Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Pemanfaatan Limbah Botol Plastik Menjadi Kreasi Tempat Pensil Untuk Meningkatkan Kreativitas Anak Enes Oryza Sativa; Indah Nurmahanani; Rayhansyach Genevieve Kurniawan; Adrias Kasman
Indonesian Journal of Community Services in Engineering & Education (IJOCSEE) Vol 3, No 1 (2023): April 2023
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia Kampus Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the most serious problems faced by people in Indonesia is the waste problem. Waste is an object that is often the cause of environmental pollution, especially plastik waste. In Bantar Gebang District, there are various types of waste, such as plastik waste, household waste and organic waste. Seeing this, a plastik waste recycling program was formed by children. In addition to utilizing plastik waste, this program can also increase children's creativity. The method used in this program is Research Development (RD). The target of this program is children aged 6 to 9 years. The result of this program is a pencil case that children can use to store writing utensils to make it more tidy and also reduce plastik waste in the area around the Bantar Gebang neighborhood, Bekasi City.
PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS NARASI MENGGUNAKAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING (PBL) DI KELAS IV SDN 20 GUMARANG KABUPATEN AGAM Rendi maileondri; Adrias
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 02 (2025): Volume 11 No. 02 Juni 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i02.6284

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterampilan menulis teks narasi peserta didik di kelas IV SDN 20 Gumarang Kabupaten Agam. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan keterampilan menulis teks narasi dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL) di kelas IV SDN 20 Gumarang Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang menggunakan pendekatakan kualitatif dan kuantitatif. Dilaksanakan dalam dua siklus, yaitu siklus I dilaksanakan 2 kali pertemuan dan siklus II dilaksanakan 1 kali pertemuan. Di setiap siklus meliputi empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah guru dan peserta didik dikelas IV SDN 20 Gumarang Kabupaten Agam dengan jumlah 17 orang peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan, dilihat dari aspek Modul Ajar di siklus I memperoleh rata–rata 85,41% dengan kualifikasi (B) dan siklus II 95,83% dengan kualifikasi sangat baik (SB). Pelaksanaan pembelajaran pada aspek guru siklus I memperoleh rata-rata yaitu 82,14% dengan kualifikasi baik (Baik), dan pada siklus II meningkat menjadi 96,42% dengan kualifikasi sangat baik (SB). Aspek peserta didik siklus I rata-rata yaitu 82,14% dengan kualifikasi baik (Baik), dan pada siklus II meningkat menjadi 96,42% dengan kualifikasi sangat baik (SB). Hasil penilaian keterampilan menulis peserta didik pada siklus I diperoleh rata-rata 73,25 dengan kualifikasi cukup (C) dan pada siklus II meningkat menjadi 81,94 dengan kualifikasi baik (B). Dengan demikian model Problem Based Learning (PBL) dapat meningkatkan keterampilan menulis teks narasi di kelas IV SDN 20 Gumarang Kabupaten Agam.
Peningkatan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Menggunakan Picture Word Inductive Model (PWIM) di Kelas IV D SDS IT Dar El Iman Monica Puspa Cahyani; Chandra; Adrias; Nana Fauzana Azima
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Build
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7239

Abstract

This classroom action research was conducted to improve narrative writing skills among fourth-grade students in Class IV D at SDS IT Dar El Iman. Initial observations indicated that students faced difficulties in generating ideas, had limited vocabulary, and struggled to produce engaging narrative texts. To address these issues, the Picture Word Inductive Model (PWIM) was implemented as an instructional strategy. The study employed both qualitative and quantitative approaches and was carried out over two cycles. Each cycle consisted of planning, implementation, observation, and reflection stages. Data were collected through tests and non-test instruments, with participants including the classroom teacher as an observer, the researcher as the instructor, and 26 fourth-grade students. The findings revealed a consistent improvement in students’ narrative writing skills from the first to the second cycle. The evaluation of the teaching module increased from 87.50% (Good) to 100% (Very Good). Teacher activity observations rose from 87.25% to 97.91%, while student engagement improved from 77.08% to 95.83%. These results demonstrate that the application of PWIM effectively enhances students' ability to write narrative texts.
PENINGKATAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS IV SD NEGERI 01 MUNGO KABUPATEN LIMA PULUH KOTA Putri Wulandari; Elfia Sukma; Ari Suriani; Adrias
Didaktik : Jurnal Ilmiah PGSD STKIP Subang Vol. 11 No. 03 (2025): Volume 11 No. 03 September 2025 In Order
Publisher : STKIP Subang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36989/didaktik.v11i03.7501

