Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Gambaran Distress pada Penderita Diabetes Melitus di Poli Interne Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang Tahun 2025 Syafriadi Syafriadi; Dona Amelia; Dian Anggraini
Jurnal Intelek Insan Cendikia Vol. 3 No. 7 (2026): JULI 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan suatu kondisi kronis yang dapat berlangsung seumur hidup. Diabetes melitus dapat menyebabkan masalah diabetes distress. Diabetes distress adalah kekhawatiran seseorang dengan diabetes dan tentang penyakitnya, dukungan, beban emosional dan akses perawatan yang semuanya merupakan bagian dari kehidupan pasien diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui “Bagaimana Gambaran Distress Pada Penderita Diabetes Melitus di Poli Interne Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang tahun 2025”. Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah semua pasien Diabetes Melitus yang ada di Poli Interne Rumah Sakit Islam Ibnu Sina Padang Panjang pada bulan Juli-Agustus. Dengan sampel sebanyak 196 orang responden. Pengambilan sampel menggunakan teknik Accidetal Sampling dan pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner dengan analisa univariat. Karakteristik umur 56-65 tahun (Lansia Akhir) yaitu sebanyak 93 responden (47,4%), Jenis kelamin terbanyak perempuan yaitu 115 responden (58,7%), Pekerjaan responden, sebanyak 47 orang (24%) kategori tidak bekerja. Lama menderita DM yaitu terbayak kategori ≥5 tahun sebanyak 100 orang (51%), Pendidikan terbanyak yaitu SMA 88 orang (44,9%). Penyakit penyerta yaitu kardiologi (hipertensi) memiliki sebanyak 66 orang (33,7%), Terapy yang digunakan terbanyak yaitu obat oral 158 orang (80,6%). Responden dengan Distress ringan sebanyak 154 responden (78,6%), kategori sedang 42 orang (21,4%). Kesimpulannya Pasien penderita Diabetes Melitus lebih banyak mengalami Distress kategori ringan. Saran: diharapkan petugas Kesehatan untuk dapat terus memberikan motivasi pada pasien DM untuk meningkatkan kualitas hidupnya agak distress tidak dialami lagi.
Hubungan Self Efficacy dengan Perawatan Kaki Pada Pasien Diabetes Melitus di Puskesmas Mandiangin Bukittinggi 2025 Hajra Chairani Faidah; Dian Anggraini; Dona Amelia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu komplikasi dari DM adalah ulkus diabetikum. Untuk mencegah terjadinya komplikasi ulkus diabetikum adalah dengan melakukan perawatan kaki. Untuk melakukan perawatan kaki salah satunya dipengaruhi oleh self efficacy. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dengan perawatan kaki pada pasien diabetes mellitus di Puskesmas Mandiangin. Metode penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi pada penelitian ini adalah pasien DM dengan jumlah sampel 137 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Instrument penelitian menggunakan kuesioner FCCS dan kuesioner DFSBS. Uji yang digunakan yaitu spearman rank. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh penderita DM mempunyai self efficacy dalam kategori tinggi (64,2%) dan lebih dari separuh penderita DM mempunyai perawatan kaki kategori baik (54,7%). Berdasarkan analisa bivariat didapatkan yaitu p value 0,000 (<0,05) dan nilai r 0,607 yang berarti bahwa ada hubungan yang kuat antara self efficacy dengan perawatan kaki pasien DM di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin. Saran kepada perawat atau tenaga kesehatan agar lebih aktif dalam memberikan penyuluhan dan lebih sering mengingatkan pasien DM akan pentingnya perawatan kaki agar terhindar dari komplikasi ulkus kaki diabetik.
