Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Pengaruh Kondisi Ruang Kantor Kosong Terhadap Kesehatan Lingkungan di Area Kedatangan Domestik Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali Syifa Aditia Pratama; Kardi; Rini Sadiatmi
Jurnal Multidisiplin Teknologi dan Arsitektur Vol. 4 No. 2 (2026): November 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/motekar.v4i2.8893

Abstract

Ruang kantor kosong di terminal bandara kerap luput dari perhatian, padahal kondisinya dapat menurunkan kesehatan lingkungan secara diam-diam, terutama di area berintensitas tinggi seperti area kedatangan domestik. Di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, sejumlah bekas ruang kantor Government of Indonesia (GOI) di area kedatangan domestik dibiarkan tidak terpakai dan kurang terawat, sehingga menimbulkan persoalan penumpukan debu, kelembapan tinggi, pertumbuhan jamur, ventilasi dan pencahayaan yang buruk, serta keberadaan hama. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi ruang kantor kosong tersebut dan menilai pengaruhnya terhadap kesehatan lingkungan di area kedatangan domestik. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi langsung, dokumentasi dan catatan lapangan, wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap empat informan pakar yang dipilih secara purposif, serta tinjauan literatur. Data dianalisis menggunakan content analysis, triangulasi sumber, dan gap analysis yang membandingkan kondisi lapangan dengan standar nasional dan internasional yang berlaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ruang kantor kosong tidak dikelola secara optimal: berdebu, lembap, berjamur, minim pencahayaan dan ventilasi, serta terdapat indikasi tikus dan kecoa. Gap analysis menegaskan bahwa seluruh parameter yang diuji di lapangan yaitu kelembapan, pencahayaan, ventilasi, kebersihan, pengendalian hama, dan pemeliharaan berkala tidak memenuhi standar yang berlaku. Kondisi ini berdampak pada risiko gangguan pernapasan, ancaman keselamatan operasional penerbangan akibat wildlife hazard, celah keamanan, serta menurunnya citra pelayanan bandara. Melalui kerangka 3S+1C (Safety, Security, Service, Compliance), penelitian ini mengusulkan strategi perbaikan jangka pendek, menengah, dan panjang, meliputi pembersihan rutin, pengendalian kelembapan, penyusunan SOP khusus, pengendalian hama terpadu, alokasi anggaran pemeliharaan, serta pemanfaatan kembali ruang idle.
Kajian Pengawasan Ground Support Equipment (GSE) Terhadap Kelancaran Operasional di Area Apron Bandar Udara Internasional Kualanamu Deli Serdang Christoper Fidesmons; Kardi; Nunuk Praptiningsih
Journal of Humanities Education Management Accounting and Transportation Vol. 3 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/hemat.v3i2.8995

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tingginya intensitas pergerakan operasional di area apron Bandar Udara Internasional Kualanamu yang menuntut ketersediaan dan pengaturan ruang yang efisien, khususnya terkait keberadaan Ground Support Equipment (GSE). Permasalahan utama yang dijumpai di lapangan adalah masih terdapat GSE yang tidak segera dikembalikan ke Equipment Parking Area (EPA) setelah proses pelayanan pesawat udara selesai, terutama pada waktu operasional malam hari. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengawasan operasional penempatan GSE oleh Apron Movement Control (AMC) serta dampaknya terhadap kelancaran operasional di area apron. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Pemilihan metode kualitatif dilakukan untuk menggali informasi kontekstual mengenai proses pengawasan dan hambatan di lapangan secara komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AMC telah menjalankan pengawasan melalui patroli rutin dan teguran, namun kepatuhan operator ground handling masih belum optimal. Keberadaan GSE yang tidak dikembalikan secara tepat waktu menyebabkan penyempitan ruang gerak kendaraan operasional, menambah beban pengawasan, dan memicu potensi bahaya (hazard). Kesimpulannya, ketidakdisiplinan dalam penempatan GSE berdampak signifikan terhadap efisiensi dan kelancaran manuver di apron. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan adalah perlu adanya kajian mengenai sistem pelacakan (tracking) GSE berbasis teknologi untuk mempermudah unit AMC dalam melakukan monitoring aset ground handling secara real-time.
Analisis Ancaman Keamanan Bandar Udara pada Pengendalian Jalan Masuk (Access Control) Akibat Ketiadaan PAS Kendaraan di Sisi Udara Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Komodo Ketut Teja Prabawa P; Kardi; Ika Endrawijaya
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8923