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan membaca pemahaman peserta didik kelas IV SD Negeri 01 Mungo Kabupaten Lima Puluh Kota, yang ditunjukkan dengan kesulitan memahami isi teks, menangkap informasi penting, dan menyimpulkan bacaan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan membaca pemahaman melalui penerapan model Discovery Learning. Penelitian menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah guru dan 23 peserta didik kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes dan non-tes berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian meliputi lembar observasi, soal evaluasi, dan pedoman wawancara. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan hasil antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan pada beberapa aspek: rata-rata nilai modul ajar meningkat dari 87,5% (B) pada siklus I menjadi 95,83% (A) pada siklus II; pelaksanaan pembelajaran oleh guru meningkat dari 89,28% (B) menjadi 98,42% (SB); partisipasi peserta didik meningkat dari 89,28% (B) menjadi 96,42% (SB); serta nilai rata-rata kemampuan membaca pemahaman meningkat dari 80,2 (B) menjadi 88,63 (B). Dengan demikian, penerapan model Discovery Learning terbukti dapat meningkatkan kemampuan membaca pemahaman peserta didik secara signifikan.
Penerapan Model Problem Based Learning dalam Pembelajaran IPS untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Peserta Didik di SD Hilda Eka Putri; Wita Defriwanti; Adrias Adrias; Nur Azmi Alwi
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 7 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i7.119

Abstract

Penelitian ini memiliki tujuan yaitu untuk meningkatkan motivasi belajar peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dalam pembelajaran IPS di SD. Metode yang diterapkan dalam penelitan ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) dengan dua siklus, meliputi langkah-langkah perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian membuktikan bahwa penggunaan model PBL dalam mata pelajaran IPS mampu meningkatkan motivasi belajar siswa. Hasil mengalami pengangkatan pada guru 18% dan pada motivasi peserta didik mengalami peningkatan 22,5%. Demikian, Penelitian ini menunjukkan bahwa hasil dari penerapan model PBL dapat meningkatkan motivasi belajar siswa dalam pelajaran IPS di SD.
Tantangan Kreativitas Berfikir Siswa Sekolah Dasar Nabila Juita; Adrias Adrias; Aissy Putri Zulkarnaini
Pendagogia: Jurnal Pendidikan Dasar Vol 5 No 1: April 2025
Publisher : Educational Consultant & Counseling Career (EC3) Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menggunakan studi literatur sistematis (SLR) untuk mengkaji secara komprehensif tantangan-tantangan yang menghambat perkembangan kreativitas berpikir siswa sekolah dasar di era digital. Fokus utama penelitian ini adalah pada peran penggunaan gadget dan faktor-faktor kontekstual lainnya yang mempengaruhi kemampuan berpikir kreatif anak. Analisis lima jurnal penelitian terbaru (2018-2023) yang relevan dengan tema kreativitas, teknologi, dan pendidikan anak usia dini, menunjukkan temuan yang konsisten: penggunaan gadget yang berlebihan secara signifikan berkorelasi negatif dengan kreativitas siswa. Siswa yang menghabiskan waktu berlebih di depan layar cenderung mengalami penurunan kemampuan imajinasi, pemecahan masalah, dan berpikir divergen. Selain itu, penelitian ini juga mengidentifikasi faktor-faktor pendukung seperti metode pembelajaran yang kurang inovatif dan interaktif, kurangnya stimulasi kreativitas dalam lingkungan belajar, serta kurangnya dukungan dan bimbingan dari guru dan orang tua dalam mengembangkan potensi kreatif anak. Temuan ini menyoroti perlunya strategi intervensi yang terintegrasi dan komprehensif untuk mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital, menciptakan lingkungan belajar yang kondusif bagi perkembangan kreativitas, serta meningkatkan kolaborasi antara guru, orang tua, dan siswa. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai model intervensi yang diusulkan, serta untuk meneliti lebih lanjut dampak spesifik jenis-jenis konten digital dan durasi penggunaan gadget terhadap perkembangan kreativitas anak.
SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW: INTEGRATION OF THE 'ADAT BASANDI SYARAK, SYARAK BASANDI KITABULLAH' (ABS-SBK) VALUES IN CHARACTER EDUCATION FOR ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS Fikra Nabhan; Yanti Fitria; Adrias; Fitrawati
Review of International Journal Education and School Leadership Vol. 2 No. 1 (2025): Review of International Journal Education and School Leadership (RITEDUL)
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.17769306

