Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Law Enforcement by Kualanamu Customs and Excise For The Crime of Smuggling Lobster Seeds (Study Of Decision Number 1758/PID.B/2020/PN. LBP) Bobby Hartanto Sinaga; Rizkan Zulyadi; Ridha Haykal
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 1 No. 09 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v1i09.63

Abstract

The formulation of the problem is (1) What is the legal regulation regarding customs for baby lobster smuggling according to provisions of regulations – invitations in Indonesia? (2) How is law enforcement carried out by Kualanamu Customs and Excise regarding the crime of smuggling lobster seeds? (3) What are the obstacles Kualanamu Customs and Excise officers face in carrying out law enforcement for the crime of baby lobster smuggling? The research method used is normative juridical. The results of the study show that customs law arrangements for baby lobster smuggling are regulated in Law no. 17 of 2006 concerning customs. Law enforcement is carried out by Customs and Excise officers, namely arresting the perpetrators and transferring them to the Attorney General's Office for further legal proceedings. The obstacle faced by Customs and Excise officials is that very often unscrupulous law enforcement officials and unscrupulous airline officers who work at airports are involved in criminal cases of smuggling and assist perpetrators who will try to bring prohibited items to pass from the customs area. This has further reduced public trust in law enforcers and this is an obstacle for law enforcers in general. The conclusion of this study is that Kualanamu Customs and Excise officers as customs law enforcers work together with other law enforcement officers in accordance with statutory regulations. The suggestion from this thesis is for Kualanamu Customs and Excise officers to become officers who really carry out law enforcement in the field of customs, so that in the future there will be no more smuggling cases that occur within the scope of Kualanamu airport carried out by the public or unscrupulous officers working at Kualanamu Airport
Pengadaan Barang dan Jasa Melalui Swakelola untuk Mendukung Desa Tumpatan Nibung sebagai Desa Agroekoedutorism: Pengabdian Ronald Hasudungan Sianturi; Ridha Haykal; Nurhayati; Elisabeth Sitepu; Hafiz Nurdiansyah; Ahmad Feri Tanjung; Muhammad Rizwan; Liandra Khairunnisa; Satrio Joko Wibowo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4985

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mendukung pengembangan Desa Tumpatan Nibung sebagai desa Agroekoedutorism melalui mekanisme pengadaan barang dan jasa secara swakelola. Pendekatan swakelola dipilih untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat, khususnya kelompok tani, dalam proses perencanaan dan pelaksanaan pembangunan desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2025 di Desa Tumpatan Nibung dengan melibatkan Kelompok Tani Agro Saka Milenial sebagai peserta utama serta didukung oleh Yayasan Cendekia Hijau Indonesia. Metode pelaksanaan meliputi perencanaan kebutuhan, pelaksanaan pengadaan berbasis masyarakat, pendampingan teknis dan administratif, serta kegiatan monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pengadaan melalui swakelola mampu meningkatkan kapasitas kelompok tani, memperkuat rasa memiliki masyarakat terhadap program pembangunan, serta menyediakan sarana pendukung pertanian, edukasi, dan wisata agro yang berkelanjutan. Kegiatan ini memberikan kontribusi positif terhadap pemberdayaan masyarakat dan dapat menjadi model pengadaan partisipatif yang dapat diterapkan di wilayah pedesaan lainnya.