Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMENUHAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS BENTENG KOTA PALOPO Hardin ,; Hardianto Dg. Salimung; Hairuddin Safaat
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 7, No 3 (2021): JAKHKJ November 2021
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah tekanan yang lebih tinggi dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keperahannya,mempunyai rentang dari tekanan darah normal tinggi sampai hipertensi maligna. Penelitian ini bertujuan untukmenganalisis hubungan pemenuhan kebutuhan spiritual dengan kejadian hipertensi pada lansia di wilayah kerjaPuskesmas Benteng Kota Palopo. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan pendekatancross sectional dan teknik sampling yaitu purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 orang. Hasilpenelitian menunjukkan lansia yang memiliki pemenuhan kebutuhan spiritual baik sebesar 80.6% danpemenuhan kebutuhan spiritual kurang sebesar 19.4%, sedangkan lansia yang mengalami hipertensi sebesar52.8% dan tidak mengalami hipertensi sebesar 47.2%. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji fisher's exacttest diketahui nilai p=0.408, artinya tidak ada hubungan antara pemenuhan kebutuhan spiritual dengan kejadianhipertensi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Benteng Kota Palopo. Oleh karena itu, disarankan perawatkomunitas perlu meningkatkan pendampingan keluarga dalam merawat lansia di rumah sehingga dapatmeningkatkan pengetahuan dan kemampuan keluarga yang berdampak pada kemandirian keluarga dalammemberikan pelayanan dan perawatan pada lansia.Kata Kunci: Kebutuhan Spiritual, Hipertensi, Lansia
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PRAKTIK KOLABORASI PERAWAT-DOKTER DI RSUD SAWERIGADING PALOPO DAN RSUD ANDI DJEMMA MASAMBA Nfn Hardin
JURNAL FENOMENA KESEHATAN Vol 2 No 1 (2019): Jurnal Fenomena Kesehatan
Publisher : JURNAL FENOMENA KESEHATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.399 KB)

Abstract

Kolaborasi antara perawat dan dokter merupakan proses interaksional yang kompleks antara kelompok-kelompok profesional yang berbeda. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan pendidikan bersama dan kerja tim, peduli terhadap penyembuhan, otonomi perawat, dan dominasi dokter dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, serta mengetahui perbedaan praktik kolaborasi perawat-dokter antara RSUD Sawerigading Palopo dengan RSUD Andi Djemma Masamba. Penelitian ini menggunakan metode cross sectional, dengan sampel sebanyak 59 Ners dan 28 Dokter. Pengambilan sampel menggunakan teknik disproportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square dan uji mann whitney. Hasil penelitian di RSUD Sawerigading Palopo menunjukan ada hubungan antara pendidikan bersama dan kerja tim (p=0.000), peduli terhadap penyembuhan (p=0.000), dan dominasi dokter (p=0.014) dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, sedangkan otonomi perawat tidak ada hubungan dengan praktik kolaborasi perawat-dokter (p=0.195). Begitu halnya dengan hasil penelitian di RSUD Andi Djemma Masamba, dimana ada hubungan antara pendidikan bersama dan kerja tim (p=0.045), peduli terhadap penyembuhan (p=0.008), dan dominasi dokter (p=0.015) dengan praktik kolaborasi perawat-dokter, sedangkan otonomi perawat tidak ada hubungan dengan praktik kolaborasi perawat-dokter (p=0.431). Tidak terdapat perbedaan praktik kolaborasi perawat-dokter antara RSUD Sawerigading Palopo dengan RSUD Andi Djemma Masamba (p=0.143). Praktik kolaborasi perawat-dokter akan berjalan dengan baik apabila dokter dan perawat membangun pendidikan bersama dan kerja tim sejak awal sehingga pelayanan kesehatan kepada pasaien bisa lebih ditingkatkan.
THE RELATIONSHIP OF OCCUPATIONAL SAFETY CLIMATE WITH OCCUPATIONAL SAFETY CLIMATE BEHAVIOR ON POTENTIAL HAZARDS AT RSUD BATARA GURU BELOPA Hardin Hardin
Jurnal Medika Cendikia Vol 10 No 1 (2023): Journal Medika Cendikia
Publisher : STIKes Karsa Husada Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33482/medika.v10i1.215