Hubungan Self Awareness Terhadap Tingkat Risiko Diabetes Melitus Pada Keluarga Diabetes Melitus di Wilayah Kerja Puskesmas Mandiangin Bukittinggi Tahun 2025 Nur Oktalina; Dian Anggraini; Reny Chaidir
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit tidak menular yang terus meningkat, terutama pada individu dengan riwayat keluarga diabetes melitus. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan self awareness dengan tingkat risiko diabetes melitus pada keluarga penderita diabetes melitus di wilayah kerja Puskesmas Mandiangin Bukittinggi tahun 2025. Penelitian menggunakan desain kuantitatif deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional terhadap 96 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner self awareness dan Findrisc, dengan analisis Spearman Rank. Hasil menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara self awareness dan tingkat risiko diabetes melitus (p=0,000; r=-0,612), dengan arah hubungan negatif. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi, promosi kesehatan, dan skrining dini untuk meningkatkan self awareness masyarakat terhadap risiko diabetes melitus
Hubungan Tingkat Spiritualitas dengan Self Management pada Penderita Diabetes Melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Arosuka Kabupaten Solok Tahun 2025 Elzi Febri; Dian Anggraini; Dona Amelia
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang memerlukan pengelolaan diri (self management) secara berkelanjutan guna mencegah komplikasi. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan self management adalah tingkat spiritualitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat spiritualitas dengan self management pada penderita diabetes melitus di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Arosuka Kabupaten Solok. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 106 responden yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Daily Spiritual Experience Scale (DSES) untuk mengukur spiritualitas dan Diabetes Self Management Questionnaire (DSMQ) untuk mengukur self management. Analisis data dilakukan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat spiritualitas tinggi (68,9%) dan self management baik (57,5%). Uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat spiritualitas dengan self management pada penderita diabetes melitus (p = 0,000; r = 0,597) dengan kekuatan hubungan sedang dan arah korelasi positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi tingkat spiritualitas, maka semakin baik self management penderita diabetes melitus. Diperlukan pendekatan holistik dalam penatalaksanaan diabetes yang memperhatikan aspek spiritual pasien untuk meningkatkan kualitas pengelolaan penyakit secara mandiri.
Asuhan Keperawatan Penyakit Paru Obstruktif Kronik ( PPOK ) dengan  Pemberian Terapi Active Cycle Breathing Technique (ACBT) di Ruangan Interne RSI Ibnu Sina Bukittinggi Tahun 2026 Nur Indah Triyuni; Sri Hayulita; Dian Anggraini
Jurnal Intelek Dan Cendikiawan Nusantara Vol. 3 No. 04 (2026): AGUSTUS - SEPTEMBER 2026
Publisher : PT. Intelek Cendikiawan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan penyakit pernapasan kronis progresif yang ditandai dengan hambatan aliran udara akibat retensi sputum. Penumpukan sekret menyebabkan masalah utama bersihan jalan napas tidak efektif, yang jika tidak ditangani dapat memperburuk ventilasi paru serta mengganggu pola tidur pasien. Salah satu intervensi nonfarmakologis mandiri yang efektif untuk membersihkan jalan napas adalah terapi Active Cycle of Breathing Technique (ACBT), yang terdiri dari tiga tahapan: breathing control, thoracic expansion exercise, dan forced expiration technique (huffing). Karya Ilmiah Akhir Ners ini bertujuan untuk memaparkan hasil asuhan keperawatan komprehensif dengan penerapan terapi ACBT pada dua pasien kelolaan PPOK di Ruangan Interne RSI Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2026. Metode penulisan yang digunakan adalah studi kasus klinis yang dilaksanakan pada bulan Juni-Juli 2026. Pengkajian pada pasien I (Tn. J, 69 tahun) dan pasien II (Ny. Y, 77 tahun) menunjukkan keluhan utama yang serupa berupa sesak napas, batuk produktif dengan sputum kental yang sulit dikeluarkan, suara serak, ronki, takipnea (24-25 x/menit), saturasi oksigen rendah (93%), serta gangguan pola tidur akibat batuk malam hari. Diagnosa keperawatan utama yang ditegakkan adalah bersihan jalan napas tidak efektif, gangguan pola tidur, dan defisit pengetahuan. Implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut dengan memberikan terapi ACBT selama 15–20 menit sehari sebelum pemberian nebulizer atau obat oral, dikombinasikan dengan edukasi kesehatan dan pengaturan posisi fowler.Hasil evaluasi asuhan keperawatan setelah 3 hari menunjukkan perbaikan signifikan pada kedua pasien kelolaan. Kemampuan batuk efektif meningkat, jumlah sputum berkurang, ronki minimal, frekuensi napas membaik menjadi 19 x/menit, dan saturasi oksigen meningkat hingga 99% tanpa bantuan oksigen nasal kanul. Gangguan pola tidur teratasi setelah dikombinasikan dengan terapi relaksasi otot autogenik dan modifikasi lingkungan, serta masalah defisit pengetahuan teratasi sepenuhnya. Kesimpulan studi kasus ini menunjukkan bahwa penerapan terapi ACBT sangat efektif dalam membantu mobilisasi dan pengeluaran sekret, mengurangi sesak napas, memperbaiki fungsi ventilasi paru, dan meningkatkan kualitas istirahat pasien PPOK. Disarankan bagi tenaga keperawatan di RSI Ibnu Sina Bukittinggi untuk menerapkan ACBT sebagai intervensi nonfarmakologis standar dalam asuhan keperawatan pasien PPOK dengan masalah retensi sekret.