Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Meningkatkan Pendapatan Petani melalui Pendampingan Budidaya Pisang Cavendish di Desa Sukadana Zuhdiyah Matienatul Iemaaniah; Dori Kusuma Jaya; Siska Ita Selvia; Suprayanti Martia Dewi; Afifah Farida Jufri; Dwi Noorma Putri; Novita Hidayatun Nuvus; Anjar Pranggawan Azhari; Amrul Jihadi; Yuliana Asri
JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37339/jurpikat.v5i2.1650

Abstract

The development of cavendish banana cultivation has higher potential compared to other types of bananas. This is because Cavendish bananas have a higher market selling value, especially as they are a type of banana that sells well on the international market. One of the villages that has the potential to develop cavendish banana tree cultivation is Sukadana Village. This village is one of the buffer villages for the Mandalika Special Economic Zone which is expected to provide basic agricultural needs in the Mandalika area. Service activities will be carried out in December 2022 until may 2023 with the target farmer group Patuh Bersama. This service activity aims to increase community income through assistance in the cultivation of Cavendish bananas. The results of the service activities carried out are providing insight to the community that cavedish bananas are a type of banana that is commonly consumed by the international community. Apart from that, the community can also develop the cultivation of cavendish bananas not only in their yards, but can also cultivate them on unused agricultural land
PENAMPILAN KARAKTER KUANTITATIF DAN KUALITATIF BEBERAPA VARIETAS UBI JALAR (Ipomoea batatas L.) DI WILAYAH OKINAWA, JEPANG Majrurraziky Majrurraziky; I Wayan Sutresna; Suprayanti Martia Dewi; Ni Wayan Sri Suliartini
AGROTEKSOS, Jurnal Ilmiah Ilmu Pertanian Vol 35 No 2 (2025): Jurnal Agroteksos Agustus 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/agroteksos.v35i2.1411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakter kuantitatif dan kualitatif dan mengetahui hubungan kekerabatan 3 jenis ubi jalar yang terdapat di wilayah Okinawa, Jepang. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari-Maret 2025 di lahan petani di wilayah Okinawa. Metode yang digunakan yaitu metode survei pada tanaman sampel. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis cluster dan ditampilkan dalam bentuk fenogram atau dendogram menggunakan program SPSS. Karakteristik Karakter kuantitatif Tanaman Ubi Jalar; Varietas Beniharuka memiliki panjang umbi dan panjang daun tertinggi, masing-masing sebesar 17,02 cm dan 11,86 cm. Namun demikian, varietas ini juga menunjukkan lebar daun paling sempit, yaitu 8,56 cm. Beniharuka menghasilkan 3–5 umbi per tanaman, mulai berbunga pada umur 110 hari setelah tanam (hst), dan dapat dipanen pada 150 hst. Varietas Churakoibeni menunjukkan panjang batang paling dominan, yakni 422,4 cm, dan lebar daun sebesar 11,66 cm. Jumlah umbi yang dihasilkan per tanaman berkisar antara 4–6 buah, dengan waktu berbunga pada 130 hst dan waktu panen pada 140 hst. Varietas Ougonimo memiliki bobot umbi rata-rata tertinggi, yaitu sebesar 262,2 gram, serta lebar daun terlebar yaitu 12,4 cm. Jumlah umbi per tanaman berkisar antara 4–7 buah, dengan waktu berbunga pada 120 hst dan waktu panen pada 160 hst. Karakteristik Karakter kualitatif Tanaman Ubi Jalar; Beniharuka memiliki warna kulit umbi ungu dengan daging umbi putih pucat, bentuk umbi lonjong, dan tekstur kulit halus. Batangnya berwarna hijau dengan daun berbentuk hati (cordate), serta bunga berbentuk terompet dengan bagian luar berwarna putih dan bagian dalam ungu. Churakoibeni memiliki warna kulit dan daging umbi ungu kemerahan, dengan tekstur kulit umbi kasar dan bentuk lonjong. Batangnya berwarna hijau, daun berbentuk hati, dan bunga berwarna putih keunguan di bagian luar serta ungu di bagian dalam. Ougonimo memiliki warna kulit umbi ungu pucat, daging umbi kuning hingga oranye, dan bentuk umbi bulat dengan tekstur kulit kasar. Batangnya berwarna hijau, daun berbentuk hati, dan bunga berwarna ungu baik di bagian luar maupun dalam. Hasil analisis indeks desimilaritas menggunakan jarak Euclidean menunjukkan bahwa varietas Beniharuka dan Churakoibeni memiliki tingkat kemiripan morfologi yang lebih tinggi dibandingkan dengan varietas Ougonimo. Hal ini diperkuat oleh hasil fenogram yang membagi ketiga varietas ke dalam dua klaster utama, di mana Beniharuka dan Churakoibeni tergabung dalam satu klaster, sedangkan Ougonimo membentuk klaster tersendiri.