Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EDUKASI DAN DETEKSI DINI KESEHATAN IBU HAMIL DI DESA SIBORBORON KECAMATAN SIJAMAPOLANG Fransiska Debata Raja; Nova Sontry Node Siregar; Renta Sihombing; Glorya Tambunan; Benny Maria Lumbantoruan
Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 02 (2025): Multidisiplin Pengabdian Kepada Masyarakat, July-Oktober 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu agenda utama SDGs adalah menurunkan angka kematian ibu dan kematian Balita. Pemeriksaan antenatal yang berkualitas dan teratur selama kehamilan akan menentukan status kesehatan ibu hamil dan bayi yang dilahirkan. Edukasi kesehatan ibu hamil sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan. Tujuan dari edukasi dan deteksi dini adalah untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman kepada ibu hamil sehingga mereka dapat menjaga kesehatan mereka dan janin dengan baik selama masa kehamilan. ditemukannya ibu–ibu dengan kategori risiko terhadap bahaya kehamilan yaitu terdapat 2 orang ibu hamil usia dibawah 20 tahun dan 1 orang dengan hasil pemeriksaan kadar haemoglobin kurang dari normal. Intervensi masalah ini adalah motivasi p-artisipasi peserta dalam kelas ibu hamil, pemenuhan nutrisi seimbang ibu hamil dan kontrol kehamilan minmal 6 kali kunjungan selama kehamilan. , diharapkan ibu hamil memiliki tingkat kewaspadaan yang lebih baik sehingga mereka dapat memetakan faktor risiko kehamilan serta komplikasi persalinan yang mungkin dihadapinya. Dengan bekal pengetahuan dan kewaspadaan tersebut, ibu hamil dapat secara intensif melakukan upaya- upaya pencegahan dan kesiapan penanggulangannya.
Edukasi Pijat Laktasi Sebagai Upaya Optimalisasi Produksi ASI pada Ibu Menyusui di Desa Pariksinomba Helprida Sihite; Renta Sihombing; Mayes Felda Simamora; Elida Sijabat
Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Kesehatan Vol 7, No 2 (2026): Edisi Juli
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jpmik.v7i2.6937

Abstract

Keberhasilan pemberian ASI dipengaruhi oleh pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan tenaga kesehatan, serta keterampilan ibu dalam mengatasi hambatan menyusui. Hasil penjajakan awal di Desa Pariksinomba menunjukkan bahwa sebagian ibu menyusui belum memahami teknik pijat laktasi, waktu pelaksanaan, dan manfaatnya dalam membantu kelancaran ASI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui tentang pijat laktasi sebagai upaya mendukung optimalisasi produksi ASI. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu pendekatan edukatif partisipatif dengan alur APAR, yaitu analisis masalah, perencanaan, aksi, dan refleksi/evaluasi. Sasaran kegiatan adalah 20 ibu menyusui di Desa Pariksinomba, Kecamatan Doloksanggul, Kabupaten Humbang Hasundutan Provinsi Sumatera Utara. Intervensi dilakukan melalui pre-test, penyuluhan, demonstrasi, redemonstrasi, diskusi, dan post-test. Instrumen evaluasi berupa kuesioner pengetahuan dan lembar observasi praktik pijat laktasi. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan hasil pre-test dan post-test. Hasil dari pengabdian masyarakat ini menunjukkan adanya peningkatan dan perubahan pengetahuan peserta. Kategori pengetahuan baik meningkat dari 25% menjadi 70%, sedangkan kategori pengetahuan kurang menurun dari 45% menjadi 10%. Selama redemonstrasi peserta mampu menyebutkan manfaat pijat laktasi, mengikuti tahapan pijat dengan arahan fasilitator, serta aktif bertanya mengenai frekuensi pijat, tanda kecukupan ASI, dan cara mengatasi ASI yang kurang lancar. Edukasi dan praktik pijat laktasi meningkatkan pengetahuan serta pemahaman praktis ibu menyusui dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP PASIEN LANJUT USIA TENTANG KONSUMSI KUNYIT TERHADAP PENCEGAHAN PENYAKIT GASTRITIS DI DESA LUMBAN SILINTONG KECAMATAN PAGARAN KABUPATEN TAPANULI UTARA TAHUN 2025 Renta Sihombing; Debora Simamora; Helprida Sihite; Rouli DF Simamora; Mery Lestari Simanjuntak
Jurnal STIKes Kesehatan Baru Vol. 3 No. 2 (2025): Jurnal Medika Kesehatan Baru
Publisher : Sekolaah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Kesehatan Baru Doloksanggul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70751/stikeskbdoloksanggul.v3i2.117

