Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pijat Oksitosin pada Ny. A dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif: Implementation of Oxytocin Massagewith Breastfeeding Problems Tina Joji; Rosita; Indri Iriani; Buyandaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.4289

Abstract

Menyusui tidak efektif adalah kondisi dimana bayi dan ibu mengalami ketidakpuasan dalam memberikan dan menerima ASI karena di sebabkan beberapa masalah yang timbul baik dari ibu maupun bayinya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam peneliian ini adalah pasien ibu post partum dengan diagnosa menyusui tidak efektif yang berada di UPT Puskemas Pandauke, sampel adalah pasien ibu post partum dengan masalah menyususi tidak efektif pada kasus ASI tidak lancar. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan Ny.A ditemukan data subjektif pasien mengatakan sakit pada payudara jika belum memberikan ASI pada bayinya dan payudara mengeras. Data objektif TD:110/80 mmHg, Nadi 80x/menit. Diagnosa yang ditemukan pada Ny.A adalah menyusui tidak efektif . setelah dilakukan pijat oksitosin terjadi peningkatan ASI yaitu implementasi H-1 didapat hasil payudara terasa sakit dan mengeras, implementasi H-2 didapatkan hasil payudara tidak terasa sakit dan mengeras, implementasi H-3 menunjukan payudara kembali normal dan ASI lancar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa adanya peningkatan ASI setelah dilakukan pijat oksitosin pada hari pertama pengkajian didapatkan hasil payudara mengeras dan terasa sakit. Setelah dilakukan pijat oksitosin sampai hari ke-3 payudara kembli normal dan ASI lancar.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) Di Desa Bomba, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Gestational Diabetes Mellitus (GDM) in Bomba Village, Marawola District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Rosita; Nur Febrianti; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8432

Abstract

Kualitas Diabetes Mellitus Gestasional merupakan suatu gangguan toleransi glukosa yang pertama kali ditemukan pada saat kehamilan, keadaan ini terjadi pada seorang wanita yang belum pernah didiagnosis diabetes kemudian menunjukkan kadar glukosa yang tinggi selama kehamilan. Berdasarkan riset International Diabetes Federation, 90% kasus diabetes pada wanita hamil merupakan kasus diabetes gestasional. Pada ibu yang mengalami Diabetes mellitus Gestasional (DMG) akan timbul beberapa masalah kesehatan yaitu masalah yang terjadi saat periode kehamilan dan persalinan yaang berdampak pada peningkatan risiko preeklamsia dan eklamsia serta terjadi makrosomia dan dapat mengalami hipoglikemia perinatal. Sedangkan untuk dampak jangka panjangnya ibu mengalami risiko obesitas dan diabetes mellitus tipe 2 baik pada ibu maupun anak yang dilahirkan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada ibu hamil yang tinggal di Desa Bomba, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan kesehatan dengan media penyuluhan menggunakan media Power Point dan Leaflet untuk dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang DMG. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menyimpulkan bahwa pemahaman ibu hamil tentang penyakit DMG mengalami peningkatan. Pada awalnya terdapat 16 orang ibu hamil belum mengetahui secara umum tentang penyakit DMG dan 4 orang yang sudah memiliki tanda dan gejala DMG, tetapi setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang DMG terdapat 19 orang yang mengalami peningkatan pengetahuan sehingga mereka dapat melakukan pencegahan dan pengobatan secara rutin di Puskesmas untuk mempertahankan kualitas hidup yang lebih sehat dan lebih baik di masa kehamilan, persalinan, dan setelah persalinan. Namun, masih terdapat 1 orang yang masih belum maksimal dalam memahami materi penyuluhan yang diberikan.