Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Pelatihan Penggunaan Limbah Bonggol Jagung Sebagai Bahan Bakar Alternatif yang Ekonomis di Lagoa Jakarta Utara Husla, Ridha; Rangga Wastu, Apriandi Rizkina; Husla , Ridha; Yasmaniar, Ghanima; Herdiansyah , Firman
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMIN) Vol 7 No 2 (2025): JURNAL ABDI MASYARAKAT INDONESIA (JAMIN)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/jamin.v7i2.21007

Abstract

Bonggol jagung yang berasal dari sisa limbah jagung bermanfaat jika diolah menjadi produk yang bernilai ekonomi untuk kehidupan manusia. Dengan pemanfaatan teknologi, sebenarnya limbah tongkol jagung yang hanya dibuang dan dibakar dapat dikembangkan menjadi suatu produk yang lebih bernilai ekonomi yaitu diantaranya dijadikan sebagai briket arang dan bahan baku pembuatan arang aktif. Teknologi di dalam proses pembuatan briket Arang dapat digunakan sebagai bahan bakar alternatif untuk menggantikan bahan bakar minyak dan gas dalam kegiatan industri dan rumah tangga. Metode yang digunakan digunakan pada program PKM ini adalah melakukan pratek langsung tentang proses pembuatan briket dari bonggol jagung yang dicampurkan dengan bahan perekat sehingga layak diguakan dalam kegiatan masak menggunakan kompor sebagai pengganti kayu minyak dan gas. Luaran yang diharapkan pada kegiatan ini memanfaatkan limbah bonggol jagung menjadi salah satu bahan bakar briket arang sebagai pengganti alternatif kayu, minyak atau gas, yang mudah dibuat dan memiliki nilai ekonomi yang hemat dan murah. Serta memberikan pengetahuan dan pelatihan tentang pembuatan briket arang menggunakan bahan dasar bonggol jagung sehingga menghasilkan bahan bakar yang layak digunakan. Luaran yang diharapkan dari kegiatan pengabdian ini agar kelompok ibu PKK ini dapat memanfaatkan limbah bonggol jagung dengan baik dan benar.
PELATIHAN PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH MENJADI BAHAN BERNILAI JUAL DI KEBON JERUK, JAKARTA BARAT Husla, Ridha; Wastu, Apriandi Rizkina Rangga; Yasmaniar, Ghanima; Fadliah, Fadliah; Siringo-ringo, Abib Penta Anugrah; Rahmawati, Sevia
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Indonesia menghasilkan minyak jelantah dalam jumlah besar yaitu sebesar 2,7 juta ton per tahun. Minyak goreng bekas dianggap mengalami kerusakan atau disebut minyak jelantah dan tidak layak untuk dikonsumsi. Penggunaan minyak jelantah sebagai bahan konsumsi dapat, menghasilkan senyawa peroksida yang bersifat karsinogenik dan berbahaya bagi tubuh serta menimbulkan berbagai penyakit. Pengolahan limbah minyak jelantah memerlukan program yang mengubah minyak jelantah menjadi produk bermanfaat seperti sabun cuci tangan, produk pembersih, aromaterapi, aksesoris, dan lilin. Minyak jelantah ini dapat diolah menjadi cairan atau sabun. Tujuan dari kegiatan PKM ini adalah untuk melatih masyarakat dalam memproduksi sabun batangan menjadi produk yang dapat dipasarkan dari minyak jelantah. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai usaha bagi orang - orang yang tidak produktif. PKM ini akan dilaksanakan di daerah Kebon jeruk, Jakarta Barat. Program pengabdian masyarakat ini berfokus pada upaya merubah minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah melalui sosialisasi dan pelatihan pembuatan sabun cuci dari minyak jelantah.
PELATIHAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DALAM PEMANFAATAN MINYAK JELANTAH SEBAGAI PEMBERSIH LANTAI ECO-FRIENDLY DI KEBON JERUK, JAKARTA BARAT Yasmaniar, Ghanima; Husla, Ridha; Wastu, Apriandi Rizkina Rangga; Fadliah
Jurnal AKAL: Abdimas dan Kearifan Lokal Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal AKAL : Abdimas dan Kearifan Lokal
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/

Abstract

Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini berfokus pada pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pemanfaatan minyak jelantah untuk pembersih lantai eco-friendly, dengan mitra utama berupa komunitas warga di Kebon Jeruk, Jakarta Barat yang merupakan daerah padat penduduk, serta memiliki banyak pelaku usaha kecil, seperti industri rumah tangga kuliner dan pedagang makanan kecil. Kondisi ini mengakibatkan produksi minyak jelantah yang cukup tinggi. Selama ini, sebagian besar minyak jelantah tersebut dibuang langsung ke saluran pembuangan atau sungai, yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, terutama jika tidak ada penanganan yang berkelanjutan. Pengelolaan limbah minyak jelantah ini merupakan masalah penting yang dapat berdampak pada kesehatan lingkungan serta biaya operasional para pelaku usaha kecil yang bergantung pada kebersihan tempat usaha. Program pelatihan ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui peningkatan keterampilan dalam mengolah minyak jelantah menjadi pembersih lantai ramah lingkungan. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman mengenai bahaya limbah rumah tangga, khususnya minyak jelantah, sekaligus melatih peserta untuk mengolahnya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk membantu masyarakat memulai usaha mandiri yang berbasis pada prinsip daur ulang dan ramah lingkungan.
Potential Use of Kepok Banana Peel Waste as Raw Material for Carboxymethyl Cellulose for Oil and Gas Drilling Fluid Applications Wastu, Apriandi Rizkina Rangga; Permadi , Asep Kurnia; Wahyuningrum, Deana; Nugrahanti, Asri
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 2 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v49i2.2070

Abstract

This research aims to evaluate the potential of kepok banana peel as a raw material for carboxymethyl cellulose synthesis and to assess its effects on the rheological properties and filtration of bentonite-based drilling mud. CMC is synthesized through a process of delignification, bleaching, alkalization, and carboxymethylation. CMC characterization includes alpha cellulose content, degree of substitution, purity, pH, FTIR, SEM, and EDS. The obtained CMC was added in drilling mud at concentrations of 3 g, 6 g, and 9 g, and the resulting mud was tested for mud rheology and filtrate volume. The results showed that the alpha-cellulose content was 91.60%, the degree of substitution was 1.0, and the purity was 88.17%, meeting the SNI CMC grade II standard. The application of CMC increased plastic viscosity (12–14 cP), yield point (19–21 lb/100 ft²), and gel strength (8–13 lb/100 ft² for 10 seconds; 12–17 lb/100 ft² for 10 minutes) as the concentration increased. The filtrate volume decreased from 15 ml to 13 ml/30 minutes, and the mud cake thickness decreased from 0.5 mm to 0.3 mm. The pH value was stable in the range of 9. It was concluded that CMC derived from kepok banana peel has the potential to serve as an environmentally friendly drilling mud additive.