Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Analisis Penerapan Metode Case Based Learning pada Jurusan Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Fajrinur
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol 7 No 4 (2023): LENTERA, DESEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Case base learning (CBL) merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2021. Metode pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang nyata dan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini juga diharapkan dapat memacu dosen menciptakan kelas yang lebih efektif dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form sebagai instrumennya. Partisipan dalam penelitian ini adalah 8 orang dosen yang mengajar di Fakultas Managemen, Program Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Metode pembelajaran ini baru digunakan dalam mengajar pada semester ganjil 2023/2024 di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Dalam implementasi metode pembelajaran ini, dosen merasa bahwa manfaat menggunakan CBL namun juga menghadapi beberapa kendala. Manfaat yang dirasakan adalah, mahasiswa terlihat lebih “engage/terlibat” ketika bekerja dalam tim, kasus tentang masalah kehidupan nyata memberikan siswa perspektif mengenai masalah yang dapat mereka harapkan di bidangnya di masa depan dan bagaimana cara mengatasinya serta kemungkinan siswa melupakan keterampilan dan informasi yang diperoleh melalui pembelajaran yang dipersonalisasi melalui CBL jauh lebih rendah dibandingkan ketika mereka hanya mendengarkan secara pasif di kelas. Sedangkan kendala yang dirasakan dosen adalah pembelajaran case based sangat memakan waktu dari para dosen, tidak semua informasi/materi dapat diberikan dengan metode ini, bila dibandingkan dengan metode yang tradisional misalnya ceramah (satu arah), menciptakan scenario dan rencana pembelajaran yang menyerupai keadaan asli di masyarakat agar siswa mampu mengaitkan apa yang dipelajari dengan situasi yang sebenarnya juga menjadi kendala dalam menngunakan case based learning.
Multidisciplinary Collaboration in the Development of Teaching Aids and Learning at SDN 8 Juli Noviyanti; Sri Novayanti; Zalikha; Fajrinur
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 7 No 2 (2025): AUGUST
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v7i2.132

Abstract

This community service program aimed to develop instructional teaching aids through multidisciplinary collaboration between lecturers and students from various study programs at Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI). The activity was conducted at SDN 8 Juli, an elementary school located in a rural area of Bireuen Regency, Aceh, which faces limitations in concrete learning media. The development process adopted the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), allowing the creation of teaching aids to be carried out systematically and participatively. Based on a needs analysis, it was found that students experienced difficulties in understanding abstract concepts in science and English subjects. To address this challenge, the team designed several innovative teaching aids, including a volcanic eruption model, a rain cycle diorama, bilingual science vocabulary cards, and thematic student worksheets (LKS). These media were then implemented in thematic learning activities in Grades III and V. The implementation results indicated improvements in conceptual understanding, learning motivation, and student participation. Teachers also expressed enthusiasm and a willingness to use the media independently in the future. The evaluation, carried out through classroom observation and teacher reflection, showed that the developed media were relevant to classroom needs and easy to apply. This program demonstrated that cross-disciplinary collaboration can produce effective and sustainable learning media. The model is recommended for replication in other elementary schools, particularly those located in areas with limited educational resources.
Analisis Penerapan Metode Case Based Learning pada Jurusan Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia Fajrinur
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 7 No. 4 (2023): LENTERA, DESEMBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Case base learning (CBL) merupakan salah satu Indikator Kinerja Utama (IKU) yang dilaksanakan oleh Kemendikbudristek pada tahun 2021. Metode pembelajaran ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan masalah yang nyata dan ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran ini juga diharapkan dapat memacu dosen menciptakan kelas yang lebih efektif dan interaktif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan kuesioner dalam bentuk google form sebagai instrumennya. Partisipan dalam penelitian ini adalah 8 orang dosen yang mengajar di Fakultas Managemen, Program Studi Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Metode pembelajaran ini baru digunakan dalam mengajar pada semester ganjil 2023/2024 di Universitas Islam Kebangsaan Indonesia. Dalam implementasi metode pembelajaran ini, dosen merasa bahwa manfaat menggunakan CBL namun juga menghadapi beberapa kendala. Manfaat yang dirasakan adalah, mahasiswa terlihat lebih “engage/terlibat” ketika bekerja dalam tim, kasus tentang masalah kehidupan nyata memberikan siswa perspektif mengenai masalah yang dapat mereka harapkan di bidangnya di masa depan dan bagaimana cara mengatasinya serta kemungkinan siswa melupakan keterampilan dan informasi yang diperoleh melalui pembelajaran yang dipersonalisasi melalui CBL jauh lebih rendah dibandingkan ketika mereka hanya mendengarkan secara pasif di kelas. Sedangkan kendala yang dirasakan dosen adalah pembelajaran case based sangat memakan waktu dari para dosen, tidak semua informasi/materi dapat diberikan dengan metode ini, bila dibandingkan dengan metode yang tradisional misalnya ceramah (satu arah), menciptakan scenario dan rencana pembelajaran yang menyerupai keadaan asli di masyarakat agar siswa mampu mengaitkan apa yang dipelajari dengan situasi yang sebenarnya juga menjadi kendala dalam menngunakan case based learning.
Analyzing Social Media As The Most Effective Learning Media For Gen Z Fajrinur; Novayanti, Sri; Bella, Ivvon Septina; Rahmati
Lentera : Jurnal Ilmiah Sains, Teknologi, Ekonomi, Sosial, dan Budaya Vol. 8 No. 2 (2024): LENTERA, MEI 2024
Publisher : LPPM Universitas Almuslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Currently, education in Indonesia has learnt and implemented many effective social media to achieve success in the teaching and learning process in the classroom. The current era is closely related to Generation Z children. Regardless of the pros and cons, almost every Generation Z student in Indonesia already has access to the internet and social media. So this research used library research in obtaining data on social media as the most effective learning media for Gen Z from articles, books, and previous researches. Research on social media advantages shows that it provides numerous benefits for students as long as it use responsibly. In fact, it can encourage students to learn collaboratively, enhance student interaction, enable students to develop critical thinking and boost their creativity. This is in accordance with the four competencies that students must have in the 21st century proposed by the Ministry of Education, called 4C, namely critical thinking and problem solving, creativity, communication skills, and ability to work collaboratively.
OPTIMIZATION OF DIGITAL MEDIA AS A MEANS OF STRENGTHENING ENGLISH LANGUAGE SKILLS AND BUSINESS MANAGEMENT AMONG MSME ACTORS Vivi Asbar; Fajrinur; Laina Fadhilah
Jurnal Pengabdian Bangsa Vol 5 No 1 (2026): SEPTEMBER 2025 - FEBRUARY 2026 (Call for Papers)
Publisher : CV. Naskah Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jpb.v5i1.309

