Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pandangan Ideologis Paham Keagamaan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dalam Sistem Kenegaraan di Indonesia Alwanda Putra; Rudy Erdianto; Farhan Hidayat
Reslaj: Religion Education Social Laa Roiba Journal Vol. 6 No. 6 (2024): RESLAJ: Religion Education Social Laa Roiba Journal
Publisher : Intitut Agama Islam Nasional Laa Roiba Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47467/reslaj.v6i6.1576

Abstract

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) is a trans-national Islamic movement and carrying the re-establishment of a global Islamic caliphate. Theoretically, this establishment addressed for the sake of Islamic law at the level of politics and society. The problem is, when the ideas and struggles were developed in Indonesia, which has the basic form of the state and the fnal state, namely the Republic of Indonesia (NKRI) and the Pancasila, the struggle HTI is part of the defamation against the state. Although this political struggle will not succeed, but it is quite efective conduct of delegitimation on national awareness among Muslims that they managed to recruit a member. This article will explain the state of political ideology and agenda HTI. Therefore, this paper aims to explore the views HTI about sharia and its position for the state system of caliphate and the glory (political) Islam that sought to establish global world as well as in Indonesia nationally. In addition, HTI put ideological struggle in the context of the ideological threat on Pancasila and the Homeland, because the idea khilafahnya necessarily contradictory with the nation-state of the Republic of Indonesia. The data of this article comes from the literature. The results of the literature review were then analyzed through political discourse and the Islamic state, which raises the style Islamic political discourse in the context of political discourse HTI in Indonesia. The article concludes, HTI do delegitimation nationality, Pancasila and state buildings Homeland. It departs from the perspective of Islamic law formalist and holistic, where Sharia law is understood as the rules governing the whole life of the community, through the formalization into the constitution and state law. Cita re-establishment of the Islamic caliphate is a structural condition for the enforcement of Islamic Shari’a.
PELETAKAN DASAR-DASAR PERADABAN ISLAM MASA NABI MUHAMMAD SAW DAN KHILAFAH RASYIDAH Alwanda Putra; Zaini Dahlan
Jurnal Media Akademik (JMA) Vol. 2 No. 1 (2024): JURNAL MEDIA AKADEMIK Edisi Januari
Publisher : PT. Media Akademik Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62281/v2i1.65

Abstract

Artikel ini membahas tentang peletakan dasar-dasar peradaban Islam di masa Nabi Muhammad SAW dan masa Khilafah Rasyidah. Kehadiran Nabi Muhammad SAW telah merubah cara pandang seluruh dunia berhubungan dengan segala aspek kehidupan. Ia telah menyebarkan pesan-pesan agama Islam pada masyarakat Arab di masa itu. Selanjutnya pembentukan Khilafah Rasyidah pada masa sesudah kematian Nabi membawa peradaban Islam ke tingkat yang lebih tinggi. Kehadiran Khilafah Rasyidah telah menciptakan ruang kebebasan untuk eksplorasi intelektual dan pemahaman tentang Ilahi. Khilafah memberi tujuan yang spesifik dan pedoman bagi orang-orang agar mengekplorasi kedalaman intelektual Islam dengan mengembangkan cabang ilmu pengetahuan dan membangun masyarakat dan dunia secara keseluruhan berdasarkan prinsip Islam.
Islamisasi sains: Sebuah Kajian Analisis Paradigma Transdisipliner di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara Muhamad Hamdan; Mizar Aulia; Alwanda Putra; Salminawati
Risâlah Jurnal Pendidikan dan Studi Islam Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Wiralodra Indramayu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/jurnal_risalah.v10i4.1234

Abstract

Transdisipliner merupakan sebuah pendekatan dalam pemecahan sebuah masalah dengan melakukan peninjauan ilmu yang relatif dikuasai dan relevan dengan permasalahan yang akan dipecahkan meskipun berada di luar kemampuan dan keahlian sebagai hasil pendidikan formal lewat orang yang memecah masalah tersebut. Tujuan penelitian ini adalah Untuk memahami Islamisasi Sains Berbasis Transdisipliner dalam sudut pandang keilmuan di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara. kemudian Strategi pengembangan paradigma keilmuan berbasis transdisipliner di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara. selanjutnya hambatan dalam pengambangan paradigma keilmuan berbasis transdisipliner di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara. Metode penelitian ini ialah penelitian Kualitatif dimana menjelaskan secara jelas terkait hal-hal yang terjadi di lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah Hasil dari penelitian ini adalah bahwa islamisasi sains adalah sebuah hal yang di jadikan sebagai paradigma baru Pendidikan islam. Perwujudan itu dituangkan di UIN Sumatera Utara dengan paradigma integrasi ilmu wahdatul ulum dengan pendekatan transdisipliner. Dalam proses pembelajaran di Prodi Magister PAI UIN Sumatera Utara dilakukan dengan mengedepankan pembelajaran berbasis pendekatan Transdisipliner. Strategi yang dikembangkan adalah dengan pengambangan kelembagaan, kurikulum dan peningkatan kompetensi guru. Hambatannya ialah terkait sosialisasi, pandangan paradigma dosen dan optimalisasi implementasi
Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Type Numberred Head Together Dalam Meningkatkan Pemahaman Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam Di Kelas X MAN 1 Langkat Alwanda Putra; Nurmisda Ramayani
Concept: Journal of Social Humanities and Education Vol. 1 No. 3 (2022): September : Concept: Journal of Social Humanities and Education
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yappi Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (755.571 KB) | DOI: 10.55606/concept.v1i3.94

