Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Tn. B yang Menderita Stroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Ruangan Mawar Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Gerontik Nursing Care for Mr. B who Suffered From Non-Hemorrhagic Stroke with Physical Mobility Disorders Treatet in the Rose Room Undata Hospital, Central Sulawesi Province Alifia Salsabila; Rabiah; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.4292

Abstract

Stroke non hemoragik adalah gangguan pada otak akibat terhentinya atau tersumbatnya aliran darah ke otak dari iskemik, trombosis, emboli, dan penyempitan lumen. Untuk menerapkan Asuhan Keperawatan Gerontik dengan gangguan mobilitas fisik pada pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis dan rancangan penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik dengan tindakan latihan ROM. Hasil studi kasus ini ditemukan kesamaan antara teori dengan kasus nyata. Setelah dilakukan tindakan latihan ROM selama 1x8 jam masalah teratasi dengan adanya peningkatan kekuatan otot pada Tn. B. Teknik analisis yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban-jawaban dari penulisan yang diperoleh dari hasil interpretasi wawancara mendalam yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah penulisan. Tindakan ROM dapat meningatkan kekuatan otot pada pasien stoke non hemoragik.Bagi pasien dan keluarga diharapkan bisa memahami dan melakukan latihan ROM secara rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot.
Asuhan Keperwatan Anak Usia 3 Tahun Dengan Bronkopneumonia Di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care For 3 Year Old Child With Bronchopneumonia In The Catelia Ward, Undata Hospital Central Sulawesi Provincial Tiwi; Indri Iriani; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9070

Abstract

Latar Belakang Bronkopneumonia merupakan salah satu jenis infeksi paru-paru yang umum terjadi pada anak-anak. Bronkopneumonia pada anak biasanya disebabkan oleh infeksi bakteri, virus atau jamur yang menginfeksi saluran pernapasan bagian bawah, yaitu bronkiolus dan alveoli. Tujuan penelitian ini asuhan keperawatan pada anak usia 1-5 tahun dengan bronkopneumonia untuk mengatasi hipertermia, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi. Desain penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif yaitu dengan studi kasus. Penelitian ini ditunjukan untuk mengetahui hasil dari asuhan keperawatan pada anak usia 3 tahun dengan bronkopneumonia dengan masalah hipertermia, pola napas tidak efektif, defisit nutrisi. Lokasi penelitian dilakukan di Ruangan Catelia RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Hasil penelitian dari pengkajian yang dilakukan ditemukan data subjektif ibu An. E mengatakan anaknya demam dengan diagnosis keperawatan yaitu hipertermia, ibu An. E mengatakan anaknya batuk bedahak dengan diagnosis pola napas tidak efektif, ibu An. E mengatakan anaknya kurang nafsu makan dengan diagnosis keperawatan defisit nutrisi. Setelah implementasi hari pertama pasien masih demam suhu tubuh 38,5ºC, pasien masih batuk berdahak, pasien kurang nafsu makan. Implementasi kedua pasien masih demam suhu tubuh 37,8ºC, pasien masih batuk berdahak, pasien kurang nafsu makan. Implementasi ketiga pasien sudah tidak demam suhu tubuh 37ºC, pasien sudah tidak/jarang batuk berdahak, pasien masih kurang nafsu makan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pada hari ke 3 suhu tubuh pasien menurun, batuk berdahak sudah tidak/jarang dan An. E sudah merasa nyaman intervensi dapat dihentikan.
Penerapan Teori Komplementer Allium Sativum Untuk Mengurangi Nyeri Akut Pada Keluarga Ny.S Penderita Hipertensi Di Puskesmas Talise Kota Palu: Application Of Complementary Theory Of Allium Sativum To Reduce Acute Pain In The Family Of Mrs. S With Hypertension At Talise Public Health Center, Palu City Afiatun; Rabiah; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.9078

