Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Studi Tentang Hak Asuh Anak Di Bawah Umur Akibat Perceraian Berdasarkan Undang – Undang Nomor 1 Tahun 1974 Dewi Ratih Kumalasari
JURNAL HUKUM PELITA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Hukum Pelita Mei 2025
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian (DPPM) Universitas Pelita Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37366/jhp.v6i1.5843

Abstract

Marriage is a legal and social bond between two individuals that can be carried out by every human being based on an agreement to live together as a couple. However, a marriage that is expected to always live together until the end of life, is not as young as imagined. Some people choose to end their marriage because of quarrels or incompatibility between each other, it can be called divorce. Divorce that already has children, especially minors, will be an important impact in a divorce process is about child custody. Every parent, both mother and father who divorces, will fight for custody of their child in order to get full responsibility in caring for and educating the child, and to have the opportunity to be involved in the child's life |after the divorce. |Although custody of the child h|as f|allen on either p|arent, they |also h|ave |an oblig|ation to c|are for |and educ|ate their child. This h|as been regul|ated by leg|al regul|ations in Indonesi|a in L|aw Number 1 of 1974, concerning M|arri|age. By using a research method combining a qualitative descriptive approach with normative juridical procedures obtained from various sources, journal references, as well as opinions from institutions and experts who have authority regarding the study of custody of minors due to divorce
Perkembangan dan Penataan Dalam Pelaksanaan Tugas Pengawas Perikanan di Indonesia Maulinna Kusumo Wardhani; Dewi Ratih Kumalasari
Semeru: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Volume 2 Nomor 2 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas Bhayangkara Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55499/semeru.v2i2.1699

Abstract

Kekayaan industri perikanan dan sumber daya alam kelautan yang dimiliki Indonesia merupakan anugerah Tuhan yang patut kita syukuri. Negara harus mampu mengelolanya, memanfaatkannya untuk kemakmuran dan kebahagiaan rakyatnya.Penelitian ini dibatasi pada 3 rumusan masalah sebagai berikut. Bagaimana peraturan penangkapan ikan dikembangkan? Bagaimana tugas pengawas perikanan dilaksanakan? Dan Apa saja hambatan yang dihadapi oleh Pengawas Perikanan dalam melaksanakan tugasnya?. Penelitian ini menggunakan pendekatan hukum normatif. Penelusuran mengungkap, UU Nomor untuk pertama kalinya mengatur tentang kewenangan penegakan hukum perikanan. Undang-undang No. 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Pengawas Perikanan bertugas untuk memantau tertib pelaksanaan penataan peraturan perundang-undangan dibidang perikanan. Hambatan yang dihadapi oleh Pengawas Perikanan dalam melaksanakan pengawasan sumber daya perikanan di Indonesia adalah Kurangnya armada Kapal Pengawas Perikanan, Kurangnya sumber daya manusia yang memadai, Kurangnya efek jera yang ditimbulkan kepada para pelaku tindak pidana perikanan, serta Kurangnya partisipasi dari kesadaran negara lain dalam memerangi Ilegal Fishing.
Implementasi Program KKN Terintegrasi dalam Penguatan Pendidikan Karakter, Literasi Hukum Haki, Penguatan UMKM, dan Penataan Infrastruktur Sosial di Desa Kembangbelor Kec. Pacet Kab. Mojokerto: Pengabdian Dewi Ratih Kumalasari
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.4333

Abstract

The Community Service Program (KKN) is a form of implementation of the Tri Dharma of Higher Education that aims to help resolve problems in the community, particularly related to the limited understanding of Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Dusun Paras regarding legal aspects, especially the difference between Trademark Rights and Patent Rights. The implementation method of the activity uses an integrated approach that combines education, consultation, and mentoring by 15 students from across the faculties of Law, Engineering, Social and Political Sciences, and Economics and Business. The entire work program is based on the Social Learning Theory by Albert Bandura, which emphasizes that individuals learn through observation, imitation, and modeling behavior. This activity involved 14 Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) and was proven effective, demonstrated by increased understanding and enthusiasm of residents during the mentoring process. The results of the activity show that the integration of legal education, business literacy, and direct mentoring can strengthen the capacity of residents to protect and develop their businesses. This program also increases public awareness of the importance of legal protection in MSME management.