Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Narasi Ekosemiotik Kultural dalam Novel Tanjung Kemarau Karya Royyan Julian: Resistensi Budaya dan Advokasi Lingkungan di Madura Agik Nur Efendi; Anas Ahmadi; Titik Indarti; Magfirotul Hamdiah; Diah Kusyani; Wa Mirna; Siti Nurjanah; Rahma Anugraheny
GHANCARAN: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia SPECIAL EDITION: LALONGET VI
Publisher : Tadris Bahasa Indonesia, Fakultas Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ghancaran.vi.21446

Abstract

This study examines the novel Tanjung Kemarau by Royyan Julian through an ecosemiotic perspective to explore cultural resistance and environmental advocacy in Madura Island. The primary focus of this research is how cultural symbols and narratives in the novel reflect the close relationship between the local community and the environment, particularly the mangrove forests. Using a descriptive qualitative approach, this study analyzes the symbolism and meanings related to ecological and cultural issues in the novel. The findings show that mangrove forests are not only viewed as physical ecosystems but also as sacred spaces revered by the community. Mystical figures such as Nyai Rasera and the village cleansing rituals are depicted as part of the community's efforts to preserve the environment and resist commercial exploitation. The novel serves as a form of resistance against environmentally destructive modernization practices, while also acting as an advocacy tool emphasizing the importance of preserving cultural values in ecological conservation. This research enriches the discourse of ecosemiotics in Indonesian literary studies and highlights the potential of literature as a medium for culturally-based environmental advocacy.
Hubungan Kemampuan Berpikir Kritis Dengan Kemampuan Menulis Teks Eksplanasi Siswa Kelas XI SMK Kesehatan Haji Sumatera Utara Tahun Pembelajaran 2023-2024 Faqih Muara Dalimunthe; Diah Kusyani; Nurhayati Nurhayati
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3861

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan berpikir kreatif dengan kemampuan menulis teks cerpen oleh siswa kelas XI SMK Kesehatan Haji Sumatera Utara Tahun Pembelajaran 2023-2024. Penelitian ini termasuk penelitian korelasional. Adapun Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI SMK Kesehatan Haji Sumatera Utara Tahun Pembelajaran 2023-2024 dengan sampel berjumlah 40 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random sampling (acak kelas). Dalam penelitian ini data berpikir kritis dikumpulkan dengan tes berpikir kritis berjumlah 25 soal dengan menguraikan jawaban sesuai dengan pertanyaan yang telah tersedia dan diberi skor 4 bila menguraikan jawaban sebanyak 4, diberi skor 3 bila menguraikan jawaban sebanyak 4, diberi skor 2 bila menguraikan jawaban sebanyak 2 dan diberi skor 0 untuk jawaban salah atau tidak menjawab dengan rentang nilai 0-100. Sedangkan data kemampuan menulis teks eksplanasi dikumpulkan dengan tes penugasan. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga hal. Pertama, kemampuan berpikir kritis tergolong ke dalam kategori baik ( Kedua, kemampuan menulis teks eksplanasi tergolong ke dalam kategori baik (. Ketiga, ada hubungan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis dengan kemampuan menulis teks eksplanasi siswa. Besaran korelasinya (rxy=0,71) berada pada rentangan 0,60 - 0,799 dan tergolong ke dalam kategori kuat. Hasil penelitian yang diperoleh terdapat hubungan yang signifikan antara berpikir kritis dengan kemampuan menulis teks eksplanasi.
Analisis Feminisme Liberal Pada Film Moana 2 Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Di SMA Rizka Atika Puteri; Diah Kusyani; Sukma Adelina Ray
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.6337

Abstract

Tujuan dalam penelitian ini adalah 1) untuk mengetahui bentuk-bentuk feminisme liberal pada film Moana 2, 2) untuk mengetahui prinsip – prinsip feminisme liberal pada film Moana 2, 3) untuk mengetahui implikasi hasil analisis feminisme liberal pada film Moana 2 terhadap pembelajaran di SMA. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif dengan je.nis pe.ne.litian library re.se.arch. Proses analisis dalam penelitian ini dilakukan dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 1) bentuk feminisme liberal dalam film Moana 2 adalah seorang wanita yang mandiri, cerdas, dan berani mengambil keputusan, serta melawan stereotip gender. 2) Prinsip-prinsip feminisme liberal dalam film Moana 2 adalah individualisme, kesetaraan peluang, reformasi hukum dan politik, kebebasan seksual dan reproduksi dan penentangan terhadap seksisme. Terdapat 21 unsur feminisme terdiri dari 7 individualisme, 9 kesetaraan peluang, 3 reformasi hukum dan politik, 0 kebebasan seksual dan reproduksi dan 2 penentangan terhadap seksisme, 3) implikasi feminisme liberal dalam pembelajaran di SMA sebagai bahan pembelajaran apresiasi sastra yang ikut menentukan keberhasilan siswa.
Analisis Gaya Bahasa Sarkasme pada Novel “Anjing Mengeong, Kucing Menggonggong” Karya Eka Kurniawan Dinda Purnama Lubis; Diah Kusyani; Sri Muliatik
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7745

Abstract

Tujuan penelitian adalah mendeskripsikan bentuk-bentuk gaya bahasa sarkasme, menjelaskan fungsi penggunaannya dalam menyampaikan kritik sosial, serta menganalisis kontribusinya terhadap narasi dan karakterisasi tokoh. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan stilistika. Data berupa kutipan narasi, dialog, maupun monolog tokoh yang mengandung unsur sarkasme, yang dianalisis menggunakan teknik baca-catat dan klasifikasi tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat delapan bentuk gaya bahasa sarkasme, yaitu: verbal (58 data), situasional (31 data), ironis (37 data), understatement (11 data), overstatement (16 data), retoris (20 data), kasar (26 data), dan halus (20 data). Sarkasme berfungsi sebagai sarana kritik sosial (29 data), hiburan (35 data), penguatan karakter (28 data), keterlibatan pembaca (44 data), serta perlawanan terhadap kekuasaan (21 data). Selain itu, gaya bahasa sarkasme berkontribusi dalam memperkuat tema, membangun konflik, serta menajamkan karakterisasi tokoh. Dengan demikian, penggunaan sarkasme dalam novel ini tidak hanya berfungsi sebagai hiasan linguistik, tetapi juga sebagai instrumen ideologis yang meneguhkan nilai estetis sekaligus kritik sosial