Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Nilai-Nilai Islam dalam Budaya dan Kearifan Lokal (Konteks Budaya Bugis) Abd Rahim Yunus
Rihlah : Jurnal Sejarah dan Kebudayaan Vol 2 No 01 (2015): MEI
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/rihlah.v2i01.1351

Abstract

The aim of this essay is to analyze the influence of Islamic value in culture and local wisdom of Buginese people. Then we will find a tremendous fact, that our culture and local wisdom has an Islamic value. Talking about culture, culture is something very important in a society, because culture is an identity. Culture makes a society different with the other society. In a society, culture has a value, but it different in every societies, because it is influence by society background. Indonesian culture is different with Arabic culture. Arabic culture influnce by desert, so they live in hard life, that is completely different with Indonesian life because they live in fertile area. Fertile area will create a tremendous culture, namely local wisdom. Local wisdom in a society could influenced by religion. In Indonesia, local wisdom was influenced by Islamic value. It happened, since Islam had becomed a majority that influenced every people in our society. Further, Indonesian had a local wisdom than it was combined with Islam, especially Islamic value. It made a culture has Islamic value.
Epistemology of History Learning For Teachers of Aliyah Madrasah In Makassar Abd Rahim Yunus; Mardyawati Yunus; Badruddin Kaddas
Journal of Research and Multidisciplinary Vol 3 No 1 (2020): Journal of Research and Multidisciplinary
Publisher : Lembaga Sembilan Tiga Community

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/jrm.v3i1.36

Abstract

This research-based service provides such a significant contribution to improving the quality of history learning for history teachers at Madrasah Aliyah in Makassar. Besides, it reinforces teachers as the front guard in outlining government policies to students in the classroom and developing the epistemology of historical learning as an effort to regenerate the nation's historical values. This research was conducted through the Participatory Action Research (PAR) approach. The application of the epistemology of learning history by the teachers of Madrasah Aliyah history in Makassar will refer to and follow the curriculum paradigm that is applied, namely the 2013 curriculum. Implementation of the 2013 curriculum, which has a typology of student development that is distinctive, makes history learning come alive because the knowledge that once seemed to be centered on the educator (teacher-centered learning) has begun to shift to learner-centered education. Even so, there are still Madrasah Aliyah teachers in Makassar who teach history and make students' brains viewed as safe deposit boxes. Learning material is transferred by teachers into the minds of students to be accommodated.
Pembaruan Pemikiran Pendidikan Usmani Muda di Turki Wahdiah Wahdiah; Abd Rahim Yunus; Syamsan Syukur
Al-Tadabbur Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i1.757

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk mengetahui pemikiran pendidikan Islam masa Kerajaan Turki Usmani yang didirikan oleh Bani Usman. Seiring waktu berjalan moderenisasi pendidikan di Turki menjadi sejarah bagi Negara Negara islma lainnya. Hal ini menunjukan bahwa Turki Usmani telah melahirkan modernisasi syang dilakukan dalam bidang pendidikan. Kemudian lahirnya modernisasi pendidikan seperti merubah model dan kurikulum  pendidikan sehingga banyak siswa yang dikirim ke Eropa untuk menambah wawasan dan ide-ide baru.Satu hal yang sangat dominan adalah mengintegrasikan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern yang juga merupakan suatu tujuan untuk  memajukan pendidikan Pendidikan dalam bentuk modernisasi Turki dimulai pada abad ke-18, dilanjutkan pada abad ke-19 hingga abad ke-20
Sejarah Perkembangan dan Kemunduran 3 Kerajaan Islam di Abad Modern (1700-1800an) Adiyana Adam; Abd Rahim Yunus; Syamsan Syukur
Al-Tadabbur Vol 8, No 1 (2022)
Publisher : IAIN TERNATE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46339/altadabbur.v8i1.739

