Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Big Data Sebagai Game-Changer Dalam Kebijakan Publik Wido Cepaka Warih; Syugiarto Syugiarto
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/administrator.v5i2.69

Abstract

Artikel ini menggunakan tinjauan literatur artikel jurnal terbaru, kemudian mengerucut hanya membahas empat tema big data dalam hubungannya dengan kebijakan publik; (1) penerapan big data dalam siklus kebijakan publik; (2) peluang dan inovasi big data dalam kebijakan publik; (3) tantangan dan risiko big data dalam kebijakan publik; dan (4) aplikasi big data di lembaga pemerintahan
Dampak Alokasi Anggaran Dana Desa (DD) Terhadap Tingkat Kemiskinan Di Indonesia Wido Cepaka Warih; Ariski S; Syugiarto Syugiarto
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 3 No. 2 (2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (153.576 KB) | DOI: 10.55100/administrator.v3i2.37

Abstract

This study aims to examine the impact of village budget allocations on poverty levels in Indonesia. By using case studies as the basis for research, literature studies as the basis for collecting data, and using the main references from previous studies related to the impact of village funds and poverty. The data used in this study is secondary data from 2015-2019 which includes APBN data (balancing funds), Village Fund Allocation (DD), and poverty data. The data analysis used is descriptive qualitative, which aims to explain the facts by using comparison and trend analysis (tables and graphs), used to analyze the relationship between village allocation funds and poverty. The results showed that the Village Fund Allocation (ADD) disbursed by the central government was 259.2 trillion in a period of 5 years (2015-2019) only reducing the poverty rate by 1.72%. In addition, the village funds disbursed did not have a significant impact. The allocation of such a large Village Fund (ADD) should be able to significantly reduce the poverty rate, which is not seen in the research that has been done
Strategi Reengineering di Perusahaan Manufaktur untuk Meningkatkan Daya Saing di Era Industri 4.0: Studi Literatur tentang Penerapan Teknologi Informasi dan Inovasi Warih, Wido Cepaka; Aurellia, Miranda; Simanjuntak, Davit Lungguk; Azka, Aqori Satria; Putra, Erwin Aditya
Jurnal ADMINISTRATOR Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55100/administrator.v6i2.95

Abstract

Reengineering is a radical process to redesign existing business processes with the aim of enhancing performance, quality, and efficiency. Reengineering can assist manufacturing companies in adapting to the challenges and opportunities in the era of Industry 4.0, characterized by digitization, automation, and system integration. This article aims to examine the reengineering strategies of manufacturing companies in the Industry 4.0 era, focusing on the implementation of information technology and innovation. The research method utilized is literature review, which involves collecting, analyzing, and synthesizing information from various relevant sources such as journal articles, books, reports, and websites. The research findings indicate that reengineering in manufacturing companies in the Industry 4.0 era involves several steps: (1) identifying and understanding existing business processes and customer needs; (2) determining the vision, mission, and objectives of reengineering; (3) redesigning business processes utilizing information technology and innovation, such as the Internet of Things, cloud computing, big data, artificial intelligence, machine learning, robotics, and 3D printing; (4) implementing new business processes involving all stakeholders, including employees, management, suppliers, and customers; and (5) evaluating and monitoring the performance and impact of reengineering. This article also discusses some of the benefits, challenges, and critical success factors of reengineering manufacturing companies in the Industry 4.0 era
Transformasi Religius Narapidana Melalui Pembinaan Kerohanian Kristen di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Medan Gelora Kurniawan Tarigan; Wido Cepaka Warih
Sosial Simbiosis : Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik Vol. 1 No. 4 (2024): November : Sosial Simbiosis : Jurnal Integrasi Ilmu Sosial dan Politik
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/sosial.v1i4.859

Abstract

This study examines the religious transformation of inmates through the Christian spiritual guidance program at Class I Correctional Facility in Medan. The program aims to enhance inmates' spiritual awareness and behavioral change through worship, Bible study, and spiritual counseling. Using a qualitative research approach, data were collected through in-depth interviews, observations, and documentation studies. The results show that the Christian spiritual guidance program positively impacts inmates, contributing to significant behavioral changes, increased religious awareness, and deeper spiritual understanding. However, several challenges were identified, including limited resources, insufficient supervision, and a lack of adequate facilities. This study recommends improvements to the program’s implementation to achieve more sustainable outcomes and to address the existing challenges.
Implementasi Kegiatan Pembinaan Kemandirian bagi Narapidana yang Menjalani Masa Pidananya di Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Kotabumi Igo Ilham Habibi; Wido Cepaka Warih
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 3 No. 6: Oktober 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v3i6.5712