Abstract

Bandar udara sebagai objek vital nasional mewajibkan penerapan pengendalian jalan masuk (access control) ke Daerah Keamanan Terbatas (DKT) melalui kepemilikan Pas Bandar Udara Kendaraan. Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas II Komodo belum menerapkan pas kendaraan bagi kendaraan operasional di sisi udara, sehingga pemeriksaan di pos access control masih dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan prosedur pengendalian jalan masuk kendaraan serta menganalisis dampak ketiadaan pas kendaraan terhadap ancaman keamanan bandara, serta merumuskan upaya mitigasi. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif melalui observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiadaan pas kendaraan secara signifikan menurunkan efektivitas tindakan profiling akibat timbulnya familiarity bias oleh petugas Aviation Security (Avsec). Hal ini juga menyebabkan hambatan pemeriksaan di security checkpoint, meningkatkan potensi resiko penyusupan (illegal entry), sabotase, penyeludupan barang berbahaya, dan risiko tabrakan serta foreign object debris (FOD). Kondisi ini juga menjadi temuan audit berstatus Open oleh Otoritas Bandar Udara Wilayah IV. Penelitian ini merekomendasikan penertiban parkir kendaraan pribadi, pendataan kendaraan terotorisasi, pengetatan prosedur dan pendampingan kendaraan eksternal, serta percepatan koordinasi penerbitan pas bandar udara sesuai regulasi regulasi UU Nomor 1 Tahun 2009, PM 33 Tahun 2015 jo PM 167 Tahun 2015, dan KM 39 Tahun 2024.
Kajian Penempatan dan Konten Media Informasi Mengenai Barang – Barang Dilarang (Prohibited Items) Terhadap Kepatuhan Penumpang Domestik di Bandar Udara Internasional Yogyakarta Ida Ayu Made Dewi Madusedani; Kardi; Ika Endrawijaya
Journal of Law, Education and Business Vol. 4 No. 2 (2026): Oktober 2026
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/jleb.v4i2.8946

Abstract

Bandar Udara Internasional Yogyakarta memiliki volume penumpang domestik yang relatif tinggi, sehingga kepatuhan penumpang terhadap ketentuan barang – barang dilarang (prohibited items) menjadi penting untuk diperhatikan. Berdasarkan data penemuan prohibited items periode Oktober 2025 – Maret 2026, tercatat 6.563 item barang yang disita, yang mengindikasikan perlunya perhatian terhadap ketaatan penumpang meskipun media informasi digital telah disediakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penempatan dan konten media informasi mengenai prohibited items dan pengaruhnya terhadap kepatuhan penumpang domestik di Bandar Udara Internasional Yogyakarta. Menggunakan metode kuantitatif korelasional, data dikumpulkan dari 100 responden (rumus Slovin) melalui probability sampling, lalu dianalisis dengan persamaan regresi linear sederhana Y=5,872+0,516X. Hasil menunjukkan penempatan dan konten media informasi berada pada kategori kurang baik. Analisis korelasi menghasilkan koefisien korelasi (r) 0,931 dan koefisien determinasi ( ) sebesar 86,6%, serta uji t menunjukkan pengaruh positif dan signifikan (t hitung 25,172 > t tabel 1,654; sig 0,000). Disimpulkan bahwa penempatan dan konten media informasi berpengaruh signifikan terhadap kepatuhan penumpang domestik. Implikasinya, pengelola bandara perlu mengoptimalkan penempatan media informasi di area strategis serta memperjelas visualisasi konten agar dapat meningkatkan kepatuhan penumpang secara efektif.