Abstract

Latar belakang Hipertensi merupakan kondisi ketika tekanan darah melebihi batas normal, yang mana sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih, dan diastolik mencapai 90 mmHg atau lebih. Penyakit ini sering dikenal the silent killer karena banyak orang tidak menyadari mereka memiliki hipertensi sampai mereka memeriksa tekanan darah di tempat layanan kesehatan. Tujuan dari penjelasan ini adalah untuk menggambarkan bagaimana terapi menggunakan allium sativum dilaksanakan pada keluarga Ny. S yang mengalami hipertensi dengan diagnosis nyeri akut Di Wilayah Kerja Puskesmas Talise. Metode penelitian kasus ini digunakan untuk mengatasi hipertensi dan nyeri akut pada pasien Ny. S. Pendekatan penelitian ini bersifat deskriptif dan bertujuan untuk menerapkan terapi dengan Allium sativum (bawang putih) bagi pasien yang mengalami hipertensi dan nyeri akut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai hasil dari penerapan terapi tersebut terhadap keluhan nyeri yang dirasakan oleh pasien. Hasil penelitian dan pembahsan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pengobatan dengan Allium sativum (bawang putih) dalam menurunkan rasa sakit akut pada pasien yang mengalami hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu. Pada hari pertama penelitian, pasien bernama Ny. S menunjukkan tingkat nyeri yang tinggi, yang tercatat 8 pada skala VAS (Visual Analog Scale). Setelah melakukan intervensi menggunakan ramuan bawang putih selama tiga hari berturut-turut, pada hari ketiga, level nyeri pasien menurun secara signifikan hingga mencapai 3. Penurunan ini mengindikasikan bahwa terapi non-obat Allium sativum bisa efektif dalam meredakan nyeri akut pada pasien dengan hipertensi. Kesimpulan Dari penggunaan terapi Allium sativum untuk mengurangi rasa sakit akut pada pasien Ny. S yang memiliki hipertensi di Puskesmas Talise Kota Palu, dapat ditarik kesimpulan bahwa terapi dengan seduhan bawang putih terbukti berhasil dalam meredakan nyeri akut yang Pasien Ny. S mengalami penurunan tingkat nyeri dari 8 menjadi 3 pada skala VAS. Hal ini menunjukkan bahwa terapi ini berperan positif dalam mengurangi nyeri akut akibat hipertensi. Saran untuk meningkatkan efektivitas terapi adalah agar tenaga kesehatan memaksimalkan penggunaan terapi komplementer, seperti Allium sativum, dalam merawat pasien hipertensi, terutama bagi mereka yang mengalami nyeri akut.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Diabets Melitus Tipe 2 diruangan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing foster in diabetes mellitus type 2 patients In the room of the Central Sulawesi RSUD Kalsum; Indri Iriani; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9086

Abstract

Pendahuluan: Diabetes Melitus Tipe 2 merupakan penyakit kronik yang ditandai oleh gangguan metabolisme akibat resistensi insulin atau defisiensi relatif insulin. Prevalensi penyakit ini terus meningkat di Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah. Penanganan yang optimal memerlukan pendekatan holistik, salah satunya melalui asuhan keperawatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses asuhan keperawatan pada pasien dengan Diabetes Melitus Tipe 2 di Ruangan Seroja RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Metode: Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Proses asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi keperawatan berdasarkan SDKI, SIKI, dan SLKI. Subjek penelitian adalah pasien perempuan usia 48 tahun dengan DM Tipe 2. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan dokumentasi medis. Hasil: Ditemukan tiga masalah keperawatan utama, yaitu ketidakstabilan kadar glukosa darah, intoleransi aktivitas, dan defisit pengetahuan. Intervensi dilakukan selama 3x24 jam dengan pendekatan ONEC (Observasi, Nursing, Edukasi, Kolaborasi). Evaluasi menunjukkan perbaikan pada kondisi pasien, baik secara klinis maupun pemahaman terhadap penyakitnya. Kesimpulan: Asuhan keperawatan yang sistematis dan berkesinambungan mampu membantu pasien dalam mengelola kondisi Diabetes Melitus Tipe 2, menstabilkan kadar glukosa darah, serta meningkatkan kualitas hidup pasien melalui edukasi dan keterlibatan keluarga.
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Implementasi Pemberian Health Education Diet Rendah Garam Pada Ny. M Hipertensi Masalah Keperawatan Defisit Pengetahuan Di UPTD Puskesmas Talise: Family Nursing Care With The Implementation Of Low-Salt Diet Health Education Of Hypertensive Patients With Knowledge Deficit Nursing Problems AT The Talise Public Health Center Nuraeni U DG Kader; Sri Yulianti; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9111

