Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Komunitas Belajar (Kombel) pada program sekolah penggerak tingkat SMA di Kabupaten Bima Irma Setiawan; Nurhidayat Martin; Wika Wahyuni; Agusman Agusman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 8, No 2 (2024): June
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v8i2.22510

Abstract

AbstrakKomunitas belajar (kombel) mendorong kolaborasi yang kuat antara semua pemangku kepentingan dalam Pendidikan. Komite pembelajaran menjadi penggerak komunitas belajar sekolah dalam melakukan perubahan belajar yang memenuhi kebuthan siswa. Tujuan pendampingan untuk memberikan penguatan kepada komite pembelajaran mengenai pentingnya peran/fungsi komunitas belajar (kombel) bagi sekolah. Selain itu, pendampingan bertujuan untuk menyelidiki geliat dari komunitas pembelajaran di sekolah penggerak. Metode pendampingan dilakukan melalui kegiatan lokakarya dengan startegi coaching dengan berfokus pada ulasan ulasan kualitatif dari aktivitas kombel sekolah. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan refleksi kegiatan melalui panen karya sekolah pengerak. Objek pendampingan meliputi SMAN 1 Woha, SMAN 1 Madapangga, SMAN 1 Donggo, dan SMAN 2 Sanggar. Hasil pendampingan diperoleh bahwa setiap sekolah menemukan kendala substansi dalam membentuk dan melaksanakan program kegiatan kombel sekolah. Kolaborasi yang terjalin antara guru, staf pendidikan, dan anggota komunitas lokal telah memungkinkan pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan sumber daya yang berharga. Hal ini telah menghasilkan inovasi dalam kurikulum, metode pengajaran, dan strategi pembelajaran yang berdampak positif terhadap prestasi akademik dan kesejahteraan siswa. Kata kunci: komunitas belajar; kolaborasi; sekolah penggerak AbstractLearning communities (kombel) encourage strong collaboration between all stakeholders in Education. The learning committee becomes the driver of the school learning community in making learning changes that meet student needs. The purpose of mentoring is to provide reinforcement to the learning committee regarding the importance of the role/function of the learning community (kombel) for the school. Apart from that, mentoring aims to investigate the activities of the learning community in the driving school. The mentoring method is carried out through workshop activities with a coaching strategy focusing on qualitative reviews of school collective activities. The activity stages include preparation, implementation, and reflection on activities through harvesting the work of the mobilizing school. The objects of assistance include SMAN 1 Woha, SMAN 1 Madapangga, SMAN 1 Donggo, and SMAN 2 Sanggar. The results of the assistance showed that each school found substantial obstacles in forming and implementing the school collective activity program. Collaboration between teachers, educational staff and local community members has enabled the exchange of valuable knowledge, experience and resources. This has resulted in innovations in curriculum, teaching methods and learning strategies that have a positive impact on students' academic achievement and well-being. Keywords: learning community; collaboration; driving school
Dampak Transformasi Room Jodoh Live TikTok @KakGobres: Analisis Wacana Kritis Perjodohan Digital di Lombok Nindi Aulia Rahman; Siti Sulha Darmaini; Kadek Andhini Aryudya; Muhamad Yusup Adrian; Iva Susilawati; Wika Wahyuni
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4279

Abstract

Fenomena live streaming perjodohan di TikTok merepresentasikan bentuk baru praktik perjodohan di era digital yang mentransformasi nilai serta pola interaksi sosial tradisional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pergeseran nilai dan praktik perjodohan dalam fenomena room jodoh pada akun TikTok @KakGobres, serta menganalisis narasi dan interaksi sosial yang muncul sebagai cerminan transformasi budaya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menerapkan kerangka Analisis Wacana Kritis (AWK) model Van Dijk yang mencakup dimensi struktur wacana, kognisi sosial, dan konteks sosial. Data dikumpulkan melalui observasi rekaman siaran langsung TikTok dan studi literatur relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa room jodoh berfungsi sebagai arena digital publik yang mempertemukan individu dalam format hiburan interaktif. Nilai-nilai perjodohan konvensional, seperti keterlibatan keluarga dan norma kesopanan, mengalami pergeseran menuju praktik yang lebih individualistis dan performatif. Namun demikian, pola relasi gender dan norma sosial tradisional masih tereplikasi, di mana laki-laki cenderung mengambil peran proaktif sementara perempuan menjadi pemegang keputusan akhir. Temuan ini mengilustrasikan adanya hibriditas budaya, yakni pertemuan nilai-nilai tradisional dan modern dalam ruang digital. Dengan demikian, room jodoh di TikTok tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai medium baru bagi konstruksi identitas dan representasi budaya dalam masyarakat digital kontemporer.