Abstract

Effective character education in elementary schools must be rooted in local wisdom to ensure moral, cultural, and intellectual balance. The Minangkabau philosophy of Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serves as a moral compass that unites religious and cultural dimensions in shaping students’ character. This study aims to synthesize the implementation, assessment, and main challenges of integrating ABS-SBK values into character education in elementary schools across West Sumatra. Using the Systematic Literature Review (SLR) method, data were systematically collected, analyzed, and synthesized from recent academic studies (2018–2025). Findings show that ABS-SBK integration occurs through curriculum contextualization in Islamic Religious Education (PAI), Science and Social Studies (IPAS), Language, and Arts. These subjects infuse values such as Raso Pareso, Baso Basi, and Adat Salingka Nagari to foster empathy, respect, environmental care, and social responsibility. Character assessment employs holistic methods such as portfolios, attitude rubrics, and project-based evaluations aligned with the Kurikulum Merdeka.  However, several critical challenges remain: erosion of values due to modernization and globalization, digital gaps that reduce real social interaction, inconsistent teacher training, and limited documentation of local learning materials. The study concludes that effective ABS-SBK integration requires strategic mitigation through teacher professional development, digital ethics education, curriculum innovation, and strengthened collaboration among schools, customary institutions, and religious bodies. This integration ensures that character education not only transmits knowledge but also nurtures the moral and cultural identity of the Minangkabau generation.
Teachers' Perspectives on Primary School Students' Speaking and Presenting Skills: A Survey Study Adrias; Mansurdin; Yunisrul; Agus Ruswandi; Fadhilah Majid
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v35i12026p55-73

Abstract

Abstract: Speaking and presenting are learning outcomes that present greater challenges than other elements as they require students to possess both adequate verbal proficiency and psychological readiness. This study aims to describe teachers' perceptions of student achievement in speaking and to identify the factors perceived to influence these outcomes. A quantitative survey method was employed, utilizing questionnaires for data collection. The respondents consisted of 161 fifth and sixth-grade elementary school teachers in Padang City, selected through multistage random sampling. Data were analyzed using descriptive statistics. The results indicate that the overall achievement level of speaking and presenting in Phase C is 77.90%, categorized as "High". The highest achievement was found in students' post-learning confidence at 81.57% (Very High), while the lowest achievement was in the ability to organize a presentation with a clear structure (introduction, body, and conclusion), which only reached 69.57% and was categorized as "Moderate". Abstrak: Berbicara dan mempresentasikan merupakan salah satu hasil belajar yang lebih sulit dibandingkan unsur-unsur lain, karena keduanya menuntut siswa untuk memiliki kemampuan verbal yang memadai serta kesiapan psikologis. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan persepsi guru terhadap pencapaian siswa dalam berbicara serta mengidentifikasi faktor-faktor yang dianggap memengaruhi hasil belajar tersebut. Metode survei kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan memanfaatkan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Responden terdiri dari 161 guru sekolah dasar kelas lima dan enam di Kota Padang, yang dipilih melalui pengambilan sampel acak bertahap. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasilnya menunjukkan bahwa tingkat pencapaian keseluruhan dalam berbicara dan mempresentasikan pada Fase C adalah 77,90%, yang dikategorikan sebagai "Tinggi". Pencapaian tertinggi ditemukan pada kepercayaan diri siswa pasca pembelajaran sebesar 81,57% (Sangat Tinggi), sedangkan hasil terendah terdapat pada kemampuan menyusun presentasi dengan struktur yang jelas (pendahuluan, isi, dan kesimpulan), yang hanya mencapai 69,57% dan dikategorikan sebagai "Sedang".
Development of Canva-Based Interactive Learning Media for Mixed Fractions in Elementary School Cecep Kurniawan; Sahrun Nisa; M. Habibi; Adrias; Masniladevi
Sekolah Dasar: Kajian Teori dan Praktik Pendidikan Vol. 35 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um009v35i12026p119-132

