Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Implementasi Pijat Oksitosin pada Ny. A dengan Masalah Menyusui Tidak Efektif: Implementation of Oxytocin Massagewith Breastfeeding Problems Tina Joji; Rosita; Indri Iriani; Buyandaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.4289

Abstract

Menyusui tidak efektif adalah kondisi dimana bayi dan ibu mengalami ketidakpuasan dalam memberikan dan menerima ASI karena di sebabkan beberapa masalah yang timbul baik dari ibu maupun bayinya. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain studi kasus deskriptif, populasi dalam peneliian ini adalah pasien ibu post partum dengan diagnosa menyusui tidak efektif yang berada di UPT Puskemas Pandauke, sampel adalah pasien ibu post partum dengan masalah menyususi tidak efektif pada kasus ASI tidak lancar. Hasil penelitian ditemukan dari pengkajian yang dilakukan Ny.A ditemukan data subjektif pasien mengatakan sakit pada payudara jika belum memberikan ASI pada bayinya dan payudara mengeras. Data objektif TD:110/80 mmHg, Nadi 80x/menit. Diagnosa yang ditemukan pada Ny.A adalah menyusui tidak efektif . setelah dilakukan pijat oksitosin terjadi peningkatan ASI yaitu implementasi H-1 didapat hasil payudara terasa sakit dan mengeras, implementasi H-2 didapatkan hasil payudara tidak terasa sakit dan mengeras, implementasi H-3 menunjukan payudara kembali normal dan ASI lancar. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa adanya peningkatan ASI setelah dilakukan pijat oksitosin pada hari pertama pengkajian didapatkan hasil payudara mengeras dan terasa sakit. Setelah dilakukan pijat oksitosin sampai hari ke-3 payudara kembli normal dan ASI lancar.
Penyuluhan Kesehatan Tentang Diabetes Mellitus Gestasional (DMG) Di Desa Bomba, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah: Health Education on Gestational Diabetes Mellitus (GDM) in Bomba Village, Marawola District, Sigi Regency, Central Sulawesi Province Rosita; Nur Febrianti; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 8: Agustus 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i8.8432

Abstract

Kualitas Diabetes Mellitus Gestasional merupakan suatu gangguan toleransi glukosa yang pertama kali ditemukan pada saat kehamilan, keadaan ini terjadi pada seorang wanita yang belum pernah didiagnosis diabetes kemudian menunjukkan kadar glukosa yang tinggi selama kehamilan. Berdasarkan riset International Diabetes Federation, 90% kasus diabetes pada wanita hamil merupakan kasus diabetes gestasional. Pada ibu yang mengalami Diabetes mellitus Gestasional (DMG) akan timbul beberapa masalah kesehatan yaitu masalah yang terjadi saat periode kehamilan dan persalinan yaang berdampak pada peningkatan risiko preeklamsia dan eklamsia serta terjadi makrosomia dan dapat mengalami hipoglikemia perinatal. Sedangkan untuk dampak jangka panjangnya ibu mengalami risiko obesitas dan diabetes mellitus tipe 2 baik pada ibu maupun anak yang dilahirkan. Kegiatan PkM ini dilaksanakan pada ibu hamil yang tinggal di Desa Bomba, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan kesehatan dengan media penyuluhan menggunakan media Power Point dan Leaflet untuk dapat meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang DMG. Hasil kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini menyimpulkan bahwa pemahaman ibu hamil tentang penyakit DMG mengalami peningkatan. Pada awalnya terdapat 16 orang ibu hamil belum mengetahui secara umum tentang penyakit DMG dan 4 orang yang sudah memiliki tanda dan gejala DMG, tetapi setelah dilakukan penyuluhan kesehatan tentang DMG terdapat 19 orang yang mengalami peningkatan pengetahuan sehingga mereka dapat melakukan pencegahan dan pengobatan secara rutin di Puskesmas untuk mempertahankan kualitas hidup yang lebih sehat dan lebih baik di masa kehamilan, persalinan, dan setelah persalinan. Namun, masih terdapat 1 orang yang masih belum maksimal dalam memahami materi penyuluhan yang diberikan.
Asuhan Keperwatan Anak Usia 3 Tahun Dengan Bronkopneumonia Di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care For 3 Year Old Child With Bronchopneumonia In The Catelia Ward, Undata Hospital Central Sulawesi Provincial Tiwi; Indri Iriani; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9070