Abstract

Munculnya  tiga  kerajaan  Islam  terbesar   yang telah memebrikan  banyak kontribusi bagi perkembangan peradaban Islam yaitu  Kerajaan  Turki  Usmani,  Kerajaan  Safawi di Persia  dan  Kerajaan  Mughal  di  India .  Kerajaan  Usmani  meraih  puncak  kejayaan  di  bawah kepemimpinan  Sultan  Sulaiman  Al-Qanuni  (1520-1566  M)  di  kerajaan  safawi,  Syah Abbas  I  membawa  kerajaan  tersebut  meraih  kemajuan  dalam  40  tahun  periode kepemerintahannya  dari  tahun  1588-1628  M.  Dan  di  Kerajaan  Mughal  meraih  masa keemasan  di  bawah  Sultan  Akbar  (1542-1605  M).  Tiga kerajaan tersebut disamping mengalami perkembangan yang pesat  dari berbagai bidang pemerintahan  juga mengalami kemunduran . Kemunduran yang di alamai berasal dari berbagai faktor yaitu faktor internal dan faktor Eksternal 
Pemikiran Teologi Pembebasan Islam H.O.S Cokrominoto Ferdhiyadi N; Abd. Rahim Yunus; Syamzan Syukur
Attoriolong Vol 21, No 1 (2023): Attoriolong Jurnal Pemikiran Kesejarahan dan Pendidikan Sejarah
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

H.O.S Cokroaminoto was one of the pioneers of the national movement and was dubbed The Guru of the nation because he was a teacher for national figures, such as Sukarno, Muso, and Kartosuwiryo. Under the leadership of H.O.S Cokroaminoto, Sarekat Islam (SI) which used to focus only on economic movements then transformed into a political movement. Through the thought of Islamic Socialism, H.O.S Cokroaminoto made Sarekat Islam a political organization that fought against Dutch colonialism in order to achieve the path to the ideals of the independent state of Indonesia. This paper seeks to reveal the relationship of Islamic Liberation Theology thought popularized by Asghar Ali Engineer with Islamic Socialism thought H.O.S Cokroaminoto. The thought of Islamic Liberation Theology was born from theological reflection on social realities such as oppression, poverty, and injustice. The same is true of the Islamic Socialism thought formulated by H.O.S Cokroaminoto, can not be separated from the reality of Dutch colonialism against the people of Indonesia. Islamic Socialism and Islamic Liberation Theology attempt a critical look at the function of religion that does not focus solely on the formalities of ritual worship. Religion should be on the side of the weak and be a liberating solution to oppressive socio-economic structures.
Hubungan Profil Darah Rutin dengan Derajat Klinis Pasien DBD Anak Di RSUD Haji Makassar Tahun 2022 Mutmainnah S Patanggu; Henny Fauziah; Jelita Inayah Sari; Suci Aprianti; Abd Rahim Yunus
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.6935

Abstract

Penyakit menular yang dikenal sebagai Demam Berdarah Dengue (DBD) disebabkan oleh virus dengue dan menyebar melalui nyamuk Aedes aegypti. Tujuan riset ini adalah untuk mengetahui bagaimana kadar hemoglobin, trombosit, leukosit, dan hematokrit berhubungan dengan tingkat keparahan klinis DBD pada anak-anak yang dirawat di RSUD Haji Makassar saat 2022, serta bagaimana kadar hematokrit dan trombosit saling berhubungan. Riset ini menggunakan desain studi potong lintang dan bersifat kuantitatif. Data sekunder yang diperoleh dari rekam medis pasien digunakan dalam proses pengumpulan data. Trombosit, leukosit, hemoglobin, hematokrit, dan demam berdarah dengue merupakan variabel independen. Kami menggunakan uji chi-square untuk analisis bivariat dan uji univariat untuk data univariat. Riset ini menemukan korelasi yang signifikan secara statistik diantara kadar trombosit, leukosit, dan hematokrit dengan tingkat keparahan klinis DBD (p = 0,021, p = 0,004, dan p = 0,005, berturut-turut). Korelasi antara kadar hemoglobin dan tingkat keparahan klinis DBD tidak signifikan secara statistik (p = 0,684). Saat 2022, di RSUD Haji Makassar, terdapat korelasi yang signifikan secara statistik diantara kadar hematokrit dan trombosit pada anak dengan DBD (p = 0,001).