Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN PENGOLAHAN LIMBAH CANGKANG TELUR MENJADI PUPUK ORGANIK DI KAMPUNG YOKA DISTRIK HERAM SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN PERAIRAN DI DANAU SENTANI Frans Augusthinus Asmuruf; Nada Pertiwi Papriani; Sitti Rosnafi’an Sumardi; Deppa Ringgi’; Suarni. S; Muhammad Hisyam; Nicea Roona Paranoan; Lolita Tuhumen; Santinia Andiva Pramesti; Feby Seru
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v1i1.121

Abstract

Cangkang telur merupakan salah satu limbah rumah tangga yang sangat mudah dijumpai, trmasuk di Kampung Yoka Distrik Heram yang terletak di dekat Danau Sentani. Pengolahan limbah cangkang telur menjadi pupuk organik dapat menjadi salah satu upaya penanggulangan pencemaran Danau Sentani. Alternatif ini dipilih karena cara pengolahannya sangat mudah dan praktis. Siapapun bisa melakukannya di rumah. Pengolahan limbah cangkang telur menjadi pupuk organik dapat dilakukan melalui tahap persiapan yang terdiri dari : mengumpulkan limbah cangkang telur, mencuci cangkang telur hingga bersih, mengeringkan cangkang telur dibawah sinar matahari kurang lebih selama 2 hari, dan mengahaluskan cangkang telur kering menggunakan blender hingga menjadi tepung cangkang telur. Selanjutnya, masuk tahap pengolahan yang dapat dilakukan dengan tiga cara yaitu : (1) Menaburkan tepung cangkang telur yang telah dibersihkan di atas tanah sekitar batang tanaman. (2) Mencampurkan 2-3 sdm tepung cangkang telur ke dalam media tanam yang telah dibuat sebelumnya (ukuran pot dengan tinggi 30-35 cm). dan (3) Mencampurkan 1 sdm tepung cangkang telur dengan 1 sdm cuka. Selanjutnya mengencerkannya dengan 1 liter air. Pengolahan limbah cangkang telur. Pelaksanaan pengabdian menggunakan metode ceramah, diskusi, tanya jawab dan metode praktik pembuatan pupuk organik dari limbah cangkang telur dan dilaksanakan dalam 4 (empat) tahap, yaitu perencanaan, persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Masyarakat Kampung Yoka yang hadir dalam kegiatan pelatihan yang terdiri dari pekerja/ petugas Puskesmas Yoka, ibu rumah tangga dan beberapa lansia menjadi memahami bahwa limbah cangkang telur banyak manfaatnya untuk tanaman. Masyarakat Kampung Yoka dapat memahami dan dapat meningkatkan keterampilan mengolahan limbah cangkang telur menjadi pupuk organik sebagai upaya penaggulangan pencemaran perairan di Danau Sentani.
Effect of Natural Fiber Stacking Sequence on the Properties of Hybrid Composites for Drone Frame Applications Janiviter Manalu; Jefri Bale; Khristhoper Aris Arianto Manalu; Frans Augusthinus Asmuruf; Deni Fajar Fitriyana; Nizar Alamsyah; Januar Parlaungan Siregar; Al Ichlas Imran; Tezara Cionita; Natalino Fonseca Da Silva Guterres
Advance Sustainable Science Engineering and Technology Vol. 7 No. 4 (2025): August-October
Publisher : Science and Technology Research Centre Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/asset.v7i4.2048

Abstract

The present study highlights the effective utilization of waste fibers in structural composites for drone frame applications, offering a sustainable pathway for developing high-performance materials while simultaneously addressing the issue of textile waste pollution. This study investigates the effect of ramie and cotton fiber waste fabric stacking sequences on the physical and mechanical properties of composites for quadcopter drone frames. Waste fabric was selected as an eco-friendly material to address textile pollution. The composites were fabricated using the hand lay-up technique with a 3:1 epoxy resin to hardener ratio, incorporating five layers of fabric in different configurations. The physical and mechanical properties, including density, water absorption, material hardness, flexural strength, and macro photography, were tested. The results showed that the composite made from fully cotton fabric (K-K-K-K-K) had the best density (1.182 g/cm³), lowest water absorption (2.22%), highest hardness (85.6 HD), and flexural strength of 179.1 MPa. These findings indicate that cotton fabric waste is a promising, sustainable material for composite reinforcement in quadcopter drone frame applications.