Abstract

Work safety climate is an aspect that can shape work safety behavior in an organization. This study aims to analyze the relationship between work safety climate and nurses' work safety behavior on potential hazards at Batara Guru Belopa Hospital. The method used in this study was cross sectional, with a sample size of 91 executive nurses. The sample determination used proportionate random sampling technique. Data were collected using a questionnaire with a Likert scale. Data were analyzed univariately and bivariately using the Chi Square test. The results showed that there was a relationship between work safety climate and work safety behavior. Among the seven dimensions of occupational safety climate studied, those significantly related were security prioritization, management commitment and expertise (p=0.006) and strengthening management security (p=0.045). Other dimensions such as administrative security laws, commitment to employee safety, employee priority not to accept risk, communication safety, learning and trust in coworker safety, and employee confidence in the effectiveness of the security system proportionally have a relationship but based on statistical tests do not have a significant relationship.The main element of the work safety climate that can shape work safety behavior is management, with a high commitment and priority from management in the form of initial planning and clear goals for safety, as well as management empowerment and authority by designing a safety system that can be applied by nurses and will be able to move nurses to commit to being involved in building work safety through the application of good work safety behavior.
PROGRAM PELATIHAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD) DALAM RANGKA MENDUKUNG DESA WISATA “MENDATTE PARK” YANG AMAN DAN SEHAT DI DESA MENDATTE KABUPATEN ENREKANG Marwa Sariaty; Hairuddin Safaat; Hardin; Ulul Asmy; Hardianto Dg. S
Jurnal Pengabdiaan Masyarakat Kasih (JPMK) Vol 5 No 1 (2023): October
Publisher : JPMK : Jurnal Pengabdian Masyarakat Kasih Published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52841/jpmk.v5i1.395

Abstract

Mitra dalam kegiatan ini adalah BUMDes Desa Wisata “Mendatte Park” di Desa Mendatte Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Pemilihan lokasi kegiatan adalah karena objek pariwisata menjadi target unggulan Desa Mendatte pasca pandemi Covid-19, sebagaimana karakteristik Kabupaten Enrekang berupa gugusan pegunungan, Mandatte Parka adalah wisata di alam bebas (outdoor) yang dapat memacu adrenalin. Akan tetapi setiap tempat termasuk objek – objek wisata pada dasarnya memiliki potensi bahaya (hazard) dan resiko (risk), sehingga setiap pengelola objek wisata pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan keamanan guna mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, termasuk juga kesiapan dan kesigapan dalam menangani musibah jika terjadi kecelakaan di objek wisata yang menjadi tanggung jawabnya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola Desa Wisata Mandatte Park dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan, sehingga dapat menurunkan resiko mortalitas akibat kecelakaan pada aktivitas wisatawan. Kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dilaksanakan selama dua hari pada Selasa- Rabu (21 sampai dengan 22 Pebruari 2023) dengan jumlah peserta 22 orang dari pengelola BUMDes “Mendatte Park” Desa Mendatte dan semuanya belum pernah mengikuti pelatihan BHD. Metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi, demonstrasi dan simulai. Nilai rata-rata pretest pengetahuan tentang pelatihan bantuan hidup dasar sebesar 45.45 dan Nilai rata-rata posttest-nya adalah 69.54, sehingga pelatihan BHD data meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 24.09 % dan sebanyak 18 (81.81 %) peserta kompeten dan 4 ( 18.18 %) cukup kompeten. Mitra dalam kegiatan ini adalah BUMDes Desa Wisata “Mendatte Park” di Desa Mendatte Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang. Pemilihan lokasi kegiatan adalah karena objek pariwisata menjadi target unggulan Desa Mendatte pasca pandemi Covid-19, sebagaimana karakteristik Kabupaten Enrekang berupa gugusan pegunungan, Mandatte Parka adalah wisata di alam bebas (outdoor) yang dapat memacu adrenalin. Akan tetapi setiap tempat termasuk objek – objek wisata pada dasarnya memiliki potensi bahaya (hazard) dan resiko (risk), sehingga setiap pengelola objek wisata pada dasarnya memiliki tanggung jawab untuk memberikan keamanan guna mencegah kemungkinan terjadinya kecelakaan, termasuk juga kesiapan dan kesigapan dalam menangani musibah jika terjadi kecelakaan di objek wisata yang menjadi tanggung jawabnya. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pengelola Desa Wisata Mandatte Park dalam memberikan pertolongan pertama pada kasus kegawatdaruratan, sehingga dapat menurunkan resiko mortalitas akibat kecelakaan pada aktivitas wisatawan. Kegiatan pelatihan Bantuan Hidup Dasar dilaksanakan selama dua hari pada Selasa- Rabu (21 sampai dengan 22 Pebruari 2023) dengan jumlah peserta 22 orang dari pengelola BUMDes “Mendatte Park” Desa Mendatte dan semuanya belum pernah mengikuti pelatihan BHD. Metode pelatihan dengan ceramah dan diskusi, demonstrasi dan simulai. Nilai rata-rata pretest pengetahuan tentang pelatihan bantuan hidup dasar sebesar 45.45 dan Nilai rata-rata posttest-nya adalah 69.54, sehingga pelatihan BHD data meningkatkan pengetahuan peserta sebesar 24.09 % dan sebanyak 18 (81.81 %) peserta kompeten dan 4 ( 18.18 %) cukup kompeten.
Senam Hipertensi Bagi Lanjut Usia (LANSIA) Di Posyandu Cekke Kabupaten Enrekang Dunggio, Abdul Rivai Saleh; Hardin, Hardin; Pratiwi, Cici; Mesa, Nofita Dewi Kok; Hoda, Ferdinandus Suban
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2024): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (Maret)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v2i2.331