Abstract

Data World Health Organization (WHO, 2021) prevalensi Gastritis di negara berkembang sebanyak 50, 8%. Dengan angka yang lebih rendah, 34,7% penduduk di Negara maju mengalami gangguan kesehatan akibat Gastritis. Di provinsi Sumatera Utara gastritis menempati urutan ke- 9 dari 10 penyakit terbesar 127.778(12.24%). Di Kabupaten Tapanuli Utara prevalensi gastritis sebesar 6.746 (6.57%). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Lanjut Usia Tentang Konsumsi Kunyit pada pencegahan Gastritis di Desa Lumban Silintong Kecamatan Pagaran Kabupaten Tapanuli Utara. Jenis penelitian ini adalah analitik kuantitatif desain crossectional. Lokasi Penelitian di Desa Lumban Silintong Kecamatan Pagarn Kabupaten Tapanuli Utara. Penelitian ini di lakukan pada bulan April sampai dengan Juni 2025. Jumlah Populasi sebanyak 35 responden dan pengambilan sampel dengan menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 35 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, kemudian dianalisis dengan uji korelasi chi sqaure (?=0,05). Penelitian ini menunjukkan ada hubungan pengetahuan lanjut usia tentang komsumsi kunyit terhadap pencegahan Gastritis dengan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan df=2 diperoleh x2 hitung (9.479) > ????2 tabel (5.991), ada hubungan sikap tentang komsumsi kunyit terhadap pencegahan Gastritis dengan menggunakan menggunakan uji chi-square dengan tingkat kepercayaan 95% dan df=1, diperoleh diperoleh ????2 hitung (10.641) > ????2 tabel (3.841). Diharapkan bagi responden agar lebih aktif dalam mempelajari dan dapat memanfaatkan kearifan lokal yang ada di sekitar dalam pengobatan penyakit Gastritis. Diharapkan bagi pemerintah setempat dan juga petugas kesehatan supaya melakukan sosialisasi dan penyuluhan tentang pencegahan penyakit gastritis sehingga masyarakat tahu khususnya masyarakat yang sudah menderita penyakit gastritis.
The Effect of Pregnant Women's Knowledge on Antenatal Care Visit Compliance: a Behavioral Analysis with the Health Belief Model Renta Sihombing; Nova SN Siregar; Helprida Sihite; Debora Simamora
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Adherence to antenatal care (ANC) visits is a crucial indicator of efforts to reduce maternal and neonatal mortality. Various studies have examined demographic factors, but health behavior analyses using the Health Belief Model (HBM) in the context of ANC attendance in primary healthcare is still limited. To analyze the impact of the HBM dimensions (perceived vulnerability, perceived severity, perceived benefits, perceived barriers, cues to action, and self-efficacy) and knowledge of pregnant women on ANC visits using multivariate logistic regression. This is a quantitative analytical study with a cross-sectional design involving 240 pregnant women. The instruments used were the HBM and knowledge questionnaires. Variables that significantly influenced ANC adherence were knowledge (OR = 2.84; 95% CI: 1.62–4.97; p < 0.001), perceived benefits (OR = 3.11; p = 0.002), and self-efficacy (OR = 2.53; p = 0.007). The logistic regression model showed a good fit (Hosmer-Lemeshow p = 0.34). Knowledge level and components of the Health Belief Model (HBM) significantly contributed to ANC adherence. Health education and communication interventions grounded in the Health Belief Model (HBM) are strongly recommended.
Acceptance of Mobile JKN Application Technology Among Older Adults Reviewed from the Technology Acceptance Model in Supporting Gerontic Nursing Services Crisna Lumban Gaol; Jefry Banjarnahor; Mery Lestari Simanjuntak; Dewi Purba; Renta Sihombing
Jurnal EduHealth Vol. 16 No. 04 (2025): Jurnal EduHealt, Edition October-December , 2025
Publisher : Sean Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Mobile JKN application is a digital service innovation developed by BPJS Kesehatan to facilitate public access to healthcare services online. Among the elderly, technology acceptance becomes a challenge due to age limitations, technological abilities, and adaptation to digital systems. This study aimed to analyze the technology acceptance of the Mobile JKN application among the elderly based on the Technology Acceptance Model (TAM) in supporting gerontic nursing services in Humbang Hasundutan Regency in 2025. This research used a quantitative method with a cross sectional design. The population consisted of elderly users of the Mobile JKN application in Humbang Hasundutan Regency. The sampling technique used purposive sampling with a total sample of 379 respondents. Data were collected through questionnaires and analyzed using Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) with SmartPLS software. The results showed that perceived usefulness significantly affected elderly user satisfaction with a p-value of 0.000 and t-statistic of 13.547. Perceived ease of use significantly affected elderly user satisfaction with a p-value of 0.000 and t-statistic of 4.828. Perceived usefulness significantly affected continuance intention to use the Mobile JKN application with a p-value of 0.000 and t-statistic of 7.034. Perceived ease of use also significantly affected continuance intention with a p-value of 0.000 and t-statistic of 4.483. Elderly user satisfaction significantly affected continuance intention with a p-value of 0.03 and t-statistic of 2.177. Based on the results, it can be concluded that the technology acceptance of the Mobile JKN application among the elderly is influenced by perceived usefulness and perceived ease of use in supporting gerontic nursing services in Humbang Hasundutan Regency in 2025.
Pengaruh Edukasi Postpartum terhadap Kemampuan Perawatan Bayi dan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Primipara Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Efarina Etaham Pematang Siantar Santi Widya Purba; Siti Nurul Fadhilah Sari; Renta Sihombing
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i1.6589

