Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Activating Students to Speak English through Interpreting Graphs Khaerati Khaerati; Bungatang Bungatang; Khaidarsyah Khaidarsyah
MACCA : Science-Edu Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Februari 2024
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research is qualitative descriptive research which aimed at finding out (1) whether students actively engage in speaking English through interpreting graphs and (2) whether students have a positive attitude towards the use of graphs in speaking classes. The population of this study consists of first-semester students in the Economics Education study Program at Universitas Patompo for the academic year 2022/2023. The researcher employed purposive sampling technique, involving 30 students. Two types of instruments were used in this research: observation techniques and questionnaires. Observation was used to assess students’ participation in speaking English, while questionnaires were used to find out students' attitudes towards the use of graphs in speaking classes. Data analysis results indicated that 1) the use of graphs in speaking can activate students to speak English. In the interpretation of pie charts, the average speaking frequency of students is 3.3% and categorized into active. In the interpretation of line graphs, the average speaking frequency of students is 3.3% over 90 minutes and categorized into active. In the interpretation of bar graphs, the average students’ speaking frequency was 3.83% in 90 minutes and categorized as very active. 2) The questionnaire indicated that 11 (36.67%) out of 30 students strongly agree, 17 (56.67%) students agree, 2 (6.66%) students rather agree, with none of them disagree and strongly disagree with the use of graphs in speaking class. While the mean score was 57.06, indicating that students have a positive attitude towards the use of graphs in speaking classes.
IbM Pelatihan Pembuatan Makanan dan Minuman Inovatif Bagi Warga Desa Pacelekkang Kecamatan Pattalassang Kab. Gowa Yusniar Rasyid; Khaerati Khaerati; Bungatang Bungatang; Isma Muthahharah
Abdimas Langkanae Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v3i2.201

Abstract

Pelaksanaan kegiatan bertujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki oleh desa, program pelatihan ini dipilih karena untuk menanamkan dan membenahi pengetahuan secara mendasar kepada masyarakat yang bertujuan untuk memberikan kesadaran dan pengetahuan mengenai pengolahan hasil panen yang dapat meningkatkan nilai jual yang lebih tinggi dari sebelumnya. Metode penyajian pelatihan yaitu metode penyuluhan dan praktik secara bersama. Adapun hasil yang dicapai yaitu dapat meningkatan pengetahuan dalam rangka menghasilkan makanan dan minuman inovatif seperti cemilan berupa candi agar-agar yang terbuat dari bahan yang aman dan tanpa pengawet. Selain itu, bahan jagung yang diolah dalam makanan puding yang bergizi dan nikmat serta minuman kemasan dari susu jagung yang nikmat
Generative Artificial Intelegence (Gen-AI) dalam Pembelajaran pada Guru-Guru Di Kabupaten Sidrap Ja'faruddin Ja'faruddin; Nasrullah Nasrullah; Nur Wahidin Ashari; Khaerati Khaerati; Farnesyia Putri
Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2024): Volume 03 Nomor 02 (Oktober 2024)
Publisher : Jurusan Matematika FMIPA UNM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/jhp2m.v3i2.5037