Abstract

Abstract: The development of interactive learning media is crucial in elementary mathematics education, as abstract concepts often challenge students’ comprehension. This study focused on creating Canva-based interactive learning media for mixed-fraction topics that met validity, practicality, and effectiveness criteria. The ADDIE model was implemented in three elementary schools. The results showed that the media validation score increased significantly from 58% to 93.9%. Teacher and student response rates were also very high, reaching 94% and 91.5%, respectively. Furthermore, student learning outcomes improved significantly from an average score of 33.84285 to 86.592885 with an N-Gain score of 0,8041009763 categorized as high. These findings indicate that Canva-based interactive learning media are highly valid, practical, and effective for mathematics instruction. In addition, the integration of visual elements, animations, and interactive features enhances student engagement and helps them better visualize complex concepts such as mixed fractions. The use of technology-based media also supports student-centered learning and increases active participation. Overall, Canva demonstrates strong potential as an innovative tool to improve learning outcomes and conceptual understanding among elementary school students. Abstrak: Pengembangan media pembelajaran interaktif sangat penting dalam pendidikan matematika sekolah dasar, karena konsep-konsep abstrak seringkali menyulitkan pemahaman siswa. Penelitian ini berfokus pada pembuatan media pembelajaran interaktif berbasis Canva untuk topik pecahan campuran yang memenuhi kriteria validitas, kepraktisan, dan efektivitas. Model ADDIE diterapkan di tiga sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor validasi media meningkat secara signifikan dari 58% menjadi 93,9%. Tingkat respons guru dan siswa juga sangat tinggi, masing-masing mencapai 94% dan 91,5%. Selain itu, hasil belajar siswa meningkat secara signifikan dari skor rata-rata 33,84285 menjadi 86,592885 dengan skor N-Gain sebesar 0,8041009763 yang dikategorikan sebagai tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif berbasis Canva sangat valid, praktis, dan efektif untuk pengajaran matematika. Selain itu, integrasi elemen visual, animasi, dan fitur interaktif meningkatkan keterlibatan siswa serta membantu mereka memvisualisasikan konsep-konsep rumit seperti pecahan campuran dengan lebih baik. Penggunaan media berbasis teknologi juga mendukung pembelajaran yang berpusat pada siswa dan meningkatkan partisipasi aktif mereka. Secara keseluruhan, Canva menunjukkan potensi yang besar sebagai alat inovatif untuk meningkatkan hasil belajar dan pemahaman konseptual di kalangan siswa sekolah dasar.
Penggunaan Media Interaktif Berbantuan Canva Dalam Pembelajaran IPAS Di Sekolah Dasar Octavia Maria Ririn Samosir; Renatasya Ahmady Putri; Adrias Adrias; Aissy Putri Zulkarnaini
Jurnal Pendidikan Transformatif (JPT) Vol. 4 No. 3 (2025): Juni 2025
Publisher : Yayasan Aya Sophia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9000/jpt.v4i3.2111

Abstract

Canva adalah sebuah platform yang bisa digunakan untuk menghasilkan media pembelajaran menarik serta interaktif. Penelitian ini bermaksud untuk menelaah sejauh mana efektivitas pemakaian Canva selaku media interaktif dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar, juga membagikan rekomendasi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang lagi kreatif dan canggih dan sesuai dengan tuntutan era digital. Metode yang digunakan Metode Literatur Riview, dimana mengkaji literatur yang sudah ada. Berdasarkan hasil kajian, Penggunaan media pembelajaran interaktif berbantuan Canva dalam pembelajaran IPAS di Sekolah Dasar mampu menambah pemahaman, kemampuan berpikir kritis serta hasil belajar siswa.  Stategi yangdapat dilakukan untuk pengoptimalan penggunaan media pembelajaran interaktif berbantuan Canva yaitu (1) Pelatihan guru; (2) Kolaborasi antar guru; (3) penyediaan sarana dan prasarana pendukung