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat dan menjadi penyebab utama komplikasi kardiovaskular. Kepatuhan dalam menjalankan diet rendah garam menjadi salah satu strategi penting dalam penatalaksanaan nonfarmakologis hipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga melalui implementasi Health Education diet rendah garam pada pasien hipertensi dengan masalah keperawatan defisit pengetahuan di UPTD Puskesmas Talise. Metode yang digunakan adalah studi kasus deskriptif dengan pendekatan asuhan keperawatan secara sistematis mencakup pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa pemberian edukasi diet rendah garam mampu meningkatkan pemahaman pasien dan keluarga tentang pentingnya pengaturan asupan natrium dan meningkatkan kepatuhan dalam menjalankan diet. Intervensi edukasi yang tepat, disertai dukungan keluarga, berkontribusi signifikan dalam mengendalikan tekanan darah pasien hipertensi. Studi ini menegaskan pentingnya peran perawat dalam pemberdayaan keluarga melalui pendidikan kesehatan berbasis evidence untuk meningkatkan kualitas hidup pasien hipertensi. Kesimpulan Edukasi kesehatan mengenai diet rendah garam sangat efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan perilaku hidup sehat pada pasien hipertensi. Saran Diperlukan keterlibatan aktif perawat komunitas untuk terus melakukan edukasi dan monitoring terhadap pasien hipertensi, serta melibatkan keluarga sebagai bagian penting dalam mendukung keberhasilan terapi nonfarmakologis.
Asuhan Keperawatan Keluarga dengan Implementasi Pemberian Terapi Rebusan Daun Gersen Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 Di Puskesmas Kamonji : Family Nursing Care With The Implementation Of Cherry Leaf Decoction Therapy (Muntingia Calabura) To Reduce The Blood Sugar Levels Toward Type 2 Diabetes Mellitus Patients At The Kamonji Public Health Centre Palu Arini M. Pawelay; Rabiah; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9171

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 merupakan penyakit kronis yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah akibat produksi atau penggunaan insulin yang tidak efektif. Salah satu terapi nonfarmakologis adalah pemberian rebusan daun kersen yang mengandung flavonoid dan berpotensi menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan asuhan keperawatan keluarga dengan pemberian rebusan daun kersen pada Ny. M penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Kamonji. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah satu pasien DM tipe 2. Intervensi dilakukan selama tiga hari dengan pemberian rebusan daun kersen dua kali sehari (masing-masing 2 jam sekali), dan kadar glukosa darah dipantau setiap hari. Hasil: Setelah intervensi, kadar glukosa darah pasien menurun dari 303 mg/dL menjadi 265 mg/dL. Pasien juga melaporkan berkurangnya rasa haus dan frekuensi buang air kecil. Kesimpulan: Rebusan daun kersen dapat membantu menurunkan kadar glukosa darah pada pasien DM tipe 2. Terapi ini dapat menjadi alternatif nonfarmakologis yang murah, mudah diakses, dan dapat mendukung pengelolaan diabetes secara mandiri di masyarakat.
Implementasi Teknik Relaksasi Napas Dalam Pada Pasien Pasca Laparatomi Dengan Masalah Nyeri Akut Di Ruangan Teratai Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Deep Breathing Relaxation Techniques in Post-Laparatomy Patients with Acute Pain Problems in the Lotus Room, Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Bahtiar Madjalima; Sri Yulianti; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9370