Abstract

Latar Belakang Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis infeksi paru-paru yang umum terjadi pada anak-anak. Bronkopneumonia pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah, yaitu bronkiolus dan alveoli. Tujuan penelitian ini asuhan keperawatan pada anak usia 1-5 tahun dengan bronkopneumonia untuk mengatasi hipertermia, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif yaitu dengan studi kasus. Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui hasil dari asuhan keperawatan pada anak usia 3 tahun dengan bronkopneumonia dengan masalah hipertermia, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi. Lokasi penelitian dilakukan di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan ditemukan data subjektif ibu An. E mengatakan anaknya demam dengan diagnosis keperawatan yaitu hipertermia, ibu An. E mengatakan anaknya batuk bedahak dengan diagnosis pola napas tidak efektif, ibu An. E mengatakan anaknya kurang nafsu makan dengan diagnosis keperawatan defisit nutrisi. Setelah implementasi hari pertama pasien masih demam suhu tubuh 38,5ºC, pasien masih batuk berdahak, pasien kurang nafsu makan. Implementasi kedua pasien masih demam suhu tubuh 37,8ºC, pasien masih batuk berdahak, pasien kurang nafsu makan. Implementasi ketiga pasien sudah tidak demam suhu tubuh 37ºC, pasien sudah tidak/jarang batuk berdahak, pasien masih kurang nafsu makan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada hari ke 3 suhu tubuh pasien menurun, batuk berdahak sudah tidak/jarang dan An. E sudah merasa nyaman intervensi dapat dihentikan.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Asma Bronchial Di Instalasi Gawat Darurat Di Rumah Sakit Umum Daerah Undata Sulawesi Tengah: Nursing Care For Bronchial Asthma Patients In The Emergency Department In Hospitals Provincial Undata Regional General Central Sulawesi Dea Ananda; Indri Iriani; Muhamad Asrum
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9075

Abstract

Asma bronkial merupakan penyakit saluran napas kronis yang ditandai oleh inflamasi dan penyempitan jalan napas, sehingga menimbulkan gejala seperti sesak napas, batuk, dan wheezing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan pada pasien asma bronkial di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Undata, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif pada Tn. Y, laki-laki usia 50 tahun, yang datang dengan keluhan sesak napas berat, gelisah, serta penggunaan otot bantu napas. Hasil pengkajian menunjukkan frekuensi napas 29 kali/menit, saturasi oksigen 93%, dan adanya suara napas tambahan berupa wheezing. Diagnosa keperawatan yang ditegakkan meliputi: bersihan jalan napas tidak efektif, pola napas tidak efektif, dan intoleransi aktivitas. Intervensi keperawatan yang dilakukan mencakup pemberian oksigen melalui non-rebreathing mask 10–15 L/menit, posisi semi-Fowler, edukasi teknik batuk efektif, serta kolaborasi pemberian bronkodilator (Meptin) melalui nebulisasi. Evaluasi menunjukkan adanya perbaikan pada bersihan jalan napas dan pola napas, serta penyelesaian masalah intoleransi aktivitas ditandai dengan berkurangnya keluhan sesak napas dan stabilisasi tanda vital. Hasil studi ini menegaskan pentingnya asuhan keperawatan yang sistematis dan kolaboratif dalam penatalaksanaan pasien asma bronkial. Saran peningkatan kemampuan pengkajian perawat, pelaksanaan penelitian lanjutan dengan pendekatan kuantitatif atau kualitatif, serta edukasi kepada pasien dan keluarga untuk mendukung manajemen asma yang optimal
Penerapan Teori Komplementer Allium Sativum Untuk Mengurangi Nyeri Akut Pada Keluarga Ny.S Penderita Hipertensi Di Puskesmas Talise Kota Palu: Application Of Complementary Theory Of Allium Sativum To Reduce Acute Pain In The Family Of Mrs. S With Hypertension At Talise Public Health Center, Palu City Afiatun; Rabiah; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9078

