Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pelatihan Parafrasa dan Aplikasi Parafrasa Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Mulawarman Marwah Ulwatunnisa; Syaiful Arifin; Siti Hartinah; Afra Apriliyanti Kusuma Putri
Jurnal Abdimas Mahakam Vol. 8 No. 01 (2024): Januari
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24903/jam.v8i01.2615

Abstract

Sejak masuk perkuliahan, mahasiswa seharusnya diberi pembekalan mengenai cara menghindari plagiat dalam karya tulis ilmiah. Parafrasa menjadi salah satu alternatif pencegahan plagiat sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam bidang tulis menulis. Oleh karena itu, Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan untuk memberi pelatihan kepada mahasiswa, mengenai parafrasa dan aplikasi parafrasa. Parafrasa dapat dimanfaatkan dalam perkuliahan, khususnya dalam pembuatan karya tulis ilmiah. Aplikasi parafrasa mudah digunakan dan dapat diakses secara daring. Kegiatan ini dilaksanakan secara luring di Fakultas Teknik Universitas Mulawarman, tanggal 31 Mei 2023. Ada 45 peserta yang mengikuti kegiatan ini. Tahapan kegiatan pelatihan ini yaitu, peserta diberi materi terkait parafrasa, jenis-jenis dan aplikas yang dapat digunakan. Aplikasi yang digunakan yaitu Smodin, Spinner.id dan Paraphrasing Tool dari Quillbot. Setelah itu, peserta diminta mempraktikan cara parafrasa menggunakan aplikasi. Dalam pelaksanaannya peserta diberi Pretest dan Postest. Hasilnya terlihat peningkatan dalam pemahaman mengenai parafrasa. Secara keseluruhan peserta dapat menggunakan aplikasi tersebut.
Validitas dan Efektivitas Media Karibu Dayak Berbasis Genially pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup SMP Ru'iyah Ru'iyah; Elsje Theodora Maasawet; Ruqqoyah Nasution; Dora Dayu Rahma Turista; Sri Purwati; Gubtha Mahendra Putra; Marwah Ulwatunnisa
PendIPA Journal of Science Education Vol 10 No 2 (2026): April - June
Publisher : UNIB Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/pendipa.10.2.576-585

Abstract

This study was motivated by students' difficulties in understanding the classification of living things, monotonous science learning, and the limited use of learning media at SMP Negeri 2 Samarinda. The study aimed to determine the validity, practicality, and effectiveness of Genially-based learning media integrated with Dayak Kenyah local wisdom for seventh-grade students. The research employed the Research and Development (R&D) method using the 4D model (Define, Design, Develop, and Disseminate). Data were collected through validation sheets, practicality questionnaires, activity observation sheets, and learning outcome tests. The results showed that the learning media achieved a very valid category with an Aiken’s V value of 0.897, a very practical category with an Aiken’s V value of 0.876, and a very feasible category with a percentage of 86.6%. The media was also proven effective, as indicated by an average student activity score of 92%, a paired sample t-test significance value of 0.000, and an N-Gain score of 0.41, which falls into the moderate category. Therefore, the Genially-based learning media integrated with Dayak Kenyah local wisdom is suitable for use in science learning on the topic of the classification of living things.
Pendidikan Karakter dalam Tradisi Gelar Bangsawan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura Syaiful Arifin; Tri Indrahastuti; Meita Setyawati; Marwah Ulwatunnisa; Muhammad Azmi
Jurnal Moral Kemasyarakatan Vol 10 No 2 (2025): Volume 10, Nomor 2 - Desember 2025
Publisher : Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jmk.v10i2.11486

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana tradisi gelar kebangsawanan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mencerminkan nilai-nilai pendidikan karakter dalam masyarakat Kutai. Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura merupakan kelanjutan dari Kerajaan Kutai Kuno kerajaan Hindu tertua di Nusantara yang memiliki tradisi turun-temurun. Tradisi ini tidak hanya berfungsi sebagai simbol status sosial, tetapi juga sebagai media pewarisan nilai kepemimpinan, tanggung jawab sosial, penghormatan terhadap leluhur, serta penghargaan terhadap jasa individu. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan folklore. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gelar seperti Aji, Awang, dan Encek memiliki makna historis dan sosial yang mendalam, di mana setiap gelar diberikan berdasarkan keturunan, jasa, atau peran dalam pemerintahan kesultanan. Selain itu, praktik budaya seperti Beseprah menegaskan prinsip kesetaraan dan kebersamaan dalam kehidupan masyarakat. Meskipun modernisasi mengubah persepsi terhadap sistem gelar, nilai-nilai karakter yang terkandung di dalamnya tetap relevan sebagai bagian dari identitas budaya. Oleh karena itu, integrasi nilai warisan budaya dan tradisi lokal dalam pendidikan formal dan nonformal menjadi penting untuk memperkuat karakter generasi muda dan menjaga warisan budaya Kutai agar tetap lestari dalam masyarakat yang terus berkembang.
Studi Semantik tentang Sinonim dan Antonim dalam Bahasa Kutai Tenggarong di Kutai Kartanegara: - Hari Nur Indah Hariadi; Marwah Ulwatunnisa
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra dan Pengajaran Vol. 5 No. 2 (2025): Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Bale Literasi: Lembaga Riset, Pelatihan & Edukasi, Sosial, Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58218/alinea.v5i2.1498

Abstract

Penelitian ini mengkaji fenomena sinonim dan antonim dalam Bahasa Kutai Tenggarong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Tujuannya adalah untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk sinonim dan antonim serta penggunaan dalam konteks budaya dan sosial masyarakat setempat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara penutur asli, dan introspeksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinonim dalam Bahasa Kutai Tenggarong terbagi menjadi tiga jenis: (1) sinonim mutlak/absolut, yaitu kata-kata yang maknanya setara dan dapat saling menggantikan tanpa mengubah arti kalimat; (2) sinonim proposional, yaitu kata-kata yang maknanya sama meskipun struktur kalimat berbeda; dan (3) sinonim kontekstual, yaitu kata-kata yang maknanya mirip tetapi penggunaannya tergantung pada situasi tertentu. Sementara itu, antonim terbagi menjadi dua jenis: (1) antonim relasional, yaitu kata-kata yang saling berlawanan tetapi memiliki keterkaitan; dan (2) antonim gradien, yaitu kata-kata yang berlawanan dalam tingkatan atau skala tertentu. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperkaya pemahaman tentang keragaman semantik dalam bahasa daerah, khususnya Bahasa Kutai Tenggarong, serta mendukung pelestarian bahasa sebagai bagian dari identitas budaya.