan yang sufficiency sebanyak 24,4%. Kesimpulan: Tidak terdapat korelasi yang berarti dan tidak ada hubungan antara kadar vitamin D kalsiferol dengan anemia pada ibu hamil.
Cellular Immune Responses and Hepatitis B Surface Antigen (HBsAg) in Alcohol-Consuming Fishermen : Respon Imun Seluler dan HBsAg pada Nelayan Pengonsumsi Alkohol Purwaningsih, Nur Vita; Saputro, Tri Ade; Azizah, Fitrotin; Maulidiyanti, Ellies Tunjung Sari; Budiman, Waras; Anggraini, Lukita
Medicra (Journal of Medical Laboratory Science/Technology) Vol. 8 No. 2 (2025): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21070/medicra.v8i2.1803

Abstract

Hepatitis B infection remains a global health problem with long-term complications such as cirrhosis and hepatocellular carcinoma. Alcohol consumption is known to impair immune function and exacerbate hepatitis B virus (HBV) infection. Fishermen represent a high-risk occupational group due to alcohol consumption habits and limited healthcare access. This study aimed to analyze the relationship between alcohol consumption levels and hepatitis B infection status through HBsAg testing and lymphocyte count among fishermen. This was a descriptive observational study with a cross-sectional approach involving 40 fishermen in Gresik Regency. Data were collected through alcohol consumption questionnaires and laboratory tests, including HBsAg examination using a Rapid Test and lymphocyte count using a hematology analyzer. Data were analyzed using Chi-square and ANOVA tests with a significance level of p < 0.05. A total of 30% of respondents were HBsAg reactive, with the highest proportion found in the heavy alcohol consumption group (50%). The mean lymphocyte count decreased with increasing alcohol intake: 2.580 ± 420 cells/µL in the light group, 2.120 ± 390 cells/µL in the moderate group, and 1.780 ± 360 cells/µL in the heavy group (p = 0.012). There was a significant relationship between alcohol consumption level, HBsAg status, and lymphocyte count among fishermen. High alcohol consumption may reduce cellular immunity and increase the risk of persistent hepatitis B infection. HBsAg testing and lymphocyte count can serve as early indicators for health screening in high-risk occupational groups such as fishermen.