Abstract

Era digital telah menciptakan kebutuhan mendesak untuk mengintegrasikan teknologi dalam pendidikan, khususnya di daerah-daerah seperti Kabupaten Sidrap. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Generative AI (Gen-AI) dalam pembelajaran melalui program pelatihan komprehensif di SMPN 11 Kabupaten Sidrap. Program pelatihan dirancang menggunakan metode participatory action research dengan pendekatan mixed-method, melibatkan tahapan identifikasi kebutuhan melalui survei dan wawancara, pengembangan kurikulum pelatihan, pelaksanaan workshop intensif, dan evaluasi program. Pelatihan mencakup pengenalan konsep dasar Gen-AI, teknik prompt engineering, pengembangan materi pembelajaran, dan integrasi AI dalam metodologi pembelajaran aktif. Hasil evaluasi menunjukkan tingkat keberhasilan yang signifikan dengan kepuasan peserta mencapai 80-90% pada berbagai aspek program. Kesesuaian materi dengan kebutuhan mitra mencapai 90%, sementara peningkatan wawasan dan keterampilan mencapai 85%. Meskipun demikian, terdapat kebutuhan penyesuaian pada aspek alokasi waktu, dengan 5% peserta menyatakan ketidaksesuaian. Program ini berhasil meningkatkan kompetensi digital guru dan membuka peluang untuk personalisasi pembelajaran berbasis AI di Kabupaten Sidrap, dengan rekomendasi untuk pengembangan program berkelanjutan melalui pembentukan komunitas praktik dan sistem monitoring berkelanjutan
Edukasi Ekonomi Dasar dan Literasi Keuangan untuk Siswa Sekolah Dasar di Desa Moncongkomba Kabupaten Takalar Riana Multhazam; Nurul Fajria Yahya; Andi Nur Veryani; Hamran Hamran; Khaerati Khaerati
Abdimas Toddopuli: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Volume 7, No 2, Juni 2026
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/atjpm.v7i2.8075

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman ekonomi dasar dan literasi keuangan siswa sekolah dasar di Desa Moncongkomba Kabupaten Takalar melalui edukasi kontekstual. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan edukatif partisipatif dengan desain one group pretest–posttest. Peserta dibagi menjadi dua kelompok berdasarkan tingkat kelas: Kelompok A (kelas III-IV, n=14) dan Kelompok B (kelas V–VI, n=16). Intervensi meliputi ceramah interaktif, diskusi, dan simulasi sederhana (membedakan kebutuhan–keinginan, pengelolaan uang saku, dan menabung). Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman pada kedua kelompok. Kelompok A mengalami peningkatan skor rata-rata dari pretest 56,0 menjadi posttest 78,0 (Δ=22,0), sedangkan Kelompok B meningkat dari pretest 60,0 menjadi posttest 85,0 (Δ=25,0). Temuan ini menunjukkan bahwa materi yang dekat dengan aktivitas harian siswa serta praktik langsung mampu meningkatkan pemahaman dan menguatkan kebiasaan finansial positif. Secara teoritis, hasil mendukung pandangan bahwa pembelajaran literasi keuangan efektif ketika disajikan secara kontekstual dan interaktif sesuai perkembangan kognitif anak, sehingga mempermudah internalisasi konsep dasar ekonomi. Manfaat yang diperoleh adalah meningkatnya kemampuan siswa dalam menentukan prioritas pengeluaran, memahami pentingnya menabung, serta membangun sikap hemat dan bertanggung jawab terhadap uang saku. Disimpulkan bahwa edukasi ekonomi dasar dan literasi keuangan efektif meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar dan layak diterapkan secara berkelanjutan di sekolah.
Structural Patterns Of Knot Semantic Logic In Mbojo Pantun Ja'faruddin Ja'faruddin; M. Fadly; Khaerati Khaerati
Proximal: Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol. 9 No. 2 (2026): Exploring Mathematics through Education, Modeling, Finance, and Cultural Perspe
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/proximal.v9i2.9544