Abstract

Latar belakang Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah melebihi batas normal, yang mana sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Penyakit ini sering dikenal the silent killer karena banyak orang tidak menyadari mereka memiliki hipertensi sampai mereka memeriksa tekanan darah di tempat layanan kesehatan. Tujuan dari penjelasan ini adalah untuk menggambarkan bagaimana terapi menggunakan allium sativum dilaksanakan pada keluarga Ny. S yang mengalami hipertensi dengan diagnosis nyeri akut Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Metode penelitian kasus ini digunakan untuk mengatasi hipertensi dan nyeri akut pada pasien Ny. S. Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif dan bertujuan untuk menerapkan terapi dengan Allium sativum (bawang putih) bagi pasien yang mengalami hipertensi dan nyeri akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hasil dari penerapan terapi tersebut terhadap keluhan nyeri yang dirasakan oleh pasien. Hasil penelitian dan pembahsan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pengobatan dengan Allium sativum (bawang putih) dalam menurunkan rasa sakit akut pada pasien yang mengalami hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Pada hari pertama penelitian, pasien bernama Ny. S menunjukkan tingkat nyeri yang tinggi, yang tercatat 8 pada skala VAS (Visual Analog Scale). Setelah melakukan intervensi menggunakan ramuan bawang putih selama tiga hari berturut-turut, pada hari ketiga, level nyeri pasien menurun secara signifikan hingga mencapai 3. Penurunan ini mengindikasikan bahwa terapi non-obat Allium sativum bisa efektif dalam meredakan nyeri akut pada pasien dengan hipertensi. Kesimpulan Dari penggunaan terapi Allium sativum untuk mengurangi rasa sakit akut pada pasien Ny. S yang memiliki hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu, dapat ditarik kesimpulan bahwa terapi dengan seduhan bawang putih terbukti berhasil dalam meredakan nyeri akut yang Pasien Ny. S mengalami penurunan tingkat nyeri dari 8 menjadi 3 pada skala VAS. Hal ini menunjukkan bahwa terapi ini berperan positif dalam mengurangi nyeri akut akibat hipertensi. Saran untuk meningkatkan efektivitas terapi adalah agar tenaga kesehatan memaksimalkan penggunaan terapi komplementer, seperti Allium sativum, dalam merawat pasien hipertensi, terutama bagi mereka yang mengalami nyeri akut.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabets Melitus Tipe 2 diruangan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing foster in diabetes mellitus type 2 patients In the room of the Central Sulawesi RSUD Kalsum; Indri Iriani; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9086

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronik yang ditandai oleh gangguan metabolisme akibat resistensi insulin atau defisiensi relatif insulin. Prevalensi penyakit ini terus meningkat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Penanganan yang optimal memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan pada pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Subjek penelitian adalah pasien perempuan usia 48 tahun dengan DM Tipe 2. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Hasil: Ditemukan tiga masalah keperawatan utama, yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, dan defisit pengetahuan. Intervensi dilakukan selama 3x24 jam dengan pendekatan ONEC (Observasi, Nursing, Edukasi, Kolaborasi). Evaluasi menunjukkan perbaikan pada kondisi pasien, baik secara klinis maupun pemahaman terhadap penyakitnya. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang sistematis dan berkesinambungan mampu membantu pasien dalam mengelola kondisi Diabetes Melitus Tipe 2, menstabilkan kadar glukosa darah, serta meningkatkan kualitas hidup pasien melalui edukasi dan keterlibatan keluarga.
Implementasi Pemberian Terapi Swedish Massage Untukpenurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Dengan Masalah Gangguan Pola Tidur Di Ruanganflamboyan Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Swedish Massage Therapy To Reduce Blood Pressure In Hypertensive Patients With Sleep Pattern Disturbance In Flamboyan Ward, Undata Hospital, Central Sulawesi Province Pramesti Chayani Longgo; Sri Yulianti; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9119

Abstract

Latar belakang hipertensi atau penyakit tekanan darah tinggi merupakan suatu keadaan kronik yang ditandai dengan meningkatnya tekanan darah pada dinding pembuluh darah arteri dimana terjadi kenaikan baik tekanan sistolik dan diastolik mencapai lebih dari 140 mmHg dan 90 mmHg. Tujuan dari penulisan studi kasus ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang implementasi pemberian terapi swedish massage untuk penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan gangguan pola tidur. Metode penelitian desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus merupakan strategi yang digunakan untuk menguraikan secara rinci suatu kondisi atau fenomena dengan cara obyektif. Pasien perempuan yang datang ke RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah dengan Diagnosa hipertensi adalah subyek penelitian ini. Hasil penelitian berdasarkan analisa data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sebelum dilakukan Swedish Massage didapatkan hasil bahwa pasien mengalami gangguan pola tidur dengan jumlah jam tidur 30 menit pada siang hari dan 3-4 jam pada malam hari. Setelah dilakukan terapi Swedish Massage pada pasien hipertensi yang mengalami gangguan pola tidur didapatkan hasil bahwa pasien mengalami peningkatan kualitas tidur dengan jumlah jam tidur bertambah dari 30 menit pada siang hari menjadi 1 jam dan 3-4 jam pada malam hari menjadi 5-6 jam. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terapi Swedish Massage dapat menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas tidur, diharapkan keluarga pasien untuk melakukannya secara mandiri. Saran penelitian terapi Swedish Massage ini dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk menurunkan tekanan darah dan meningkatkan kualitas tidur pada pasien hipertensi.
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Implementasi Pemberian Terapi Rebusan Daun Gersen Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kamonji : Family Nursing Care With The Implementation Of Cherry Leaf Decoction Therapy (Muntingia Calabura) To Reduce The Blood Sugar Levels Toward Type 2 Diabetes Mellitus Patients At The Kamonji Public Health Centre Palu Arini M. Pawelay; Rabiah; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9171

