Indah S. Budiarti
Universitas Cenderawasih

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN BAHAN AJAR BERBASIS KEARIFAN LOKAL JAYAPURA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN PROSES SAINS DAN PENGUASAAN KONSEP Jan Pieter; Putu Victoria M. Risamasu; Indah S. Budiarti
Jurnal Pendidikan Fisika Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jpf.v12i2.49444

Abstract

Siswa yang hidup dalam adat dan budaya yang kental memerlukan bahan ajar yang mampu memediasi peralihan kehidupan dari sains alamiah ke sains ilmiah, sehingga mereka mampu mengikuti pelajaran IPA di sekolah. Tujuan penelitian untuk mengembangkan bahan ajar yang ditemui dalam kearifan lokal masyarakat suku Enggros dan Tobati di Jayapura dan melihat dampaknya terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa. Jenis penelitian adalah penelitian dan pengembangan model 4D. Populasi penelitian adalah siswa kelas VII dari empat SMP di Kota Jayapura. Sampel penelitian diambil delapan kelas yaitu empat kelas sebagai kelas eksperimen yang belajar dengan bahan ajar berbasis kearifan lokal Jayapura dan empat kelas sebagai kelas kontrol dengan bahan ajar konvensional, setiap kelas berjumlah 30 orang siswa. Selanjutnya dipergunakan eksperimen semu menggunakan randomized pretest-posttest control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan ajar yang dikembangkan memberikan dampak positif, dan ditemukan adanya perbedaan yang signifikan terhadap keterampilan proses sains dan penguasaan konsep antara siswa yang belajar dengan bahan ajar yang dikembangkan dan yang belajar dengan bahan ajar konvensional. Bahan ajar yang dikembangkan mampu memediasi peralihan belajar siswa dan mendukung keterampilan proses sains dan penguasaan konsep siswa dalam belajar IPA.
Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kecerdasan Intelektual Di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan Toni Pagawak; Diki Kurniawan; Indah S. Budiarti; Urip Wahyudin; Robert Masreng
Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Kajian Ilmu Pendidikan (JKIP)
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Almatani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/jkip.v7i5.2479

Abstract

Penerapan Kepemimpinan Kepala Sekolah Berbasis Kecerdasan Intelektual di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Tesis. Program Pascasarjana Magister Manajemen Pendidikan Universitas Cenderawasih. Tujuan penelitian untuk menganalisis penerapan kepemimpinan berbasis kecerdasan intelektual yaitu sebagai pemilih, penghubung, pemecah masalah, evaluator, negosiator, penyembuh, pelindung dan sinergi serta faktor pendukung dan penghambat kepemimpinan berbasis kecerdasan intelektual di SMA Negeri 1 Tiom Kabupaten Lanny Jaya Provinsi Papua Pegunungan. Jenis penelitian ini adalah desriptif kualitatif. Informan yaitu kepala sekolah, guru, operator/tata usaha dan komite sekolah sebanyak 8 orang. Data diperoleh menggunakan pedoman wawancara, observasi dan dokumentasi. Keabsahan data melalui kecermatan dan triangulasi. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh bahwa kepemimpinan kepala sekolah berbasis kecerdasan intelektual yaitu 1) memilih mengambil keputusan secara musyawarah dengan guru, staf, dan komite sekolah, sehingga kebijakan yang dihasilkan relevan, realistis, dan adaptif terhadap konteks lokal, 2) penghubung utama antara guru, staf, siswa, orang tua, dan masyarakat dengan komunikasi yang berjenjang, terbuka, dan terstruktur memungkinkan seluruh warga sekolah memahami program yang dijalankan, sehingga koordinasi dan kolaborasi berjalan efektif. 3) Pemecah masalah secara rasional dan sistematis, dengan mengutamakan pengumpulan data, analisis, dan musyawarah. 4) Evaluator kinerja guru dan program sekolah secara rutin, sistematis, dan partisipatif. 5) Negosiator menyampaikan argumentasi logis, menyediakan alternatif solusi, dan memfasilitasi dialog antar pihak agar tercapai kesepakatan yang adil dan kondusif. 6) Penyembuh dengan pendekatan empatik, mendengarkan permasalahan guru, staf, dan siswa, serta memberi pendampingan dan dukungan moral. 7) Pelindung melindungi guru, staf, dan siswa dari tekanan. 8) Sinergi: Kepala sekolah mendorong partisipasi aktif orang tua dan masyarakat dalam kegiatan sekolah. 9) Faktor pendukung meliputi kerja sama guru dan staf, komunikasi terbuka, partisipasi guru dalam pengambilan keputusan, dan penggunaan data berbasis bukti. Faktor penghambat meliputi jumlah guru terbatas, kondisi siswa yang beragam, keterbatasan akses pelatihan, sarana TIK dan administrasi yang terbatas, serta kondisi ekonomi orang tua yang beragam.