Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Implementasi Mobilisasi Dini Pada Ibu Bersalin Post Sectio Caesarea (Sc) Dengan Masalah Gangguan Mobilitas Fisik Di Rsud Undata Provinsi Sulawesi Tengah: Implementation Of Early Mobilization In Post-Cesarean Delivery Mothers With Physical Mobility Problems At Undata Regional Hospital, Central Sulawesi Province Sitti Nurhaliza Tahir; Rosita; Indri Iriani
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 1: Januari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i1.10366

Abstract

Mobilisasi dini merupakan salah satu intervensi keperawatan yang penting dalam mempercepat proses pemulihan ibu post sectio caesarea (SC). Keterlambatan mobilisasi dapat menyebabkan berbagai komplikasi seperti trombosis vena dalam, konstipasi, dan gangguan pernapasan. Oleh karena itu, pelaksanaan mobilisasi dini perlu dilakukan secara bertahap dan sesuai prosedur untuk mengembalikan fungsi fisik pasien. Metode: Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan pendekatan deskriptif, yang dilaksanakan di ruang nifas RS Undata Provinsi Sulawesi Tengah. Subjek penelitian adalah seorang ibu post SC dengan masalah gangguan mobilitas fisik. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan format SOAP (Subjective, Objective, Assessment, Planning). Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah dilakukan implementasi mobilisasi dini secara bertahap selama dua hari, pasien mengalami peningkatan kemampuan dalam bergerak. Pada hari pertama pasien masih membutuhkan bantuan saat duduk dan berdiri, namun pada hari kedua pasien sudah mampu melakukan aktivitas mandiri tanpa keluhan nyeri yang signifikan. Evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot, stabilitas postur, serta peningkatan kemandirian dalam aktivitas sehari-hari. Pembahasan: Penerapan mobilisasi dini yang dilakukan secara tepat dan berkesinambungan dapat mempercepat pemulihan fisik ibu post SC. Dukungan keluarga dan edukasi yang baik dari perawat berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan intervensi. Hasil ini sejalan dengan teori dan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa mobilisasi dini efektif dalam meningkatkan sirkulasi, mempercepat penyembuhan luka, dan mengurangi komplikasi imobilisasi. Kesimpulan: Implementasi mobilisasi dini terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan fisik dan kemandirian ibu post SC. Perawat diharapkan dapat menerapkan intervensi ini secara terencana, bertahap, dan melibatkan keluarga untuk hasil yang optimal.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Resiko Perilaku Kekerasan Dengan Diagnosa Medis Skizofrenia Di Ruangan Srikaya UPT RSUD Madani Palu Provinsi Sulteng: Nursing Care for Patients at Risk of Violent Behavior with a Medical Diagnosis of Schizophrenia in the Srikaya Ward, UPT Madani Hospital, Palu, Central Sulawesi Sartika Irwan; Indri Iriani; Maryam
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 2: Februari 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i2.10625

Abstract

Resiko perilaku kekerasan salah satu tanda dan gejala gangguan jiwa yang sering ditemukan pada klien zkizofrenia. Resiko perilaku kekerasan jika tidak segara ditangani akan menimbulkan dampak yang dapat merugikan baik secara fisik maupun psikologis. Tujuan penulisan studi kasus ini adalah untuk menerapkan senam aerobic low impact pada pasien dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Umum Daerah Madani Palu. Metode penerapan yang digunakan adalah studi kasus dilakukan pada klien skizofrenia paranoid dengan masalah keperawatan resiko perilaku kekerasan. Penelitian ini dilakukan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Jiwa Daerah Madani Palu bulan agustus 2024. Metodi pengumpulan data menggunakan lembar pengkajian keperawatan jiwa dengan melakukan wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, dan data rekam medis. Data yang terkumpul kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk naratif. Hasil penelitian setelah dilakukan penerapan senam aerobic low impact pada klien dengan resiko perilaku kekerasan antara perawat dengan klien selama 3 kali dalam 1 minggu pada klien resiko perilaku kekerasan di Ruangan Srikaya Rumah Sakit Jiwa Daerah Madani Palu menujukan bahwa pemeberian senam aerobict low impact dapat mengontrol resiko perilaku kekerasan serta mampu mengontrol emosinya dan mampu bersikap social dengan baik. Simpulan dari penerapan terapi ini didapatkan hasil bahwa klien mampu mengontrol resiko perilaku kekerasan. Disarankan untuk tenaga kesehatan dapat menambah jadwal kegiatan harian seperti senam aerobic low impact di Ruangan Srikaya untuk mempermudah proses penyembuhan klien.