Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Asuhan Keperawatan Gerontik Pada Tn. B yang Menderita Stroke Non Hemoragik dengan Gangguan Mobilitas Fisik di Ruangan Mawar Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Gerontik Nursing Care for Mr. B who Suffered From Non-Hemorrhagic Stroke with Physical Mobility Disorders Treatet in the Rose Room Undata Hospital, Central Sulawesi Province Alifia Salsabila; Rabiah; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 11: NOVEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i11.4292

Abstract

Stroke non hemoragik adalah gangguan pada otak akibat terhentinya atau tersumbatnya aliran darah ke otak dari iskemik, trombosis, emboli, dan penyempitan lumen. Untuk menerapkan Asuhan Keperawatan Gerontik dengan gangguan mobilitas fisik pada pasien Stroke Non Hemoragik di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Jenis dan rancangan penulisan karya tulis ilmiah ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien stroke non hemoragik dengan gangguan mobilitas fisik dengan tindakan latihan ROM. Hasil studi kasus ini ditemukan kesamaan antara teori dengan kasus nyata. Setelah dilakukan tindakan latihan ROM selama 1x8 jam masalah teratasi dengan adanya peningkatan kekuatan otot pada Tn. B. Teknik analisis yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban-jawaban dari penulisan yang diperoleh dari hasil interpretasi wawancara mendalam yang dilakukan untuk menjawab rumusan masalah penulisan. Tindakan ROM dapat meningatkan kekuatan otot pada pasien stoke non hemoragik.Bagi pasien dan keluarga diharapkan bisa memahami dan melakukan latihan ROM secara rutin yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan otot.
Implementasi Terapi Bermain Mewarnai Gambar untuk Menurunkan Ansietas terhadap Hospitalisasi pada Anak Usia Prasekolah di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Coloring Play Therapy to Reduc Anxiety towards Hospitality in Preschool Age Children at Undata Provincial Hospital Central Sulawesi Ratna Ameliya; Sri Yulianti; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 6 No. 12: DESEMBER 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v6i12.4335

Abstract

Anak usia prasekolah merupakan masa kanak-kanak awal yaitu pada usia 3-6 tahun, dimana pada usia tersebut anak memandang hospitalisasi sebagai sebuah pengalaman yang menakutkan. Tujuan umum untuk melakukan implementasi terapi bermain mewarnai gambar terhadap ansietas akibat hospitalisasi pada anak usia prasekolah di RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Rancangan studi kasus dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif dalam bentuk studi kasus, untuk menggambarkan atau mendeskripsikan masalah asuhan keperawatan pada klien yang mengalami ansietas akibat hospitalisasi, yang dilakukan dengan melalui pendekatan keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosa, intervensi, implemetasi dan evaluasi keperawatan. HUUUhhhhhyhasil yang didapatkan bahwa observasi yang dilakukan peneliti, pada anak usia prasekolah yang menjalani hospitalisasi menunjukkan terjadi penurunan kecemasan sesudah diberikan terapi bermain mewarnai gambar dimana anak tidak lagi tampak gelisah, tidak menangis lagi karena takut. Disimpulkan bahwa setelah dilakukan implementasi terapi bermain mewarnai gambar ansietas terhadap hospitalisasi berkurang, dan klien tampak kooperatif pada saaat dilakukan tindakan implementasi selanjutnya.
Implementasi Terapi Okupasi Menggambar Untuk Mengontrol Halusinasi Pendengaran Pada Pasien Skizofrenia Di RSUD Madani Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Occupational Therapy Through Drawing To Control Auditory Hallucinations In Schizophrenic Patients At Madani General Hospital, Central Sulawesi Province Vivi Safirli Ir. Latowale; Rosita; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.9088