Abstract

Hypertension exercise is an exercise that aims to increase blood flow and oxygen supply to active muscles and skeleton, especially the heart muscle, so that it can reduce blood pressure. The aim of this community service (PkM) is to increase the understanding of elderly people about hypertension elderly exercise and to determine the effect of elderly hypertension exercise on the blood pressure of elderly people with hypertension in the Posyandu Cekke work area, Enrekang Regency. The method used to achieve the target of this activity is by approaching, lecturing and jointly doing exercises for the elderly with hypertension. The final outcome of this PkM activity is that it can increase the client's knowledge about exercise for the elderly with hypertension and can control complications of hypertension, namely stroke due to hypertension in old age. The method for implementing community service (PkM) is by using counseling which aims to gain knowledge about the importance of exercise for the elderly. It is hoped that after getting the theory about the importance of exercise for the elderly, they will be able to increase their knowledge and be willing to do exercise either at the Posyandu for the Elderly or at home. The result of this community service (PkM) is an increase in the elderly's knowledge about the importance of posyandu, which can be seen from the results of the pre-test and post-test, namely an increase of 32%. Increasing the activeness of elderly people in posyandu and motivation for elderly exercisers to always take part in elderly exercise seriously.
HUBUNGAN BENTUK PAPILLA DENGAN PEMBERIAN AIR SUSU IBU EKSLUSIF PADA BAYI USIA 0 - 6 BULAN Marwasariaty, Marwasariaty; Asmy, Ulul; Hardin, Hardin
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25541

Abstract

Memperoleh ASI merupakan salah satu hak asasi bayi yang harus dipenuhi. Hal ini berdasarkan ketentuan dalam Pasal 1 angka 6 Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012, pemberian ASI Eksklusif ini dapat menjamin terpenuhinya hak anak guna menjamin pemenuhan hak anak untuk mendapatkan sumber makanan terbaik sejak dilahirkan sampai berusia 6 bulan. Tujuan umum penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan bentuk papilla dengan pemberian ASI pada bayi usia 0 - 6 bulan di wilayah kerja puskesmas Latimojong. Desain penelitian menggunakan cross sectional study. Jumlah sampel 60 orang. Pengambilan sampel menggunakan purpossive sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner. Pengolahan data menggunakan SPSS versi. 2.0. Hasil penelitian menggunakan uji chi square menunjukkan nilai p-value 0,000 lebih kecil dari nilai ? = 0,05 Adapun kesimpulan dari penelitian ini yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara bentuk papilla dengan pemberian ASI Ekslusif pada bayi usia 0-6 bulan di wilayah kerja puskesmas Latimojong. Disarankan bagi masyarakat untuk lebih sering mencari informasi tentang pemberian ASI ekslusif agar dapat mengupayakan pemberian ASI ekslusif mengingat ASI merupakan hak setiap anak.
Pemberdayaan Keluarga: Layanan Homecare Berbasis Pembelajaran Partisipatif Untuk Memandirikan Keluarga Melaksanakan Lima Tugas Keluarga Dalam Perawatan Anak Stunting Hardin, Hardin; safaat, Hairuddun; Asmy, Ulul; Syamsuddin, Nunung
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 7 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di Indonesia yang berdampak serius pada tumbuh kembang anak. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kemandirian keluarga dalam menjalankan lima tugas kesehatan melalui layanan homecare berbasis pembelajaran partisipatif di wilayah kerja Puskesmas Benteng, Kota Palopo. Metode pelaksanaan meliputi persiapan, homecare dengan lima kali kunjungan keluarga, pendidikan kesehatan menggunakan modul praktis, refleksi diskusi kasus, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan keluarga dari 13,33% menjadi 80%, peningkatan partisipasi ke posyandu dari 20% menjadi 53,33%, serta peningkatan kemandirian keluarga dengan 9 keluarga mencapai level KM-3 dan 6 keluarga mencapai level KM-4. Program ini juga menghasilkan luaran berupa modul praktis lima tugas keluarga (soft product), alat antropometri sederhana (hard product), serta artikel ilmiah untuk publikasi. Kesimpulannya, pendekatan partisipatif berbasis homecare efektif meningkatkan kemandirian keluarga dalam perawatan balita stunting dan mendukung target Zero Stunting Kota Palopo 2025.