Abstract

Narapidana seharusnya menjalani masa pidananya di Lembaga Pemasyarakatan, tetapi di Indonesia masih banyak narapidana yang menjalani masa pidananya di Rumah Tahanan dikarenakan Lapas di kota tersebut mengalami kelebihan kapasitas sehingga narapidana yang mendapatkan putusan hukuman dibawah 5 tahun harus menjalani masa pidananya di Rutan. Hal ini diatur dalam keputusan menteri yang menyatakan bahwa Rutan dapat beralih fungsi sebagai Lapas. sehubungan dengan hal ini narapidana harus tetap mendapatkan hak pembinaan kemandirian walaupun fungsi utama dari Rutan yaitu perawatan dan sekarang memilki fungsi tambahan yaitu pembinaan kepada narapidana. Rutan Kelas IIB Kotabumi memiliki narapidana didalamya yang sedang menjalani masa pidana mereka. Narapidana tetap mendapatkan hak pembinaan kemandirian sebagai bekal mereka ketika nanti sudah bebas dan bisa memiliki keterampilan, pengalaman sebagai modal untuk memulai hidup baru dan tidak mengulangi pelanggaran hukum kembali. Rutan Kotabumi melaksanakan kegiatan pembinaan kemandirian pertanian sayur dan buah, kerajinan kayu, las listrik, barber, laundry. Kegiatan pembinaan kemandirian narapidana di Rutan Kelas IIB Kotabumi sudah terlaksana cukup baik, walaupun masih terdapat kendala seperti masih belum berkelanjutan beberapa kegiatan kerja, masih kurangnya jumlah petugas yang ahli, fasilitas penunjang yang belum lengkap, serta pemberian premi yang masih kurang sesuai. Petugas dan narapidana terus berupaya untuk menciptakan solusi agar pembinaan kemandirian terus berkembang.
Efektivitas Penggunaan Sistem Kontrol Elektronik dalam Mencegah Gangguan Kamtib di Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tanjungpati Farhan Fadlurrohamn; Wido Cepaka Warih
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.7275

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan Sistem Kontrol Elektronik (SIKONIK) dalam mencegah gangguan keamanan dan ketertiban (Kamtib) di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Tanjungpati. Sistem ini diimplementasikan untuk meningkatkan pengawasan dan pengendalian keamanan melalui kontrol keliling yang terekam secara digital. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SIKONIK efektif dalam meningkatkan pengawasan dan memberikan transparansi terhadap tugas petugas keamanan. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti kerusakan perangkat, keterbatasan jumlah alat, serta kurangnya disiplin petugas dalam menjalankan kontrol sesuai jadwal. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan perawatan perangkat, penambahan jumlah alat, dan pelatihan lebih lanjut bagi petugas untuk memaksimalkan penggunaan sistem ini. Kesimpulannya, SIKONIK berhasil memberikan dampak yang bisa dibilang positif terhadap peningkatan keamanan dan ketertiban di lapas, namun memerlukan perbaikan dalam hal teknis dan operasional untuk mencapai efektivitas yang optimal
ANALISIS PSIKOSOSIAL NARAPIDANA PADA KONFLIK ANTAR NARAPIDANA DI LAPAS KELAS IIB SIBORONGBORONG Jhonson Panahatan Siagian; Wido Cepaka Warih
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 10 No. 04 (2024): Volume 10 No. 04 Desember 2024 In Progress.
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v10i04.5643

Abstract

Prisoners in correctional institutions are still often involved in conflicts, both conflicts between fellow prisoners and between prisoners and officers. These conflicts can occur due to psychosocial problems. Psychosocial problems of prisoners can be caused by the individual (thoughts, emotions and behavior) themselves and from the surrounding environment. The purpose of this study was to see how the psychosocial of prisoners affects the occurrence of conflicts between prisoners in Class IIB Siborongborong Prison and to see what the impacts of the conflicts are. The theory used is Erik Erikson's Psychosocial Theory. This research method is qualitative descriptive with primary and secondary data sources collected through interviews, observations and documentation. Data analysis was carried out through data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this study are that the conflicts between prisoners that occurred in Class IIB Siborongborong Prison were influenced by various complex psychosocial and social factors, uncontrolled prisoner emotions, the importance of prisoner awareness to comply with the rules in the prison, and the importance of providing education on psychosocial aspects and emotional management in prison. The psychosocial impact of prisoners greatly contributes to the occurrence of conflicts in prison. Personality changes, such as emotional reactivity, decreased social skills, and aggressive tendencies, create conditions that trigger conflict between prisoners. Conflicts between prisoners that occur can cause disturbances in security and order in prisons. The obstacles experienced are the absence of psychologists in Siborongborong Prison to monitor the mental health and psychological well-being of prisoners, as well as the lack of psychological approaches, namely therapy and counseling to help prisoners overcome their emotional and behavioral problems.