Khalimatus Sa'diyah
Jurusan Teknik Kimia, Politeknik Negeri Malang, Jl. Soekarno Hatta No. 9, Malang 65141, Indonesia

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

EVALUASI KINERJA IPAL DALAM PENGURANGAN PARAMETER PENCEMAR DI INDUSTRI FARMASI Amanda Putri Imania; Khalimatus Sa'diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7294

Abstract

Industri farmasi menghasilkan limbah cair non-B3 yang mengandung berbagai parameter pencemar, seperti pH, amoniak, total coliform, minyak dan lemak, BOD, COD, serta TSS. Jika tidak dikelola secara tepat, limbah ini berisiko mencemari lingkungan. Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) merupakan fasilitas yang dirancang untuk mengolah cairan sisa proses atau limbah sehingga dapat dibuang ke lingkungan dengan aman. Untuk menjaga kualitas lingkungan, kinerja IPAL perlu dipantau dan dievaluasi secara berkala agar penurunan parameter pencemar sesuai dengan standar baku mutu yang berlaku. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja IPAL milik salah satu industri farmasi di Jawa Timur dalam menurunkan parameter pencemar. Metode yang digunakan berupa deskriptif kuantitatif dengan menganalisis data sekunder dari hasil pengujian laboratorium terhadap sampel influent dan effluent IPAL selama periode Januari hingga Desember 2023. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan rerata nilai pencemar yang signifikan antara konsentrasi influent dan effluent pada semua parameter, kecuali pH. Berdasarkan uji one-way ANOVA (p-value 0,05), diperoleh nilai Fhitung < Fkritis yang berarti hipotesisi nol (H0) ditolak, sehingga terdapat perbedaan rerata nilai pencemar yang signifikan antara konsentrasi influent dan effluent IPAL. Berdasarkan hasil perhitungan,diperoleh removal efficiency amoniak sebesar 91,9%; total coliform 93,0%; BOD 90,1%; COD 90,1%; dan TSS 61,6%, sedangkan minyak dan lemak telah sesuai baku mutu. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja IPAL masih mampu mempertahankan efisiensi pengolahan limbah hingga memenuhi standar kualitas limbah yang ditetapkan.
PENENTUAN KAPASITAS PRODUKSI DAN SELEKSI PROSES INDUSTRI KALIUM SULFAT DARI PENGOLAHAN SENYAWA SULFAT PADA AIR SUNGAI KALIPAIT BONDOWOSO Agus Budi Santoso; Hardjono; Eko Naryono; Khalimatus Sa'diyah; Rosita Dwi Chrisnandari; Ade Sonya Suryandari
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 11 No. 4 (2025): December 2025
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v11i4.7302

Abstract

Kebutuhan pupuk di Indonesia masih tergolong tinggi, seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk, yang berdampak pada  meningkatnya kebutuhan pangan nasional, sehingga diperlukan intensifikasi di sektor pertanian. Konsumsi pupuk nasional mencapai 4,47 juta ton pada tahun 2023. Salah satu pupuk yang banyak digunakan adalah kalium sulfat (K₂SO₄), namun produksi dalam negeri masih terbatas sehingga impor tetap mendominasi. Sungai Kalipait di Bondowoso, Jawa Timur menawarkan potensi sumber senyawa  sulfat yang besar namun belum dimanfaatkan secara maksimal, dengan kandungan sulfat yang dapat diolah menjadi K₂SO₄. Kajian  ini bertujuan menentukan kapasitas produksi optimal serta memilih metode produksi paling efektif untuk mendirikan pabrik K₂SO₄ berbasis bahan baku lokal. Tahapan produksi melibatkan pre-treatment air Sungai Kalipait dan reaksi konversi dengan kalium klorida, dengan analisis terhadap teknologi seperti Mannheim furnace dan double decomposition untuk mendapatkan efisiensi maksimal dan dampak lingkungan minimal. Penentuan kapasitas produksi pabrik dilakukan dengan metode linier dan discounted, menggunakan data produksi, konsumsi, ekspor, impor, dan rata-rata tahunan. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa pabrik direncanakan memiliki kapasitas produksi sebesar 1.533 ton per tahun. Diharapkan hasil dari kajian ini dapat mendukung pembangunan pabrik K₂SO₄ di Bondowoso pada 2027, memperkuat ketahanan pangan nasional, mengurangi ketergantungan impor, dan berkontribusi pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2045 dalam bidang pertanian berkelanjutan.
ANALISIS EKONOMI PRARANCANGAN PABRIK BIOPESTISIDA DARI TEMPURUNG KELAPA DENGAN KAPASITAS 3000 TON/TAHUN Verdi Rizal Prayoga; Khalimatus Sa'diyah
DISTILAT: Jurnal Teknologi Separasi Vol. 12 No. 1 (2026): March 2026
Publisher : Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33795/distilat.v12i1.7484

Abstract

Pertanian merupakan sektor vital dalam perekonomian Indonesia, namun menghadapi tantangan serangan hama yang mengurangi hasil panen. Penggunaan pestisida kimia berdampak negatif terhadap lingkungan dan kesehatan, sehingga diperlukan alternatif ramah lingkungan seperti biopestisida dari asap cair tempurung kelapa. Indonesia menghasilkan 2.754.948 ton kelapa per tahun, tetapi pemanfaatan tempurung kelapa masih terbatas. Tempurung kelapa mengandung lignin, selulosa, dan hemiselulosa yang ideal untuk pirolisis menghasilkan asap cair sebagai biopestisida. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kelayakan pendirian pabrik biopestisida kapasitas 3.000 ton/tahun melalui analisis ekonomi melalui analisis kelayakan dan analisis profitabilitas. Analisis yang dilakukan meliputi Total Capital Investment (TCI), Total Production Cost (TPC), serta parameter profitabilitas seperti Rate of Return (ROR), Pay Out Time (POT), Break Even Point (BEP), dan Shut Down Rate (SDR). Hasil analisis menunjukkan TCI sebesar Rp45,8 miliar dengan laba bersih Rp13,6 miliar, ROR 35%, dan POT 2,22 tahun, mengindikasikan kelayakan proyek. Pemanfaatan limbah tempurung kelapa ini tidak hanya mengurangi polusi tetapi juga meningkatkan nilai ekonomi dan mendukung pertanian berkelanjutan.