Abstract

The postpartum period is a critical time for mothers to adapt to their new roles, especially for primiparous mothers who have undergone delivery through a caesarean section (CS). Postoperative conditions often lead to limited mobility and pain, which can affect a mother’s ability to care for her baby and provide exclusive breastfeeding. One effective intervention that can help mothers during this transitional period is comprehensive postpartum education. This study aims to determine the effect of postpartum education on baby care ability and exclusive breastfeeding among primiparous mothers post caesarean section at Efarina Etaham Hospital, Pematang Siantar. The research design used was a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test control group design. The sample consisted of primiparous mothers post-CS who met the inclusion criteria, selected through purposive sampling. Research instruments included a baby care ability observation sheet and a questionnaire on exclusive breastfeeding practices. Data analysis was conducted using paired t-tests and independent t-tests to determine differences in ability before and after education. The results showed a significant improvement in baby care ability and exclusive breastfeeding practices after postpartum education was provided (p < 0.05). Therefore, it can be concluded that postpartum education has a positive effect on improving the ability of primiparous mothers post caesarean section in baby care and exclusive breastfeeding.
Pengaruh Edukasi Postpartum terhadap Kemampuan Perawatan Bayi dan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Primipara Post Sectio Caesarea di Rumah Sakit Efarina Pematangsiantar Santi Widya; Siti Nurul; Renta Sihombing
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v5i1.7569

Abstract

The postpartum period is a critical time for mothers to adapt to their new role, especially for primiparous mothers who undergo cesarean section (CS). Postoperative conditions often cause limited mobility and pain that can affect the mother's ability to care for her baby and provide exclusive breastfeeding. One effective intervention that can help mothers face this transition is comprehensive postpartum education. This study aims to determine the effect of postpartum education on the ability to care for babies and provide exclusive breastfeeding in primiparous mothers after cesarean section at Efarina Etaham Hospital, Pematang Siantar. The research design used was a quasi-experimental approach with a pre-test and post-test control group design. The study sample consisted of primiparous mothers after cesarean section who met the inclusion criteria, selected using a purposive sampling method. The research instruments were an observation sheet on baby care skills and a questionnaire on exclusive breastfeeding. Data analysis was performed using paired t-test and independent t-test to determine differences in abilities before and after education. The results showed a significant increase in infant care skills and exclusive breastfeeding practices after postpartum education (p < 0.05). Therefore, it can be concluded that postpartum education has a positive effect on improving the ability of primiparous mothers after cesarean section to care for their babies and provide exclusive breastfeeding.
Pengaruh Literasi Kesehatan Digital, Self-Efficacy, dan Dukugan Suami Terhadap Kepatuhan Kunjungan Antenatal Care Pada Ibu Hamil: Pengembangan Health Belief Modal Renta Sihombing; Santi Widya Purba; Fransiska Debataraja; Salim Efendi
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1658

Abstract

Kepatuhan kunjungan Antenatal Care (ANC) merupakan indikator penting dalam pelayanan kesehatan maternal yang berkontribusi terhadap penurunan angka kematian ibu dan bayi. Di era transformasi digital, literasi kesehatan digital menjadi faktor yang berpotensi memengaruhi perilaku kesehatan ibu hamil. Selain itu, self-efficacy dan dukungan suami berperan penting dalam pengambilan keputusan terkait kesehatan kehamilan. Health Belief Model (HBM) digunakan sebagai kerangka konseptual untuk menjelaskan hubungan antara faktor-faktor tersebut dengan kepatuhan kunjungan ANC. Menganalisis pengaruh literasi kesehatan digital, self-efficacy, dan dukungan suami terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil melalui pengembangan Health Belief Model di wilayah kerja Puskesmas Matiti, Kabupaten Humbang Hasundutan, Tahun 2026.Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 ibu hamil trimester II dan III yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik berganda. Sebanyak 73,7% responden patuh melakukan kunjungan ANC sesuai standar. Responden dengan literasi kesehatan digital tinggi sebesar 56,1%, self-efficacy tinggi sebesar 61,4%, dan dukungan suami baik sebesar 66,7%. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa literasi kesehatan digital (p = 0,012), self-efficacy (p = 0,003), dan dukungan suami (p = 0,001) berhubungan signifikan dengan kepatuhan kunjungan ANC. Analisis multivariat menunjukkan bahwa dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepatuhan kunjungan ANC dengan nilai OR = 4,72 (95% CI = 1,82–12,21). Literasi kesehatan digital, self-efficacy, dan dukungan suami berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil. Dukungan suami merupakan faktor yang paling dominan dalam meningkatkan kepatuhan kunjungan ANC. Oleh karena itu, upaya peningkatan keterlibatan suami, penguatan self-efficacy ibu hamil, serta peningkatan literasi kesehatan digital perlu menjadi fokus dalam program pelayanan kesehatan maternal untuk meningkatkan kepatuhan ANC dan mendukung pencapaian kesehatan ibu yang optimal.