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat produksi atau penggunaan insulin yang tidak efektif. Salah satu terapi nonfarmakologis adalah pemberian rebusan daun kersen yang mengandung flavonoid dan berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian rebusan daun kersen pada Ny. M penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah satu pasien DM tipe 2. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan pemberian rebusan daun kersen dua kali sehari (masing-masing 2 jam sekali), dan kadar glukosa darah dipantau setiap hari. Hasil: Setelah intervensi, kadar glukosa darah pasien menurun dari 303 mg/dL menjadi 265 mg/dL. Pasien juga melaporkan berkurangnya rasa haus dan frekuensi buang air kecil. Kesimpulan: Rebusan daun kersen dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Terapi ini dapat menjadi alternatif nonfarmakologis yang murah, mudah diakses, dan dapat mendukung pengelolaan diabetes secara mandiri di masyarakat.
Implementasi Mobilisasi Dini Pada Ibu Bersalin Post Sectio Caesarea (Sc) Dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Early Mobilization In Post-Cesarean Delivery Mothers With Physical Mobility Problems At Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Sitti Nurhaliza Tahir; Rosita; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10366

Abstract

Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi keperawatan yang penting dalam mempercepat proses pemulihan ibu post sectio caesarea (SC). Keterlambatan mobilisasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti trombosis vena dalam, konstipasi, dan gangguan pernapasan. Oleh karena itu, pelaksanaan mobilisasi dini perlu dilakukan secara bertahap dan sesuai prosedur untuk mengembalikan fungsi fisik pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif, yang dilaksanakan di ruang nifas RS Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Subjek penelitian adalah seorang ibu post SC dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan format SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi mobilisasi dini secara bertahap selama dua hari, pasien mengalami peningkatan kemampuan dalam bergerak. Pada hari pertama pasien masih membutuhkan bantuan saat duduk dan berdiri, namun pada hari kedua pasien sudah mampu melakukan aktivitas mandiri tanpa keluhan nyeri yang signifikan. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot, stabilitas postur, serta peningkatan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Pembahasan: Penerapan mobilisasi dini yang dilakukan secara tepat dan berkesinambungan dapat mempercepat pemulihan fisik ibu post SC. Dukungan keluarga dan edukasi yang baik dari perawat berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan intervensi. Hasil ini sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa mobilisasi dini efektif dalam meningkatkan sirkulasi, mempercepat penyembuhan luka, dan mengurangi komplikasi imobilisasi. Kesimpulan: Implementasi mobilisasi dini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan fisik dan kemandirian ibu post SC. Perawat diharapkan dapat menerapkan intervensi ini secara terencana, bertahap, dan melibatkan keluarga untuk hasil yang optimal.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Di Ruangan Srikaya UPT RSUD Madani Palu Provinsi Sulteng: Nursing Care for Patients at Risk of Violent Behavior with a Medical Diagnosis of Schizophrenia in the Srikaya Ward, UPT Madani Hospital, Palu, Central Sulawesi Sartika Irwan; Indri Iriani; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10625

Abstract

Resiko perilaku kekerasan salah satu tanda dan gejala gangguan jiwa yang sering ditemukan pada klien zkizofrenia. Resiko perilaku kekerasan jika tidak segara ditangani akan menimbulkan dampak yang dapat merugikan baik secara fisik maupun psikologis. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah untuk menerapkan senam aerobic low impact pada pasien dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Umum Daerah Madani Palu. Metode penerapan yang digunakan adalah studi kasus dilakukan pada klien skizofrenia paranoid dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini dilakukan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Jiwa Daerah Madani Palu bulan agustus 2024. Metodi pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian keperawatan jiwa dengan melakukan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan data rekam medis. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan senam aerobic low impact pada klien dengan resiko perilaku kekerasan antara perawat dengan klien selama 3 kali dalam 1 minggu pada klien resiko perilaku kekerasan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Jiwa Daerah Madani Palu menujukan bahwa pemeberian senam aerobict low impact dapat mengontrol resiko perilaku kekerasan serta mampu mengontrol emosinya dan mampu bersikap social dengan baik. Simpulan dari penerapan terapi ini didapatkan hasil bahwa klien mampu mengontrol resiko perilaku kekerasan. Disarankan untuk tenaga kesehatan dapat menambah jadwal kegiatan harian seperti senam aerobic low impact di Ruangan Srikaya untuk mempermudah proses penyembuhan klien.