Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Penanganan Stunting Pada Keluarga Balita Stunting Di Posyandu Cempaka 1, Desa Selulung, Kecamatan Kintamani Putu Gde Hari Wangsa; Ida Kurniawati; Gde Candra Yogiswara
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.153-159

Abstract

Kecamatan Kintamani terletak di kabupaten Bangli, sebuah wilayah yang terkenal dengan keindahan alamnya, terutama pemandangan Gunung Batur dan Danau Batur yang memukau. Desa Selulung, yang terletak di Kecamatan Kintamani, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dalam hal kasus stunting yang tinggi, memperlihatkan tantangan yang signifikan dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan kesehatan masyarakatnya, oleh karena hal itu perlu dilakukan pendampingan penanganan stunting pada keluarga balita stunting di daerah ini. Kelima keluarga di Banjar Sanda berpartisipasi dalam PKM. Permasalahan utama adalah kurangnya gizi pada anak balita dan pengetahuan terbatas tentang makanan sehat. Solusi mencakup pemberian paket gizi dan pelatihan membuat makanan sehat. Tahapan kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, bantuan paket gizi, dan evaluasi.. Kegiatan Penyuluhan Pola Asuh dan Makanan Sehat, pembuatan PMT Sehat Bergizi dari bahan pangan local dan pemberian paket bantuan gizi dilakukan hari Minggu tgl 22 Januari 2024. Ketiga kegiatan tersebut dilakukan di masing-masing rumah keluarga binaan. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah: 1. Kelompok mitra berperan aktif dalam setiap kegiatan PKM dengan persentase kehadiran 100% dan partisipasi aktif 100%. 2. Penyuluhan yang dilakukan mengenai pola asuh dan makanan sehat, pembuatan PMT dan pembagian paket gizi diharapkan mampu meningkatkan asupan gizi sehingga mampu mencegah stunting yang terjadi. Kata Kunci : Stunting, Balita, Gizi
Karakteristik Pasien Pasca-Apendektomi di Rumah Sakit Umum Daerah Tabanan I Komang Ardhika Gunawan; Ni Putu Diah Witari; Ni Wayan Rusni; Ni Wayan Armerinayanti; Gde Candra Yogiswara; Ade Dwi Mahendra; I Gusti Ngurah Fajar Viwakananda; Made Bramastya Nugraha Teja Kusuma Mulyawan
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i2.6473

Abstract

Acute appendicitis is one of the most common abdominal surgical emergencies, primarily managed through appendectomy. Post-appendectomy patients require further hospitalization, where indicators such as length of stay, leukocyte levels, and pain intensity are essential to evaluate clinical outcomes. This study aims to describe the characteristics of post-appendectomy patients at Tabanan General Hospital (BRSU Tabanan) in 2023–2024. This research used a descriptive observational design with a cross-sectional approach, and data were collected retrospectively from medical records. Samples were selected using consecutive sampling, with a total of 120 patients who met the inclusion and exclusion criteria. Data were analyzed univariately and presented in frequency distributions and mean values.The results showed that the mean age of patients was 34.73 ± 13.62 years, with a higher proportion of females (56.7%) compared to males (43.3%). The mean leukocyte count was 12.65 ± 4.22 ×10³/µL, with most patients (56.7%) categorized as mild leukocytosis. The mean length of stay was 2.83 ± 1.54 days, with 93.3% of patients classified as having a short hospitalization period (≤5 days). Most patients had no comorbidities (85%), while hypertension was the most common comorbid disease (61.1%). The mean Visual Analog Scale (VAS) score before appendectomy was 5.34 ± 0.96 (moderate pain), which decreased to 2.42 ± 0.63 (mild pain) after surgery.