Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Digital Pragmatics: Analysis of Communication Skill Speech Acts in Indonesian Teenagers' Nur Afifah; Eli Marlina Harahap; Nikmah Hasibuan; Husniah Ramadhani Pulungan; Devinna Riskiana; Isthifa Kemal
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 11 No 9 (2025): September
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v11i9.12500

Abstract

This study examines the use of speech acts by Indonesian adolescents in digital communication, particularly through comments on social media platforms such as Instagram and TikTok. The study aims to identify the types of speech acts commonly used, examine how the digital context influences the forms and strategies of these utterances, and explore the socio-cultural meanings embedded in these interactions. A qualitative descriptive method was used with data collected from 150 naturalistic comments made by adolescents aged 13–19. The analysis was conducted using Searle's speech act theory, focusing on contextual categorization and interpretation. The findings indicate that representative and expressive speech acts are the most frequently used, followed by directive, commissive, and declarative speech acts. The digital environment shapes linguistic expression through unique features such as emoticons, informal spelling, and visual-emotional reinforcers. These linguistic choices are influenced by the immediate, informal, and performative nature of online interactions. The results also indicate that speech acts on social media reflect adolescents' construction of identity, group affiliation, and shared cultural norms in the digital space. This study concludes that social media serves not only as a communication tool but also as a platform for socio-cultural expression among adolescents. Further studies could explore variations in usage across platforms or different demographic groups.
Transfer Nilai Kearifan Lokal Mandailing sebagai Strategi Interkultural dalam Pembinaan Karakter Anak SB Malaysia Nikmah Hasibuan; Khatib Lubis; Husniah Ramadhani Pulungan; Effan Zulfiqar; Nurmaini Ginting; Erlina Harahap
Jurnal Abdidas Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdidas.v7i2.1346

Abstract

Peningkatan mobilitas global mendorong bertambahnya komunitas migran, termasuk anak-anak Indonesia yang tumbuh di lingkungan sosial dan budaya berbeda dari negara asalnya. Kondisi ini menimbulkan tantangan dalam pembinaan karakter, penguatan identitas budaya, dan kemampuan beradaptasi di masyarakat multikultural. Sanggar Bimbingan di Malaysia berperan sebagai lembaga pendidikan nonformal bagi anak-anak pekerja migran Indonesia, namun pembinaan karakter di lembaga tersebut masih memerlukan pendekatan yang lebih kontekstual melalui pemanfaatan nilai budaya lokal. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mentransfer nilai-nilai kearifan lokal Mandailing sebagai strategi interkultural dalam pembinaan karakter anak Sanggar Bimbingan di Malaysia. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui tahap persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Tahap inti menggunakan pendekatan partisipatif melalui pengenalan budaya Mandailing, storytelling, permainan edukatif, diskusi reflektif, dan praktik sikap. Nilai utama yang ditanamkan meliputi holong (kasih sayang), hasangapon (kehormatan), dan hapantunon (kesantunan). Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan partisipasi peserta, keberanian berpendapat, kemampuan berinteraksi sosial, serta sikap saling menghargai. Peserta juga mulai memahami pentingnya kasih sayang, sopan santun, dan penghormatan terhadap sesama. Selain itu, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat identitas budaya anak migran. Dengan demikian, transfer nilai kearifan lokal Mandailing dapat menjadi model pendidikan karakter yang kontekstual, inklusif, dan relevan bagi komunitas migran Indonesia di luar negeri.