Abstract

Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) play an important role in economic development but often face limitations in digital literacy, English language proficiency, and basic business management, which reduce their competitiveness in the digital era. This community service program aimed to optimize digital media as an integrated platform to strengthen practical English skills and business management competencies among MSME actors. The program employed a participatory and practice-oriented approach consisting of training, hands-on practice, and continuous mentoring. Training activities focused on functional English for business communication, digital media utilization for marketing, and basic management practices such as branding and simple bookkeeping. The results indicate improvements in participants’ ability to use English for product promotion, increased use of digital media for marketing activities, and greater awareness of structured business management. Participants also showed higher engagement and confidence in applying digital tools to their daily business operations. These findings suggest that integrated digital media–based capacity building is effective in supporting MSME empowerment and sustainable economic development.
Financial Accountability Grounded in Sharia Values: An Integrative Accounting and English Literacy Perspective within Islamic Economics Zalikha; Fajrinur; Farhan Zikry
Journal Informatic, Education and Management (JIEM) Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY (CALL FOR PAPERS)
Publisher : STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61992/jiem.v8i1.281

Abstract

This study examines financial accountability grounded in sharia values from an integrative perspective of accounting and English literacy within the framework of Islamic economics. Financial accountability in Islamic institutions is not merely a technical and administrative obligation, but also a moral and spiritual responsibility rooted in sharia principles such as amanah (trust), ‘adl (justice), and maslahah (public interest). This research employs a qualitative normative approach through library research, analyzing classical and contemporary Islamic economic law sources, accounting literature, and studies on financial literacy and English language use in economic and accounting contexts. The analysis focuses on conceptual foundations, accountability mechanisms, and the role of English literacy in supporting transparent and globally oriented financial communication in Islamic economic practices. The findings indicate that sharia-based financial accountability is constructed through the integration of three interrelated dimensions: accounting accountability, legal–ethical accountability, and communicative accountability supported by English literacy. English literacy plays a strategic role in enhancing transparency, accuracy, and international accessibility of financial reporting in Islamic institutions. This study contributes theoretically by offering an integrative conceptual framework for financial accountability in Islamic economics and practically by providing insights for strengthening governance, transparency, and global engagement of sharia-based organizations.