Abstract

Latar belakang: Skizofrenia merupakan gangguan jiwa kronis yang ditandai dengan gangguan persepsi sensori seperti halusinasi pendengaran, yang dapat mengganggu fungsi sosial, emosional dan kognitif pasien. Salah satu upaya nonfarmakologis yang bisa diterapkan untuk mengontrol halusinasi pendengaran adalah melalui terapi okupasi menggambar. Terapi okupasi menggambar merupakan salah satu bentuk psikoterapi yang mengggunakan media seni sebagai sarana komunikasi yang mendorong individu untuk menyalurkan serta memahami emosi dalam bentuk karya visual. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas terapi okupasi menggambar dalam mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode: Studi kasus ini menggunakan metode deskriptif. Sampel diambil pada pasien yang mengalami gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran dan dikelolah selama 3 hari, implementasi dengan pemberian tindakan keperawatan berupa terapi okupasi menggambar dan dilakukan 1 kali/hari selama 15-20 menit . Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan metode proses keperawatan. Bahan yang digunakan yaitu buku gambar, pensil, dan pensil warna. Hasil: Menunjukkan bahwa terapi okupasi menggambar efektif menurunkan gejala halusinasi pendengaran yang mengasah keterampilan pasien melalui aktivitas menggambar. Implementasi standar pelaksanaan dan terapi menggambar yang dilakukan selama 3 hari pada Ny.A menunjukkan bahwa pasien dapat mengenal halusinasi dan menerapkan terapi okupasi menggambar untuk mengontrol halusinsinya yang muncul. Terapi okupasi menggambar efektif dilakukan pada pasien skizofrenia dengan masalah gangguan halusinasi pendengaran
Implementasi Pemberian Teknik Marmet Terhadap Peningkatan ASI Pada Ibu Post Partum Primipara Yang Mengalami Gangguan Menyusui Tidak Efektif Di RSUD Undata Sulawesi Tengah : Implementation Of The Marmet Technique On Increasing Breast Milk Production In Primiparous Post-Partum Mothers Experiencing Ineffective Breastfeeding At Undata General Hospital, Central Sulawesi Province Lista K. Ahadin; Rahma Edy Pakaya; Rosita
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10316

Abstract

atar belakang: Menyusui adalah proses yang alami. Akan tetapi, keberhasilan menyusui secara optimal memerlukan pemahaman ibu mengenai ASI dan cara menyusui yang benar. Kesulitan dan masalah dalam menyusui umum dialami, khususnya oleh ibu post partum primipara. Tantangan yang sering muncul meliputi produksi ASI yang tidak lancar, nyeri atau luka pada puting, dan bayi menjadi rewel karena kesulitan menyusui dengan efektif. Pijat marmet adalah serangkaian gerakan tangan yang dirancang untuk merangsang refleks let-down (pengeluaran ASI) dan memfasilitasi drainase payudara. Tujuan: Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh teknik pijat marmet terhadap peningkatan produksi ASI ibu post partum primipara yang mengalami gangguan menyusui tidak efektif. Metode: Studi kasus ini mengunakan metode deskritif. Sampel diambil pada pasien yang mengalami gangguan menyusui tidak efektif dan dikelolah selama 4 kali kunjungan 3 kali implementasi dengan pemberian tindakan keperawatan berupa teknik pijat marmet dan dilakukan 2 kali /hari selama 15-30 menit. Pengumpulan data mengunakan buku status, wawancara, observasi, dan metode proses keperawatan. Bahan yang digunakan yaitu gelas/botol bersih untuk menampung ASI. Hasil: Terdapat perubahan setelah dilakukan teknik pijat marmet selama 3 hari pada respoden, dari yang ASI tidak keluar pada hari pertama menjadi ASI keluar namun belum lancar. hasil yang didapatkan menunjukan bahwa terjadi perubahan yang ingin dicapai menjadi menyusui tidak efektif teratasi. Kesimpulan dan saran: Teknik pijat marmet efektif untuk dilakukan pada ibu yang mengalami gangguan menyusui tidak efektif untuk peningkatan produksi ASI
Implementasi Terapi Rendam Kaki Air Hangat Terhadap Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Di Ruangan Flamboyan RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation of Warm Water Foot Soak Therapy to Reduce Blood Pressure in Hypertension Patients in the Flamboyan Room, Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Kesya; Rahma Edy Pakaya; Sri Yulianti
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10632