Abstract

Permasalahan penelitian menujukkan kepada guru yang masih menggunakan model pembelajaran yang monoton, metode yang digunakan kurang bervarian seperti hanya ceramah satu arah, penugasan yang tidak bervariatif, tanya jawab. Jenis penelitian yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus dan untuk tiap siklusnya terdiri dari empat tahapan diantaranya perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi melalui Model Cooperative Learning tipe NHT pada mata pelajaran SKI. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X dengan jumlah siswa 36 siswa dengan perincian 17 siswa laki-laki dan 19 siswa perempuan. Hasil penelitian bahwa pada pelaksanaan siklus I terdapat hasil peningkatan pemahaman belajar siswa diperoleh dari 36 siswa yaitu siswa yang telah mencapai ketuntasan belajar sebanyak 21 siswa dan siswa yang tidak mencapai tuntas belajar sebanyak 15 siswa dengan persentase 58,33% dan dapat termasuk dalam kriteria baik. Pada siklus II, siswa sudah menunjukkan peningkatan hasil pemahaman yang sangat baik, dengan pencapaian ketuntasan belajar sebanyak 31 siswa dan yang tidak mencapai ketuntasan belajar 5 siswa dengan persentase ketuntasan belajar sebesar 86,66% dan termasuk dalam kriteria sangat baik. Pada siklus I dan siklus II pemahaman siswa dengan menggunakan Model Cooperative Learning tipe NHT telah meningkat dan peningkatannya sebesar 28,33%. Berdasarkan dari hasil tersebut, maka dapat disimpulkan dengan Penerapan Model Pembelajaran Cooperative Learning Type Numberred Head Together (NHT) pada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam dapat meningkatkan pemahaman belajar siswa kelas X MAN 1 Langkat
Kajian Fiqih: Narkotika Dan Bahayanya Ditinjau Dari Hukum Islam Alwanda Putra
Gudang Jurnal Multidisiplin Ilmu Vol. 2 No. 1 (2024): GJMI - JANUARI
Publisher : PT. Gudang Pustaka Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59435/gjmi.v2i1.220

Abstract

Narkotika merupakan suatu zat yang bersumber dari tanaman atau bukan tanaman, sintesis atau semi sintesis, yang akan memberikan efek samping berupa penurunan kesadaran, hilang rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat memberikan efek ketergantungan. Bentuk dari narkotika sendiri seperti ganja, kokain, morfin, petidin, dan lain-lain. Sedangkan, psikotropika merupakan suatu zat yang bukan narkotika, baik alamiah atau sintesis, yang mempunyai khasiat psikoaktif melewati pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang akibatnya terjadi perubahan khas pada aktivitas normal dan perilaku. Penyalahgunaan narkoba, selain akan berdampak sangat buruk bagi penggunanya sendiri, juga akan lahir tindakan-tindakan destruktif yang dapat merusak dan mengancam sistem dan pranata sosial yang telah dibangun. Secara inplisit, narkoba memang tidak disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits. Namun, dengan memahami substansi teks Al-Quran dan merujuk pada berbagai Hadits Nabi saw, maka, narkoba dapat menjadi khamr, terutama jika dilihat dari indikasi hukumnya (illat al-hukm) memabukkan. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan dalam rangka mengkaji narkotika dan bahayanya bagi generasi muda. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif (qualitative research). Tujuan penelitian kualitatif ini adalah untuk menjelaskan suatu fenomena sedalam-dalamnya dengan cara pengumpulan data yang sedalam-dalamnya pula yang menunjukan pentingnya kedalaman dan detail suatu data yang diteliti. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini penyalahgunaan narkoba dapat menimbulkan berbagai macam bahaya yang buruk terkait dengan kesehatan baik fisik maupu psikis, hingga dapat menimbulkan kerusakan masa depan bagi generasi bangsa.