Abstract

endahuluan : laparatomi adalah tindakan operasi yang membuka rongga abdomen melalui sayatan besar untuk menampilkan bagian tubuh yang mengalami masalah Tujuan : penelitian ini yaitu diimplementasikan asuhan keperawatan tentang pemberian Latihan nafas dalam sebagai Teknik relaksasi terhadap penurunan skala nyeri pada pasien pasca laparatomi. Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Instrumen yang dipakai meliputi pengukuran skala nyeri numerik, format pengkajian asuhan keperawatan dari Akademi Keperawatan Justitia, serta standar operasional teknik relaksasi napas dalam yang diadopsi dari buku pedoman Standar Prosedur Operasional Keperawatan PPNI 2021. Sampel yang digunakan dalam studi kasus ini yaitu 1 pasien. Hasil : Data yang diperoleh dari seorang pasien, Ny. S, berusia 51 tahun, perempuan, menunjukkan keluhan nyeri pada luka pasca laparatomi di bagian perut. Nyeri yang dirasakan pasien berupa sensasi seperti ditusuk-tusuk dengan skala nyeri 6 (sedang) dan bersifat hilang timbul. Pasien menyatakan tidak memiliki riwayat penyakit diabetes mellitus maupun hipertensi. Hasil pemeriksaan tanda vital menunjukkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 110 x/menit, respirasi 20 x/menit, suhu 36,8?, dan saturasi oksigen (SpO?) 99%. Berdasarkan pengkajian tersebut, penulis menyimpulkan bahwa pasien mengalami masalah keperawatan berupa nyeri akut. Kesimpulan : Implementasi teknik relaksasi napas dalam pada pasien pasca laparatomi dengan masalah nyeri akut terbukti cukup efektif dalam mengurangi nyeri yang dirasakan. Hasilnya menunjukkan penurunan skala nyeri dari awal 6 (sedang) menjadi 2 (ringan). Saran : hasil penelitian teknik relaksasi napas dalam ini dapat dipertimbangkan sebagai intervensi keperawatan non-farmakologis untuk menurunkan skala nyeri
Penerapan Kompres Air Hangat Rebusan Cymbopogon Sebagai Terapi Non Farmakologi Untuk Mengurangi Nyeri Pada Lansia Tn. M Yang Menderita Rhematoid Arhtritis Studi Kasus Di Kelurahan Besusu Barat Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Palu: Penerapan Kompres Air Hangat Dari Cymbopogon Citratus Sebagai Terapi Non Farmakologi Untuk Mengurangi Nyeri Pada Lanjut Usia Tn. M Yang Mengalami Rheumatoid Arthritis Studi Kasus di Kelurahan Besusu Barat Wilayah Kerja Puskesmas Kamonji Palu Fitria M Sapondan; Rabiah; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10315

Abstract

rtritis rheumatoid (RA) adalah penyakit autoimun jangka panjang yang ditandai oleh peradangan pada sendi, rasa sakit, dan kekakuan, yang biasanya menyerang orang lanjut usia. Angka kejadian RA di Sulawesi Tengah cukup signifikan, dengan tingkat prevalensi mencapai 7,37% pada tahun 2021. Penelitian ini bertujuan untuk menilai keefektifan terapi kompres air hangat dari rebusan Cymbopogon citratus (Serai) dalam mengurangi tingkat nyeri pada pasien lanjut usia dengan RA. Metode studi kasus diterapkan pada seorang pasien pria berusia 66 tahun yang mengeluhkan nyeri pada lutut selama 5 bulan. Intervensi dilakukan dengan cara memberikan kompres air hangat dari rebusan Cymbopogon citratus selama 10 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut. Evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan skala Numeric Rating Scale (NRS) menunjukkan penurunan nyeri dari skala 6 (ringan) menjadi skala 1 (ringan) setelah tiga hari perlakuan. Kesimpulan dari hasil ini menunjukkan bahwa kompres air hangat dari rebusan Cymbopogon citratus efektif sebagai terapi nonfarmakologi untuk meredakan nyeri pada pasien RA. Penelitian ini sejalan dengan hasil sebelumnya yang menegaskan bahwa kompres hangat membantu meningkatkan aliran darah, memberikan efek relaksasi, dan meredakan ketegangan otot.
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Terapi Kompres Buli-Buli Hangat Pada Leher Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Ny. N Yang Menderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gonenggati Donggala: Family Nursing Care with Warm Bladder Compress Therapy on the Neck to Reduce Headaches in Mrs. N Who Suffers from Hypertension in the Work Area of the Gonenggati Donggala Health Center Grachelin Nurul Ivanka; Rabiah; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10633