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang dikenal sebagai silent killer karena sering muncul tanpa gejala hingga menimbulkan komplikasi serius. Salah satu upaya nonfarmakologis untuk membantu menurunkan tekanan darah adalah terapi rendam kaki air hangat. Efektivitas terapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi perifer yang membantu melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan tahanan pembuluh darah. Tujuan: Terapi ini bertujuan melancarkan sirkulasi, memberi efek relaksasi, serta menurunkan aktivitas saraf simpatis. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada pasien hipertensi melalui tiga kali kunjungan dengan implementasi terapi rendam kaki air hangat selama 15–20 menit sekali sehari. Pengumpulan data dilakukan melalui buku status, wawancara, observasi, dan proses keperawatan dengan bahan sederhana berupa air hangat, termometer, baskom, dan handuk. Hasil: Penelitian ini menunjukkan penurunan tekanan darah bertahap, dari 162/87 mmHg (nyeri 6) pada hari pertama, menjadi 147/83 mmHg (nyeri 4) pada hari kedua, hingga 130/70 mmHg (nyeri 0) pada hari ketiga. Pasien melaporkan merasa lebih rileks, nyaman, dan nyeri kepala berkurang. Efek relaksasi yang muncul selama terapi juga dapat membantu menurunkan stress dan ketegangan otot, yang merupakan faktor pemicu peningkatan tekanan darah. Kesimpulan: Terapi rendam kaki air hangat terbukti efektif menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi melalui mekanisme vasodilatasi yang melancarkan sirkulasi darah dan menurunkan aktivitas saraf simpatis. Saran: Terapi rendam kaki air hangat dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri perawat untuk meningkatkan kenyamanan pada pasien hipertensi.
Asuhan Keperawatan Keluarga Dengan Terapi Kompres Buli-Buli Hangat Pada Leher Untuk Mengurangi Nyeri Kepala Pada Ny. N Yang Menderita Hipertensi Di Wilayah Kerja Puskesmas Gonenggati Donggala: Family Nursing Care with Warm Bladder Compress Therapy on the Neck to Reduce Headaches in Mrs. N Who Suffers from Hypertension in the Work Area of the Gonenggati Donggala Health Center Grachelin Nurul Ivanka; Rabiah; Rahma Edy Pakaya
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10633

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang memiliki prevalensi tinggi di masyarakat dan sering kali tidak disadari oleh penderitanya karena minimnya gejala yang dirasakan. Salah satu gejala yang umum dialami oleh pasien hipertensi adalah nyeri kepala, terutama di bagian leher atau tengkuk. Kondisi ini terjadi akibat peningkatan tekanan darah yang menyebabkan gangguan pada sirkulasi darah ke otak, serta menimbulkan penumpukan asam laktat yang merangsang reseptor nyeri. Terapi nonfarmakologis, seperti pemberian kompres hangat menggunakan buli-buli, dapat menjadi intervensi yang efektif dan aman dalam membantu mengurangi nyeri kepala pada penderita hipertensi. Metode pada penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada Ny. N, seorang pasien hipertensi yang mengalami keluhan nyeri kepala, dan dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Gonenggati Donggala. Asuhan keperawatan diberikan secara menyeluruh melalui tahapan pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Terapi kompres buli-buli hangat dilakukan sebanyak tiga kali kunjungan rumah, masing-masing selama lima jam. Hasil evaluasi menunjukkan adanya penurunan skala nyeri dari skala 5 menjadi skala 2 setelah pemberian terapi. Hasil menunjukkan bahwa pemberian kompres hangat terbukti efektif dalam menurunkan intensitas nyeri kepala pada pasien hipertensi. Terapi ini sangat direkomendasikan karena mudah dilakukan, tidak menimbulkan efek samping, dan dapat diaplikasikan secara mandiri oleh keluarga di rumah. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi rujukan bagi tenaga kesehatan dan masyarakat dalam menerapkan pendekatan keperawatan keluarga untuk penatalaksanaan nyeri secara nonfarmakologis, khususnya pada penderita hipertensi.