Abstract

Mbojo Pantun (Patu Mbojo) is an important form of indigenous oral literature that preserves cultural values, moral teachings, and local wisdom within the Bima community of West Nusa Tenggara, Indonesia. While previous studies have primarily examined Mbojo Pantun from linguistic, literary, and cultural perspectives, its underlying mathematical semantic organization remains largely unexplored. This study aims to investigate the structural patterns of Mbojo Pantun using the Knot Semantic Logic (KSL) framework. A qualitative descriptive approach was employed by selecting representative pantun through purposive sampling from documented literary sources and oral traditions. The analysis involved identifying semantic knot points, constructing knot point matrices, examining recursive semantic correspondences, and classifying structural configurations according to the principles of Knot Semantic Logic. The results identified four semantic structures: Ring Composition, Chiasm, Parallelism, and Asymmetrical Semantic Structure (ASS). Ring Composition exhibits concentric semantic symmetry centered on a core concept, Chiasm demonstrates mirrored semantic correspondence, and Parallelism preserves sequential semantic repetition. In contrast, Asymmetrical Semantic Structure represents a linear progression of ideas without recursive semantic correspondence. These findings demonstrate that the semantic organization of Mbojo Pantun can be formally represented through mathematical structures, revealing that indigenous oral literature embodies systematic semantic patterns beyond its aesthetic and cultural functions. Furthermore, this study extends the application of Knot Semantic Logic from formal statements and religious discourse to traditional oral literature and proposes Asymmetrical Semantic Structure (ASS) as a complementary structural category within the KSL framework. The proposed framework contributes to the development of mathematical linguistics, ethnomathematics, and computational approaches to semantic structure analysis.
Activating Students to Speak English through Interpreting Graphs Khaerati Khaerati; Bungatang Bungatang; Khaidarsyah Khaidarsyah
MACCA : Science-Edu Journal Vol. 1 No. 1 (2024): Volume 1 No.1 Tahun 2024
Publisher : Education and Talent Development Center of Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/msej.v1i1.1210

Abstract

This research is qualitative descriptive research which aimed at finding out (1) whether students actively engage in speaking English through interpreting graphs and (2) whether students have a positive attitude towards the use of graphs in speaking classes. The population of this study consists of first-semester students in the Economics Education study Program at Universitas Patompo for the academic year 2022/2023. The researcher employed purposive sampling technique, involving 30 students. Two types of instruments were used in this research: observation techniques and questionnaires. Observation was used to assess students’ participation in speaking English, while questionnaires were used to find out students' attitudes towards the use of graphs in speaking classes. Data analysis results indicated that 1) the use of graphs in speaking can activate students to speak English. In the interpretation of pie charts, the average speaking frequency of students is 3.3% and categorized into active. In the interpretation of line graphs, the average speaking frequency of students is 3.3% over 90 minutes and categorized into active. In the interpretation of bar graphs, the average students’ speaking frequency was 3.83% in 90 minutes and categorized as very active. 2) The questionnaire indicated that 11 (36.67%) out of 30 students strongly agree, 17 (56.67%) students agree, 2 (6.66%) students rather agree, with none of them disagree and strongly disagree with the use of graphs in speaking class. While the mean score was 57.06, indicating that students have a positive attitude towards the use of graphs in speaking classes.
Literasi Anti Intoleransi Di Sekolah Dasar Negeri Parinring Kecamatan Manggala Kota Makassar Bungatang Bungatang; Isma Muthahharah; Khaerati Khaerati; Israwati Akib; Maulidya Permatasari
Abdimas Langkanae Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa-siswi Sekolah Dasar Negeri Parinring, Kecamatan Manggala, Kota Makassar mengenai sikap intoleransi dan cara menghindarinya. Pelaksanaan kegiatan berlangsung dalam tiga tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, selama dua bulan mulai Februari hingga Maret 2025. Pada tahap perencanaan, dirumuskan perlunya edukasi intoleransi berdasarkan minimnya pemahaman siswa terhadap nilai-nilai toleransi. Pelaksanaan sosialisasi dilakukan pada 3 Maret 2025 dengan diikuti oleh enam peserta, meliputi penyampaian materi tentang intoleransi dan penguatan nilai budaya lokal seperti Siri’, Sipakatau, Sipakalebbi, Sipakainge, dan Pesse. Evaluasi dilakukan melalui sesi tanya jawab untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Faktor pendorong keberhasilan kegiatan ini adalah kebutuhan mendesak akan edukasi tentang intoleransi, sedangkan faktor penghambat tidak ditemukan. Kegiatan ini berjalan lancar dan berhasil meningkatkan antusiasme serta pemahaman siswa-siswi terhadap pentingnya sikap toleransi dalam kehidupan sehari-hari.