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena minimnya gejala yang dirasakan. Salah satu gejala yang umum dialami oleh pasien hipertensi adalah nyeri kepala, terutama di bagian leher atau tengkuk. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah ke otak, serta menimbulkan penumpukan asam laktat yang merangsang reseptor nyeri. Terapi nonfarmakologis, seperti pemberian kompres hangat menggunakan buli-buli, dapat menjadi intervensi yang efektif dan aman dalam membantu mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Ny. N, seorang pasien hipertensi yang mengalami keluhan nyeri kepala, dan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gonenggati Donggala. Asuhan keperawatan diberikan secara menyeluruh melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Terapi kompres buli-buli hangat dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan rumah, masing-masing selama lima jam. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari skala 5 menjadi skala 2 setelah pemberian terapi. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi. Terapi ini sangat direkomendasikan karena mudah dilakukan, tidak menimbulkan efek samping, dan dapat diaplikasikan secara mandiri oleh keluarga di rumah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menerapkan pendekatan keperawatan keluarga untuk penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologis, khususnya pada penderita hipertensi.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Hipertensi Dengan Edukasi Diet Dash (Dietary Approach To Stop Hypertension) Dalam Menurunkan Tekanan Darah Di Ruangan Mawar Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Nursing Care For Hypertension Patients With Education Dash Diet (Dietary Approch To Stop Hypertension) In Lowers Blood Pressure In Room Roses Undata Central Sulawesi Province Nur Fadhilah; Nur Febrianti; Rabiah
Jurnal Kolaboratif Sains (Special Issue) - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS) - Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10659

Abstract

Penyakit hipertensi merupakan the silent disease, karena orang tidak mengetahui bahwa dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksa tekanan darahnya. Hipertensi dapat menyebabkan pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga berkurangnya suplai darah ke jaringan tubuh yang mengakibatkan organ tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Penanganan hipertensi yang benar yaitu, tekanan darah tinggi dapat dikendalikan dan resiko kekambuhan dapat berkurang. Penanganan hipertensi dapat dilakukan dengan perubahan pola hidup dengan mengonsumsi sayuran yang tinggi serat, bbuah-buahan dan susu tampak lemak. Desain studi kasus yang digunakan adalah studi kasus deskriptif. Studi kasus deskriptif adalah jenis studi yang memberikan deskriptif suatu kasus tertentu, dan membutuhkan penelitian untuk memulai penelitian dengan menggunakan teori deskriptif untuk menjelaskan hasil penelitian secara terperinci. Hasil yang di dapatkan pada hari-1 sesudah di lakukan edukasi diet dash pasien mengungkapkan perasannya bahwa pasien masih belum paham, hari ke-2 pasien sudah mulai paham dengan diet dash, dan hari ke-3 pasien mengatakan sudah mulai mendengarkan apa yang di anjurkan. Asuhan keperawatan pada penanganan permasalahan keperawatan pada penanganan permasalahan yang di alami oleh Tn.R analisis maksimal, dianjurkan kepada pasien untuk sering melakukan Diet Dash agar menurunkan tekanan darah.